Kawasan Teluk Persia yang Berubah


Sumber:
http://cetak.kompas.com/read/2011/01/28/05132911/kawasan.teluk.persia.yang.berubah

KOMPAS/ANDREAS MARYOTO

Salah satu sisi Sirkuit Formula 1 Abu Dhabi yang berada di Yas Island, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Event olahraga menjadi cara negara itu menarik wisatawan berkunjung ke tempat yang mulai berubah dari negara yang berbasis minyak dan gas ke sektor lain, salah satunya pariwisata.

Kerumunan orang mudah ditemui di sejumlah bandara internasional di kawasan Teluk Persia. Mereka adalah calon pekerja dan pekerja di berbagai perusahaan di kawasan itu. Setiap penerbangan, baik di sekitar wilayah itu maupun penerbangan internasional, selalu dipenuhi mereka yang bekerja di konstruksi, pertambangan, pariwisata, dan lain-lain.

Seperti kata pepatah, ada gula ada semut, ketika kawasan itu dikerumuni banyak orang, pada saat yang sama di tempat itu tengah ada aktivitas yang menghasilkan uang. Banyak orang mengadu nasib di tempat itu karena kawasan itu tengah berubah dari kegiatan ekonomi yang berbasis minyak dan gas ke aktivitas lain yang tidak sepenuhnya bergantung pada kedua komoditas itu.

Sudah sejak lama negara-negara di kawasan Teluk Persia menyadari bahwa sumber daya alam yang selama ini menopang ekonomi mereka, yaitu minyak dan gas, akan habis. Mereka mulai melakukan perubahan orientasi dari ketergantungan pada kedua sumber alam itu ke ekonomi yang tidak lagi mengandalkan minyak dan gas. Kini perubahan itu mulai terlihat.

Selama lima hari Kompas mengunjungi tiga negara di kawasan Teluk Persia, yaitu Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Qatar, untuk melihat perubahan-perubahan yang ada. Kunjungan ini sebenarnya hanyalah sebuah kunjungan media yang tidak berfokus pada perubahan di negara-negara itu, tetapi dari kunjungan itu ada yang bisa dipelajari dari kawasan itu.

Sebenarnya sangatlah belum cukup kunjungan hanya di tiga negara itu menjadi bahan-bahan untuk membuat kesimpulan soal perubahan orientasi itu. Akan tetapi, pertemuan dengan sejumlah eksekutif perusahaan dan memasuki sejumlah pusat riset dan juga industri di kawasan itu telah memberi gambaran dasar mengenai apa yang diimpikan negara-negara itu pada masa depan.

Negara-negara ini telah meletakkan dasar yang kuat bagi ekonomi pascaminyak dan gas. Mereka setidaknya memilih jasa keuangan, pengembangan industri berteknologi tinggi, dan pariwisata. Di sisi lain, dengan perubahan-perubahan yang ada, hal itu membuat warga di kawasan tersebut peduli dengan perbaikan hidup. Terkait dengan hal itu, sektor kesehatan juga berkembang.

Kita telah mengetahui bahwa Dubai menjadi pusat keuangan jasa finansial yang tidak hanya di kawasan itu, tetapi juga di dunia. Arus uang dari sejumlah negara keluar-masuk melalui berbagai lembaga jasa keuangan yang berbasis di Dubai. Berbagai perusahaan jasa keuangan menempatkan para eksekutif hingga staf di Dubai.

Di sisi lain, mereka mulai mempersiapkan industri dengan teknologi maju. Salah satunya adalah industri penerbangan. Mereka melihat industri ini akan mengembangkan ekonomi mereka karena lalu lintas penerbangan meningkat, juga pertambahan pesawat di kawasan itu terus bertambah.

Untuk rute Indonesia menuju kawasan Teluk Persia saja, setidaknya ada sejumlah maskapai yang melayani rute itu, seperti Emirates, Qatar Airways, Etihad, Garuda Indonesia, dan Kuwait Airlines. Rute ini tergolong baru. Dulu penerbangan menuju kawasan itu harus melalui transit di Singapura. Namun sekarang banyak penerbangan langsung menuju kawasan tersebut.

Di samping itu, banyak rute yang menuju Eropa dan Amerika menggunakan bandara-bandara di kawasan itu untuk bandara transit. Kota-kota di kawasan Asia Selatan dan Afrika juga bertumbuh pada bandara-bandara di kawasan itu. Otomatis di tempat itu tumbuh bisnis baru, yaitu perawatan dan perbaikan pesawat.

Abu Dhabi Aircraft Technologies adalah salah satu perusahaan yang saat ini melayani perbaikan dan perawatan mesin pesawat di kawasan tersebut. Di samping itu, di Qatar juga dibangun Qatar Science and Technology Park yang di dalamnya terdapat Qatar Advanced Technology and Research Center. Di dalam pusat riset dan pendidikan yang bekerja sama dengan General Electric ini terdapat unit yang meneliti serta memberikan jasa perbaikan dan perawatan mesin pesawat.

Sangat mungkin kemajuan pengembangan industri pesawat terbang di kawasan Teluk Persia suatu saat akan berujung pada desain dan produksi pesawat setempat. Akan tetapi, saat ini mereka tengah fokus meraih impian sebagai pusat perawatan pesawat yang andal di kawasan itu.

Kawasan Teluk Persia juga melihat, sektor pariwisata merupakan sektor yang juga menjadi pendukung pertumbuhan ekonomi kawasan. Kegiatan olahraga yang otomatis menarik para wisatawan telah banyak digelar di kawasan itu, seperti Formula 1 Bahrain, Formula 1 Abu Dhabi, dan Asian Games. Pada tahun 2022 Qatar akan menggelar Piala Dunia untuk pertama kalinya di kawasan itu.

Gurun pasir mulai disulap menjadi kawasan wisata yang menarik. Bahkan, sebuah grup perhotelan telah merancang pembangunan hotel di sebuah gurun pasir. Di Uni Emirat Arab, tepatnya di Pulau Saadiyat, sudah dimulai pembangunan kawasan wisata dengan luas 2.700 hektar. Kawasan ini diharapkan menjadi kawasan kultural, pariwisata, dan tempat hiburan. Pembangunan kawasan ini akan selesai pada 2020 dan diharapkan akan menjadi satu di antara 10 tempat tujuan wisata ternama di dunia.

Terlalu banyak untuk menyebutkan apa saja yang akan dibangun di tempat itu. Selain kawasan wisata, perhotelan, dan apartemen, di dalam pulau itu juga akan di bangun kawasan kultural yang menampilkan Zayed National Museum, Louvre Abu Dhabi, Guggenheim Abu Dhabi, dan Performing Arts Centre.

Qatar dengan ibu kota Doha juga terus membangun citra sebagai daerah tujuan wisata. Doha berharap menjadi kota seni islami. Sebuah museum bernama Museum of Islamic Art yang dibangun pada 2008 telah beroperasi. Pusat kebudayaan Islam juga banyak didirikan. Lelang- lelang karya seni islami banyak dilakukan di tempat itu sehingga memunculkan bisnis baru.

Peluang jasa kesehatan juga ditangkap oleh pengusaha di kawasan itu. Saat ini di Qatar telah berdiri Qatar Science and Technology Park yang di dalamnya terdapat Qatar Advanced Technology and Research Center. Di dalam pusat riset yang juga bekerja sama dengan General Electric ini juga ada unit riset kesehatan. Mereka bekerja untuk meneliti isu-isu kesehatan di kawasan itu, seperti obesitas, jantung, dan kanker.

Langkah yang lebih maju telah dilakukan oleh Arab Saudi yang mulai menangani isu-isu kesehatan dasar, seperti kesehatan perempuan. Selama ini mereka mengalami kendala kultural terkait dengan pelaporan kesehatan perempuan ke klinik atau petugas kesehatan.

Kini melalui jaringan lembaga swadaya masyarakat, pemerintah, dan rumah sakit, kesehatan perempuan di Arab Saudi makin tertangani dengan baik. Peran swasta dalam hal penyediaan alat-alat kesehatan memungkinkan pelaporan kesehatan secara cepat. Dampaknya, kesehatan perempuan makin tertangani dengan baik.

Dari kunjungan sepintas di kawasan Teluk Persia itu, setidaknya terlihat bahwa peluang bisnis dan investasi sangat besar di kawasan itu. Indonesia sangat mungkin mengambil peluang lebih besar agar keuntungan ekonomi bisa didapat. Tenaga ahli dari Indonesia, baik dari industri perminyakan, penerbangan, konstruksi, maupun pariwisata, sangat dibutuhkan dan sepintas bisa bersaing di kawasan itu. Pasokan berbagai kebutuhan dasar, seperti bahan baku konstruksi, bahan baku industri penerbangan, bahan baku pangan, dan jasa, sangat dibutuhkan di kawasan itu.

Kawasan Teluk Persia sangat menjanjikan. Kawasan itu telah berubah dari yang sering kali terkenal dengan raja-raja minyak saja kini mulai terdengar raja pesawat, raja pariwisata, raja konstruksi, dan lain-lain.

(ANDREAS MARYOTO)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: