REUNI ABBA – Honor Semiliar Dollar Pun Ditampik


Sumber:
http://cetak.kompas.com/read/2010/12/03/05523257/honor.semiliar.dollar.pun.ditampik

Jumat, 3 Desember 2010 |

BUDIARTO SHAMBAZY

Siapa yang tak kenal ”Dancing Queen”? Lalu siapa pula yang tak menyaksikan film yang dibintangi Meryl Streep, Mamma Mia? Tak ada yang tak kenal ABBA, grup megapop asal Swedia. Sudah terlalu banyak jajak pendapat yang membuktikan mayoritas pencinta musik memimpikan Anni-Frid ”Frida” Lyngstad, Björn Ulvaeus, Benny Andersson, dan Agnetha Fältskog bersatu kembali.

Harian Inggris, Guardian, belum lama ini memberitakan Frida dan Agnetha berkolaborasi untuk pertama kalinya sejak tahun 1983. ”Senang jika melakukan sesuatu dengan Agnetha. Kalau jadi, sukar menghindari beban karena nama besar ABBA. Susah kalau kami diam-diam saja,” ujar Frida yang kini berusia 65 tahun.

Terakhir kali ABBA merekam ”The Day Before You Came”, nomor yang sebenarnya klasik, tetapi diremehkan kritikus tahun 1982. Kala itu, ABBA sudah retak. Ketika merekam vokalnya di studio, Agnetha minta semua lampu dimatikan karena tak mau dilihat ketiga rekannya. Setelah selesai, ia nyelonong begitu saja dan tak pernah kembali lagi.

Suasana saat ABBA merekam album terakhir itu, The Visitors, tak kondusif lagi.

Namun, tahun-tahun belakangan ini hubungan antara keempat personel ABBA jauh membaik. Mereka pertama kali berkumpul saat menghadiri semifinal Eurovision Song Contest di Istanbul, Turki, tahun 2004. Kehangatan mulai terasa ketika mereka muncul saat preview film Mamma Mia di Stockholm, Swedia, tahun 2008.

Pers bertanya apakah ada rencana reuni, ABBA menjawab tidak ada. Mereka mengutip Robert Plant, vokalis Led Zeppelin yang pernah ditanyai pertanyaan yang sama dan menjawab: reuni Zeppelin tidak pernah akan mengembalikan band yang orisinal karena ingin dikenang sebagai band yang merajai dunia pop tahun 1970-an. Tahun 2000, mereka menampik tawaran manggung 100 kali dengan honor semiliar dollar AS.

Akan tetapi, faktanya lain. Awal tahun ini mereka ikut mendukung pameran ”ABBAworld”. Ini ekshibisi raksasa serba ABBA dalam bentuk interaktif lengkap dengan sajian audio dan video. Tanggal 6 Desember mendatang mereka akan merilis ulang album ABBA Gold Greatest Hits dalam edisi terbatas versi remastered dan ditambahi bonus DVD.

Kolaborasi duet Agnetha dan Frida akan terus berjalan, sementara Björn dan Benny tetap aktif merekam ataupun melancarkan tur sebagai duet pula. Menurut spekulasi, ABBA akan meniru langkah Zeppelin dan Pink Floyd yang reuni sesekali saja hanya untuk kegiatan amal.

Tamu sedikit

Sebelum bersama pada November 1970, band masing-masing sudah jadi bintang lokal Swedia sepanjang dekade 1960. Awalnya mereka menyebut diri ”Festfolket”, yang menghibur tamu Restoran Tradgar di Gothenburg. ”Jumlah tamu sedikit sekali. Itu pengalaman terburuk sepanjang karier saya,” kata Björn.

Björn bermain gitar sejak umur 11 tahun dan senang beragam jenis musik. Ia membentuk West Bay Singers tahun 1963, yang tak lama kemudian berganti nama jadi Hootenanny Singers. Setahun kemudian, Björn jadi musisi profesional setelah selesai SMU dan jumpa Benny akhir 1964.

Benny pemain kibor dan menulis lagu di band Hep Stars, yang dijuluki ”The Beatles Swedia”. Björn jatuh cinta melihat wajah Agnetha di televisi. ”Saya tergila-gila sebelum bertemu muka,” katanya. Agnetha sejak usia lima tahun fasih berpiano klasik, bahkan menulis lagu ketika remaja.

Di usia 15 tahun, gadis yang lahir dan besar di Jonkoping itu jadi penyanyi The Bernt Enghardt Orchestra. Tiga tahun kemudian dia pindah ke Stockholm dan mencetak hit ”Jag Var Sa Kar” yang lama bertengger di puncak tangga lagu Swedia. Dalam sebuah acara musik tahun 1969 Agnetha jumpa Björn. Dia sudah menikah setahun dengan produser asal Jerman, Dieter Zimmerman.

”Saya kagum kepadanya. Dia hangat dan lembut, senang membaca, pandai, dan betah di rumah. Suaranya merdu dan, seperti saya, dia juga seorang artis. Saya merasa cocok,” kata Agnetha.

Frida lahir dari ibu remaja, Synni Lyngstad. Ayahnya serdadu Nazi, Alfred Haasse, yang menduduki Desa Bjorkasen, Norwegia. Setelah ibunya meninggal ketika berusia 21 tahun, Frida pindah bersama neneknya ke Swedia. Sejak umur 13 tahun Frida menyanyi bersama band Ewalk Ek di Eskilstuna dan tiga tahun kemudian bergabung dengan Bengt Sandlund Big Band.

Dalam usia 18 tahun dia menikahi Ragmar Frederiksson dan bersama-sama membentuk Anni-Frid Four. Tiga tahun kemudian dia sudah punya dua anak, tetapi tahun 1967 bercerai. Dia bertemu Benny dalam acara radio dan tunangan tahun 1969, beberapa bulan sebelum Björn tunangan dengan Agnetha.

”Dancing Queen”

Festfolket ganti nama dengan BBAF (Björn, Benny, Agnetha & Frida) dan merilis hit ”People Need Love” yang mendorong mereka ikut Eurovision Song Contest 1973. Di kontes itu, BBAF melantunkan ”Ring Ring”, tetapi kalah. Tak lama kemudian mereka ganti nama lagi jadi ABBA (Agnetha, Anni-Frid, Benny, dan Björn), Oktober 1973, dan menandatangani kontrak dengan label Epic di Inggris.

Mereka menggemparkan dunia lewat Eurovision Song Contest 1974 dengan ”Waterloo”. Setelah itu hit mengalir bagai air bah: ”I Do I Do I Do”, ”SOS”, ”Mamma Mia”, dan ”Fernando”. ”Orang mengira kami pabrik hit, padahal kami kerja keras berjam-jam tiap hari tiap pekan. Awalnya, kami menulis lirik dengan membuat judul lagu dulu. Pada album ketiga, bahasa Inggris saya makin baik karena banyak baca dan sering ke luar negeri,” tutur Bjorn.

Musik ABBA disebut ”Europop” yang jauh berbeda dengan lagu-lagu pop pada umumnya. Frida bersuara mezzo, Agnetha soprano, sehingga campuran vokal mereka sangat indah dan tak pernah lagi terdengar sampai sekarang. Tak seperti grup pop yang merekam puluhan lagu untuk diciutkan jadi album, ABBA hanya menulis 12 lagu dalam setahun.

Tahun 1976 ABBA merilis mahakarya ”Dancing Queen”, ekspor terbesar Swedia yang penjualan albumnya membuat mereka lebih kaya daripada pabrik mobil Volvo. ”Dancing Queen” menyeruduk ke urutan teratas tangga lagu di puluhan negara. ABBA berubah menjadi konglomerasi yang tanam modal di mana-mana, termasuk pabrik sepeda dan galeri seni.

Tahun 1978, Benny dan Frida menikah, Agnetha dan Björn bercerai dua bulan kemudian. Namun, tiga tahun kemudian giliran Benny dan Frida yang bercerai. Keretakan hubungan pribadi menghancurkan ABBA. Mereka coba bertahan dan berencana merilis album Opus 10 tahun 1986, tetapi batal. ABBA resmi bubar ketika label mereka, Polar, dijual ke Polydor tahun 1990.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: