Tanah Langka Perang Dagang


Sumber:
http://cetak.kompas.com/read/2011/01/05/03324918/tanah.langka.perang.dagang

Rabu, 5 Januari 2011 |

OLEH RENE L PATTIRADJAWANE

Ketika melakukan perjalanan ke China bagian selatan pada tahun 1992, pemimpin China yang paling berpengaruh, Deng Xiaoping, dalam salah satu pidatonya mengatakan sesuatu yang sangat penting dan berpengaruh terhadap modernisasi China. ”Zhongdong you shiyou, Zhungguo you xitu,” kata Deng menjelaskan kalau Timur Tengah punya minyak, China punya tanah langka.

Keputusan China mengurangi pasokan tanah langka dari pangsa pasar yang dikuasainya menyebabkan kepanikan dan mulai mengarah pada friksi perdagangan. Pertikaian mengenai tanah langka ini akan menjadi faktor penting dalam menguji paham liberalisme dalam perdagangan globalisasi ini, apakah akan bertahan ditentukan mekanisme pasar atau oleh kepentingan nasional dengan agenda terselubung.

Ketika sukses ekonomi China menjadi model bagi kebanyakan negara Asia, dunia dihadapkan pada pilihan yang akan menentukan masa depannya sendiri antara perang dan damai ketika RRC menjadi kekuatan yang akan mengambil alih posisi AS dalam kurun 15 tahun mendatang. Tanah langka adalah salah satu faktor yang akan ikut menentukan kemunculan merkantilisme modern sebagai prisma kalau perdagangan adalah semacam peperangan terselubung.

Dalam sejarah China abad silam, monopoli perdagangan yang dilakukan para penguasa kekaisaran China selalu saja memukul balik kekuatan ekonomi dan perdagangannya. Sejarah perdagangan dunia menunjukkan tiga barang penting yang seharusnya membawa kesejahteraan dan kekayaan ekonomi, yaitu teh, sutra, dan porselen, secara teknik, bisnis, dan material dikuasai oleh bangsa Eropa.

Seluruh dunia mengenal teh Inggris ketimbang teh China. Mao Zedong ketika mendirikan RRC tahun 1949 hanya memiliki pakaian dari kapas bagi rakyatnya, bukan sutra yang banyak dikembangkan di seluruh China. Porselen terkenal di dunia adalah buatan Meissen di Jerman atau Delf di Belanda ketimbang porselen Jingdezhen buatan China.

Bangsa Mongol, yang mendirikan dinasti Yuan di bawah Kubilai Khan, mengambil semua sutra dan memerintahkan bangsa China menanam kapas. Bangsa Mongol mengenakan sutra terbaik di zamannya, orang China hanya berbaju terbuat dari kapas. Ketika Kanal Besar dibangun, orang-orang Mongol merampas teh, sutra, dan porselen dibawa ke Beijing di utara dan diperdagangkan ke Eropa melalui padang stepa.

Pengalaman perdagangan abad lalu mengajarkan, dunia mampu menghancurkan monopoli perdagangan yang dikuasai para kaisar di Beijing dimulai dengan menghancurkan sistem perdagangan melalui opium. Secara perlahan tapi pasti, bangsa asing seperti Jepang, Perancis, dan Italia mulai menguasai teknik membuat sutra dalam skala industri menghancurkan industri sutra China.

Ketika Robert Fortune (1812-1880) asal Inggris menemukan cara menanam teh, ia berhasil membawa bibit teh ke Darjeeling di India dan dunia mulai mengenal minum teh dari perkebunan yang dikuasai Inggris di India, Sri Lanka, dan Afrika. Kemewahan dan kelangkaan produk oleh bangsa Barat dinihilkan agar bisa dinikmati siapa saja di dunia.

Menjadi menarik apakah kekuasaan agresif monopoli China di abad globalisasi ini mampu untuk belajar dari masa lalu dan menjadikan tanah langka sebagai material pembuatan ponsel sampai senjata perang, tidak akan berbalik seperti masa lalu. Di era teknologi informasi yang sangat mengandalkan tanah langka sebagai sumber alam primer, tidak ada satu pun yang menginginkan terjadi situasi seperti kejut minyak (oil shock) tiga dekade lalu, karena ambisi monopoli satu negara.

Advertisements

One response

  1. Saman dahulu mungkin China adalah negara kekuasan dan suber daya alam dititik beratkan pada perdagangan, duitnya. Sekarang ditekankan pada politik terutama utk tanah langka ini. Artinya bila butuh mineral ini harus memenuhi persyaratan politiknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: