Di Mana Batang Hidung IMF?


Sumber:
http://m.kompas.com/news/read/2011/08/14/12210952/di-mana-batang-hidung-imf

Krisis merajalela di mana-mana. Ini adalah krisis, yang salah satunya adalah juga akibat akumulasi ketidakdisiplinan anggaran pemerintah di zona euro atau 17 negara pengguna mata uang euro, di AS, di Jepang.Terjadi akumulasi utang terus menerus.

click to enlarge

Akibatnya lagi, hampir setengah kekuatan perekonomian dunia terguncang sekarang, yakni AS dan zona euro yang merupakan bagian dari Uni Eropa.

Krisis ini adalah juga buah dari kebijakan moneter AS di bawah Alan Greenspan, mantan Gubernur Bank Sentral. Ini yang membuatnya jadi cecaran banyak ekonom. Kebijakan moneter dengan mematok suku bunga rendah menyebabkan terjadinya “easy money” dan mendorong konsumsi.

Nah, ini adalah koridor ekonomi yang justru menjadi wewenang IMF untuk memberi nasihat. Pertanyaannya, di mana peran IMF selama ini? Mengapa AS, zona euro tidak mendapatkan tekanan kuat atau peringatan keras?

Jika kita kenang sejarah Amerika Latin, IMF pada dekade 1980-an kerap memaksa kawasan itu mengencangkan ikat pinggang. Hal ini menimbulkan protes besar-besaran di kawasan, karena rakyat sengsara dengan penghapusan subsidi pemerintah. Namun penghapusan subsidi ini harus dilakukan di bawah tekanan Chicago Boys, para penasihat ekonomi AS, berpayungkan IMF.

Soal AS, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, dan Presiden Bank Dunia Robert Zoellick, hanya terdengar memberi imbauan. Mereka hanya sekadar mengingatkan akan bahaya dari akumulasi defisit anggaran, tidak lebih dari itu. Bahkan Lagarde tidak cukup ketat meminta AS menurunkan defisit anggaran pemerintah AS, yang dia sarankan sebaiknya diturunkan sampai 7,5 persen.

IMF dan Bank Duni tidak cukup kencang menekan, sebagaimana dilakukan ke negara-negara berkembang, termasuk Asia. Bahkan peran IMF seperti tenggelam. Standard & Poor’s bahkan lebih berani membuat ketegasan dengan menurunkan peringkat utang AS dari AAA menjadi AA+.

S&P’s juga lebih berani meminta AS menurunkan defisit anggaran di bawah 7 persen.

⁠Penulis: Simon Saragih ⁠ ⁠Editor: Agus Mulyadi ⁠

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: