MANMOHAN SINGH Dipuja-puji di Luar, Diejek-ejek di Dalam


Sumber:
http://cetak.kompas.com/read/2011/01/21/03511419/dipuja-puji.di.luar.diejek-ejek.di.dalam

Jumat, 21 Januari 2011 |

Trias Kuncahyono

Jim Yardley membuat tulisan yang menarik di The New York Times edisi 18 Januari 2011 dengan judul Lauded Abroad, Indian Leader Is Besieged at Home. Cerita yang sama juga dimuat International Herald Tribune, edisi 20 Januari 2011, dengan judul Influential Abroad, but Under Fire in New Delhi.

Secara ringkas tulisan Jim Yardley menceritakan tentang Perdana Menteri India Manmohan Singh yang sangat dipuja-puji di luar negeri, tetapi di dalam negeri menjadi sasaran kritik. Ia dikritik karena merajalelanya korupsi, skandal korupsi; karena pemerintahannya dianggap ragu-ragu, penuh kebimbangan, dan tidak bertindak. Ia juga menjadi sasaran kritik karena inflasi yang melaju begitu cepat.

Masyarakat jengkel karena di tengah ”keamburadulan” pemerintahannya, Singh sering kali diam seribu bahasa atau bahkan menjauhkan diri dari persoalan itu. ”Ia kapten kapal yang lemah,” begitu kata para pengkritiknya.

Padahal, Singh termasuk pemimpin—yang jumlahnya tidak banyak—yang sangat dipuji di dunia internasional. Presiden AS Barack Obama, misalnya, menggambarkan dia sebagai tokoh historis, kawan dekat, dan penasihat yang sangat dihargai. Majalah Newsweek malahan menempatkan Singh di peringkat pertama, dengan pujian karena kerendahan hati dan kebersihannya serta tidak dapat disuap.

Kehebatan Singh sebagai seorang ilmuwan tidak dimungkiri. Singh yang doktor di bidang ekonomi lulusan Nuffield College, di Oxford University (1962), memang dikenal sebagai pemikir dan ilmuwan. Ia dipuji karena ketekunan dan pendekatan akademiknya dalam bekerja. Berbagai penghargaan dalam dan luar negeri yang sangat bergengsi sudah dia terima.

Singh dianggap sebagai bapak reformasi ekonomi India. Ketika menjabat menteri keuangan, awal tahun 1991, Singh merombak struktur ekonomi, antara lain dengan membabat License Raj, yakni katebelece yang menghambat perkembangan ekonomi India sejak merdeka pada 1947.

Reformasi ekonomi membuat India menjadi salah satu kekuatan ekonomi. Hal itu dilakukan dengan membabat monopoli dan mengizinkan investasi asing masuk, yang pada era sebelumnya sangat tabu dilakukan.

Pertumbuhan ekonomi India pada dekade setelah 1990-an mencapai 8 persen, dari sebelumnya yang hanya maksimal 3 persen, dan kini rata-rata 9 persen.

Namun, kini, ia dianggap sebagai pemimpin yang lemah dan tidak efektif. Bukankah kegagalan kepemimpinan lahir dari semangat yang perlahan, bukan bergegas. Dan, menurut guru manajemen AS, Peter Drucker, kepemimpinan yang efektif bukan tentang membuat pidato atau agar disukai, melainkan didefinisikan oleh hasil, bukan atribut.

Kejujuran dan integritas Singh dianggap tak mampu melumpuhkan penyuapan dan korupsi. Meski ia memenuhi desakan berbagai pihak agar merombak kabinetnya, perubahan yang dilakukan tidak memuaskan para pengkritiknya.

Namun, dunia luar tetap memuji Singh. Nah lho!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: