PENGAKUAN IMAN RASULI (Pembahasan bagian 1)


Sumber:
http://www.sarapanpagi.org/pengajaran-pengakuan-iman-rasuli-vt96.html

Bagian 1 : Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi.

Pendahuluan

Untuk melawan aliran-aliran sesat yang sudah berkembang dalam jemaat mula-mula (seperti Gnostik dan Doketisme) bapa-bapa gereja menyusun rumusan Pengakuan Iman Rasuli yang memuat unsur-unsur: 1. Aku percaya kepada Allah Bapa, 2. Aku percaya kepada Kristus Yesus, 3. Aku percaya kepada Roh Kudus. Tidak jelas sejak kapan Pengakuan Iman Rasuli dirumuskan, namun dalam surat Uskup Mercellus dari Ankyra yang hidup tahun AD 340 ditemukan kutipan rumusan Pengakuan Iman Rasuli tersebut dalam bahasa Yunani. Oleh Rufinus (meninggal AD 410) teksnya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan diberi judul Symbolum Apostolorum (= Pengakuan Iman Para Rasuli) dan dibacakan dalam gereja-gereja Roma Khatolik. Sampai sekarang telah menjadi milik seluruh gereja di dunia.

Aku Percaya Kepada Allah Bapa

Seorang yang berkata Aku percaya tidak sekedar mengakui adanya Tuhan, menjadi seorang yang beragama atau beribadat, menyetujui sejumlah kebenaran tentang ketuhanan, melakukan berbagai syarat agama, menjalankan kehidupan yang baik atau menjadi orang jujur. Bahkan percaya lebih dari sekedar menghormati dan membaca Alkitab sebagai Firman Tuhan. Tapi percaya adalah tindakan iman, yaitu iman yang menuntun kita untuk menjalani hidup seperti apa yang sudah kita terima dari Alkitab sebagai Firman Allah. Jadi, itu bukan karena hasil usaha sendiri dari manusia, melainkan karena pimpinan Roh Kudus yang menuntun hidup orang percaya ke dalam persekutuannya dengan Allah (Efesus 2:8-9; Roma 1:16-17).

Maka seorang yang dengan mantap berkata Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi menyatakan pada dunia bahwa orang tersebut menyatukan percayanya kepada Allah yang dipanggil sebagai Bapa. Dialah yang menyediakan langit dan bumi, Dialah Allah satu-satunya yang Mahakuasa, tidak ada yang lain. Dalam pengakuan tersebut terkandung makna: seluruh hidup manusia dan seanteronya ada dalam genggaman tangan Allah, karena Dia Mahakuasa atas segala-galanya. Seluruh pergumulan dan masalah dapat disampaikan dan diselesaikan oleh Allah karena Dia Bapa kita. Segala sesuatu berasal dari padaNya karena Dialah Khalik langit dan bumi. Maka manusia harus berterimakasih dan mengembalikan syukur padaNya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: