Membatasi Peredaran Mobil di Beijing


Sumber:
http://cetak.kompas.com/read/2011/02/02/04064370/membatasi.peredaran.mobil.di.beijing

Salah satu upaya memperbaiki transportasi di Guangzhou adalah membangun bus rapid transit. Fasilitas yang nyaman dan murah membuat warga kota bersedia pindah dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Liu Jun, seorang tenaga penjual mobil, menikmati waktu yang terbaik dalam kariernya pada bulan Desember lalu. Setelah berhasil menjual 19 mobil dalam 23 hari pertama bulan Desember 2010, ia langsung membelikan keluarganya hadiah-hadiah tahun baru Imlek yang mahal-mahal. Namun, kurang dari satu bulan sesudahnya, pertengahan Januari lalu, pemuda yang berusia 25 tahun itu tengah berjuang keras mempertahankan pekerjaannya.

Sejak malam Natal lalu, atau sehari setelah pemerintah kota Beijing mengumumkan akan secara tegas membatasi jumlah mobil baru di ibu kota China itu, Liu Jun belum mendapatkan satu pun pembeli yang serius. Belum ada satu pun calon pembeli yang menandatangani surat tanda jadi pembelian mobil.

Toko, tempatnya bekerja, yang terletak di Distrik Chaoyang, Beijing, yang menjual mobil-mobil bermerek Chevrolet buatan China, hanya menjual kurang dari 10 mobil dalam satu bulan. ”Saya dengar di toko ini akan memberhentikan 60-70 persen dari tenaga penjualnya setelah perayaan tahun baru Imlek,” kata Liu Jun, yang memulai kariernya sebagai tenaga penjual empat tahun lalu.

Untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di Beijing, pemerintah kota memutuskan untuk membatasi penjualan mobil baru di Beijing sebanyak 400.000 unit per tahun. Dari kuota 400.000 unit mobil baru itu, 240.000 unit mobil baru diperuntukkan bagi pemilik mobil baru dan 160.000 unit mobil baru sisanya bagi pemilik mobil lama yang mobilnya rusak atau dijual. Pemilik mobil lama diperkenankan mempertahankan nomor polisi mobil lama dan dipasangkan pada mobil baru. Ini mengingat pemerintah kota Beijing hanya mengeluarkan 20.000 nomor polisi baru setiap bulan atau sebanyak 240.000 nomor polisi baru setiap tahun. Itu berarti, jumlah penjualan mobil di Beijing akan turun dari 891.000 unit dalam tahun 2010 menjadi hanya 400.000 unit dalam tahun 2011.

Sampai September 2010, total kapasitas mobil yang bisa diakomodasi di China 70 juta unit, lebih rendah daripada di Jepang, sebanyak 75 juta unit, dan di Amerika Serikat sebanyak 285 juta unit.

Akan tetapi, pembatasan yang dilakukan pemerintah kota Beijing tidak membuat kecil hati perusahaan-perusahaan pembuat mobil terkemuka dunia yang berada di China. Perusahaan-perusahaan itu akan mengalihkan penjualan mobil-mobil buatannya ke kota-kota yang lebih kecil. Ini mengingat di Beijing dan Shanghai, secara rata-rata, terdapat 200 mobil untuk 1.000 orang. Sedangkan di kota-kota lapis kedua komposisinya 100 mobil untuk 1.000 orang dan di kota-kota lapis ketiga tidak sampai 30 mobil untuk 1.000 orang. Dan, memang, di kota-kota lapis kedua dan ketiga saat ini pertumbuhan penjualan mobilnya cukup tinggi.

Volkswagen Group, sebagai perusahaan pembuat mobil terkemuka pertama yang memasuki China, menanggapi pembatasan penjualan mobil yang dilakukan pemerintah kota Beijing dengan positif. Perusahaan pembuat mobil asal Jerman itu menganggap kebijakan pemerintah kota Beijing itu baik untuk melakukan konsolidasi dan memperbaiki kualitas layanan kepada konsumen. Mengalihkan penjualan mobil ke kota-kota yang lebih kecil pun termasuk dalam strategi yang sudah dilakukan.

Di samping menjual mobil-mobil bermerek Volkswagen, di China, Volkswagen Group pun menjual mobil-mobil bermerek Audi, Skoda, dan Lamborghini. Bukan itu saja, Volkswagen Group berencana menanamkan modal sebesar 13,9 miliar dollar AS dalam lima tahun mendatang, yang terbesar yang pernah diterima China, untuk berkonsolidasi dan mempertahankan posisinya yang terdepan di China. Dalam tahun 2010, Volkswagen Group membukukan rekor penjualan mobil sebesar 1,9 juta unit di China daratan dan Hongkong, meningkat 37 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Lavida, sedan kompak dari Volkswagen, merupakan mobil yang paling laris di China pada tahun 2010. Penjualan Volkswagen Lavida yang diproduksi dengan bekerja sama dengan SAIC Motor Corp melampaui 240.000 unit pada tahun 2010. Tahun depan, Volkswagen Group akan memproduksi dua mobil khusus untuk pasar China.

Secara menyeluruh, penjualan mobil di China memang mengagumkan. Dalam tahun 2010, penjualan mobil secara keseluruhan di China mencapai 18,06 juta unit, termasuk 13,8 juta mobil penumpang (passenger car). Penjualan mobil penumpang di China dalam tahun 2010 itu melampaui penjualan mobil penumpang di Amerika Serikat yang hanya 11,6 juta unit.

Hampir semua perusahaan pembuat mobil terkemuka dunia memiliki pabrik di China. Mulai dari Volkswagen Group, Mercedes Benz, BMW, Toyota, Nissan, Honda, KIA, Hyundai, hingga Suzuki. Belum lagi China pun mempunyai perusahaan pembuat mobil sendiri, antara lain Chery Automobile Co, Geely, BYD, dan FAW Group Corp.

BMW baru saja memperbesar pabrik mobilnya di Shenyang dan dalam waktu dekat akan selesai. Sekarang ini, BMW memiliki pabrik di dua lokasi di kawasan pabrik milik Brilliance China Automotive Holdings Limited. Dan, di pabriknya di Shenyang ini dibuat BMW Serie 5 yang memiliki bodi 18 sentimeter lebih panjang daripada BMW Serie 5 standar.

Mobil-mobil berbodi panjang sangat digemari di China. Ini mengingat dengan memiliki bodi yang panjang, ruang duduk untuk penumpang belakang menjadi lebih lapang. Tentunya mobil- mobil itu akan dikemudikan sopir dan pemiliknya duduk di kursi penumpang belakang. Namun, itu sama sekali bukan berarti BMW yang berbodi panjang itu tidak nyaman dikendarai dari kursi pengendara (driver seat).

Mengembangkan angkutan massal

Untuk mengimbangi jumlah pertambahan mobil yang sangat cepat itu, Pemerintah China terus melakukan penambahan ruas jalan. Bukan itu saja, Pemerintah China pun terus mengembangkan angkutan umum massalnya, terutama kereta bawah tanah (subway). Kereta bawah tanah itu melengkapi angkutan umum massal lainnya, yaitu bus (baik bus biasa maupun bus gandeng) yang menggunakan penggerak mesin diesel atau motor listrik.

Tenaga listrik untuk motor listrik penggerak bus tersebut diperoleh dari jaringan kawat listrik di atas, yang dihubungkan ke motor listrik melalui dua galah panjang yang terdapat di bagian belakang atap bus. Kedua galah itu dilengkapi dengan tali yang dikaitkan di jendela bus, yang akan digunakan oleh kondektur bus untuk menempelkan kembali kedua galah itu ke jaringan kawat listrik apabila kedua galah terlepas dari jaringan kawat listrik tersebut.

Saat ini, di China, sebagai ibu kota, Beijing memiliki jaringan kereta bawah tanah yang terlengkap. Pada saat ini, Beijing mengoperasikan 15 lintasan (jalur) dan masih terus menyempurnakan jaringan kereta bawah tanahnya. Antara lain, Lintasan 1, Lintasan 2, Lintasan 4, Lintasan 5, Lintasan Olimpiade, Lintasan 10, Lintasan 13, dan Lintasan Bandar Udara. Lintasan 2 itu adalah satu-satunya lintasan yang berbentuk lingkaran (tidak ada ujung dan pangkalnya), serta menghubungkan Lintasan 1, Lintasan 4, dan Lintasan 5. Jika ingin ke Bandara Udara Internasional Beijing (Terminal 2 dan Terminal 3) dengan murah dan cepat, orang dapat menggunakan kereta bawah tanah.

Untuk menggunakan kereta bawah tanah, seseorang hanya mengeluarkan uang 2 yuan (sekitar Rp 2.700) untuk pergi ke bandar udara. Dengan menggunakan taksi, seseorang harus mengeluarkan uang 80-110 yuan (sekitar Rp 104.000-Rp 143.000), termasuk tarif tol 10 yuan (sekitar Rp 13.000).

Sedangkan untuk menggunakan bus, seseorang harus mengeluarkan uang 1 yuan (sekitar Rp 1.300). Jika ingin membayar sedikit lebih murah dan tidak repot, baik untuk menggunakan kereta bawah tanah maupun bus, seseorang dapat membeli kartu langganan (kartu prabayar), yang setiap kali dapat diisi ulang.

Tidak hanya itu, Pemerintah China pun serius membangun sistem jaringan rel kereta api yang menghubungkan Beijing dengan kota-kota lainnya. Jaringan rel kereta api itu dianggap sedemikian penting sehingga sebelum membuka kota atau kawasan baru jaringan kereta apinya dibangun terlebih dahulu.

Hal itu dapat dilihat di kawasan industri baru di Tianjing Binhai. Selain pelabuhan besar, di kawasan itu juga dibangun jaringan rel kereta berkecepatan tinggi untuk menghubungkan kawasan itu dengan kota-kota lainnya.

Dalam lima tahun terakhir, ada penambahan rel kereta api sepanjang 15.000 kilometer. Selain itu, ada juga 480 kereta berkecepatan tinggi yang mampu melaju dengan kecepatan hingga 350 kilometer per jam, yang beroperasi bersama-sama dengan 8.540 rangkaian kereta biasa.

Walaupun demikian, China tetap merupakan negara yang luar biasa karena di kota-kota besarnya dapat dengan mudah ditemui segala jenis kendaraan. Mulai dari sepeda biasa, sepeda listrik, sepeda motor biasa (walaupun jumlahnya sangat dibatasi), sepeda barang listrik, angkutan sepeda motor (mirip bajaj, tetapi berukuran lebih mungil), mobil mini, bus biasa, bus gandeng, truk biasa, hingga truk berbodi panjang.

Bahkan, salah satu gerai McDonalds memiliki beberapa sepeda motor listrik di antara armada sepeda motor layanan antarnya. Terlihat personel pengantarnya tidak lantas memilih sepeda motor ketika diharuskan mengantar pesanan McDonalds. Ia dengan tenang menuju ke kendaraan yang terdekat dengan pintu keluar dan mengantarkan pesanan.

Yang perlu ditertibkan adalah sering kali sepeda motor dan sepeda listrik melaju dengan kecepatan tinggi di trotoar, tempat orang berjalan kaki, yang memang agak besar. (JL)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: