Kejayaan Ekonomi AS Pudar


Sumber:
http://cetak.kompas.com/read/2010/11/12/03270666/kejayaan.ekonomi.as.pudar

Jumat, 12 November 2010 |

Simon Saragih

”Dua puluh tahun lalu rata-rata defisit perdagangan AS terhadap China hanya sekitar 5 miliar dollar AS per tahun, tetapi kini sudah mencapai 5 miliar dollar AS setiap bulan,” kata Ketua DPR AS dari Demokrat Nancy Pelosi, dua pekan lalu.

Pelosi kini tak lagi menjadi Ketua DPR AS. Partai Demokrat kalah dari Republik pada pemilu sela (midterm election), 2 November. Faktor ekonomi yang sedang resesi, dan diperkirakan akan terjerembab lagi ke resesi setelah sempat pulih sebentar, membuat warga berpaling dari Demokrat ke Republik. ”Rakyat AS tidak memilih ideologi, tetapi memilih karena alasan ekonomi,” kata ekonom AS, Paul Krugman, peraih Hadiah Nobel Ekonomi 2008.

Lepas dari itu, ucapan Pelosi mengingatkan kita pada bom waktu yang tidak diantisipasi AS, yang ditanam di China pada 1978. Reformasi ekonomi China, yang dicanangkan Presiden China Deng Xiaoping saat itu, meledakkan ekonomi AS sekarang ini. Produk-produk manufaktur China menggusur produk-produk AS dari pasaran dunia.

Sejak produk-produk tekstil dibebaskan dari pengenaan kuota pada 2005, produk China merajai pasar dunia, termasuk AS. Hal serupa terjadi pada produk-produk manufaktur lainnya. Dengan tenaga kerja berusia muda, rela menerima gaji murah, produk-produk China merajai pasaran dunia.

Saat bersamaan, para investor global kini berpaling dari Barat dan mencurahkan dana-dana investasi mereka ke pasar Asia, terutama China, yang memberikan keuntungan lebih besar daripada pasar di Barat. Ada dua faktor yang membuat ekonomi AS terpuruk, kalah daya saing, dan ditinggalkan para investor.

”Kita tidak bisa mengabaikan sebuah negara yang tumbuh rata-rata 10 persen dalam 20 tahun terakhir,” kata Perdana Menteri Inggris David Cameron saat berkunjung ke Beijing menjelang pertemuan puncak G-20 di Seoul, 11-12 November.

Kencangkan konsumsi

Saat bersamaan, juga pada 1980, almarhum Ronald Reagan dari Partai Republik saat menjabat sebagai Presiden AS mencanangkan Reaganomics. Ini adalah sebuah mazhab yang dikagumi saat itu, tetapi terbukti melahirkan bom waktu sekarang ini bagi perekonomian AS. Reagan mengurangi pajak, yang membobol anggaran Pemerintah AS, dan mencanangkan sistem kapitalisme tanpa aturan main.

Dua hal muncul. AS menumpuk utang sejak itu dan kini minimal berjumlah 13 triliun dollar AS. Utang ini ditumpuk terus untuk menutupi anggaran pemerintah yang defisit. Ada Bill Clinton sebagai Presiden AS berikutnya (1992-2000). Walau Clinton berasal dari Demokrat, dia harus mengatasi perlawanan Republik yang menentang kebijakannya di DPR AS. Perlawanan ini dipimpin Ketua DPR AS Newt Gingrich asal Republik (1995-1999).

George W Bush saat menjabat sebagai Presiden AS (2000-2008) makin membuat parah suasana perekonomian AS. Pajak korporasi semakin dikurangi dan pengeluaran dinaikkan, termasuk untuk anggaran perang Afganistan dan Irak, yang hanya menghasilkan pertumpahan darah.

Di sisi lain, korporasi yang beroperasi tanpa regulasi berbalik menggigit perekonomian AS. Aksi-aksi spekulasi oleh korporasi AS melahirkan aksi kanibal. Ratusan korporasi AS ambruk.

Hal lain yang membuat keadaan memburuk adalah berakhirnya generasi baby boomers di AS, fondasi utama dan sumber kejayaan ekonomi AS pasca-Perang Dunia II. Generasi baby boomers sudah jadi lansia.

Berbagai faktor itu kini membuat kejayaan perekonomian AS berakhir sudah. ”Dengan kekuasaan Republik di DPR AS, keadaan ekonomi AS akan memasuki keadaan sulit. Sulit menggerakkan perekonomian AS sekarang ini,” kata Krugman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: