Sejarah di Melbourne Park


Sumber:
http://cetak.kompas.com/read/2011/01/20/03043411/sejarah.di.melbourne.park

Kamis, 20 Januari 2011 |

Anton Sanjoyo

Di tengah kedukaan yang masih menyelimuti masyarakat Australia, musim tenis 2011 ”resmi” dimulai di Melbourne, Senin lalu. Seperti halnya Sri Lanka, Brasil, dan beberapa negara lain yang dihantam banjir, Australia mengalami bencana banjir paling parah dalam 30 tahun terakhir yang diakibatkan badai siklon Tasha dan masa puncak fenomena La Nina. Dimulai pada Desember 2010, banjir besar yang menerjang Negara Bagian Queensland menghancurkan 30.000 rumah dan menewaskan 26 orang. Setidaknya 20 orang masih dinyatakan hilang.

Sebagai tanda empati, dua petenis top, Rafael Nadal dan Roger Federer, menggelar laga amal di Rod Laver Arena, Melbourne Park, Minggu, sehari menjelang pembukaan Australia Terbuka 2011. Dengan tajuk ”Rally for Relief”, dunia tenis menunjukkan kepekaan sosial mereka. ”Saya sangat sedih saat mendengar kabar bencana itu. Ketika banjir menghantam kota Rockhampton, ingatan saya langsung melayang kepada Rod Laver. Saya ingin membantu,” ujar Federer yang pertama mendengar kabar itu saat berada di turnamen Qatar.

Meski di tengah suasana duka, pergelaran Grand Slam Australia Terbuka 2011 tak berkurang daya pikatnya. Potensi ditorehkannya sejarah pada turnamen kali ini lewat Nadal dan Caroline Wozniacki membuat grand slam pembuka tahun ini tetap penuh gairah meski tanpa juara bertahan putri Serena Williams.

Sejak menjuarai Grand Slam Amerika Serikat Terbuka, September tahun lalu, isu hangat di seputar dunia tenis putra bukan lagi soal rivalitas Nadal dengan Federer, tetapi mampukah Nadal, petenis asal Manacor, Spanyol, itu mencatat sejarah untuk menyamai pencapaian Rod Laver. Laver, petenis legendaris Australia, mengukir namanya sebagai atlet terakhir yang sukses merebut empat grand slam secara beruntun pada 1969. Laver, yang namanya diabadikan di lapangan utama Melbourne Park, secara beruntun merebut Australia Terbuka, Perancis Terbuka, Wimbledon, dan AS Terbuka dalam satu musim. Atas prestasinya yang gemilang itu, muncul istilah ”Rocket Slam”, mengacu kepada julukan ”The Rocket” yang melekat pada legenda kelahiran Rockhampton, Australia, 9 Agustus 1938, itu.

Nadal melengkapi karier grand slam-nya di Flushing Meadows musim 2010 setelah menaklukkan Roland Garros dan Wimbledon pada tahun yang sama. Perdebatan kemudian menghangat karena pada 2010 Nadal gagal di Australia, dan dibandingkan dengan Laver, dia kurang ”komplet” karena tidak merebut empat seri grand slam dalam satu musim. Oleh sebab itu, kemudian muncul isu ”Rafa Slam” dengan berasumsi Nadal mampu merebut Australia Terbuka 2011 sehingga melengkapi empat grand slam secara beruntun menyamai prestasi Rod Laver.

Meski Australia Terbuka baru saja dimulai, perdebatan mengenai isu ini begitu hangat di dunia tenis. Sebagian beranggapan, Nadal akan menyamai prestasi Laver meski tidak merebutnya dalam satu musim kalender. Kelompok ini beranggapan, persaingan tenis putra era Nadal jauh lebih keras akibat kemajuan pesat pada teknologi raket dan kesehatan atlet. Lagi pula, Nadal melampaui pencapaian grand slam-nya pada tiga jenis permukaan yang berbeda, keras (hard court), tanah liat (clay), dan rumput (grass). Sementara bagi Laver, tiga dari empat grand slam-nya direbut di lapangan rumput.

Kelompok yang lain beranggapan, Nadal tetap harus merebut empat grand slam dalam satu musim kalender untuk menyamai prestasi Laver. Mereka berpendirian, musim grand slam dimulai pada Januari dan berakhir pada September, bahkan petenis hebat seperti Federer sekalipun—pemegang 16 karier grand slam—tak mampu melakukannya.

Nadal tak terlalu peduli pada isu-isu ini. Fokusnya di Melbourne hanya satu, mengulang prestasinya pada 2009. Petenis berusia 24 tahun itu pun menepis berbagai spekulasi yang mengatakan, dirinya sangat berpotensi memecahkan rekor Federer. Mantan petenis nomor satu, Ivan Lendl, mengatakan, dunia tenis putra memang selalu menyuguhkan pencapaian gemilang pada tiap generasi. ”Tenis putra selalu punya peluang untuk pemecahan rekor meski sebelumnya banyak orang berpikir tidak akan terjadi,” ujar legenda kelahiran Ostrava, Ceko, tersebut. ”Barangkali kita sedang menuju ke sana. Pertama Pete Sampras melewati pencapaian Roy Emerson, kemudian Federer mengungguli Sampras. Sekarang Nadal berpeluang merebut empat gelar beruntun. Dan, jika dia terus mempertahankan performanya, dia akan melewati Federer,” ungkap Lendl.

Terlepas dari pro dan kontra Rafa Slam vs Rocket Slam, tantangan Nadal ke depan memang sangat keras. Dia masih harus membuktikan diri sebagai petenis semua jenis lapangan (all court player), terutama di lapangan keras. Meski suksesnya di Melbourne 2009 dan New York 2010 terbilang fenomenal, secara umum Nadal tidak terlalu nyaman bermain di lapangan jenis ini. Di ATP World Tour Finals, Desember lalu di London, Nadal tampil kurang meyakinkan dan menyerah relatif mudah di laga puncak melawan Federer.

Sejarah tetap akan dia torehkan di Melbourne Park jika mampu mengulang sukses pada 2009 dan ini akan menjadi gelar grand slam-nya yang ke-10. Jumlah ini jauh lebih banyak daripada pencapaian Federer pada usia 24 tahun, umur Nadal sekarang.

Tinta emas sejarah juga akan ditorehkan Wozniacki yang merebut posisi peringkat pertama dunia pada Oktober 2010. Petenis Denmark berusia 20 tahun itu merebut enam gelar musim lalu, tetapi gagal merebut satu pun gelar grand slam. Dia mencapai final AS Terbuka 2009 sebelum kalah dari Kim Clijsters yang kembali ke lapangan tenis setelah dua tahun pensiun.

Bagi Nadal, dan juga Wozniacki, memang tidak ada lagi yang perlu dibuktikan atas prestasi dan pencapaian mereka saat ini. Namun, kesempatan membuat sejarah juga merupakan hal yang terlalu berharga untuk dilewatkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: