Bencana Alam: Hukuman Tuhan atau Undangan Mengasihi Sesama?


Sumber:
http://www.facebook.com/notes/daniel-taruliasi-harahap-satu/bencana-alam-hukuman-tuhan-atau-undangan-mengasihi-sesama/488327032391

Oleh: Pdt Daniel T.A. Harahap

Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut, sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya (Mazmur 46:2-4).

Dimanakah Tuhan Allah saat gunung Merapi dan sebelumnya Sinabung meletus, tsunami menerjang desa Mentawai, dan tanah longsor di Wassior Papua? Apakah Tuhan ada bersama awan panas dan gelombang dahsyat yang mematikan itu, atau justru di pihak korban? Apakah bencana alam demi bencana alam yang terjadi adalah ungkapan kemurkaan Tuhan, bentuk penghukumannya kepada manusia, atau sekadar gejala alam biasa yang dapat diterangkan secara ilmiah? Bagaimana kita dapat menghayati kasih Allah pada saat kita sendiri yang mengalami bencana?

Pertanyaan-pertanyaan di atas, betapa pun sulitnya, mengajak kita merenung dan merumuskan sikap iman kita terhadap bencana alam. Kita tahu negeri kita Indonesia memang berada di “kawasan bencana”. Kita berada di jalur gempa. Artinya sama seperti Jepang, Cina dan Iran dll tanah yang kita hidupi memang sangat labil dan mobil, yang membuat kita harus siap-siap mengalami gempa baik di darat maupun di laut (trsunami). Dan ini bukan hal baru. Nenek moyang kita juga sudah tahu dan mereka bersikap ikhlas dan cerdas. Antara lain: membangun rumah tahan gempa. Selain itu kita juga berada di negeri seribu gunung merapi. Gunung2 itu meletus silih berganti dan kita tahu letusan itu jugalah yang membuat tanah kita subur. Tentang banjir dan tanah longsor, baiklah kita sadar bahwa sebagian besar hal ini adalah akibat ulah bangsa kita yang serakah dan merusak hutan semena-mena. (Di Jakarta akibat ulah warga kota dan pemerintah yang serakah, menyemen dan mengaspal semua permukaan tanah dan menimbun waduk).

Lantas bagaimana? Kita tidak perlu berpandangan bahwa semua bencana alam adalah otomatis hukuman Tuhan. Lebih baik kita menerimanya dengan ikhlas dan damai sebagai bagian kehidupan kita di Indonesia yang memang berada di jalur rawan gempa tektonik dan vulkanik. Apalagi bagi kita yang tidak terkena langsung semburan awan panas atau terjangan ombak itu, agar tidak menghakimi para korban dan mencapnya sebagai pendosa yang dihukum Tuhan.

Dalam semangat perdamaian dengan alam itulah kita hendak memahami dan menghayati Mazmur hari ini. Tuhan maha baik. Dia mau melindungi dan menjaga kita. Dia mengasihi kita dan tidak meninggalkan kita di saat-saat sulit bencana alam. Gempa di darat atau tsunami di laut, letusan gunung, bukanlah hukuman Tuhan, namun gejala alam ciptaan Tuhan. Alih-alih menganggapnya hukuman mending kita menghayatinya sebagai undangan Tuhan agar lebih rendah hati, menyerah kepada Tuhan, dan mengasihi sesama. Saat bencana kita bisa sangat egoistis, namun bisa juga sangat solider, mengasihi, berbagi dan berkurban. Saat bencana kita bisa ingkar dan putus asa, namun bisa juga setia kepada Tuhan, prinsip dan sesama. Pertanyaan: manakah yang kita pilih?

Doa:

Ya Tuhan, kami mendoakan semua saudara kami yang menjadi korban tsunami di Mentawai, letusan Merapi di Jogja, dan tanah longsor Papua, dan di tempat2 lain. Lawatlah mereka, ya Tuhan, dan hiburkanlah. Hadirlah Engkau di tengah2 para korban di tempat pengungsian mereka. Jadilah pelindung dan pembela mereka. Teguhkanlah hati dan bangkitkanlah semangat mereka. Dan dorong kami dalam iman kepadaMu untuk saling mengasihi mengikut teladan Yesus, Tuhan kami. AMIN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: