PENGAKUAN IMAN RASULI (Pembahasan bagian 10)


Sumber:
http://www.sarapanpagi.org/pengajaran-pengakuan-iman-rasuli-vt96.html

Bagian 10 : “Pengampunan Dosa”

Definisi Dosa

Tidak mudah mendefinisikan dosa. Bukan karena sulitnya istilah tersebut, melainkan begitu bervariasinya konsep tentang dosa. Banyak pihak yang mencoba memahami arti dosa: 1. Dosa adalah ketidaktahuan (Hindu dan Kejawen).
2. Dosa adalah pelanggaran etika dan moral manusia.
3. Dosa adalah pelanggaran hukum-hukum formal yang telah disepakati.
4. Dosa adalah unsur-unsur jahat dari tubuh yang harus ditekan / dilepaskan (Guostisisme).
5. Dosa adalah pengingkaran hal-hal yang terbaik dari dunia yang tidak bisa dihindari. Sekedar kurangnya hal-hal penting dalam hidup (GW. Leibnitz).
6. Dosa hanya sekedar ikuti, ketidakcukupan pengetahuan manusia, yang gagal melihat segala sesuatu dalam kekekalan (Banch Spinoza). 7. dsb.

Apa kata Alkitab tentang dosa ? Menurut Westminster Shorter Catechism, dosa adalah segala sesuatu yang tidak sesuai atau pelanggaran terhadap hukum dan ketetapan Allah (I Yohanes 3 : 4 => Dosa adalah pelanggaran). Artinya, dalam Alkitab berkali-kali dicatatkan suatu pelanggaran dalam hubungan pribadi manusia dengan Allahnya sebagai pihak pemberi hukum. Pelanggaran tersebut diwujudkan dalam bentuk pemberontakan, keputusan menentang, perasaan bersalah dan ketidakmurnian hati nurani. Semua hal tersebut membuat hubungan manusia yang semula harmonis dan indah bersama Tuhan kini terputus dan tidak kuasa lagi untuk menjembatani / merestorasi kembali.

Yang lebih parah, dalam keberdosaan manusia tersebut, justru menolak anugerah yang Tuhan tawarkan, sejak PL khususnya lebih tegas dalam PB. Pemberontakan dan penolakan hati terhadap suara Roh Allah yang kemudian memastikan bahwa orang tersebut tidak mungkin diselamatkan.

Keseriusan Dosa

Jadi, dosa bukan sekedar ketidaktahuan atau pelanggaran etika dan hukum manusia, atau sekedar ilusi. Dosa jauh lebih serius dan sangat penting diwaspadai oleh setiap manusia. Karena dosa itulah maka mutlak manusia akan menerima maut (Roma 6 : 23). Masalahnya, tidak seorangpun di dunia ini yang tidak berdosa. Semua manusia telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3 : 23).

Banyak yang berupaya menepis dan mengurangi dosanya dengan berbagai upaya-upaya kemanusiaannya:
1. Bertarak dan menyiksa diri melalui samadi dan usaha-usaha asketis, dengan harapan dapat lepas dari ikatan nafsu dunia.
2. Banyak berbuat baik, bersedeka, menjaga etika dan moral; dengan harapan dapat pahala dan kalau diperhitungkan nanti maka jauh lebih berat kebaikan daripada kejahatannya.
3. Melalui pengetahuan untuk mencamkan hikmat, kebijaksanaan. Dengan filsafat dan IPTEK diharapkan kondisi dunia makin banyak dan teratur.
4. Menjaga diri melalui upacara keagamaan dan kebiasaan-kebiasaan yang dipercayai sanggup mengatasi dosanya (secara formalitas – religius). 5. dsb-nya.

Tapi sanggupkah upaya-upaya mereka melepaskan diri dari kuasa ikatan dosa dan memperoleh ketenangan jiwa serta keyakinan keselamatan ? Faktanya, mereka gagal, tidak bisa dan tidak mungkin ! Sekalipun sudah begitu serius dan keras mereka berusaha tapi tetap secara esensi tidak mampu membuat mereka lepas dari dosa-dosa yang pernah mereka lakukan, sedang dilakukan atau yang akan mereka lakukan. Seumur hidup manusia selalu hidup dalam keberdosaannya. Sia-sia semua usaha dan jerih payah mereka, karena dosa tidak mungkin sanggup mereka lepaskan melalui kekuatan fisik / mental manusia.

Pengampunan Dosa

Allah tahu manusia tidak sanggup, maka Allah memakai caraNya sendiri untuk menyelamatkan manusia dari dosanya. Yaitu melalui korban penebusan dosa dalam pribadi kedua Allah Tritunggal : Yesus Kristus. Itulah cara yang Allah pakai bagi penebusan, pelepasan dan pembebasan manusia dari dosanya. Bagi yang percaya pada Yesus Kristus dalam mulut dan hatiNya (Roma 10 : 9 – 10) mereka akan beroleh keselamatan, tidak lagi dibinasakan dan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3 : 16).

Itulah pengampunan dosa yang Allah pakai. Semua itu dapat diperoleh melalui anugerah, tanpa jasa dan upaya manusia sedikitpun. Anugerah itu dapat diperoleh hanya melalui percaya pada Yesus sebagai Tuhan, Juruselamat dan Kristus ! Bagaimana ? Apakah saudara sudah memperolehnya ?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: