Oscar untuk Tak Tampil Gagah


Sumber:
http://cetak.kompas.com/read/2011/03/02/02372020/oscar.untuk.tak.tampil.gagah

Nur Hidayati

Totalitas Christian Bale dan Melissa Leo kepada dunia peran membuat keduanya menerima penghargaan Oscar 2011 sebagai aktor dan aktris pendukung terbaik. Keduanya berperan penting menjadikan ”The Fighter” sebagai film dengan deskripsi karakter yang mengagumkan.

Christian Bale sudah nyaris jera berakting tahun 1987. Ketika itu, pada usia 13 tahun, ia kewalahan dibanjiri perhatian publik. Itu karena kegemilangannya memerankan Jamie, bocah Inggris yang terpisah dari orangtuanya dan harus bertahan hidup di Shanghai, China, saat invasi Jepang pada Perang Dunia II.

Karena permainan Bale kecil dalam film garapan Steven Spielberg Empire of the Sun itu, National Board of Review membuat penghargaan untuk pemain anak-anak terbaik.

Untung saja kegerahan Bale pada popularitas kalah oleh hasratnya untuk terus berakting. Ia menempuh jalan panjang sebelumnya akhirnya untuk pertama kali dinominasikan dan menerima Oscar sebagai aktor pendukung terbaik tahun ini.

Sejak tahun 1989, setiap tahun dirilis film yang dibintangi Bale. Dedikasi yang kuat tecermin dalam dinamika peran yang ia pilih. ”Saya suka untuk serius melakukan sesuatu yang oleh orang lain dianggap tak berarti,” kata aktor kelahiran Inggris ini.

Bale kembali merebut perhatian dalam penampilannya yang brilian sebagai pembunuh psikopat dalam American Psycho. Dalam The Machinist (2004), ia rela diet ”gila-gilaan” untuk menurunkan berat badannya hingga 28 kilogram. Tampil seperti tengkorak berbalut kulit, Bale memerankan sosok Trevor, penderita insomnia kronik yang bergulat dengan rasa bersalah.

Setelah peran itu, ia harus memompa berat badan dan membentuk otot demi peran Batman yang gagah (Batman Begins, 2005). ”Padahal, sebagai orang Inggris, jelas saya jauh lebih suka ke pub daripada ke gym,” ujarnya tentang perjuangan membentuk tubuh itu.

Penggemarnya pun terbiasa melihat penampilan Bale yang tak selalu menyegarkan mata dalam setiap film. Setelah menjadi Batman, ia menghidupkan sosok Jim Luther yang brutal di Harsh Times (2005), lalu tampil dekil dan kurus lagi sebagai tahanan Perang Vietnam di Rescue Dawn (2006).

Entertainment Weekly menyebut Bale sebagai salah satu orang paling kreatif di dunia hiburan. Sedangkan The Rolling Stone memilih kata ”fenomenal” untuk menggambarkan Bale. Ia dikenal dengan reputasi sebagai aktor yang selalu serius mempersiapkan diri untuk sebuah peran.

Tak mengherankan jika akhirnya The Fighter mengantar Bale menerima Oscar. Bale utuh menghayati sosok Dicky Eklund, mantan petinju yang membanggakan masa lalu di tengah kecanduannya pada narkoba.

Bukan karena bobot tubuh yang lagi-lagi diturunkan 15 kilogram untuk peran sebagai Eklund, tetapi sorot mata, tarikan bibir, logat bicara, hingga gerak tubuhnya menjadi alat bagi Bale untuk menghidupkan sosok Eklund.

Untuk penghargaan Oscar yang diterimanya, salah satu yang disebut Bale amat berjasa adalah putrinya, Emmaline (6). ”Gadis kecil saya yang telah mengajarkan kepada saya jauh lebih banyak dari yang akan bisa saya ajarkan kepadanya.” Begitu Bale memuji putrinya tersebut.

Di ajang Oscar tahun ini, Bale bersaing ketat dengan Geoffrey Rush, yang bermain apik dalam The King’s Speech. Sebelumnya, Rush menerima Oscar sebagai aktor terbaik melalui Shine (2006). Ia juga nomine Oscar untuk Shakespeare in Love (1998) dan Quills (2000). Namun, tahun ini Bale-lah yang dinilai layak menerima Oscar.

Kekagetan Melissa Leo

Dalam perjalanan kariernya, Bale pernah menuai kritik dan pandangan negatif karena sikapnya yang kerap dianggap temperamental. Terkait hal itu, di panggung penganugerahan Oscar, ia menyindir Melissa Leo, lawan main dalam The Fighter, yang juga menerima Oscar.

”Saya tidak akan menjatuhkan bom kata ’F’ seperti Melissa. Saya sudah banyak melakukan itu sebelumnya,” kata Bale dari atas panggung.

Seperti juga Bale, Melissa Leo memenangi penghargaan Golden Globe 2011 untuk perannya sebagai aktris pendukung terbaik. Sejak itu, ia diprediksi bakal menjadi penerima Oscar. Namun, prediksi dan pujian orang tidak mengurangi kekagetan dan kegembiraan Leo ketika diumumkan sebagai penerima Oscar.

Lalu, naiklah Leo ke atas panggung dan menyampaikan pidato penerimaannya dengan gugup dan emosional sehingga tak sengaja kata kasar—yang disebut Bale f-bomb—itu pun terlontar. Hal pertama yang dilakukan Leo setelah turun panggung tentu meminta maaf.

Sepanjang 25 tahun berkarier, Leo telah menghidupkan beragam karakter melalui banyak peran, termasuk dalam Frozen River (2008) yang menjadikannya nomine penerima Oscar untuk kategori aktris terbaik.

Tentang perannya sebagai Alice Ward, ibu dari Eklund (Bale) dan Micky (Mark Wahlberg) dalam The Fighter, Leo sempat ragu karena ia merasa tak cukup ”umur” untuk menjadi ibu kedua aktor itu. Tetapi, karakter Alice memikat Leo.

Alice digambarkan sebagai ibu yang ambisius, memegang kontrol penuh atas anak-anaknya, dan menutup mata pada kenyataan bahwa Dicky— anak kebanggaannya—tak dapat diandalkan sehingga ia nyaris mencelakakan Micky.

Namun, bagi Leo, seperti disampaikannya kepada The Washington Post, sosok Alice lebih rumit dari itu. Sebagai ibu dari sembilan anak, dua di antara mereka berkutat di dunia tinju, Alice harus akrab dengan kehidupan yang keras.

”Menjadi Alice juga berarti menghayati kelembutan dan kasih sayang seorang ibu dalam dirinya,” ujar Leo.

Sebelum masuk dalam ajang nominasi Oscar, Leo menyebutkan, memerankan Alice yang selalu tampil seksi itu adalah salah satu pengalaman yang paling mengesankan.

Bagi Leo, berperan adalah mentransformasi diri. Dalam Welcome to the Rileys (2010), misalnya, nyaris tak terlihat jejak personal Leo. Ia memerankan Lois, perempuan neurotik yang menarik diri dari dunia, bahkan dari suaminya sendiri, setelah kehilangan seorang anak. Di film ini, Leo yang juga ibu dari seorang anak menghadirkan kerapuhan sekaligus kelembutan dengan apik.

Leo juga kenyang berakting dalam sejumlah serial TV. Berakting baginya adalah ”perjalanan luar biasa”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: