Memanfaatkan Momentum untuk Perencanaan Kota


Sumber:
http://cetak.kompas.com/read/2011/02/02/04112029/memanfaatkan.momentum.untuk.perencanaan.kota

KOMPAS/M CLARA WRESTI

Sebuah kota bisa layak dan nyaman ditempati sangat bergantung pada perencanaan kota. Perencanaan kota bisa dibilang baik jika perencanaan itu berorientasi pada masa depan. Kota tetap siap memberikan kenyamanan bagi warganya, apa pun perubahan yang terjadi.

Republik Rakyat China yang baru mulai membangun sejak 20 tahun terakhir sangat menyadari hal tersebut. China belajar dari banyak kota di dunia bagaimana kota-kota tidak siap ketika lonjakan penduduk terjadi, arus urbanisasi tidak terbendung, jumlah kendaraan meningkat, dan polusi udara pun semakin tinggi.

China sendiri juga mengalami hal yang sama karena proses industrialisasi yang dijalaninya. Namun, pemerintah pusat pun sadar untuk tidak mendiamkan kerusakan yang terjadi di kota-kota besar mereka. Langkah pertama yang mereka tempuh adalah memanggil semua wali kota yang ada di China untuk membuat rencana pembangunan kotanya. Ingin dijadikan seperti apa kota mereka itu.

Perencanaan pasti juga dilakukan oleh setiap pemerintah kota di dunia. Namun, China boleh dibilang berhasil menata kota-kota penting mereka. Kini di setiap kota yang melakukan penataan ulang terdapat museum tentang pembangunan kota. Museum itu menceritakan sejarah kota sejak masa kekaisaran, masa revolusi, masa sekarang, dan bagaimana ke depannya.

Kota Beijing mulai menata letak hunian, melebarkan jalan, memperbanyak ruang terbuka hijau, dan memperbanyak jalur kereta bawah tanah (subway). Saat ini sudah ada 15 jalur subway dengan lintasan sepanjang 500 kilometer. Tahun 2020 mereka menargetkan panjang lintasan mencapai 750 kilometer dan tahun 2050 mencapai 1.000 kilometer.

Menambah panjang lintasan subway dan memperbaiki angkutan umum menjadi prioritas pemerintah kota Beijing karena mereka bercita-cita menurunkan polusi di kota itu.

Semua target itu agaknya bisa tercapai karena, selain Partai Komunis China mengontrol semua apa yang dilakukan pemerintah, China juga pandai memanfaatkan momentum.

Terpilihnya China sebagai tuan rumah Olimpiade 2008 menjadi momentum untuk membenahi kota.

Ruang terbuka hijau

Warga Beijing, ibu kota China, pun antusias ikut membersihkan kota. Segala program pemerintah yang membawa bendera olimpiade akan didukung warganya. Ketika pemerintah kota Beijing mengatur mobil yang boleh beroperasi berdasarkan hari dan nomor seri mobil, warga menerimanya tanpa protes. Hingga kini peraturan itu terus berjalan karena memang berdampak signifikan pada kepadatan lalu lintas.

Pemandangan orang meludah di jalan pun kini sudah sangat berkurang. Orang juga sudah belajar antre dan tidak buang sampah sembarangan.

Hal yang sama terjadi di Guangzhou. Ketika kota ini dipilih sebagai tuan rumah Asian Games 2010, seluruh warga Guangzhou turun ke jalan membersihkan seluruh kota. Kesempatan itu juga dipakai pemerintah kota Guangzhou untuk menerima petunjuk dari Institute for Transportation and Development Policy (ITDP). Mereka menata ulang lingkungan perumahan yang terletak di pusat kota, membuat bus rapid transit, juga memperbanyak ruang terbuka hijau.

Mereka mengatur ulang sistem pembuangan limbah dan sampah. Tidak boleh ada sampah dan air pekat dibuang ke saluran air. Sampah dan limbah harus disaring dahulu. ”Dulu sungai ini berwarna hitam dan berbau. Tetapi karena sistem diperbaiki dan kesadaran warga ditumbuhkan, akhirnya sekarang sungai ini bisa bersih dan tidak berbau,” kata Liang Yin, Communications Program Manager ITDP China.

Kini, setelah dibersihkan dan daerah di sekitar saluran air dihijaukan, pinggir sungai menjadi tempat favorit warga untuk bersosialisasi dan bermain dengan para tetangganya. Hunian di Guangzhou yang sebagian besar berbentuk apartemen yang menjulang ke atas sangat haus akan ruang terbuka hijau. Setiap sore terlihat para orang tua membawa cucunya bermain di taman. Sebagian yang lain terlihat asyik berolahraga taichi. Ada juga yang berdansa atau sekadar duduk-duduk sambil mengobrol.

”Ruang terbuka hijau seperti ini mengurangi polusi dan akhirnya membuat warga sehat secara jasmani dan rohani. Pada gilirannya, pemerintahlah yang untung karena mempunyai warga yang sehat,” kata Liang Yin. (ARN)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: