MIKHAIL SERGEYEVICH GORBACHEV


Sumber:
http://cetak.kompas.com/read/2011/04/09/03144530/wind.of.change.kado.hut.ke-80.

“Wind of Change”, Kado HUT Ke-80

I follow the Moskva
Down to Gorky Park
Listening to the wind of change

An August summer night
Soldiers passing by
Listening to the wind of change

Penggalan lirik lagu ”Wind of Change” yang dinyanyikan sendiri oleh penggubahnya, Klaus Meine, dari grup musik asal Jerman, Scorpions, terdengar di Royal Albert Hall, London, Inggris, 30 Maret lalu. Hari itu digelar pesta berkenaan dengan hari ulang tahun ke-80 Mikhail Sergeyevich Gorbachev. Lagu yang menjadi hit pada tahun 1991 itu terinspirasi dari langkah perubahan yang dilakukan Gorbachev di Uni Soviet.

Gorbachev hari itu diperlakukan istimewa. Datang dengan limusin bernuansa pink, Gorbachev yang kini lebih gemuk menggandeng putrinya, Irina Virganskaya. Dua cucunya, Ksenia Gobacheva dan Anastasia Virganskaya, juga hadir. Suami Irina, Andrey Trukhachev, mendampingi.

”Banyak yang datang. Banyak teman saya di sini. Sesuatu yang begitu bermakna bagi saya,” ujar Gorbachev. Pria kelahiran Privolnoye, Stavropol Krai, Rusia, 2 Maret 1931, ini tidak lagi ditemani istrinya, Raisa Titarenko (nama lahir). Perempuan yang dijumpainya di Moscow State University dan dinikahinya pada September 1953 itu meninggal dunia tahun 1999 karena leukemia.

Terlihat tokoh-tokoh politik, musisi, dan artis yang bergabung di Royal Albert Hall berkapasitas 5.000 kursi. Terlihat, antara lain, Arnold Schwarzenegger, aktor film laga dan mantan Gubernur California, AS. Juga Presiden Israel Shimon Peres, mantan Perdana Menteri Inggris John Major, dan Earl Charles Spencer yang juga saudara almarhum Putri Diana.

Sejumlah bintang Hollywood dengan penampilan gemerlap juga ada di sana. Jamuan malam ini memang disponsori Kevin Spacey dan Sharon Stone, dua bintang top Hollywood. Gorbachev terlihat sempat berpose sembari merangkul pinggang Stone, pengagum dirinya. Acara dengan topik ”Mikhail Gorbachev, Orang yang Mengubah Dunia” ini dipersiapkan bagi peraih Hadiah Nobel Perdamaian 1990 itu.

Malam itu juga tampil sejumlah penyanyi lama, seperti Shirley Bassey dan Paul Anka. Acara dimeriahkan pula oleh The London Symphony Orchestra serta sejumlah musisi rock dan klasik dari Rusia.

Harga tiket tertinggi mencapai 100.000 poundsterling atau Rp 1,36 miliar untuk duduk di balkon spesial bergaya Victoria. Tiket termurah 190 poundsterling. Dari tiket dan berbagai aksi diperkirakan terkumpul 9 juta poundsterling.

Malam itu memang milik Gorbachev, sekaligus untuk pengumpulan dana membantu korban penyakit kanker. Sumbangan akan diberikan kepada Institut Anak-anak Raisa Gorbachev di St Petersburg, Rusia. Yayasan dengan nama istri Gorbachev ini mengurusi anak-anak pengidap leukemia.

Karier cemerlang

Langkah restrukturisasi dan keterbukaan yang dikenal dengan sebutan perestroika dan glasnost yang dilakukan Gorbachev di Uni Soviet tahun 1980-an membubarkan Uni Soviet. Tindakannya sekaligus membebaskan negara-negara di Eropa Timur dari kekuasaan Uni Soviet.

Karena itu, bagi warga negara-negara di Eropa Timur, kehadiran Gorbachev sebagai pemimpin Uni Soviet di Kremlin tahun 1985 adalah sebuah berkah. Mereka lepas dan merdeka dari cengkeraman Uni Soviet yang dimulai sejak akhir tahun 1940-an. Gorbachev tak ubahnya ”penyelamat” dan ”pembebas” nasib negara-negara yang saat itu ”bergabung” dalam wadah Uni Soviet.

Gorbachev, lulusan Fakultas Hukum Moscow State University tahun 1955, sudah aktif di Partai Komunis Uni Soviet sejak masih mahasiswa. Otaknya yang cemerlang dan perangainya yang selalu aktif membuat karier politik Gorbachev meroket. Tahun 1970, dia sudah menjadi Sekretaris Pertama Partai Komunis di Stavropol, Kraikom.

Sepak terjang dan manuver Gorbachev terpantau sampai ke Moskwa. Tahun 1974, dia sudah bergabung dalam dewan tertinggi partai dan menjadi anggota Politbiro tahun 1979. Media Barat ketika itu sudah menyebut Gorbachev sebagai tokoh generasi muda yang berkiprah dalam badan pengambilan keputusan tertinggi partai. Saat itu dia disebut-sebut sebagai calon pemimpin Soviet mendatang.

Entah karena rencana Sang Khalik, dalam tiga tahun para sekretaris jenderal yang juga pemimpin tertinggi partai meninggal dunia. Mereka adalah Leonid Brezhnev, Yuri Andropov, dan Konstantin Chernenko. Politbiro partai memilih Gorbachev, yang memang menonjol, sebagai sekretaris jenderal partai pada tahun 1985.

Begitu memegang tampuk kekuasaan di Kremlin, Gorbachev mulai mendengungkan rencana reformasi, termasuk dengan melakukan pertemuan puncak bersama Presiden AS saat itu, Ronald Reagan. Gorbachev juga secara terbuka mengatakan akan melakukan reorientasi strategi di Uni Soviet, termasuk mengakhiri Perang Dingin dengan Barat.

Religius

Di dalam negeri, Gorbachev pun mengakhiri supremasi politik Partai Komunis Uni Soviet yang selanjutnya mengakhiri eksistensi Uni Soviet yang berusia lebih dari tujuh dekade. Rusia yang mendominasi Uni Soviet lantas menerapkan demokrasi dan sistem ekonomi pasar. Hal serupa berlangsung di negara-negara Eropa Timur yang kini bebas merdeka.

Ada pandangan, reformasi yang dilakukan Gorbachev turut dipengaruhi oleh kehidupan religiusnya yang kental serta moto tentang perlunya menghargai sesama dan pentingnya kebebasan. Orangtuanya penganut Ortodoks Rusia yang fanatik. Gorbachev pun saat itu menerapkan kebebasan beragama dan menghentikan ateisme di Uni Soviet. Dalam sebuah wawancara, November 1996, Gorbachev mengatakan, ”Saya tidak tahu berapa lama Tuhan memberikan kesempatan bagi saya untuk melakukan sesuatu.”

”Jika kalian melihat dunia kita sekarang ini, semua yang terjadi di Mesir, Belarus, Iran, dan Libya, di mana rakyat menuntut kebebasan dan hak mereka, sudah dilakukan Mikhail Gorbachev beberapa tahun lalu. Saya tidak pernah bisa membayangkan dia bisa melakukan ini,” ujar Kevin Spacey.

Spacey lantas bergurau, ”Bisa jadi kalian akan menghubungkan perubahan dengan Mikhail Gorbachev dan mengatakan begitu banyak yang telah dia lakukan.”

Gorbachev dalam kesempatan itu hanya mengingatkan bahaya revolusi sosial ala Arab yang terjadi belakangan ini. Dia juga meminta PM Rusia Vladimir Putin agar tidak lagi ikut pemilu presiden untuk meraih jabatan periode ketiga.

Gorbachev tidak banyak berkomentar dan lebih banyak menikmati jamuan malam ini, yang menurut koran The Times menelan biaya 2 juta hingga 3 juta poundsterling (sekitar Rp 26 miliar hingga Rp 39 miliar). Ini tak seberapa dibandingkan dengan dana 9 juta poundsterling yang diraih.

Jamuan malam mewah untuk Gorbachev ini bagian dari ucapan dan penghargaan atas langkah perubahan yang mengubah total wajah dunia. Bagi kalangan yang menghendaki perdamaian, ketegangan dunia yang mereda, langkah Gorbachev jelas sebuah perbuatan orang ”suci”. Hadiah Nobel Perdamaian 1990 pun dia raih, juga puluhan penghargaan lain dari seluruh dunia.

Gorbachev, di usia senjanya, tetap memberikan ceramah dan menulis berbagi pengalaman politiknya. Gorbachev mencoba mendirikan partai di Rusia sekalipun kiprahnya tidak terlalu meyakinkan. Apa pun, Gorbachev sudah melakukan langkah perubahan di eks negara Uni Soviet. Ini membuat wajah politik dunia menjadi seperti sekarang ini dan membuat Scorpions menciptakan ”Wind of Change”. (Pieter P Gero)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: