Pidato LetJend Luhut Panjaitan


Ini dia…..

“Yang saya hormati Bapak Pendeta beserta Ibu, Ibu Inge, Pak Pum (maksudnya Pak Patuan-red), istri saya dan anak-anak sekalian yang saya hormati dan cintai.

Saya terus terang tadi…sama istri saya kagum-kagum melihat ini…operet nya ini. Tepuk tangan dulu buat kalian. Kalian nyaris seperti di broadway aja, jadi saya betul-betul bangga liat kalian. Karena semua betul-betul diatur dan bekerja sendiri, teamwork yang menurut saya luar biasa. Tadi kalian bermain…dengan baik, membersihkan sampah pun kalian sendiri saya liat tadi. Jadi saya pikir, apresiasi saya luar biasa untuk kalian. Tepuk tangan lagi untuk kalian.

Yang kedua, saya juga bangga, dengan istri saya, Pak Pum, Ibu Inge juga melihat bahwa kalian sudah bisa membuat suatu pengorganisasian yang menurut saya, sudah baik, dalam usia mu, seperti sekarang ini. Ini adalah satu embrio untuk kamu maju ke depan, organisasi ini saya pikir…suatu skill yang kalian miliki, kembangkan terus ke depan.

Di era yang begitu cepat ini, diperlukan itu, tidak bisa kalian hanya percaya pada skill kerjamu saja. Tapi kamu harus lebih cepat, lebih kreatif, untuk bisa bersaing dengan orang lain, karena di kota besar di era modern ini, kamu bisa survive kalau kamu punya skill, knowledge, disiplin, punya network yang bagus dan kamu berdoa untuk itu.

Kalau kamu tidak punya skill, dan knowledge yang kurang dan tidak punya displin, tidak punya tadi network yang bagus…integritas pun tidak ada, kamu akan tersingkir nanti, kamu nanti bisa jadi tukang batu itu.. ya tukang batu di Jakarta. Tapi kalau kamu mau jadi somebody, seseorang yang dipandang orang…dihormati orang karena karyamu, kamu harus memiliki integritas yang bagus.

Tadi pesan daripada…operet tadi saya kira bagus, dan tema yang kalian ambil pun untuk perayaan Natal ini saya kira bagus. Kalau kamu bisa memberi, ya memberilah. Kalau kamu bisa berbuat baik kepada lingkunganmu, berbuat baiklah. Jadi jangan kamu hanya..mimpi untuk hanya diberi dan disayangi orang, tapi kamu juga harus bisa menyayangi orang. Itu refleksi iman itu sendiri sebenarnya, tidak hanya lip service saja, berbuatlah, sedikit..berbuat yang terbaik. Sedikit menurut ukuran kamu, mungkin menurut ukuran yang lain banyak. Jadi relatif. Tetapi yang penting, keinginanmu untuk berbuat sesuatu kepada lingkunganmu.

Saya sangat menghargai kalian punya tema hari ini, kalian ingin memberikan kembali…gives back. Menurut saya itu ide yang brilian sekali. Gak apa-apa, kecil pun dulu, tapi kamu mulai itu. Tetapi harus spririt itu dikembangkan.

Semuda kamu…kalian umur berapa sekarang rata-rata ? 22…23 ya? 25 ? Ada 30? Belum lah ya, lulusan kamu, baru 25 lah ya, baru 5 tahun lulus. Jadi saya 25 itu pangkat Letnan Satu. Pangkat Letnan Satu…ya begitu lah belum sepintar kamu. Gaji pokok waktu itu, berapa…12 ribu rupiah waktu itu…Hahahaha…Jadi, itu…saya makanya bangga liat kalian. Saya melihat dari sinar matamu tadi, kamu akan bisa jadi seseorang suatu ketika.

Tapi ingat, ingat yang saya katakan. Kamu harus mengembangkan dirimu, kembangkan dirimu, kamu disiplin, kamu jujur. Kamu ingat kalau kamu bekerja pada suatu perusahaan, kau harus bisa disayangi, disayangi, dihormati, direspek sama atasanmu karena kamu disiplin, knowledgeable, karena kamu dapat dipercaya dan kamu punya kreasi yang bagus.

Dan kau bisa berteman, tunjukkan itu. Kalau itu bisa kau lakukan, maka si bos mu itu akan menilai kamu, kamu akan terus dipromosikan. Jadi kamu akan bisa sekolah, dan kau jangan lupa berdoa. Tuhan itu sangat besar artinya dalam hidup ini. Saya sudah mau jalan 62 tahun ini, jadi kesaksian hidup saya sama kalian itu.

Ya..anak-anak sekalian, jangan pernah lupa berdoa, dimana saja kamu. Dimana saja, sambil kamu berjalan pun kamu ingat Tuhan itu. Terima kasih, syukur Tuhan aku masih bisa bernapas hari ini, syukur Tuhan pekerjaan ku masih bagus. Syukur..syukur, syukur..syukur terus. Kalau itu kamu lakukan, bisa.

Kamu jangan lupa, Bapak saya itu dulu supir Sibual-buali, kan saya sudah pernah cerita sama kalian. Ayah saya almarhum, adalah seorang supir. Supir bus Sibual-buali, tahu kan Sibual-buali? Masih ada gak sekarang itu? Udah gak ada lagi ya? Tapi ayah saya belajar, belajar, dia bekerja dan belajar, dan bisa masuk juga perguruan tinggi. Nah kau masih lebih hebat dari saya, masih lebih hebat. Tapi ayah saya dulu pesan begitu. Dia bilang, “Luhut, kalau kamu bisa berbuat baik, berbuat baik sama orang.”

Dan ingat belajar, ilmu itu menjadi kunci. Kamu jangan berhenti di tingkat mu sekarang, cari waktu mu..belajar. Jangan kamu liat..jangan konsumtif kamu. Jangan kamu liat orang lain sudah begini terus…Jangan…Itu semua ada proses. Alkitab mengatakan semua ada waktunya. Semua itu ada waktunya. Jangan kamu mengambil yang belum waktunya, nanti kamu cedera. Ingat itu.

Jadi jangan kamu melampaui proses yang harus kamu lalui. Lalui semua proses itu dengan bagus. Saya..betul pesan ini sama kalian, karena saya liat ini kesempatan yang bagus untuk bicara. Kemaren waktu Natal dari Toba Group, saya melihat kalian menyanyi, juga saya senang, saya bangga melihat kalian.

Tapi saya ingin lihat satu ketika, dari kalian lahir pemimpin-pemimpin tingkat daerah maupun nasional. Syukur kalian ada masuk ke tingkat regional nanti. Kalian bisa…siapa bilang gak bisa, kalau kamu mau dan bekerja keras. Tidak ada satupun yang dicapai tanpa kerja keras. Ingat itu.

Tidak ada yang tiba-tiba datang dari atas. Semua dengan kerja keras. Semua dengan ketekunan. Semua dengan skill. Semua dengan kemauan dan doa yang kuat. Kalau kamu bawa dalam doa dan terus kamu berdoa dan mengucap syukur sama Tuhan, Tuhan pasti memberikan yang terbaik sama kamu.

Kau ingat itu, kau jangan mudah terombang-ambing sama orang lain. Kau lihat gagah-gagah dia…ini boleh juga jadi suamiku, kau bilang gitu. Terus pindah pula kau. Kau harus teguh pada iman. Gitu juga dengan laki-laki, kau lihat perempuan cantik-cantik, anak na mamora, terus pindah lah kau, jangan kau tinggalkan iman mu. Itu pesan saya.

Dan saya berharap, kau terus memegang janji dirimu, kau datang dari kampung yang jauh ..ada di sini, kau harus memberikan yang terbaik. Jangan kau mau terombang-ambing, ada rayuan kiri-kanan yang membuat kamu yang gak bagus.

Tadi Pak Pendeta tanya program S2 dan S3. Kita jalan, kita tidak berhenti sampai di sini. Yayasan Del tetap bekerja dalam bidang itu. Ibu Inge ada di sini, Direktur sekolah..sudah semua tahu kan?! Kalau yang gak tahu, awas kalian… Ibu Inge membuat program D1 Pertanian sekarang. Jadi 6 bulan di-pass, 6 bulan nanti belakangan. Tujuan kita, mereka tinggal mengembangkan pertanian di kampung, kita ingin bikin pertanian modern, supaya membuat kesejahteraan di kampung kita lebih bagus. Lahan yang dimiliki dengan modern, dengan bagus, dan kita telah melakukan beberapa percobaan selama 3 tahun ini…hasilnya cukup bagus, dan program ini sekarang sedang disusun Ibu Inge.

Kita berharap, tahun depan kita bisa memulai program D1 ini. Sehingga nanti pertanian-pertanian di kampung kita semakin bagus. Sedangkan program S1 saya kira tahun depan, 2010 kita sudah buka, dan saya berharap sudah bagus dan program ke ITB juga kita ingin terus lanjutkan…tadi Ecko yang main apa..main biola tadi masih di ITB, si Ecko tadi mana si Ecko? Ecko harus bisa lulus cum laude juga dari sana. Kamu bawa nama Del, jadi berikan yang terbaik pada Del itu. Kau membawa nama almamatermu, berikan yang terbaik. Belajar dengan sungguh-sungguh. Saya sudah minta Ibu Inge, rekrut lagi dari Del untuk diambil dan masuk lagi ke ITB, dan sekarang ada teman kalian masih di Belanda, Frederick, dan dia sekarang pindah dari Groningen untuk ambil Phd-nya, di Universitas Amsterdam.

Kalian bangga teman sekarang, dia masih tetap di depan. Saya ketemu dengan profesornya awal tahun ini di Amsterdam, saya pergi ke sana. Frederick masih dinilai, dianggap di atas rata-rata orang terbaik di Belanda.
Dan saya pikir tidak hanya Frederick, banyak yang lain lagi. Tapi kalau tidak belajar dengan kuat dan sungguh-
sungguh, tidak bisa. Frederick itu ketemu dengan saya, beratnya turun 15 atau 10 kilo. Dia kurus. Kenapa? Karena dia belajar…belajar…belajar. Dan saya minta dari kalian pun demikian ada, jangan hanya jadi karyawan, kau tidak belajar nanti. Kalau kalian ada nanti yang masuk S2 atau S3, Yayasan Del nanti bisa menjadi sponsor kalian untuk mengambil S2 dan S3 kalian. Tapi saya mau kalau kamu S3, kamu sekali-sekali balik mengajar ke kampung, mengajar di Del lagi.

Itulah gives back. Kamu tinggal beberapa lama dan memberikan kontribusi. Kemaren ada dosen datang sama saya. Dia minta, “Pak, kalau saya sudah begini..begini…begini…Mau gak Bapak mendukung saya jadi Bupati?”, katanya. Itu juga suatu…suatu target, saya senang lihat dia. Saya bilang, “Siapkan dirimu.” Kamu pun begitu.
Kalau kamu nanti sudah melanjutkan pendidikanmu, S1 atau S2, kamu gak salah juga masuk partai politik. Lihat itu partai politik, kau jadi yang bagus, jadi contoh, kamu harus menjadi Agent of Change di setiap tempat kamu bekerja!

Kamu bisa lakukan itu. Nah, network mu yang ada sekarang tetap dipegang. Jangan dikendorkan, ketatkan semua. Sekarang kamu merasa kecil, 10 tahun lagi, alumni kalian akan luar biasa. Saya percaya sama kalian. Sepuluh tahun lagi kalian liat, kalian menoleh ke belakang, betapa bedanya hari ini dengan 10 tahun yang akan datang, kalau kalian bekerja dengan kompak.

Sekali lagi saya ucapkan selamat dan terima kasih atas semua yang kalian lakukan. Pelihara kualitasmu, pelihara kekompakanmu, pelihara martabatmu! Ingat, martabatmu! Ketika saya masih aktif dulu, kepada tentara saya bilang Derajat, Nama dan Kehormatan dari almamatermu. Ingat itu. Derajat, Nama dan Kehormatan dari alamamatermu.

Kamu di sini sekarang hidup, kamu di sini harus berkarya, kamu harus memberikan suatu kontribusi, dan kamu jangan pernah mempermalukan almamatermu karena hanya satu kesalahan yang kamu lakukan.

Selamat Hari Natal, Tuhan memberkati kita semua. Sekian dan terima kasih.”

http://nataldel2008.wordpress.com/2008/12/21/pidato-pak-luhut/

One response

  1. marnala panjaitan | Reply

    jujur tegas dan beriman

    harus catat pidato pak luhut di jalan hidupku

    sungguh, luar biasa
    horas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: