Reaganomics VS Obamanomics


Sumber;
http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1490642/reaganomics-vs-obamanomics

Oleh: Asteria
Minggu, 8 Mei 2011 |

INILAH.COM, Jakarta – Kendati keduanya mengalami masa resesi yang cukup parah, arah ekonomi Presiden Obama dan Presiden Reagan tampak berbeda. Hal ini terutama terlihat pada kebijakan moneternya.

Ketika Presiden Reagan mulai berkantor pada 1981, ia sebenarnya menghadapi masalah ekonomi jauh lebih buruk dari Presiden Obama pada 2009. Tiga resesi yang memburuk sejak 1969 berujung pada yang terparah pada 1981-1982, dengan pengangguran melonjak menjadi dua digit dimana puncaknya 10,8%.

Di saat yang sama, Amerika mengalami inflasi dua digit, dengan indeks harga konsumen (CPI) berada di 11,3% pada 1979 dan 13,5% pada 1980 (25% dalam dua tahun). Kondisi Washington saat itu menimbulkan pemikiran bahwa inflasi akan menjadi endemik terhadap ekonomi Amerika, dan tidak bisa berhenti, setidaknya tanpa keruntuhan ekonomi.

Semua hal itu didukung suku bunga double-digit, dengan suku bunga memuncak pada 21,5% pada 1980. Angka kemiskinan mulai meningkat pada 1978, mencapai secara mengejutkan sebesar 33%, dari 11,4% menjadi 15,2%.

Penurunan pendapatan keluarga rata-rata riil yang dimulai pada 1978 telah dimulai dengan penurunan hampir 10% pada 1982. Selain itu, pada 1968-1982, rata-rata indeks Dow Jones Industrial kehilangan 70% dari nilai sebenarnya, mencerminkan runtuhnya keseluruhan saham.

Presiden Reagan mengkampanyekan empat program ekonomi secara jelas, untuk membalikkan gerakan lambat runtuhnya ekonomi Amerika:

1. Pemotongan tarif pajak untuk mengembalikan insentif bagi pertumbuhan ekonomi, dimana pertama kali tarif pajak penghasilan diturunkan dari 70% menjadi 50%, dan kemudian 25% pengurangan tarif pajak penghasilan bagi semua orang. Reformasi pajak 1986 kemudian mengurangi tarif pajak lebih lanjut, turun hanya dua tingkat, 28% dan 15%.

2. Pemotongan belanja, termasuk memangkas belanja US$ 31 miliar pada 1981, mendekati 5% anggaran The Fed, atau sekitar US$ 175 miliar pemotongan belanja setahun untuk hari ini.

Pada dolar yang konstan, pengeluaran discretionary nondefense turun 14,4% pada 1981-1982, dan 16,8% pada 1981-1983. Pengeluaran ini tidak pernah kembali ke level pada 1981, dalam sisa periode pemerintahan Reagan.

Bahkan dengan biaya pertahanan Reagan yang meningkat, yang memenangkan Perang Dingin tanpa menembakkan senjata, pengeluaran pemerintah federal total turun dari level tertinggi 23,5% dari PDB pada 1983 menjadi 21,3% pada 1988 dan 21,2% pada 1989. Itu pengurangan nyata dalam ukuran pemerintah relatif terhadap perekonomian sebesar 10%.

3. Kebijakan moneter anti-inflasi menahan pertumbuhan pasokan uang dibandingkan permintaan. Hal ini untuk mempertahankan nilai dolar yang lebih kuat dan stabil.

4. Deregulasi, yang menyelamatkan konsumen sekitar US$ 100 miliar per tahun dengan harga yang lebih rendah. Urutan pertama eksekusi Reagan, pada kenyataannya, mengeliminasi kontrol harga pada minyak dan gas alam. Produksi melonjak, dan dibantu oleh penguatan dolar, harga minyak turun lebih dari 50%.

Tak heran, bila pemulihan Reagan ini menjadi booming dalam 25 tahun, hanya dengan sedikit gangguan, yakni resesi pendek pada 1990 dan 2001. Para analis mengatakan, periode 1982-2007 adalah dua puluh lima tahun periode penciptaan kekayaan terbesar dalam sejarah dunia.

Pada 1980, nilai net-aset dikurangi kewajiban, dari seluruh rumah tangga AS dan bisnis mencapai US$ 25 triliun untuk hari ini. Pada 2007, kekayaan bersih hanya mencapai US$ 57 triliun. Menyesuaikan inflasi, kekayaan lebih banyak diciptakan Amerika pada lonjakan 25 tahun ketimbang dua ratus tahun sebelumnya.

Apa yang begitu mencolok tentang Obamanomics adalah bagaimana ia begitu tabah melakukan hal yang berkebalikan dari Reaganomics. Alih-alih mengurangi tarif pajak, Presiden Obama berkomitmen untuk meningkatkan tarif pajak atas hampir semua pajak utama pemerintah. Seperti yang telah ditetapkan menjadi hukum saat ini, pada 2013 tingkat penghasilan atas dua pajak akan naik sebesar hampir 20%.

Keuntungan dari tarif pajak akan melonjak hampir 60%, apalagi pajak Obamacare yang baru akan berlaku. Tingkat pajak atas dividen perusahaan akan meningkat hampir tiga kali. Pajak gaji Medicare akan meningkat 62% untuk investor dan pencipta lapangan kerja. Tarif pajak kematian akan kembali naik hingga 55%. Pada anggaran 2012 dan pidato anggaran nasional baru-baru ini, Presiden Obama masih mengusulkan kenaikan pajak lagi.

Alih-alih meminta pemotongan belanja, tindakan pertama Presiden Obama adalah tagihan stimulus sebesar US$ 1 triliun. Dalam dua tahun pertamanya di kantor, ia sudah meningkat pengeluaran pemerintah sebesar 28%, dan anggaran 2012 mengusulkan kenaikan pengeluaran pemerintah sebesar 57% pada 2021.

Kebijakan moneternya juga sebaliknya. Alih-alih menahan jumlah uang beredar untuk memenuhi permintaan uang atas dolar yang stabil, menekan inflasi bersejarah, AS saat ini telah memiliki QE1 dan QE2 dan dolar terus runtuh, boleh dibilang membuat reflasi bersejarah.

Bukan deregulasi yang diperoleh, AS telah mengalami perubahan aturan, dari perawatan kesehatan hingga pembiayaan energi, dan lainnya. Sementara Reagan mengatakan bahwa kebijakan energi adalah untuk “melepaskan sektor swasta,” kebijakan energi Obama dapat digambarkan sebagai alat yang tepat bagi sektor swasta dalam memenuhi rencana energi hijau Obama.

Dengan kebijakan yang sangat bertolak belakang dengan Reagan, apakah pencapaian Obama juga akan kontradiktir? Kita tunggu saja. [mdr]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: