Category Archives: Kamus Batak

Kamus Batak Huruf U

Ua, I. seruan: silahkanlah, baiklah, ayo, mari; Ua lehon di ahu, mari berikanlah kepadaku. II. manguai, memanas-manasi lawan untuk berkelahi, mengajak musuh untuk berkelahi; masiuaan, saling menyerukan menurut cara pahlawan-pahlawan Homerus; mangua, membenarkan diri untuk perlawanan terhadap musuh; ulubalang na so mangua, seorang yang tidak memberitahukan, pahlawan yang tidak lebih dulu menunjukkan dirinya kepada musuh, yaitu pembunuh sewaan.

Uak, manguahi, menguak, mengeluarkan kulit pohon kayu, juga mengeluarkan bangkar dari bagot.

Ualang, sej pohon kayu yang mirip dengan tangki, yang kulitnya dapat dijadikan tali dan pakaian.

Ualu, delapan; paualuhon, yang kedelapan, kedelapan; sipahaualu, nama bulan ke-8.

Uang, uang lama, uang logam seharga 16 duit; uang tali = 3 uang; uang mini, = 10 sen, uang harotas, uang kertas; uang mas, uang mas seharga 10 rupiah.

Uap, uap, kepulan, bau; muap, bau, menguap; muap barerang, bau belerang; pauapuap barita, mengumumkan secara meluas kemasyhuran seseorang, memuji-muji.

Uar, banyak, namun tidak cukup (lawannya: bue).

Uarang, mengembangkan dirinya (bdk tuarang). Uarar, maruarar, berkembang, meningkat, menjadi makmur, maju.

Uari, ikrar, sumpah; maruari, berikrar, bersumpah; manguarihon, menyumpahi sesuatu.

Uaris, waris, kerabat yang terdekat.

Uas, dahaga, haus; maus, berdahaga, kehausan; mauas male, lapar dan haus; manghauashon, sangat mendambakan, haus akan sesuatu; sombu uas, merasa puas (juga: malum), merasa lega.

Uba, muba, ubah, berobah, menjadi lain; muba do ringgasna, kerajinannya berubah, ia bertambah rajin; manguba, mengobah; manguba padan, merobah janji; paubahon, mengubah sesuatu; pauba ma roham, berubah sikaplah kau; mubamuba, selalu berubah, berobah-obah; haubaon, juga hamubaon, perubahan; hamubaon ni roha, pertobatan, perubahan pikiran; P.B.: ia muba hape dolok, muba do hape duhutna, ia muba hape huta, muba do hape uhumna, lain gunung, lain rumputnya, lain kampung lain adatnya; pangubaubaon, cenderung untuk berobah-obah msl pakaian atau cara berjalan, supaya dilihat orang.

Uban, uban; ubanon, beruban; na ubanon, tua, putih mengenai rambut; sabur uban, bertabur uban; uban manjoloani, cepat mulai beruban, uban permulaan, yang terlalu cepat tumbuhnya; mardangka ma ubanmu, semoga anda mencapai umur yang tinggi, menjadi tua sekali. Ubat, = daon, obat; mesiu (senapan); mangubati, mengobati; mangubat bodil, mengisi senapan; masiubat, mengambil obat (tu); ndang haubatan, tidak dapat disembuhkan lagi, tak terobati.

Ube, siubeon, perut (And); boras ni siubeon, buah kandungan, anak kandung.

Ubi, ubi, sej gadong liar, yang hanya dimakan di masa kelaparan.

Ubir, inas.

Ubit, mangubit, memberi tanda dengan gerakan muka atau ernyitan mata; ubitubit, gerakan bibir, isyarat bibir.

Ubor, I. salah, palsu. II. mangubor, menutupi, menutup msl kapal atau anduri dengan menyapukan air dan dodak.

Ubung, mangubung, mengubung, menyambung; taoar pangubung, gunaguna untuk menghidupkan, menyambung nyawa.

Uda, adik laki-laki ayah; amanguda, idem.

Udam, marudam, berbaring di padang bebas (tentang ternak); dipandamhon, ditaruh ternak di padang terbuka; parudaman, tempat dimana ternak bermalam di padang terbuka.

Udan, hujan; na ro udan, hujan datang; hona udan, kehujanan, jadi basah karena hujan; ari udan, musim hujan, hari hujan.

Udang, udang.

Ude, udean, kuburan, tanah pekuburan.

Udengudeng, = sibong, anting-anting.

Udi, mangudi, membancuh, meramas, mengaduk tepung; na niudi, adukan tepung; mangudi pollung, memikirkan akal muslihat.

Uding, mudinguding, = mimbarimbar, berbeda-beda, berlain-lainan, tak seragam.

Udo, = dongan, teman; saudoudo, sekutu, sebaya, sekawan.

Udor, mangudor hori atau ijuk, memintal tali dari hori atau ijuk; sindor na so hori, sigirahon na so bonang, orang yang membicarakan yang tidak benar, tidak pada tempatnya.

Udur, antri, berjajar, bersama-sama, berturut-turut, yang satu di muka yang lain; udur mardalan, bersama-sama berjalan, beriring-iringan berjalan; dongan sauduran, kawan seperjalanan, teman; mangudur, membuat sesuatu berbaris; mangundurhon, membuat barisan; marudur, berjalan beriring-iring; marudurudur, barisan, berjalan yang satu di belakang yang lain seperti perjalanan angsa.

Udut, sambungan, penerusan; mangudut, bersambung, meneruskan; manguduti, meneruskan sesuatu, menyambung.

Ugam, mangugam, mengasah, menajami.

Ugama, agama, kepercayaan; marugama, beragama. Ugan, subur; uganugan, pupuk.

Ugari, lazim, lumrah, kebiasaan, adat istiadat, cara (seperti isara).

Ugasan, milik, harta benda, perabot, barang; ugasanku do i, itu adalah kepunyaan saya; marugasan, mempunyai, memiliki; parugasan, pemilik.

Uge, manguge, menyungkur, membongkar menyengkur mengenai babi yang sedang menggembur; menanduk mengenai kerbau; mangugehon, menyerundukkan; uge, mengenai seorang anak kecil yang lahir dengan mukanya ke bawah mengenai itu takhyul mengatakan bahwa ia kelak akan menusuk seorang kerabatnya, artinya: bahwa seorang akan mati karena anak itu.

Uget, ugetuget, = porngapornga, jentik-jentik.

Ugit, mangugit, menyentuh, memegang sesuatu dengan perlahan-lahan (seperti hurtik).

Ugul, mangugul, memeriksa, menyelidiki perkara; pangulugul, berkelahi, bertikai, bertengkar.

Ugup, marugupugup, berderum-derum, menderu, geger; sampuran na marugupugup, air terjun, yang gemuruh, yang berderum-derum.

Ugus, mangugus, bersenggolan, menggosok bdk ogos.

Uha, paruhaon, perhubungan ke-rabat, bagaimana pertalian de-ngan orang? paruhaonmu do i, bagaimana pertalianmu dengan dia (dari parahaon?), apamuitu?

Uhal, I. manguhal, menyedot, gali dari dalam, mengeluarkan, mengorek keluar. II. menyalin dari buku yang satu ke buku yang lain, menyalin; na niuhal, salinan, kutipan.

Uhat, muhat, mengambil air, menimba; panguhatan, bejana, tempat mengambil air, guci air.

Uhe, manguhe, menggali, mengorek, mencongkel tanah.

Uhir, manguhir, ukir, mengukir.

Uhom, mauhom, diam, tidak berkata-kata, berdiam diri tanpa berbicara.

Uhor, jaringan tubuh dalam luka yang sudah mati, endapan, kulit mati pada bekas bisul.

Uhot, tertutup, tersembunyi, tidak jujur, licin (tentang perkataan); padua na uhot, mempunyai dua arti (seperti sering msl ramalan yang terdapat pada datu).

Uhum, hukum, adat, cara, pengetahuan mengenai hukum, ponis; na so uhum, tak patut, salah; uhum hian, sebagaimana halnya dulu, cara biasa; manguhum, menghukum, mengadili; manguhumi, menimbang, menghukum orang; panguhum, = paruhum, hakim; uhum na roa, adat istiadat yang buruk; maruhum na roa, melakukan sesuatu yang jelek, berzinah; paruhum na denggan, hakim yang adil; hona uhum, terhukum, dihukum; mandabu uhum, memutuskan hukuman; madabu uhum, hukum telah dijatuhkan.

Uhummat, = homat, tenang, perlahan-lahan, hati-hati.

Uhup, manguhup, mengaum-aum, meraung (binatang).

Uhur, manguhur, menimbang, menaksir bila letak dadu permainan disangsikan. Harus diputuskan pemimpin permainan ialah panguhur.

Uhut, dedak, sampah beras sewaktu menumbuk.

Uit, manguituit, mengibas, mengipai; muit, congkak, sombong; panguituiton, datang dengan sombong; dan tinggi hati, bolak-balik, bdk tuit.

Uja, mauja, berujar, berbicara, bertutur (And); na uja, baik, manis; uja, cakap.

Ujar, kepandaian, kesenian, kecakapan; ujarujaran, kepandaian dalam hal ajaib; sideak parujar, orang yang cakap; marujarujaran na roa, bergagasan ilmu hitam, black magic.

Ujat, mujat, ditolak secara memalukan karena permintaannya tidak dikabulkan; paujathon, menolak, menampik sesuatu; tarujat, ditolak, ditampik.

Uji, manguji, mencoba, memeriksa, mengadu kekuatan dalam perlawanan; ujiujian, ujian, percobaan; pangujian, pemeriksaan, percobaan; marsiuji, mengadu dalam hal kekuatan, berlomba; batu pangujian, batu ujian pada mana orang menguji mas. II. uji, manguji, mengatur peradilan Tuhan dalam mana diharapkan mukjizat untuk mengetahui kebenaran; pangujian, hukum melalui peradilan Tuhan; uji ulos, mengenai dua orang tersangka yang masing-masing menembak ulos lawannya yang dikembangkan, orang yang ulosnya kena adalah salah; uji gaol, masing-masing menembak gambaran lawannya dari pisang, orang yang gambarannya kena tembak adalah salah; uji hian, perang tanding dalam mana lawan saling menembak.

Uju, I. ketika, saat, sewaktu, selama; uju di haposoonna, sewaktu ia masih kecil; uju i, di waktu itu, pada masa itu; marujuuju, kadang-kadang, sesewaktu, sekali-sekali. II. manguju, mengadakan jamuan makan untuk seseorang; sipanganon ujuan, perjamuan pesta.

Ujung, ujung, akhir; marujung, berakhir, selesai, meninggal; dia ma ujungna, bagaimana akhirnya; mangujungi, mengakhiri sesuatu; paujunghon, idem; ndang haujungan, tidak terselesaikan.

Ula, mangula, bekerja, mengerjakan ladang; mangulahon, bekerja dengan sesuatu; mangulahon horbo, bekerja dengan kerbau; dipangulahon, bekerja untuk orang; pangula, pekerja (di ladang), petani; ulaon, = siulaon, pekerjaan; dia ulaonna? apakah kegunaannya? apakah manfaatnya? marulaon, sedang bekerja; mulaulaon, bekerja; marsiulaon, idem; ulaula, perkakas; marniula, berguna, bermanfaat; ndang marniula, tidak bermanfaat, tidak berfaedah; paula (dipaula), berpura-pura, seolah-olah (dengan atau tidak dengan songon); dipaula songon na marsak, dibuat seolah-olah ia berdukacita; sipaulaula, orang berpura-pura, munafik; na niida ni mata pinaula so binege, berpura-pura tidak dilihat atau didengar.

Ulae, maulae, minta, memohon; lih lae II; paulaean, permintaan, permohonan, tempat minta sesuatu.

Ulak, mulak, pulang, kembali, datang lagi, dikembalikan, diulangi; marulak, pulang kembali; marsiulak, idem; mulakmulak, sering kembali, berulang-ulang; mangulahi, mengulangi; ulahi, buat atau katakanlah sekali lagi; mangulahi ro ibana, dia datang kembali; mangulakhon, mengulangi membuat sesuatu; paulakhon, mengembalikan, membawa kembali; paulak une bdk une; marroha ulak, sabar; marpangulahi roha, sabar, mau mengampuni, sebenarnya: hati kembali; ndang haulahon, tidak dapat lagi diulangi; P.B.: ndang haulahan songon na tading di adian, tidak bisa diulang seperti yang ketinggalan di halte (tempat penantian); sai mulak ma roham, kasihanilah, berkasihanilah; hamumulak, pemulangan.

Ulam, marulam, tunas daun setelah musim gugur, mengenai pohon kayu yang kehilangan daun dan memperoleh daun yang baru; ulam raja, sej pohon kayu.

Ulan, parulan, perilaku, pekerti, tingkah laku, kelakuan, perbuatan; parparulan, seorang yang kerja dengan setia, orang yang berbudi luhur. Ulang, I. mangulang, membiarkan tanah tidak dikerjakan, membiarkan bera, melalaikan jalan, pekerjaan; tarulang, tidak dikerjakan, dilalaikan. II. marulangulang = jalang, mengembara, bertualang, melanglangbuana.

Ulangalim, sej ukiran (gorga).

Ulangaling, perhiasan telinga.

Ulaning, sebenarnya; dalam pertanyaan: aha do i ulaning, apa itu sebenarnya (gerangan)?

Ulas, mangulas, mengulang, berulang-ulang dibuat; mangulasulas, memakai atau membuat lebih sering, mengulang-ulang; paulasulas bada, asyik memperpanjang perselisihan.

Ulbak, mulbakulbak, naik turun seperti dada sewaktu bernapas.

Ulbas, mulbasulbas, berjalan kian kemari untuk memperlihatkan pakaiannya, berjalan dengan pakaian gontai.

Ulhung, mulhungulhung, berbatuk-batuk.

Uli, bagus, baik, necis, cantik, indah; untung, rezeki, penghasilan, pendapatan; dapotan uli, beruntung, mendapat laba; maruli, memperoleh sesuatu, beruntung; taruli, idem; parulian, keberuntungan, berkat, anugerah, rezeki baik; parsaulian, berkat, hikmah, rezeki; tusi ma hita laho, dapotan parsaulian, dalam ucapan selamat: dao ma songgotsonggot donok ma parsaulian, ucapan selamat; maruliuli, semua orang mendapat sesuatu; uli rohangku, senang aku, cocok menurut pikiranku; na uli basa, baik hati, pemurah; mauliutus, sempurna; maulibulung, kaya; hutatap halak na maulibulung, tarilu simalolong, aku melihat orang-orang kaya dan tergenang air mata (karena miskinanku); hinauli, kebagusan, keindahan; pauli bagas, membangun rumah; pauliulihon, memelihara, mengurus, merawat orang sakit, anak; ulian, lebih bagus, lebih cantik, lebih baik; haulian, tanda artikel kecil yang menandakan "i" dalam tulisan Batak.

Ulla, paullaulla, berkasih-kasihan.

Ulle, mullemulle, terhuyung-huyung, tertatih-tatih, tertiup.

Ullom, segera, = tullom.

Ullop, mullop, keterlihatan, bertimbulan, bermunculan; paullophon, menimbulkan, memperlihatkan.

Ullung, mullungullung, makan dengan rakus.

Ullus, mangullus, meniup, mengembus (angin); paullusullus, mengembus sesuatu msl kapal; pangullus ni alogo, kecil kelihatan.

Ulming, kecil kelihatan.

Ulok, ular; ulok na bisa, ular berbisa.

Ulon, mangulon, lih sulon.

Ulos, kain tenunan tradisional, pakaian Batak yang ditenun, kain yang dikenakan di atas dan di bawah tubuh; paruloson, pakaian; mangulosi, menutup dengan ulos; ndang olo ulosan, ia tidak mau ditutup dengan ulos msl anak kecil atau orang sakit; niulosan hodohan, pinapurpur ngalian, diselimuti keringatan, dibuka selimut kedinginan: artinya serba salah; ulos ni tondi, bdk tondi; marulos, berpakaian, ditutup dengan ulos.

Ulpak, mangulpak, memukul, memarang.

Ulpuk, mangulpuk, menujum, menilik nasibnya, memenung, meramalkan; ulpuhan, tenungan, ramalan, hasil menilik.

Ultik, multik, bergerak kembali, bangkit kembali perkara lama; multikultik, bunyi kerongkongan yang dibuat oleh orang yang mau mati.

Ultom, mangultom, manahan nafas.

Ultong, mangultong hosa, menahan napas.

Ultop, I. sumpitan; mangultop, menyumpit; mangultophon, meludahkan dengan kuat. II. daun yang paling dalam, tunas yang termuda (pisang, palem).

Ulu, kepala; ulu ni timbaho, ujung lempeng tembakau yang paling enak rasanya; ulu ni rihit, gosong, busung pasir; P.B.: madungdung bulu godang tu dangka ni bulu suraton, molo mardomu angka na bolon, adong do ulu buaton, bambu besar menyentuh bambu kecil, manakala orang-orang besar bertemu pasti akan ada korban; manguluhon, memimpin perkara; pangulu, penengah antara dua pihak; pangulului, telah melihat setengah jalan (matahari); na pangului, jam 09.00 pagi; ulubalang, hulubalang, pendekar; ulubalang ari = hasiangan on;pangulubalang, patung kecil yang dipuja yang dimasukkan sedikit pupuk; hauluan = haulian = ulu, hauluan, tanda "i" dalam tulisan Batak: juga haulian; paulubalanghon, disewa sebagai hulubalang.

Uma, = hauma, sawah, ladang; parumauma, petani; parumaon, pertanian.

Umaha, lih aha.

Uman, paumanumanihon = pasumansumanhon, meniru segala sesuatu.

Umang, = homang.

Umba, I. umbaumba, bangunan di belakang rumah yang dipakai sebagai dapur atau tempat padi; juga: rumah kecil yang ditambahkan pada rumah yang lebih besar. II. umba, mumba, = muba.

Umbak, I. ombak. II. umbakumbak, pengisap di embusan yang digerakkan dalam pipa bambu.

Umbal, marumbalumbal, berbondong-bondong, berduyun-duyun.

Umban, godam, martil kayu yang besar; mangumban, membangun rumah, memugar, menggodam.

Umbang, mumbang, terapung-apung di atas air; mangumbang, membawa sesuatu mengenai air, mengapungkan; paumbanghon, mengangkat, menyelidiki.

Umbar, pangumbari na toltol, sej sumpah, lih gana.

Umbe, marumbe, menguak, melenguh (lembu); ucapan selamat: gok eme ma sopo na bolon, marumbeumbe ma ia bara, semoga lumbung besar penuh dengan padi dan kolong rumah penuh ternak yang menguak.

Umbol, berkunjung; mangumboli, mengunjungi, mendapatkan seseorang, mendatangi.

Umbuk, tumbuk, cocok, pas, serasi (pakaian); na umbuk di rohana, yang cocok, yang baik baginya, yang berkenan di hatinya.

Ume, mangumei, mengelola, memperbaiki, memelihara (jala, kebun, atap, tembok); P.B.: gabur mamungka, mangumei maol, gampang memulai, mengelolanya yang sulit.

Umma, mangumma, mencium pipi; pangummaon, ciuman.

Umpama, perumpamaan, pantun, sanjak, umpama, peribahasa, amsal, persamaan, syair dari 2-4 baris yang kedua pertama sering dipakai sebagai kiasan saja dan sering berirama; marumpama, memakai umpama, berpantun, bertutur dengan peribahasa; mangumpamahon, mengenai umpama tentang sesuatu.

Umpamal, sej burung.

Umpasa, = umpama.

Umpat, mumpat, tercabut; mangumpat, mencabut (paku, gigi, pohon).

Umur, umur, usia; sadia umurmu, umurmu berapa? marumur sampulu taon, berumur 10 tahun.

Unam, simata unam, batu akik.

Unang, jangan, agar tidak, bahwa tidak; asa unang, agar tidak; anggiat unang, agar saja jangan; asal unang, asal jangan; tung unang, dan tidak; aut unang, jika tidak;unang ho laho, jangan pergi; unang so, larangan keras; unang olo i, agar engkau menurut, mentaati; tagonan maporus unang mate, lebih baik lari daripada mati; unang, jangan buat, jangan lakukan; mangunangi, melarang; hata siunang, larangan.

Unap, simarunapunap, sej rumput melata serata dengan tanah.

Unda, I. = hali; sagunda sekali; dua gunda, dua kali. II. mangunda, memikat, menarik.

Undalap, jala yang menyerupai doton; dengke undalap, sej ikan kecil yang ditangkap dengan jala ini.

Undang, mangundang, memeriksa, menyimak, mengadu kekuatan, menguji, mencoba; undang-undang, percobaan, uji, teka-teki berseloroh pada mana orang mau melihat barang siapa yang paling cocok melawan; marundang-undang, menguji kekuatan dalam percakapan tetang puisi atau prosa; mangundangi, mau kambuh kembali (penyakit).

Undar, I. mundar, berpaling, berbalik; paundar, dibawah kembali. II. marundar, bertaruh.

Unde, = ande. Undo, bungkuk, tertunduk kepala; mundoundo, berbungkuk berjalan, berjalan sambil menunduk-nunduk kepala.

Undot, mundot, gerakan ke atas dan ke bawah, mengungkit, bergoyang; mangundot, menggoyangkan, dibuat agar ungkang-angkit, tergenjot-genjot.

Unduk, (bdk tunduk), tertunduk, menunduk; unduk roha, rendah hati, menurut, patut; mangundukhon, mengangguk, mengyakan, menundukkan diri; paundukhon, menundukkan, merendahkan.

Undungundung, teratak, dangau, kemah, gubuk, pondok sederhana sebagai tempat penginapan di tengah jalan atau orang yang berpenyakit kusta, kemah teratak.

Undur, I. mundur, berjalan bersama-sama, mundur tu jae, mundur tu julu, selalu pergi bersama; mangundurhon, mengiringi, menghantar orang dengan jumlah yang besar, memimpin rombongan. II. paundur ma roham, menyerahlah bdk hondur.

Une, I. baik, wajar, pantas, cocok, beres, oke, kena di kaki; une di rohangku, setuju aku; jolma une, seseorang yang mengatakan "ya" untuk segala-galanya, yang gampang bertukar pendapatnya; horbo une, kerbau jinak, kerbau yang suka menurut; pangunena ma, jika cocok, tergantung cocoknyalah; pauneunehon, mematut-matut, menyerah, menyesuaikan diri dengan sesuatu; masipauneunean, tenggang-menenggang, saling menyesuaikan diri, saling mengindahkan; hupauneune songon parpodom ni na bungkuk, orang yang harus menyesuaikan dirinya seperti cara seorang yang bungkuk yang harus menyesuaikan bungkuknya agar tidak merasa sakit. II. une, bekas lintasan, bekas yang ditinggalkan kapal sewaktu berlayar; teka-teki mengenai kapal tu jolo dilangkahon, tu pudi unena; marune, kembali ke jalan, darimana ia datang; paulak une, kunjungan partama pada rumah orang tua mengenai perempaun yang baru menikah.

Ung = ong, ya, menyatakan setuju, saya mau.

Ungal, I. mungalungal, membual, membuat banyak omongan, obrolan. II. ungalungal, potongan-potongan kayu yang terletak pada tiang rumah Batak dan menahan pangumbari.

Ungarungar, sekat, rongga hidung, dinding hidung.

Unggal, membalik; mangunggalhon, menumbangkan sesuatu (bdk onggal), terjungkat-jungkit.

Unggas, sej sikat dari ijuk untuk membersihkan benang; mangunggas, membersihkan dengan sikat seperti itu; unggasunggas, sikat untuk membersihkan bubu, sikat pukat.

Unggil, munggilunggil, terbalik, terjungkir, sempoyongan, goyah, oleng; unggirunggir, sej tumbuh-tumbuhan yang pahit rasanya.

Unggir, unggirunggir, sej tumbuhan yang pahit rasanya.

Unggis, marunggisunggis, meneruskan, tidak berhenti, non-stop.

Unggun, mangunggun, mengonggokkan, menimbun sebanyak-banyaknya; unggunan, timbunan, onggokan.

Ungil, I. keras, keras kepala. II. ungil = ingul, sej pohon.

Ungkal, mungkal, menjungkal, menjungkit keatas (timbangan); mungkal songon siarari, menjungkal bagai batang besi, sombong.

Ungkap, mungkap, membuka; ungkap, terbuka; mangungkap, membuka.

Ungkil, marungkil, bersaha dengan penuh kesulitan, berlawan, bertengkar, tidak cocok, berjuang; parungkilan, perselisihan, kesulitan batin, hal yang tidak cocok dengan pendirian seseorang, penderitaan.

Ungkis, mungkisungkis, datang lagi, terlampau sering, itu-itu lagi.

Ungkit, congkel, jungkit, jungkal; mangungkit, mencongkel, mengungkit, menjungkit, menjungkal; ungkitungkit, alat pengungkit; mungkit hata, hal yang sudah lewat terungkap lagi walaupun pembicaraan hampir rampung.

Ungko, mungkoungko, batuk, terbatuk-batuk.

Ungkor, I. mungkor, mendengkur. II. mangungkor, menyelam.

Ungkur, mungkur, ukur, mengukur; ungkuran, ukuran.

Ungurungur, sekat bambu pada jerat anjing, agar tali jerat itu tak putus digigiti anjing.

Ungut, marungutungut, marmungutmungut, bersungut-sungut, mengeluh; ungutungut, sungutsungut, omelan, keluhan.

Uni, uniunian, kesamaan, ibarat, umpama, percontohan; unian, = todosan.

Uning, I. uninguningan, batang bambu yang bengkok yang diikat bersilang untuk gagang jala segi empat (sulangat). II. perangkat musik gendang Batak.

Unja, mangunja, mendorong ke luar.

Unjal, munjalunjal, bergerak ke atas dan kebawah, melentur-lentur, melanting-lanting, tu-run naik secara elastis (tanah yang berair).

Unjang, mangunjangi, menyelidiki sesuatu dengan nujum.

Unjam, mangunjam, mencari perlindungan pada seseorang.

Unjar, = onjar.

Unjom, miring, terhunjam, tunduk mengenai kepala ke bawah.

Unjuk, marunjuk, kawin, nikah, penyerahan uang mahar pada pesta kawin; parunjuhan, pesta perkawinan, pernikahan; parunjuk, mempelai laki-laki.

Unjun, mangunjun, mencoba, menguji; mangunjungi, menggoda, mencobai, menguji orang; pangunjunan, percobaan, penggodaan; tarunjun, tergoda; hona pangunjunan, kena goda; sipangunjungi, penggoda; niunjunan ma, dicobalah.

Unjur, membujur, sepanjang, memanjang, sisa yang panjang; sadia unjurna, berapa panjangnya; unjur marroha, berpikiran panjang, arif, berhati baik; sisangunjur, lurus hati, tepat, benar, jujur, yang arif.

Unok, bagian dalam, empelor, hati pada pohon kayu dan tanaman; unok ni tano, tanah yang gemuk, humus.

Unong, tidak mengalir (air).

Unsal, munsal, melenting, memantul msl papan, bola; mangunsalhon memantulkan, melemparkan kembali.

Unsat, munsat, minta kembali, berganti tempat, pindah, mengambil kembali, mencabut; paunsathon, memindahkan, menyuruh pindah; mangunsat, idem; hauunsat, perpindahan, hal berpindah.

Unsim, sej pisang.

Unsis, penggalak.

Unsok, I. siunsok, sibuyung, sapaan terhadap anak laki-laki yang kecil. II. mangunsokhon, membuang ingus.

Unsol, munsol, ditahan, mentah, terhenti; mangunsol, menahan, berhenti, menghentikan, menyetop, menjadi mentok.

Unsong, I. mangunsong, menghempang air, membendung air (bdk unsol); simangunsong, nama marga. II. mangunsonghon, buang ingus, mengesangkan. Unte, jeruk manis, limau manis, sitrun; songon na mida unte, bergembira seperti orang yang mengiler bila ia melihat jeruk; jenis-jenisnya: unte susu.

Until, kuat; manguntil, meneruskan sesuatu dengan kemauan keras.

Unto, unta.

Untor, manguntor, melepaskan tangan dari pegangan orang dengan sekuat tenaga.

Untu, unggul, ulung, yang sebesar-besarnya; untu ni horbo, kerbau yang terbesar,

Untul, muntul, membal, memantul, kembali dengan cepat; tidak membuat sesuatu apapun, kembali dengan percuma; hauntulan ni mata, untuk mana mata mundur, takut; taruntul, tinggal tergantung-gantung buah-buahan yang jatuh, terbentur.

Untung, I. untung, laba; maruntung, beruntung, berlaba. II. untunguntung, sej kumbang.

Untut, kentut.

Unung, mangunung, menyempitkan seseorang, menegurnya di bawah empat mata; unungunung, membicarakan sesuatu di bawah empat mata, penyelidikan.

Unur, sesuai, cocok.

Uo, burung hantu.

Uohok, maruohok, berdesing, berisik.

Uolol, lih olol. Uot, apa yang sekejap dilihat tentang seseorang.

Upa, upah, balasan; upaloja, upah jerih payah; upa so, uang yang diberikan kepada orang lain dalam peperangan agar te-tap tinggal netral; mangupa, memberikan persembahan kepada tondi orang msl orang sakit dan anak yang baru lahir agar tondi lebih kuat; pangupaon, persembahan menguatkan tondi; mangupaupa, memberikan makanan kepada perempuan setelah ia melahirkan; mangupai, memberikan upah kepada seseorang.

Upar, geram, amat gusar, dengan marah mengangkat suara serta menggerak-gerakkan anggota tubuh dengan hebatnya.

Upet, = upa, upah, gaji.

Upir, mangupir, menggeleng kepala untuk menunjukkan sesuatu penolakan; mangupirhon, menolak sesuatu.

Upok, patah; mangupokhon, mematahkan; upokupok, pecahan, serpih.

Ura, mangura, mengasamkan makanan dengan air jeruk.

Uraba, lih raba.

Urak, murak, malu, dipermalukan; tarurak, kena malu; haurahon, hal malu, nista; paurakhon, mempermalukan orang, mencemarkan nama orang.

Uramuram, sayur sebagai tambahan pada daging saat memasak.

Urang, I. saurang, mempunyai seorang anak; piga urang, berapa sudah anakmu? onom urang, mempunyai 6 orang anak; urang jolma, setiap orang. II. mangurang, meminjamkan uang dengan bunga; pauranghon, meminjamkan uang pakai bunga.

Uras, I. manguras, membersihkan, menyucikan orang dengan memercikkan tubuhnya dengan asom dan sanggul; membersihkan diri dengan sumpah; pangurasion, pembersihan, penyucian, percikan. II. panguras, bedil yang kecil dan tebal.

Urat, akar, pembuluh, urat, tulang daun; marurat, berakar, berurat; mangurati, mencabut sesuatu dengan akarnya, mencabuti akar-akar.

Urbing, gumpalan tanah, bingkah tanah.

Urbit, mangurbiti, menggeringsing (msl bahu).

Urdot, mangurdot, gerak irama tari, mengalun sewaktu menari (anak-anak yang menari).

Ureure, sej perdu; bunga pohon enau.

Urgas, mangurgas, membersihkan, menyucikan, menggosok bersih.

Uri = rugi; nunga uri ahu, saya sudah rugi.

Uris, I. cacar (Angk). II. sej penyakit ayam.

Urmak, tidak kokoh walaupun kelihatannya kuat.

Urmun, remang senja, samar.

Ursa, rusa. Urtut, mangurtut, mengerutkan dahi, membuat kerut, mengerut.

Uru, pauruuru, berlaku baik terhadap seseorang untuk menistanya atau mengejeknya, mencerca, mengolok-olok, mengejek.

Uruk, tulang daun; huta uruk, nama daerah dan nama marga.

Urung, timbunan, tumpukan.

Urup, mangurupi, tolong, menolong, membantu; pangurupion, pertolongan, bantuan; siurupan, membutuhkan bantuan.

Uruporang, = uluporang, kepala, banjar judi, juragan.

Urur, I. kasau. II. urur, mangururi, rugi dalam perniagaan, tekor dalam dagang; sadia pangururim, berapa kerugianmu?

Urut, saurutan bonang, setungkul benang, tukal benang.

Usa, mangusa, menggosok; songon na mangusa botohon, bagaikan menggosok lengan (berulang kali).

Usang, tua, kurus; usangan, menjadi kurus; musang, idem mengenai anggur, padi; janji na usangan, kesatuan orang-orang dulu, janji dari dulu kala.

Usap, mangusaphon, menyebutkan jasa-jasa baik yang telah dibuatnya kepada orang lain.

Usar, musar, hidup kembali peristiwa-peristiwa lama.

Usat, jalan keluar; ndang huboto usatna, aku tak tahu jalan keluarnya (tidak tahu ujung pangkal persoalannya).

Use, tumpah, tercurah; mangusehon, menumpahkan, mencurahkan; marusean, tertumpah, tumpah dalam jumlah besar, berceceran, berbuang-buang.

Usim, I. mangusim, mangusimi, memfitnah, mengumpat; memberikan pesan. II. timbaho usim, sej payakumbuh.

Usir, I. = tahi. II. permainan dengan batu-batu kecil.

Uso, mangusoi, mencari, menanya; usouso, penanya, pemeriksa; dipausoi, diperiksakan, diselidiki, menanyakan.

Usop, terbenam, tercelup, menjadi basah; mangusophon, memasukkan sesuatu ke dalam air, membenamkan, menenggelamkan, mencelupkan.

Usung, mangusung, membawa, memikul; dipausungusung, membawa keliling; marusung, sedang membawa; ndang tarusung, tidak dapat dibawa.

Usul, datu parusulusul, seorang datu yang cakap sekali, dukun handal.

Ut, bdk uhat; marapi di ut, seperti api dalam ut yang lama

berunggun dan sulit dapat dipadamkan.

Uta, mutauta, muntah; mangutahon, memuntahkan; sipauta, obat muntah.

Utang, hutang; marutang, berutang; parutang, orang yang berutang, debitur; parutangan, penuntut utang, kreditur; marutang hosa, hukuman mati.

Utaputap, berpidato panjang, berbicara lama, bertele-tele.
Utara, utara.

Utiutian, ulah, perbuatan, pekerjaan (tangan manisia), seni; juga: sihir.

Utim, mangutim, mencuri ikan dari kolam.

Utokutok, otak, sumsum dalam tulang.

Utong, na mora utongutongan, kaya tetapi tidak bermegah diri; parbutuha utongutong, orang yang berperut gendut.

Utus, sempurna, sangat; mauliutus, amat bagus, sangat elok; na utusan, sempurna; habahaba siapalautus, angin ribut yang hebat sekali; mangutus, membuat sesuatu dengan sangat baik; manalutus, sempurna.

Wakil, wakil, pengganti

Wali, pidong rajawali, rajawali.

Wang, uang.

Waringin, baringin, beringin.

Warna, warna; sampurworna, bdk borna lih sampur.

Kamus Batak Huruf T

Ta, I. bunyi yang dibuat untuk mengusir burung perik. II. ita, awalan orang pertama jamak, tabahen (= itabahen), kita perbuat. III. -ta, akhiran orang pertama jamak menandakan milik; donganta, temankita; inanta, ibu kita; amanta, bapa,ayah kita.

Taba, martaba, sedang sibuk menebang kayu; manaba, menebang pohon kayu; sitaba hauma, suami, penebang kayu.

Taban, rampasan, jarahan, tawanan; martaban, menawan, menjarah, merampas; partaban, penawan, penjarah, perampas; tartaban, tertawan, direbut; hona taban, kena rampok, tertawan; martaban duduk, menjarah habis-habisan.

Tabar, I. tawar; aek tabar, air tawar. II. tabartabar, sej perdu; manabari begu, mengusir begu dari kampung dengan memukulkan tabartabar di dingding rumah dan menyerukan: "tabartabar"; begu na so hatabaran, = begu yang tidak mau diusir.

Tabas, mantera, jampi disertai dengan tonggotonggo kepada begu, yang sehubungan dengan itu; manabasi, memanterai, menjampi, mendoakan obat denngan mengucapkan mantera; mejampii obat; manabashon, melantunkan mantera.

Tabe, I. = tabi. II. sitabean, payudara wanita.

Tabi, (singkatan dari santabi = tabik) perkataan untuk meminta maaf; selanjutnya ucapan salam: tabi di ho, salam kepadamu; tabi di raja i, saya minta maaf kepada raja bahwa saya mengambil kebebasan (msl melalui dia atau mengucapkan kata-kata yang kasar); santabi, maaf, meminta permisi (dipakai untuk semua kata-kata yang menurut adat Batak tidak halus msl anggota gerak badan, lidah, perut dll; babi, ternak, anjing dsb); manabi, menyalam orang, mengatakan tabi kepadanya; masitabian, bersalam-salaman, saling meminta maaf, berdamai; marsantabi, menunjukkan hormat, mengucapkan minta maaf; parsantabian, cara menyalam; tabina di hamu, salamnya pada kamu, tertitip salamnya pada kalian.

Tabo, enak, nikmat, empuk, lezat; tabotabo, gajih, lemak; tabotabo ni pinggol, apa yang suka didengar telinga, janji-janji manis; manabonaboi, membubuhi dengan lemak, memperlemak.

Tabu, I. anduhur tabu, sej burung tekukur yang liar. II. tabutabu, labu; tading di tabutabu, seorang yang lahir sesudah ayahnya meninggal.

Tabulan, sitabulan, ubun-ubun, jidat lih bolan.

Tabun, panjang, padat (rambut, bulu).

Tabuni, lih buni.

Tabur, kena resik, berbintik-bintik.

Tabusira, sej pohon yang daunnya dipakai sebagai pembungkus sigaret.
Tada, sepak, terjang, degil,
melawan, bangkang; tada tu rohana, bertentangan dengan pendapatnya; martada, menyepak dengan kaki (pada permainan); manada, menumbuk, menendang seseorang; masitadaan, saling menerjang.

Tadatada, sej pohon kayu.

Tading, tertinggal, tidak ikut pergi, ditinggalkan, bersisa; tading di lampin, tinggal sebagai tidak beribu, sebagai piatu; manadinghon, meninggalkan sesuatu; manadingnading, meninggalkan seseorang msl isterinya; manadingnading hata, mengatakan sesuatu sambil pergi, bertinggal kata; tadingtadingan, warisan, harta peninggalan, orang yang tinggal; martinading, berketurunan; martinading hata, mengucapkan kata-kata perpisahan; tartading, tinggal di belakang, ketinggalan; partadingan, tanda mata, kenang-kenangan; P.B.: hulinghuling ni lombu binahen pargambiran, molo laho ho mardalan bahenonmu partadingan, kulit lembu jadi tas gambir, bila berangkat bagus kau tinggalkan kenang-kenangan; diparsitadingi, melampaui seseorang, dilintasi, tidak diperhitungkan; parsitadingan hata, tempat diadakan pamitan; dipanading ni amana, sewaktu ayahnya meninggal; tumadinghon, = manadinghon; hatadingan, garis kecil di atas kiri huruf mati yang menandakan ‘e’ dalam tulisan Batak tradisional.

Tado, mangintado, duduk di tanah dengan kaki yang direntangkan; sitadoan, sepotong kayu, pada mana penenun menekan kakinya, tempat kaki bertelekan, sej kuk penahan kaki penenun.

Taduk, martaduk, menabur; taduhon = saburon, masa menabur.

Tae, miring ke belakang, msl kepala seorang anak yang digendong di belakang.

Taem, tarum, nila.

Taeram, gana sitaeram, sej sumpah, bdk gana.

Tagahanding (dari: tangga hambing), teras seperti yang diperbuat untuk sawah; martagahambing, bertangg-tangga dibuat.

Tagam, (bdk agam), managam, berharap, waspada terhadap sesuatu, menanti sesuatu sambil waspada terhadapnya; managam musu, menanti musu, bersiap-siap untuk bertempur; tagamon, untuk mana orang harus waspada, mungkin, barangkali; ndang tagamon, barangkali tidak; panagamnagaman, pengharapan, sedang menanti-nanti; tumagan haroan, menanti kelahiran.

Tagan, I. sej bambu; selapa, tempat kapur dari bambu. II. tagan, sementara, sedang, sewaktu, semasa; tagan metmet ibana, sewaktu ia kecil; tagan so, sebelum. III. martagan, kecil, hanya dikatakan untuk mentimun, belum bisa dikutip.
Taganan, mendingan, lebih baik (bdk aganan); taganan mate asa mangolu, lebih suka mati daripada hidup.

Taganing, (juga: tataganing), perangkat musik ogung, gendang
besar dari kayu yang ditutup dengan kulit, terdiri dari lima buah.

Tagas, ayam jantan besar, nafsu.

Tageak, marta (ta) geak, berkotek mengenai ayam yang sudah menelurkan; marpapateak, bunyi ular yang meniru kotek ayam; sitatageak (juga: sitalaseak), yang berkaok-kaok dihadapan umum, yang tidak bisa menyimpan rahasia, comel, bacar mulut.

Tagelleng, lih gelleng, kecil; sitagelleng, anak kecil, si kecil.

Taget, tinggal sedikit, yang sedikit lagi tinggal dikerjakan; langlang di tagetna, kepalang, tanggung, hanya tinggal sedikit lagi yang masih harus dikerjakan; sapala nioloan, unang langlang di tagetna, kalau sudah mau, jangan alang kepalang.

Tagi, managi, menjadi biasa, menjadi ketagih; hatagian, biasa, ketagihan, ingin meneruskan yang sama.

Tagil, managili, memarang sesuatu, menetakkan, menebang berulang.

Tagir, managir, menghapuskan sebagian dari hutang, mengampuni.

Tagonan, = taganan.

Tagu, ndang hatagutaguan, tidak dapat dipercayai; ndang tartagutagu hatana, dia tidak dapat dipercayai, tak bisa dipegang omongannya. Taguk, managuk, menerima; taguk, sehelai daun atau pipa bambu kecil tempat menampung air sumber atau dipakai sebagai corong, juga daun atau tabung bambu melalui mana tuak mengalir ke tabung yang digantung di bawah; taguktaguk, sej burung yang berbunyi ‘guk'; taguhon ni posoposo, (halus) payudara ibu, susu ibu, buah dada.

Tagupgup, (bdk gupgup), martagupgup, menutupi muka dengan kain.

Taha, manaha, memotong, menetak, mengampak, memelah kayu; ditaha haleon, dilumpuhkan paceklik; taha ulungku, terantuk kepalaku; martahaan, saling terantuk, mis waktu gelap; tahataha, dada burung; batu martaha, batu yang dipakai sebagai jimat.

Tahak, na pir tahak, keras hati, berani; pir tahakna, dia berani betul; papir tahak, menyegarkan, memberanikan, mengeraskan hati, menyemangati.

Tahaktahak, cengeng, tangis (anak-anak).

Tahal, manahalhon, menghantamkan, remaskan; tu pansur i tahalhon babami, = (patongon dompak alogo), ke pancuran remaskan mulutmu dan tidak kepada saya, kata cacian.

Tahultahul, perang berjalan dahsyat sehingga senapang-senapang berdekatan, makin sengitnya peperangan.

Taham, = tahan.

Tahan, = taon, manahan, tahan, menahan; manahani, mengambil alih utang orang; panahani, jaminan, penanggung; na tahan, tahan (menderita); tahan jorat, jaminan; tartahan, bertahan dalam penjara (mengenai seseorang raja yang dipenjarakan mengganti bawahannya); ndang manahan, tidak bertahan; ndang tartahan, tidak tertahan, tidak bisa dibendung, tak bisa diderita.

Tahar, lebar mengenai mulut periuk; panaharan, muara terusan di sungai.

Tahataha, solpa di tahataha, tanda buruk dari ayam tenun yang tak bisa dielakkan; selanjutnya: pasti betul, tidak bisa dilawan.

Tahe, ya, memang, sebenarnya, kata seru yang memperbaiki: lebih baik, lebih banyak; opat, lima tahe, empat atau lebih baik lima; i ma tahe, ya, itulah lebih baik; ise tahe, siapa itu gerangan?

Tahi, keputusan majelis, maksud, tujuan, rencana, keputusan, penentuan, tekad, niat kuat; tumahi, berencana; satahi, sehati, sepakat, sekata, seia; mambahen tahi, merencanakan sesuatu, bertekad; partahian, persidangan, perencanaan; martahi, bermaksud, berniat, membuat rencana; martahi mate, berniat mati; martahi bodari, menjelang malam; martahi neang, mau bersalin; manuan tahi, berniat; sisuan tahi, perencana.

Tahil, manahil, memotong, mengerat, memenggal, menetakkan. Tahiling, sitahiling, sebagian dari milik kepunyaan anak somang, bagian dari ladang, kebun, ternak.

Taho, baik, sedang; lumayan, bolehlah; i ma taho, baiklah itu; taho ma, itu baik; marhatahohon, merasa senang dengan sesuatu; hatahoanna, baik betul, tidak terlampau besar dan tidak terlampau kecil.

Tahop, menyerang dengan tiba-tiba; tahoptahop ni bodil, picu senapang; manahopi, menyerang sesuatu, merampasi, menyerbu, mengerumuni.

Tahu, manahu (i), menangguk, menceduk, menimba; tahutahu, timba, gayung; santahu, satu timba penuh, sebokor, secedukan, sebanyak sekali menimba; tahutahu, campak (karena seorang berpenyakit campak disiram dengan air dingin); tahutahuon, berpenyakit campak, kena penyakit campak.

Tahuak, marta(ta)huak, berkokok mengenai ayam jantan; tahuak manuk, penunjuk waktu: jam 04.00 malam.

Tahul, tahultahul, sej anggrek hutan yang punya kantongan berisi air penjebak serangga. Tumbuhan yang memakan daging; di dia mate magulang porhis, bagaimana mati semut dengan berguling ke bawah?

Tahuluk, tengkuluk, peci, kopiah, topi; biang (hoda) sitahuluk, anjing atau kuda berkepala putih, berbadan hitam atau kepala hitam badan putih.

Tahung, tahungan, alat menulis dari bambu atau tanduk kerbau
untuk pustaha.

Tahur, manahur, mengorok pohon kayu, menoreh; ndang hatahuran, terkorek, tak tertoreh.

Tahuru, sej semut yang hidup bertumpuk-tumpuk; onan sitahuru,pekan, pasar yang termasyhur di Silindung dimana orang-orang berkerumun seperti semut.

Tahut, rasa, takut; tahuton, takut; hatahuton, ketakutan; na so matanggak di hata, na so martahut di bohi, yang tidak malu dan tidak takut.

Tai, seruan untuk mengusir amporik.

Tail, tahil, timbangan emas seberat 16 duit dulu seharga 25 ringgit; satahil, mas seharga seperti tersebut di atas; manjujur tailna, demikian dihitung sehingga pada setiap 25 ringgit selalu diberikan atau diambil satu; pordua tailan, seharga dua tail.

Taili, manaili, melihat, menoleh, menengok; manailihon, menengok ke, memandang; panaili, cara memandang, pandangan mengenai pikiran (roha); panailian, pemandangan, menghiraukan; taili, pandang, hiraukan.

Tair, manair, menarik, menyentak, meregangkan; patair, rentangkan.

Tais, lebar, memanjang; tais soarana, suaranya ditarik panjang, perlahan-lahan; patais soara, suaranya ditarik panjang; patais, = padao. Tait, manait, menarik, menyentak; manait hata, memanjangkan kata-katanya dan selalu diobah; pataittait, sering menarik kesana kesini.

Taja, manaja, memperdulikan suatu urusan, masalah, mengerjakan sesuatu; manghatajahon, dengan giat mengerjakan suatu hal, merekam di hati untuk dilaksanakan.

Tajak, sej parang; mate ibana dipanajak ni rohana, ia mati waktu masih kuat.

Tajap, miring dipotong; manajap, memotong sesuatu dengan miring; panajapan, bidang pemotongan yang miring.

Taji, taji ayam jantan, pisau yang diikatkan pada taji ayam jantan yang sedang bersabung; P.B.: ndang dope martaji nunga martahuak, belum bertaji sudah berkokok, artinya: belum apa-apa sudah anggar jago; manaji, memanaskan hati orang, sehingga ia marah, menghasut supaya marah.

Tajik, penyakit kulit pada telapak kaki.

Tajom, tajam mengenai pisau dsb, menyakiti mengenai kata-kata; manajomi, menajami; sitajom, uang yang diberikan kepada ulubalang sewaktu ia pergi berperang (asa tajom).

Tajur, takik; martajurtajur, bertakik-takik.

Tak, tiruan bunyi "tak-tak"; marlatak, berdetak; patutaktak ipon, gemeletuh.

Taktak, I. kotoran pada badan,
daki pada tubuh; taktak ni bosi, karat; taktak ni huta pupuk; taktahon, kotor. II. mataktak (bdk dekdek), jatuh mengenai banyak benda mis butar yang jatuh dari atap; taktak bulu, sej alat musik dari bambu.

Tala, I. = patar; sitalaseak, bacar mulut, orang yang tidak bisa pegang rahasia; lih tageak, sitalageak. II. tala, kolam, empangan.

Talaga, ruang tengah dalam rumah, papan lebar yang dipasang dari muka sampai ke belakang rumah, dianggap tempat itu paling rendah, dimana tak disuruh duduk orang yang terhormat; partalaga, ibu rumah oleh sebab pekerjaannya dilakukan disana.

Talagoit, sedikit, perkara kecil, secuil.

Talak, terbuka lebar, mengenai pintu, tidak berdinding; patalakhon, membuka, membiarkan terbuka; talak batu, parit dalam mana tanah dibasahi; talak roha, dapat diterima mengenai perkataan-perkataan yang baik; talak sae, kutukan: engkau tidak akan mendapat keturunan.

Talaktak, sej burung.

Talam, lonjong; talam bohi, lebar mengenai muka, anggun.

Talan, martalan, membicarakan soal perang.

Talaoas, lebar, lapang, bidang, longgar.

Talapang, sitalapang, lebar, luas, lapang.

Talasa, martalasa, mengentak-entakkan kaki mengenai binatang yang mau mati, kuda liar; menerjang-nerjang ke sekelilingnya.

Talbang, manalbanghon, bdk albang, memakai sesuatu untuk memukulnya, juga: mangalbanghon.

Talbe, serong mengenai mulut, periuk bila lubangnya tidak persis.

Tale, = atehe, ale; = juga: suhat.

Talektek = talaktak; jolma talektek, orang yang sosok tubuhnya kecil.

Talembas, bdk embas; martalembas, menari dengan berbaris dan melambaikan tangan.

Talentes, manalentes (bdk lentes), leluasa, lapang, terbuka, bebas (jalan); langit na manalentes, terbuka mengenai langit.

Talete, rak dalam rumah untuk menyimpan piring; talete ni parbinanga, rak untuk menjemur ikan.

Talha, torehan kayu, takik pada balatuk; anak tangga.

Talhis, dapat didengar di kejauhan; talhis soara borngin, pada malam hari jauh kedengaran.

Tali, tali, benang; tali ni ninggala, cantelan bajak; tali ni hudali (panggu, gairgair), gagang pacol; ndang tali be
geon, kedengaran bunyinya tidak harmonis (musik); talitali, penutup kepala berupa kain yang dililitkan; manali, mengikat; patalitalihon, menalakan (ogung, husapi); martali, mengukur dengan tali; partalian, sebidang tanah yang telah diukur; juga : bagian jalan yang telah ditetapkan untuk harus dikerjakan oleh keluarga; talian, idem; tali ni biola, tali biola; tali, nilai uang = 25 sen; uang Batak = 3 uang.

Talindan, masitalindanan, berliku-liku, ke atas ke bawah atau ke kiri ke kanan; martalindan, berbelit-belit mengenai akar.

Talinga, patalinga, sejajar, paralel, serupa jenisnya, sama nilainya; yang satu tidak kurang dari yang lain.

Talingkas, (bdk balingkas), masitalingkasan, membolak-balikkan; saling bergumul, terjang-menerjang.

Talisik, manalisik, dalam keadaan sunyi senyap, mati sepi, tenang sekali.

Tallik, manallik, manallihi, menetak, memotong, memarang; tartallik, kena parang (rabi); hona tallik, idem; masitallihan, saling membacok, saling memarang, parang merang.

Tallo, berselang lama, jarang, jarak waktu agar panjang.

Tallong, lama, terlambat.

Tallus, membebaskan diri, melepaskan; tallus sian roha, hilang dari ingatan; manalushon, menolak , melupakan, menampik, mengenyahkan.

Talmak, gepeng, penyek, rata msl hidung.

Talmis, berlemak (makanan); talmis ni bibir, kata-kata yang licin.

Talnga, tidak ditanami (tanah).

Talpak, ujung, batas, akhir, penghabisan; partalpahan, perbatasan, akhir.

Talpas, = sahat.

Talpe, tersedia dan mudah diambil, letaknya dekat; manalpenalpe, meminggir-minggir; patalpehon, meletakkan dekat.

Talpok, = manalpokhon, memecahkan, mematahkan; matalpok, pecah, patah.

Talpuk, matalpuk, jatuh, gugur, luruh, copot.

Talpung, manalpunghon, membuang menir (monis) sewaktu membersihkan beras.
Talsu, melepaskan sesuatu yang tadinya terikat.

Taltal, manaltal, mencincang, memukul, memarang; menjawab orang sekasar ia sendiri berbicara.

Talu, I. kalah, takluk; manaluhon, mengalahkan; hataluan, kekalahan; partaluan, orang yang selalu kalah; marsitalu gogo, berlomba untuk menang; pataluhon roha, bersikap mengalah; tunggal panaluan, tongkat ajaib; na so ra talu,
yang tidak dikalahkan; nama sej kayu yang keras. II. bonang manalu, benang berwarna tiga yaitu: putih, merah dan hitam.

Talun, tanah tandus yang dulu telah dikerjakan dan ditanami; situmalun, = tano, tanah (And); manaluni, membuka perladangan.

Talungkup, = huphup.

Talup, = tama; martalup ni roha, demikian baik hatinya sehingga setiap orang dihunjuknya apa yang akan diperbuatnya, hak apa bakal baginya, tau diri, merasa mampu tanpa sombong, bersifat semestinya.

Talutuk, tiang penyembelihan orang yang dipakai untuk mengikat orang untuk dibunuh; harhar talutuk, uang penebus orang yang mau dibunuh pada tiang itu; manalutukhon, mengikat orang dengan punggungnya pada tiang itu.

Talutus, manalutus, sempurna, lih utus.

Tam, I. tiruan bunyi tembakan senapang; marlatam, berdetus. II. ndang tartamhon, tidak tertahan; nitamhon so tartamhon, dicoba menahannya akan tetapi tidak berhasil, sia-sia menyabarkan.

Tama, patut, wajar, layak; na tama, yang patut; tumama, lebih patut; adong na tama, mengenai seorang perempuan: dia telah hamil; sipatamatama, dikatakan mengenai orang yang berbuat seolah-olah keadaannya baik dan kaya msl saudagar yang berpakaian indah dan bertindak sebagai orang kaya supaya orang akan membeli kepadanya, berpura-pura berbuat baik.

Tamanang, darah nifas, haid; tamanang bulanon, haid, menstruasi.

Tamba, tambah, apa yang ditambah; manambai, menambah, ditambahkan sesuatu; tamba ni, lagi pula; panambai, tambahan; sitamba, sej padi.

Tambak, makam, kuburan di tempat yang agak tinggi dan biasanya ada ditanam bunga.

Tambal, gagang sasabi.

Tambalahut, sej pohon kayu.

Tambang, lebar, melintang; mengganggu; gadu tambang, bendungan yang dipasang melintang untuk menahan air.

Tambor, obat penawar, reramuan obat tradisional.

Tambarak, abu rokok.

Tambat, tertambat, terikat; manambat, menambat, mengikatkan, menali.

Tambe, sej anyaman mirip dengan tikar, yang dapat digulung dan ditarok di punggung untuk dibawa.

Tambeas, tidak sopan berpakaian, tidak patut berpakaian.

Tambelung, manambelunghon, di-katakan mengenai wanita yang memakai pakaiannya untuk menggendong anak.
Tambihul, tumit kaki.

Tambilang, penggali, sekop; ansuan, yang berujung besi.

Tambing, I. manambing, menanduk; tambing, = duri sibahut. II. benjol mengenai mulut.

Tambisnu, sej pohon yang merupai perdu.

Tambirik, kuku ternak; bola tambirik, setengah kuku yaitu seperdelapan kerbau yang menjadi milik bersama beberapa orang; tambirik ni gaol, tunas pisang yang muda.

Tambok, bendungan; manambok, membendung air.

Tamboling, manamboling, melarikan diri ke tempat yang jauh.

Tambon, pantat manusia, dubur.
Tambor, gemuk, tambun, tegap; manambori, meninggikan tanah disekeliling tanaman, menimbunkan dengan tanah, menggemburkan tanah sekitar tanaman, mengonggokan tanah di pangkal tanaman.

Tambos, besar mengenai tubuh, tegap dan sekaligus kuat, kuat tampan.

Tambul, makanan yang dipakai sewaktu minum tuak, sangsang disantap sambil minum tuak.

Tambun, I. = tamba, banyak. II. tambun, timbunan, bukit kubur; manambun, membuat kuburan; panambun, menggali kuburan; tambunan, timbunan, tembok, yang dipasang dalam air untuk menangkap ikan, kalau turun air itu; nama marga; patambunhon, menimbunkan.

Tambus, manambusi, membawa persembahan pada orang mati dengan menarok daging di kuburan dan mengucapkan kata-kata berkat (jambar ni begu dan jambar ni na mate).

Tami, tamitami, pemberian, hadiah; marsitamitami, mempersembahkan, memberikan, menghadiahkan; martamitami, idem; manami, membagi-bagi daging karena suatu peristiwa yang menggembirakan.

Tamiang, = tangiang.

Tamis, manamisi, mencairkan; ditamisi bage, begu telah membunuh anak di rahim ibu dengan mencairkannya.

Tamonding, (bdk onding), manamondinghon, menyembunyikan, merahasiakan, merondokkan.

Tamosu, sej pohon kayu.

Tampadak, sej jamur yang menimbulkan gatal.

Tampak, I. puntung lebar, tidak runcing pada ujungnya; manampahi, menumpulkan msl pada andalu yang menjadi runcing karena sering dipakai; tampahan, ujung benda-benda, akhirnya kejadian, kesempatan, perkara; tampahan ni butuha, usus dekat dubur; ruar tampahan ni butuha, duburnya keluar; martampahan, berakhir. II. tambak, kompak, serentak, bersama, berkumpul; tampakna do tajomna, bersatu kita teguh.

Tampal, apa yang ditambahkan
untuk memenuhi muatan, selipan, tempelan.

Tampang, bibit padi yang telah diasingkan sewaktu panen.

Tampar, galah yang ujungnya lebar untuk mematikan burung; manamparhon, menangkis pukulan, menahan pukulan; sinjata manamparhon, senjata untuk membela diri; mate ditampar lali, mati sewaktu lahir, mati bersalin.

Tampetampe, pemberian hadiah yang dikirim kepada famili melalui orang ketiga.

Tampiar, manampiar, garang, bringas, bengis; bdk piar II.

Tampias, cacing pita; tampiason, bercacing pita, cacingan.
Tampil, = siat, muat.

Tampin, manampin, menampung, meletakkan; santampin, satu bungkusan kecil, sebungkusan.

Tampiogung, sej labah-labah kecil.

Tampis, tidak bocor, disusun padu, rapat msl atap; rapat dianyam, tertutup.

Tampon, manampon, menaruh sabar terhadap orang lain, menyabarkan.

Tamponok, sej kumbang (berwarna hijau).

Tampua, sej tumbuhan.

Tampuk, tangkai (daun atau buah); martampuk, jatuh dari tangkainya; manampuhi, mengeluarkan tangkai dari buah; urat ni ateate, tampuk ni pusupusu, aorta, urat nadi, kesayangan.

Tampul, manampul, memarang, memenggal; manampulhon, memakai sesuatu untuk memenggal; tampulan ni asu, punggung anjing; tampultampul, sej tumbuhan merambat.

Tampulak, kucing yang liar, kucing hutan.

Tampurung, tembolok, perut penambah biak.

Tampurus, manampurus, mengambil sedikit dan sisanya dihancurkan msl memetik buah dikebun dan selainnya dihancurkan.

Tamtam, tumpul (perkakas).

Tamue, tamu; manamuei, menjamu, menamui; partamue, tuan rumah; partamuean, hal menamui, penjamuan; partamueon, perjamuan, hal menamui; na ro tamue, ada anak lahir.

Tan, = sian.

Tanak, banyak sekali, mantap, mewah, melimpah, lengkap; patanakhon, melimpahkan, memperbanyak, menambah hingga lengkap.

Tanda, kenal, bukti, tanda; tanda, terang dapat dikenal, dapat dilihat; tanda paboa, tanda bahwa; mananda, mengennal, mengakui, mengetahui; tumanda, idem; tandatanda, cindera mata, tanda pengenal; masitandaan, saling mengenal; tanda tangan, tanda tangan; martanda, membubuh tanda tangan; partinandaan, tanda, ci-ri, perkenalan; patandahon,
memperkenalkan, menjelaskan.

Tandak, manandak, menyepak ke belakang mengenai kuda, menendang ke belakang dengan kaki belakang.

Tandan, tandan.

Tandang, martandang, berkunjung, merantau, tandang menandang bepergian, mengadakan kunjungan; manandangi boruboru, mengunjungi/ mengejar wanita; manandangi juji, pergi ke tempat penjudian; marmusu tandang, memasuki daerah musuh; babiat tandang, harimau yang berkeliaran di luar territoriumnya; ulubalang tandang, penghulu perang yang menyewakan dirinya di kerajaan asing; tandang marbada, mengadakan perjalanan untuk menaburkan perkelahian; manandanghon, membawa sesuatu (hata, barita) oleh karena ia pergi bepergian; manandanghon habeguon, memperlihatkan keberanian.

Tandap, (bdk andap), terang, mantap, tegas, jelas, nyata; patandaphon, menyatakan; mamandap, hanya, saja, cuma; manandap tu eme saluhut, segala-galanya dibeli hanya dari hasil padinya.

Tandetande, semut putih.

Tandi, jelas terlihat bedanya, mencolok, menonjol, baik sekali dalam arti positip dan negatip; tumandi sian, lebih menonjol dari, samasekali lain daripada; situmandi, salah satu dari sungai Batang Toru.

Tandiang, sej paku pohon pakis. Tanding, = selep.

Tandok, I. wadas, karung, sumpit lonjong, untuk menyimpan beras. II. besar, ganteng; situmandok, bumi; patandokhon, mengakhiri sesuatu dengan bagus.

Tandol, rendah, tidak dalam, landai, dangkal mengenai air.

Tandos, (bdk andos), tandas, tertumbu pada sesuatu, tiba; masitandosan soara, saling menyapa; patandoshon, menyampaikan sesuatu, menandaskan.

Tandu, tandu.

Tanduk, tanduk; tanduk ni ruma, tanduk kerbau yang dipasang orang-orang kaya di atas rumah mereka; sitanduk, sej pisang; marbau tanduk, marah, murung msl mengenai bau tanduk yang dibakar; pamunu tanduk, hobatan yang membuat orang dapat membunuh dari jarak jauh; P.B.: unang pinortanduk na so tanduk niba, orang tidak boleh terlalu bangga mengenai sesuatu yang tidak dimiliki, tidak boleh memperagakan dirinya dengan milik orang lain.

Tane, I. martane, mandi uap. II. martane, membagi-bagi tuak kepada teman-temannya; partanean, tempat pembagian tuak.

Tang, matang, kukuh, kuat, dewasa mengenai orang dan binatang; kukuh mengenai tembok; tang marsinjata, demikian besarnya sehingga ia bisa membawa senjata; tang marsoban, demikian besarnya sehingga ia bisa mengambil kayu bakar; tang marmahan, demikian besarnya sehingga bisa menggem
balakan; tang haumana, ladangnya luas; tang indahan, nasi ada banyak.

Tanga, kepinding, kutu busuk.

Tangan, tangan; mardua di tangan, membagi dalam dua bagian yang sama; partanganan, lengan pakaian; manangannangan, memandu, membawa dengan tangan; tinangantangan, hanya dapat dibawa dengan tangan; martanganhon (dipartangan), membagi-bagikan dengan tangan; juga: menyimpan; ina ni tangan, ibu tangan, jempol; anak ni tangan, kelingking.

Tangar, lebar kelihatan mengenai mulut periuk, lebar mulut.

Tangasan, gadis yang harus lama menunggu kekasih, gelisah menanti ibarat seorang gadis menunggu kedatangan kekasih.

Tangga, tangga; tanggatangga, tangga; tangga ni ari, bilangan hari pada peraturan; tangga sideak haijuran, tangga (dalam doa dukun); martanggatangga, bertangga-tangga; anak ni tangga, anak tangga; manangga ari, menentukan hari (tanggal) pada persetujuan; panangga, anjing (kata halus); tangga hambing (= tagahambing), teras.

Tanggak, segan, bersikap hormat, enggan terhadap yang lebih tua, yang atasan.

Tanggal, I. tanggal, terbuka, terhapus, lepas ikatan (tali); mananggal, menanggal; tanggaltanggal, bekas ikatan; tanggal bajuna, (dari seorang ibu): bersalin, melahirkan. II. sej bubu ikan. Tanggam, = tagam; datu tanggam di langit, = pane na bolon.

Tanggiling, tenggiling; hira dila ni tanggiling, penipu, munafik, bak lidah tenggiling: seperti tenggiling manis hingga semut berkumpul untuk ditelan.

Tangging, rentang, tegang, regang; manangging, merentang, tegang.

Tanggir, = tangging.

Tanggis, sitanggis, tumbuhan berbau wangi, setanggi.

Tanggo, I. liat, teguh, solid; juhut satanggo, sekarat daging; tanggotanggo, idem; mananggoi, mencincang, memotong-motong daging; martanggotanggo, berbentuk potongan halus; martinanggo, melangsungkan perhelatan dengan hidangan daging. II. tanggo, teguh, kuat, tidak mudah putus mengenai tali.

Tanggompul, sej ulat hitam yang bisa dimakan.

Tanggor, gema, gaung; sitanggor, nama daerah.

Tanggu, mananggu ari, menentukan hari.

Tangguar, tali kendali lembu.

Tangguk, tangguk menangkap serangga msl walangsangit (antingano).

Tanggul, mananggulhon, pembalut, perban tangan untuk menangkis pukulan; membuat pembalut, menepiskan, menangkiskan.
Tanggule, madu.

Tanggulon, = tanggule.

Tanggung, mananggung, menanggung, menjamini kredit.

Tanggungan, kayu yang didodos/ditoreh untuk tempat makan ternak.

Tanggurung, punggung; hau tanggurung, tulang punggung; limutlimuton tanggurungmu, tuabangka; tanggurung ni bitis, tulang betis.

Tangi, manangihon, mendengarkan; tumangihon, idem; mananginangi, menguping; pananginangi, pendengar, penguping; patangitangi, mendengarkan; martinangi, sudi mendengarkan.

Tangiang, doa; martangiang, berdoa; manangianghon, mendoakan; masitangiangan, = (juga tamiang), saling mendoakan.

Tangis, menangis; tumatangis, = tangistangis menangis; tatangisi, = manangisi, menangisi seseorang atau sesuatu; manangishon, menangis karena sesuatu.

Tangka, takik pada tangga (= balatuk) atau pohon kelapa; manangka, menakik.

Tangkal, I. sampah-sampah busuk, timbunan pupuk kandang; panangkalan, idem. II. manangkal, mencegah kebinasaan; panangkalon, daya-upaya untuk mencegah kebinasaan, yang jahat.

Tangkang, bandel, tegar, keras kepala; patangkang, menegarkan; dipatangkang rohana, dikeraskan hatinya, bersifat menentang.

Tangkap, = tangkup.

Tangkar, muk, takar (an); manangkar, memberi makan, memelihara; na tinangkaran, seorang yang dipelihara.

Tangkas, I. tangkas, terang, nyata; tangkas huboto, saya tahu betul; tangkas tarida, nampak jelas, dapat terang dilihat; manangkasi, menjelaskan, menegaskan, menyelidiki; patangkashon, menerangkan dengan jelas, diterangkan persis; manangkas, tidak beralas; podoman manangkas tu papan, mempunyai papan melulu sebagai tempat tidur; manangkas songon i modom, tidur dengan tidak memakai tempat tidur. II.tuak tangkasan, tuak persembahan.

Tangke, beliung, kapak; tangke pen, tangkai pena.

Tangki, pakaian yang diolah dari kulit kayu, seperti dulu dipakai sebagai ikat kepala; ulos tangki, pakaian dari kulit kayu, selimut kulit kayu.

Tangkihik, manangkihik, menggigit tulang rasanya, menerus; manangkihik ngalina, dingin betul-betul, menggigit dinginnya.

Tangking, manangking, menggendong; manangkingi, mengistirahatkan, memperhentikan; tangkingan, jerat tempat menggantungkan senjata; tangkingan ni hata, = paradianan ni hata.

Tangkir, rokok, sigaret; satangkir isap, selama orang merokok sebiji sigaret.
Tangko, manangko, mencuri; panangko, pencuri; panangkoon, pencurian, hal mencuri; tangkotangko, idem; hona tangko, kecurian; panangkoan, na tinangkoan, orang yang kecurian; haroro ni panangko, petunjuk waktu, jam 12 malam; sitangko jarum, nama sej burung kecil; tangko raja, bila orang mau mengambil sesuatu kepunyaan orang lain karena sangat perlu dan sipemilik tidak ada, maka ini dibenarkan, akan tetapi hal ini harus diberitahukan segera kepada pemiliknya bila ia datang; tangko hatoban, pencurian yang betul.

Tangkok, = nangkok.

Tangkol, enggan, tidak rela, tidak mau.

Tangkop, borasopati ni tangkop, nama hari ke-12 menurut penanggalan Batak.

Tangkual, tidak matang, mentah dari pinasa dan tarutung (durian).

Tangkuhuk, tengkuk, kuduk.

Tangkuju, air gunung, air hujan yang mengalir.

Tangkup, I. tangkap; manangkup, menangkup; ditangkup roha, mengerti, menyetujui; manjalo matangkup, dengan suka hati menerima, menerima dengan kedua tangan. II. tangkup, tangkup, tahan.

Tangkur, ukuran isi yang dibuat dari bambu 1/2 solup.

Tangkurak, tengkorak.

Tangsi, = tangsi. Tangtang, = tanggal, lepas; manangtang, melepaskan.

Tanja, lembing panjang.

Tanjung, tanjung; pulo tanjung, semenanjung; martanjungi, melompat ke dalam air; P.B.: lilian martanjungi lupa mangusa, siapa menghabiskan waktu dengan melompat-lompat ke dalam air, akan lupa akan membersihkan badannya.

Tano, tanah, negeri, bumi, daerah; tano hudon, tanah pekat; tano liat, tanah liat; tano tangko, tanah liat; tano tako, batu-batu; liat tano on, seluruh dunia; tano hagodangan, tanah air; pinggol tano, pekak labang; manano pinggol, mengeraskan pendengaran seperti tanah; tanotano, daun yang terkecil tumbuhan sirih; tano bohina, mukanya suram, bersusah hati.

Tanom, mananom, tanam, mengubur, dikubur, dimasukkan ke dalam tanah; mananom roha, membiarkan segala sesuatu melampui diri, menerima saja tanpa komentar; tartanom, dikuburkan, tertanam; tanoman, makam, kuburan; patanomtanom bisuk, paullopullop oto, memperbodoh-bodoh diri untuk menipu orang, berlagak pilon.

Tarsir, runcing, tajam; manansiri, menajami, meruncingi.

Tanta, mananta, anak yang belum dapat berjalan dipimpin dengan dua tangan, menata tangan anak untuk belajar melangkah.

Tantan, bergantung ke bawah; manantan, menurunkan; membuang
air besar (dikatakan mengenai anak-anak); manantan manuk, mengeluarkan induk ayam bersama anak-anaknya dari sarangnya; manantani horbo, membayar harga kerbau yang dimilikinya bersama orang lain sehingga ia sendiri sekarang pemiliknya; tali tantan, tali gerak, tali yang dipakai untuk menurunkan sesuatu; masitantanan, mengadakan persetujuan tentang milik bersama sehingga seorang sekarang memiliki semuanya.

Tantas, manantas jabu, membongkar rumah.

Tao, danau; palugapataohon, melayar jauh dengan orang di danau untuk membunuh dia; pada permulaan menolong orang, sesudah itu dibunuh; mendayungi jauh seseorang dan kemudian membinasakannya, mula-mula di-tolong lantas mematikannya.

Taoar (juga taor), obat penawar, obat terhadap racun; manaoar, mengobati orang; panaoaran, tempat yang mematikan pada binatang buruan.

Taoas, tawas.

Taon, I. tahun; sataon eme, setahun padi (7 bulan); taon jagung, tahun jagung (3 bulan); taon bolon, 12 bulan; ak ni taon periode di waktu mana tidak ada padi di ladang; sitombuk taon, orang yang mula-mula menaburkan padi; na taon i, tahun yang lewat; taon i, tahun yang akan datang; partaonan, musim; martaontaon, bertahun-tahun. II. manaon, merasakan, menanggung, menahan, menderita; sitaonon, penderitaan; manaon na porsuk, menderita (celaka); manaonhon, menanggung sesuatu; manaoni utang, menanggung utang orang lain; pataonhon utang, memindahkan utangnya kepada orang lain. III. manaoni, menjerat, menangkap, memasang perangkap; taontaonan, jerat, perangkap; taonan ulok, cara bagaimana menangkap ular; taon, terpasang mengenai perangkap; taon be bodilna dompak musu, semua mereka telah mengarahkan bedil ke arah musuh.

Taor, lih taoar.

Tapak, sandal; tapak ni pat, telapak kaki; tapak ni tangan, telapak tangan.

Tapang, siap, sedia; boru tapang, seorang gadis yang sudah disediakan untuk seorang laki-laki, artinya: sebelum lahir gadis itu, sudah dijanjikan kepada pria tertentu; sitapangi, arus air dari kolam.

Tapar, = patar.

Tape, tapean, sepotong kayu pada mana dibuat benang yang kusut untuk diuraikan, kayu runcing alat pengurai benang.
Tapettapet, kena, persis, tepat (= topettopet).

Tapi, I. tetapi. II. kucing (halus) = sitapi. III. sitapitapi, sej burung.

Tapian, air tempat mandi; air minum; martapian, mandi; tapian na uli, teluk Sibolga.

Tapilulus = sapilulus.

Tapis, tapis, saringan; manapis, menapis, menyaring; tar
pangan tapis, termakan racun; tapis ni hata, berbicara secara berselubung, kata sindiran.

Tapol, tapolon, mempunyai gigi berlapis-lapis, gigi dobol oleh karena karena gigi yang baru tumbuh di samping yang lama; manapolhon, mengenakan pakaian di atas pakaian yang lain; tapoltapol, mengenakan pakaian di atas yang lain untuk menghematkan kain itu; martapoltapol, mengenakan pakaian di atas yang lain.

Tapongan, bakul, keranjang kecil (berisi 2 solup); ucapan selamat waktu menabur; sangkambiur ma satapongan, semoga sebulir padi dapat membuat penuh satu tapongan; horbo sitapongan, kerbau yang kecil dan yang gemuk, raksasa.

Tapor, (bdk topar), matapor, patah, pecah mengenai periuk; na matapor, retak; manapori, memecahkan, mematahkan sesuatu.

Taptap, manaptap, membasuh, mencuci (pakaian).

Tapu, I. matapu, terpetik, terkulit msl mengenai cacar, daun; manapu, memetik buah, daun-daun; II. taputapu, ulos yang dipakai sebagai pelindung terhadap sinar matahari dengan cara melilitkannya pada kepala, kain peneduh yang dipakai terhadap matahari.

Tapus, sej tanaman sayur yang menghasilkan sayur asam.

Tar, kira-kira, seolah-olah, agak; tar songon, kira-kira, seperti; tar rara, kemerah-merahan; tar lunjung, agak me-manjang.

Tara, loba, tamak; daon tara, makanan untuk memuaskan kerakusan; taratara, kemarahan; pasombu taratara, memuaskan hawa nafsu; tarataraon, memarahi karena tamaknya.

Taragu, daging yang dimakan pada pesta marunjuk, daging perhelatan pesta kawin.

Tarahuak, I. sitarahuak, sej tumbuhan yang daunnya dijadikan obat mata. II. mangan sitarahuak, makan upa suhut pada suatu pesta (= mangan sipitu dai).

Tarajuan, sitarajuan, sisik/
lapis keras pada remplo ayam.

Tarak, sitarak, sej pohon; la-jur parhalaan, se-per duabelas dari parhalaan; sitarak na sampulu dua, sistim perbintangan (parhalaan) yakni satu lajur dari duabelas sistim perbintangan; penerimaan (u-ang) oleh orang tua pengantin puteri sebagi ganti rugi yang dikeluarkan buat penitian ha-ri, yang dibayar oleh orang tua pengantin pria.

Taram (= tagam), manaram, menyangka, waswas, berjaga diri, mawas diri; molo masa taram di jae, masa ma arap di julu, bila orang berjaga-jaga di hilir, dengan sendirinya cemas juga orang yang di hulu = sama-sama waspada, kedua belah pihak, mawas diri; masitaraman, saling berjaga.

Taran (= tagan), ketika waktu, semasa, sewaktu, selama; taran so, sebelum.
Taraoang, terawang lobang kecil dalam pola kain tenun, rajut merajut, menyulam.

Tarapang, sej pisau.

Taratara, selera, perasaan; pasombu taratara, memuaskan selera.

Taratoat, seruling bambu.

Taratullit, sej pohon bergetah gatal di kepala.

Tarbakta, petunjuk waktu: jam 08.00; tarbakta raja, jam 09.00.

Tardas, jelas kelihatan, datar, terbuka, tanpa semak atau penutup; tardas di dadang ari, kuat disinari matahari; tardas di ombus alogo, terbuka kena hembusan angin.
Tare, manarehon, tadah, menadah, siap menerima, tampung, menampung; manarehon pinggol, mengarahkan kuping; panarean, tampungan, alat penadah; simanare, = badan (And); manare, duduk di bawah pohon, menunggu sampai jatuh buah.

Targe, targetargean, = tergetergean, berdahak, serdawa.

Tarhan, tarhantarhanan = tergetergeteran, serdawa, berdahak.

Tarhap, lahap, rakus; tarhap mangan, rakus sewaktu makan, makan congok.

Tarias, I. sej burung nuri. II. manariashon, bdk ias.

Tarik, manarik, tarik, menarik, meluruskan mis tali, menalakan, mencoba atau sudah serasi bunyinya mengenai permainan gendang; tarihon, perangkap untuk menangkap tikus.

Tarima, manarima, memberi, membagi-bagi; na manarima, yang membagi, tuan rumah, pembagi.

Taring, duri-duri yang terdapat pada ikan tertentu seperti sibahut; manaring, menusuk dengan duri-duri itu.

Taringka, setrika; manaringka, menyetrika, menggosok pakaian.

Tarantin, jerat (tali) pada perangkap; juga: cincin pada kaki ayam, pembebat kaki ayam.

Taripar lih ipar.

Tarira, manarira, menusuk karena kedinginan; susah hati: sangat menaruh kasihan, memilukan rasa penderitaannya.

Taris, manaris hata, meminta maaf dengan kata-kata yang bagus sewaktu memberikan hadiah (yang sebenarnya tidak cukup), berlagak pemurah padahal tidak.

Tarisopo, lantai balai, bagian bawah balai (sopo), dimana orang berkumpul.

Tariti, tengkuk kuda dimana terdapat surai.

Taritis, limpah.

Tariur, manariur, bercahaya, bdk tiur.

Tarngek, membungkuk, tertekan ke bawah sesuatu yang menimpa.
Tarngok, kemati-matian, mati suri.

Taroktok, denyut jantung yang terasa memukul-mukul; mabukbak taroktok, mallobuk taroktok, jantung berdebar-debar karena ketakutan, rasa hati berbicara, jantungan.

Tarombo, sisilah, asal usul.

Taropong, teropong, teleskop; manaropong, meneropong.

Tartar, = bolong (Angk); hatartaran sanggul, hadekdehan sanggul, keguguran.

Taru, manaruhon, mengantarkan, membawa, menuntun; pataruhon, mengantarkan orang-orang yang mau pergi; manarui, selalu membawa; taruan mangan, taruan minum, mempunyai pelayan yang mengantarkan makanan dan minuman, artinya: kaya; martaru, berlomba, bertaruh; tarutaruan, pertaruhan; martarutaruan, menguji kekuatan dalam bicara dll; tinaru, telur; martinaru, bertelur.

Tarubuk, sej ikan laut.

Tarugi, lidi, serabut ijuk yang keras; P.B.: niarit tarugi, sai tong porapora, molo tinean na uli, teanon do gora, bila diarit lidi ijuk, selalu saja suka patah, kalau sesuatu diemban, bersiaplah menanggung risiko.

Taruk, jerih payah pada tubuh.

Taruma, kolong rumah.

Tarumbara, tempat di bawah rumah = taruma, juga taumbara. Tarungtung, tarungtung ni hudali, kayu yang diikatkan disebelah tangkai hudali dan dibawah gigi.

Tarup, atap; manarup, mengatap; sitarupon, rambut (And).

Tarupuk, tunas padi yang belum membuka lipatan daun, kuncup tunas padi yang belum berdaun.

Tarus, manarus, mengambil tuak dari pohon enau dan meminumnya (siang hari perbuatan ini dibolehkan malam dilarang); panarus, pencuri tuak; panangko paragoan, panarus pangarungga, kata pencuri dia kehilangan, pencuri bahwa ia kena pencurian tuak membuat duri-duri ke-liling pohon enau (untuk melindungi dia dari pencuri); manarus, menyusu; panarusan, ibu yang masih menyusui; patarushon, menyusukan, memberi bayi menetek, menyusui.

Tarusopo, ruangan dalam sopo tempat penyimpanan padi dan disana juga tidur para pemuda kampung; partarusopo, pemuda.

Tarusur, manarusur, enak kedengaran.

Tarutaru, pupuk kandang, kompos.

Tarutung, pohon dan buah durian; juga: disebut nangka belanda.

Tas, (= tes), bunyi menokok; patutastas, menokok-nokok msl martil.
Tasak, selesai, siap diperbuat, dikatakan mengenai luluk yang harus diolah dulu oleh karena padanya ditambahkan air
abu; manasak luluk, disiapkan, dibereskan; patasakhon, menyiapkan apa yang masih kurang beres, membereskan.

Tasik, karat; martasik, tartasik, tasihon, berkarat; siboru tasik, sej burung elang, bangau putih.

Tastas, manastas, menebas, membongkar, menjebol, mematahkan, mengoyak; sitastas nambur, yang pertama berangkat pagi-pagi mulai berjalan dan oleh karenanya mengambil semua embun (air embun), perintis embun, orang yang pertama lintas, perintis perjuangan/perjalanan; patutastas, lih tas.

Tata, I. mentah mengenai buah-buahan, belum matang mengenai apa yang mau dimasak; aek tata, air mentah; mangata, makan mentah; sitata, sej pisang liar yang dapat di hutan. II. martata, ketawa; dipartatai, menertawai.

Tataganing, bdk taganing.

Tatangisi, bdk tangis.

Tatap, I. manatap, memandang, melihat keluar, melekat di kejauhan; manatapnatap, memandang-mandang, mengamat-amati di kejauhan; panatapan, tempat pemandangan; parroha panatapon, orang yang memandang jauh, berpandangan (arti kiasan); orang yang mengurus sesuatu jauh sebelumnya; marpanatap, berlaku sabar, yang sudi memberi ampun. II. sitatap, si upik, gadis cilik, perempuan kecil, bayi perempuan yang belum bernama.

Tatar, martartar, gemertak, gemeresik.

Tataring, perapian, dapur, tungku; satataring, yang termasuk satu tungku yaitu satu keluarga; piga tataring, berapa keluarga; di tataring, di perapian yaitu perempuan yang sedang melahirkan anak; partataring di tangkuhukna, yang mengusung perapian di atas tengkuknya yaitu seorang yang sering pindah; tataring na basang basuhi, tataring sideak halasan, tungku yang berjasa banyak dipakai, tungku sangat istimewa banyak rezeki (dalam tonggotonggo = doa mantera).

Tating, I. manating, menjinjing, membawa sesuatu di atas telapak tangan; tatingan, jinjingan, apa yang dibawa pada telapak tangan msl makanan usungan bagi orang yang tidak dapat dipikul. II. tating, semua ada, ada berlimpah-limpah, semua familinya masih hidup; tating hamoraon di nasida, mereka mempunyai semua kekayaan, kekayaan langgeng menyertai mereka.

Tatuan, singgasana, takhta; nyanyian para wanita: di huta ibotonta sisingamangaraja, na hundul di tatuan, na malo marhatahata.

Tau, sanggup, pantas, sesuai, cocok, serasi untuk sesuatu; tau bahen (gabe) sulusulu, cocok untuk dipakai sebagai suluh; tau poda, pantas untuk dipelajari; hatauon, kecakapan, kesanggupan; patauhon, menyeleraskan, mencocokkan; sitautau (lulut na tau di ibana), orang yang tidak berperangai, yang mudah menyesuaikan dirinya dalam segala hal asal
kan berkenaan dengan keuntungannya sendiri; pangatauan ni roha, orang yang dipercayai; marpangatauan tu, percaya kepada, mengandalkan pada.

Taumbara, kolong rumah.

Taung, penyakit pada pelir yang membesar, bengkak pelir.

Taup, manaup, mengambil untuk diri sendiri; manjalo mataup, menerima dan menjadikan miliknya.

Te, tahi, tai; te ni horba, tai kerbau; te ni api, jelaga; te ni bintang, komit; te ni pinggol, tahi telinga; te ni hudon, jelaga pada periuk, kerak abu pada periuk.

Tea, manea, mengangkat, membidikkan senapang; diteatea begu, semoga begu memikat anda untuk dibinasakan; gondang paneanea, gendang keserupan, gendang dengan mana orang memanggil begu agar ia turun ke medium; teatea, sej tumbuhan; pateatea, memegang dihadapan msl senapang dengan kedua tangan; maneanea, menyampaikan sesuatu, satu piring dengan makanan persembahan; ulos untuk memperoleh berkat datu.

Teal, miring, timpang, berat sebelah, oleng, menunjuk ke bawah mengenai daun timbangan; na teal songon hinallung, membuat dirinya seolah-olah besar tetapi tanpa sesuatu yang terjadi; na teal pangkulingmu, caramu berbicara tidak pantas; na teal martigatiga, tidak cakap untuk berdagang; manealhon, menarik orang ke bawah, menggoda; manealneal, mengusung daging yang digantungkan pada tali.

Team, percaya (kata yang lebih halus daripada pos), yakin; ndang team, sama sekali tidak percaya lagi; team ni roha ma na so sibahenon, jangan sekali-sekali bersifat angkuh.

Tean, manean, mewarisi; tumean, idem; teanteanan, siteanon, warisan, peninggalan; panean pewaris; na tinean, idem; paneanan, warisan, pewarisan.
Teas, tidak sopan mengenai berpakaian; mangunteas, memandang enteng, tidak cukup dipersiapkan msl dalam perang; siaji teas, jimat dari logam yang diletakkan dalam ikat pinggang dan membuat pemakainya kebal, jimat kekebalan.

Teba, (= eba), tebateba, sisa- sisa makanan, restan; manebahon, menyisakan sesuatu.

Tebal, tidak sama mengenai tangan dan kaki.

Tebur, terjurai, tergantung panjang msl kain; patebur, panjang digantungkan.

Tedak, = tedek.

Tedek, ceper mengenai piring; terbuka (tangan), telapak tangan terbuka ke atas; tedek di jolo, terletak di muka seseorang yang terluka; manedek, minta dengan mengulurkan tangan, merentangkan tangan dengan terbuka untuk menerima sesuatu; manedeknedek, selalu merentangkan tangan, mengemis; panedeknedek, pengemis; panedeknedek di ingkau do ahu, pangidoido di indahan, saya
harus mengemis nasi dan lauk pauk; manedekhon, merentangkan sesuatu dihadapan, mengulurkan tangan; patedekhon, mengulurkan sesuatu, merentangkan sesuatu; patedek buku, membuka buku; tedek rohana, terbuka hatinya, rela.

Tegel, manegel, dikatakan mengenai seorang penjual: menunggu sampai yang diminta itu diberikan kepadanya, berusaha mendapatkan.

Teger, ramping, kurus, kerdil.

Tehe, manehenehe, meminta-minta; panehenehe, pengemis.

Teheng, miring; teheng rungkungna, lehernya miring.

Tejek, = tedek, terletak dihadapan orang, dekat.
Tektek, I. lagu pembukaan pada gendang. II. matektek = medekdek; manektek, membayar dengan segera. III. tektek balanja, sej burung kecil.

Telap, martelap, berpatutan dengan baik, berpadanan dengan baik.

Tele, martele, belum masak mengenai nasi.

Telem, sabar, manis, ramah, berhati baik.

Teleng, (bdk eleng), miring ke samping, oleng; maneleng, menurunkan harga; tarteleng, tinggal di belakang; tumelengteleng, tunduk keduabelah pihak waktu pergi, membungkukkan diri ke dua sisi sewaktu berjalan; sangsi, ragu-ragu; tumelengteleng pinggol, mendengar ke dua jurusan.

Telhang, = jungkat.

Telluk, diserondol mengenai lutut; telluktelluk, menyerondol lutut; manelluk, menyerondol lutut orang dari belakang sehingga ia menjadi terperosok; tartelluk, terperosok; telluk, juga: = torluk.

Telmek, seimbang mengenai rasa hati: senang; manguntelmek, duduk bersila.

Telong, lentera yang dipakai di kandang.

Telpang, manelpang, timpang, pincang, sewaktu membayar hutang meminta kepada perutangan agar sebahagian bunga dibebaskan dari pembayaran.

Telsu, kehabisan, tiba-tiba habis; nunga telsu hepeng sian tanganhu, uangku sudah habis; di ise ma na so hea telsu, siapa gerangan yang tak pernah kehabisan stok?

Telus, martelus, meminta hadiah dari famili; masitelusan, saling meminta hadiah sebagai tanda persahabatan.

Tembak, tembak; martembak, membidik, bermaksud sesuatu, menghendaki; manembak, idem; tembak, sasaran; na tinembak ni roha, maksud; manembahi, membidik sesuatu; partembak, penembak.

Tembal, manembal, membagi semuanya sama rata; patembaltembal, membagi-bagi sama banyaknya, seimbang.

Tembas, pengganti sesuatu se
bagai pembalasan.

Tembe, manembe bada, mencari perselisihan; manembei, mencari alasan untuk berkelahi dengan orang, memanaskan hatinya.

Tembes, saling menutup mengenai hutang dan piutang, juga mengenai pendapatan dan pengeluaran.

Teme, geram, marah; panemenemeon, dalam keadaan marah.

Tempang, = timpang.

Tendek, manendek, menambahkan uang pada perdagangan tukar menukar, bila sebuah ringgit palsu diberikan tambahan sedikit supaya lepas dari padanya.

Tenga, angkuh, bersifat pamer, suka memperagakan, megah; manengahon, mengagungkan diri, memperagakan diri; manenganenga, memperagakan, melagak, memamerkan keunggulan.

Tenggal, = bdk denggal, melengkung ke atas mengenai punggung tangan.

Tenggar, sej senapang yang memakai sumbu.

Tenggeng, manenggeng, menahan msl hujan.

Tengger, manengger, membidik, menghendaki, mengingini sesuatu.

Tengka, patengka, berbeda, tidak cocok satu sama lain; tengka, tidak terwujud; masitengkaan, saling mengganggu.

Teok, maneok, memohon berkat untuk memperoleh anak; rap tineok do anak dohot boru, putra dan putri sama didambakan: karena itu harus dicintai sama besarnya pula.

Teong, tumeongteong, dikatakan mengenai mata dengan sayu melihat ke sekelilingnya mls mengenai orang yang dipenjarakan, burung, matanya sedih seolah-olah minta dikasihani.

Tepal, = tebal.

Tepos, kencing (kata kasar); bangkol tepos, tidak bisa membuang air kecil, sulit kencing.

Teptep, sej burung kecil.

Ter, meniru bunyi; mardeter, gemerencing msl uang logam; mardeteri, membayar dengan uang logam; mamerter, idem.

Terak, terakterahon, serdawa.

Terap, terapon, bersendawa.

Teretere, siteretere, pemberian, yang tidak memerlukan pemberian balasan; manerenerehon, memberikan, menghadiahkan sesuatu.

Terge, I. manerge, merasakan, memperdulikan, mengacuhkan; ndang diterge, tidak diperdulikan, tak diacuhkan. II. tergetergean, bersendawa.

Terngas, = derngas.

Terter, manerter, kontan dibayar.

Tes, meniru bunyi "tes"; tes dipastap, ia memukulnya "tes".
Testes, patestes, merapikan, memparbaiki msl sebak, tenunan.

Tetek, titik, tetes; santetek, setetes; maneteknetek, menetes; patetekhon, meneteskan.

Tetep, suka ngomong, suka ngobrol; hatetepanna, cara menjawab semua pertanyaan-pertanyaan dengan tulus hati dan mengatakan semuanya; petunjuk umur anak waktu mana ia mulai berbicara.

Teler, sej ikan laut.

Teuk, hina, rendah; siteuhon, anjing (And).

Teus, = tois.

Tia, terbelah, koyak; maniahon, memelah, mengoyak; angka tia, pada koyak, robek-robek msl daun pisang karena angin.

Tial, humatial, berlaku gelisah mengenai anjing dan kuda.

Tiala, menolak, bertentangan, keberatan, menyalahkan; ndang tiala iba, tidak ada yang saya mau menentang; paniala ni begu do i, begitulah kata datu ke pada orang yang sakit: itu adalah oleh sebab begu marah, karena ia tidak dipersembahkan kurban kepadanya, ulah hantu itu.

Tian, = sian.

Tiang, = tiang, tiang rumah; tiang ni sopo, tiang balai (= sopo); tiang partunggal, balok penyokong yang utama, tiang tumpuan.

Tiar, terang, jernih mengenai suara; licin mengenai rambut; lage tiar, tikar tergelar, tikar yang lincin dan bersih (bdk tiur).

Tiarap, sakit paru-paru; tiarapon, berpenyakit paru-paru.

Tias, tak suka, malu; sada tias, sada malu, yang satu malu, yang lain tidak suka.

Tibal, terletak; manibalhon, meletakkan; meletakkan sesuatu dalam piring untuk dipersembahkan; tibaltibal, sesajen, persembahan makanan yang dimakan oleh yang memberi persembahan; tibalhon, menyendoki makanan; manimbalnimbal, menyelenggarakan persembahan; timbalan, berkas sebenarnya apa yang disimpan dari pemberian persembahan.

Tibas, sifat, watak, tabiat, perangai, pekerti; tibasna nama i, = bangkona do i, itu sudah sifatnya.

Tibingtibing, periuk kecil dari tanah.

Tibu, cepat, segera, dini, pagi-pagi, pada waktunya; hurang tibu, terlambat; patibuhon, mempercepat, diselesaikan dengan cepat; tibuna i, betapa cepatnya.

Tidas, tewas, tiba-tiba cepat mati; manidashon, membunuh orang sedemikian rupa sehingga ia serta merta mati, menikam mati.

Tidor, partidor, = parmata, seorang yang bisa melihat begu, yang mempunyai kemampuan melihat sesuatu yang bagi o
rang lain adalah tersembunyi, paranormal.

Tiga, pasar, pekan, pajak; tigatiga, barang dagangan; martigatiga, berniaga, berdagang; partigatiga, pedagang, saudagar; maniganigahon, memperdagangkan sesuatu, menjualkan.

Tigabolit, = talitali, surjan, serban yang dibuat dengan memintalkan tiga warna kain yaitu: merah, hitam, putih.

Tigor, lurus, jujur, adil, tulus, pantas, patut; hau na togor, sepotong kayu yang lurus, pohon kayu yang lurus; raja na tigor, raja yang adil; hatigoran keadilan, ketulusan; patigorhon, meluruskan; panigoran, jalan yang lurus dan lebih pendek; partigor, orang yang adil, tulus iklas; manigor, terus, dengan segera; manigorhon, pergi terus, langsung.

Tiha, I tuduh, sangsi, sangka, curiga; tiha rohangku do ho, saya curigai engkau; manihai, mencela, menuduh, mencurigai tanpa cukup alasan; panihai, suami yang selalu mencurigai isterinya dengan cara yang tidak adil. II. tiha, maniha, menambah uang bila orang menunjukkan suatu barang tertentu pada pembelian; paniha, apa yang diberikan extra pada jualan atau pembelian; sisi lain yang baik dibandingkan dengan waktu buruk; marpaniha, mempunyai sesuatu yang ditambahkan seseorang sebagai imbalan; P.B.: martihas na uli, marpaniha na roa, yang buruk selalu ada hikmahnya, yang baik ada saja cacatnya. Tihak, panihaknihahon, merasa badan ditusuk-tusuk msl tusukan pada lambung.

Tihal, = tial, manihal, melompat-lompat, melonjak-lonjak mengenai binatang; panihalnihalon songon hoda nambura malua, gelisah seperti kuda yang baru keluar dari kandang; martihaltihal, memercik , memancar msl darah dari luka atau air.

Tiham, maniham, tikam, menikam, membunuh; manihamhon, menikam dengan sesuatu, membunuh dengan sesuatu; angka tiham, koyak berpotong-potong.
Tihar, lage tihar, tikar yang anyamannya halus, lih juga: tiar.

Tihas, cacad, aib, kekurangan-kekurangan baik dari segi badaniah maupun susila; martihas, bercacad, beraib, mempunyai kekurangan.

Tihe, sej rotan.

Tihus, tikus; musu tihus, musuh bebuyutan, selera turun temurun dimana perdamaian tidak mungkin terjadi, seperti permusuhan antara tikus dan kucing; tihus, dikatakan bila seorang tersesak; ulok tolong tihus, ular yang bisa makan tikus; panihus, pencuri yang terus mengambil sesuatu bila ia tidak dilihat orang; panihusnihuson, kaku mengenai jari-jari tangan dan jari-jari kaki.

Tijur, ludah, liur; marsitijur, berludah; P.B.: marsitijur dompak langit sai na madabu do tu ampuan, kejahatan
yang dibuat terhadap orang lain, berbalik kepadamu sendiri; manijurhon, meludahkan sesuatu; parsitijuran, tempat orang meludahkan, tempat ludah; mardais tijur, membayar langsung utang yang timbul dari permainan judi.

Tiktik, (bdk tuktuk), maniktik, mengetok msl uang logam untuk memeriksa keasliannya, menokok pintu, menokok tempat kapur untuk menjatuhkan kapur itu; tiktik surat, sej pohon hutan.

Tilaha, anak meninggal, bencana terutama mengenai anak yang mati; tilaha goar ni halak, (panggoaron), anak sulung seseorang yang memakai namanya meninggal dunia (ayah orang Batak menyebut dirinya menurut anaknya yang tertua); tilahaon, kehilangan anak karena kematian; matilaha, idem.

Tilhang, = telhang.

Tilik, manilik, tilik, menilik, melihat dari jendela atau lubang, memantau.

Tilil, bawaan untuk satu orang; manilinili, membawa sesuatu oleh seorang diri; tilil, diasingkan, disisikan untuk diri sendiri; martilil, membuat sesuatu hanya untuk dirinya sendiri.

Tilla, girang, rasa gembira atas penderitaan orang lain; martilla, merasa gembira atas penderitaan orang lain; manillahon, menimbulkan rasa senang atas penderitaan orang lain. Tilpok, matilpok, pecah, dalam keadaan pecah, mati; manilpokhon, memecahkan, menghancurkan, membunuh, mematahkan.

Tiltal, humatiltal, melompat-lompat, melonjak-lonjak, mengentak-ngentakkan kaki.

Tima, timah.

Timak, oke, beres, seperti sepantasnya.

Timas, manimashon, menghabiskan, menuntaskan.

Timba, manimbai, timba, menimba msl air dari perigi.

Timbaho, tembakau, jenisnya: timbaho usin, timbaho bangkal, timbaho tanduk, timbaho tali, timbaho jau, timbaho sina, timbaho rano; partimbahoan, tempat tembakau; timbaho modat, candu.

Timbang, manimbang, timbang, menimbang; manimbangi, timbang-menimbang; timbangan, timbangan, neraca; masitimbangan, se-imbang; panimbangon ni rohangku, pertimbanganku; ditimbang rohangku, pendapatku; martimbanghon, tumimbanghon, dibanding dengan; metmet do ahu martimbanghon ho, dibandingkan dengan kamu, aku adalah kecil; timbang ni, senilai dengan, seharga dengan pengganti yang sama nilainya; dipatimbanghon memberikan sesuatu untuk ditimbang; Martimbang, gunung yang tinggi dekat Silindung; satimbang badan, nilai seorang seperti halnya pembunuhan yang harus dibayar dengan denda, pada perempuan yang dibunuh jumlah uang mahar akan dibayar kepadanya, pada
seorang laki-laki jumlah uang mahar yang akan dibayarnya kepada seorang perempuan.

Timbas, manimbas, atau manimbasnimbas, menghempaskan diri karena putus asa atau sedih.

Timbo, tinggi, ketinggian; sadia timbona, berapa tingginya; hatimboon, tingginya, ketinggiannya; patimbohon, meninggikan; manimboi, membuat kuburan yang tinggi; marnatimbo, berbeda mengenai tingginya, tidak sama tinggi.

Timbor, = timburak.

Timbul, meninggi, mulia, luhur; hatimbulon, kemuliaan; patimbulhon, meninggikan, memuliakan, meluhurkan, memuji-muji, mengagungkan, menjungjung tinggi.

Timbun, manimbuni, timbun, menimbunkan; timbunan, timbunan.

Timbung, manimbung, melompat ke bawah; patimbunghon, membuat, melompat; manimbungnimbung, melompat-lompat, melonjak-lonjak.

Timbur, manimbur, lari.

Timburak, debu, abu (api); martimburak, berasap dengan abu yang beterbangan kesana kesini, beterbangan bunga api dan debunya.

Timpa, timpatimpa, =lampet kecil yang diberikan kepada parsili.

Timpal, manimpalhon, membuang, melontarkan, melemparkan, mencampakkan. Timpang, berjalan pincang, tidak seimbang.

Timpas, lengkap, komplet, seluruhnya; manimpas, cukup, lengkap; manimpas gogona, ia telah mencapai tenaga sepenuhnya.

Timpor, = pintor.

Timpul, kepul, asap, uap; timpul ni aek, uap air; timpul ni barerang, uap belerang; martimpul, berasap, beruap, mengepul.

Timpus, manimpus, membungkus, menutup dengan jalan mengikat; martimpus, terbungkus; panimpusan, tempat penangkap ikan.

Timur, manimur, melompat mengenai kuda.

Timus, asap; martimus, berasap.

Tinda, patinda rupa, menukar pakaian, menyamarkan; sitindaon, sakit dan kurus, krempeng.

Tindang, berdiri, tegak berdiri; patindang luhutan, memanggil rapat; patindang judi, mengorganisir permainan judi; manindang, tegak mengenai rambut; manindangi, menjadi saksi, menyaksikan; manghatindanghon, menyaksikan sesuatu, menerangkan; sitindangi, saksi; panindangion, kesaksian; marpanindangion, memberi kesaksian; sitindang ni bagas, dinding muka rumah Batak tradisional.

Tindi, tindih, timpa, tertumpuk, tertimbun tinggi; martinditindi, tersusun yang satu di
atas yang lain; martindi, melebihi, melampaui; tumindi, lebih unggul, lebih ulung; masitinditindian, saling melebihi, saling mengungguli, saling bertindih.

Tindo, manindo, memandang, melihat di kejauhan; selanjutnya: meninggal sewaktu masih kuat betul; tartindo tu na dao, dapat dilihat di kejauhan; tindoan, tempat dimana orang dapat melihat di kejauhan; nama yang disukai untuk gunung; panindoan, pekerjaan terakhir yang diselenggarakan sebelum mati; seorang pencuri dikutuk; panindoanmu ma i, mudah-mudahan iulah pekerjaanmu terkahir, mudah-mudahan engkau mati.

Tindos, manindos, memencet, memijit kutu sampai mati dengan kuku, menindas kutu.

Tinga, tingatinga, serangga yang memakan bulir-bulir padi.

Tinggal, tinggal; tartinggal, ketinggalan; maninggalhon, me-ninggalkan; paninggalan, janda.

Tinggala, = ninggala, bajak, luku.

Tinggam, martinggam, melemparkan batu ke ikan.

Tinggang, jatuh, jatuh tergeletak, rebah; maningganghon, menjatuhkan, membuang, menghempaskan; ditinggang udan hami, kami ditimpa hujan; martinggangan, berjatuhan, berrebahan.

Tinggi, tinggi; huta tinggi, nama tempat; sikola tinggi, sekolah tinggi; anak sikola tinggi, mahasiswa.

Tinggil, I. nyaring mengenai suara, tajam; soara na tinggil, soara yang nyaring; patinggilhon, menyaringkan. II. peka pendengaran, tanggap, mendengarkan dengan baik-baik, memperhatikan dengan sungguh-sungguh; tinggil pinggolna, pendengarannya tajam; patinggilhon pinggol, mendengarkan dengan baik-baik.

Tinggiran, sej pohon kayu.

Tinjak, sej jerat untuk menangkap rusa.

Tinjang, = tindang.

Tinjo, maninjo singir, alih piutang untuk mana debitur hanya membayar sebahagian dari jumlah piutang itu dan seterusnya menanggung sendiri resikonya.

Tinju, maninju, tinju, meninju; hona tinju, kena tinju.

Tingka, terbuka dihadapan umum; maningkahon, yang meninggal dalam pertempuran dipertunjukkan di hadapan umum dan pada mayat itu diatur permainan; tingkatingka, bukit.

Tingkal, ria, sangat gembira; mengenai ekor kuda: lengkung sombong.

Tingki, masa, jaman, jangka waktu tertentu, waktu, saat; martingki, telah ditetapkan; ndang tartingki, tidak dapat dipastikan mengenai waktu; tiningki, tertentu, yang ditetapkan.
Tingkir, maningkir, mengunjungi, pergi ke suatu tempat untuk melihat sesuatu.

Tingkis, lunas dibayar mengenai hutang.

Tingko, bulat, bundar; martingko, bulat kelihatan, duduk berkeliling; santingko, = saringgit; horbo sitingko tanduk, kerbau bertanduk bulat.

Tingkos, tegak lurus, lurus, bergaris lurus; benar, tepat, betul; tingkos do na nidokmi, apa yang anda katakan itu adalah benar; tingkos ari, sore (bila matahari berada tepat di tengah-tengah); patingkoshon, meluruskan, membetulkan.

Tingkup, = tangkup, (dikatakan mengenai begu yang jahat).

Tingting, pemberitahuan, pengumuman; manintinghon, mengumumkan, memberitahukan secara umum; martingting, berseru, mengumumkan; satingting, semua; hita satingting, kita semua; maningtingi sabulon, (sataon), satu bulan, tahun penuh; tingtingi, pakailah semua tenagamu; tingtingi nasa binotom, ndang mabiar ahu, cobalah semuanya yang engkau ketahui, saya tidak takut; ditingtingi ho do paroahon banua on, semua yang anda perbuat adalah hanya kejahatan.

Tini, rusa betina.

Tinta, tinta.

Tintin, cincin, bentuk cincin; martintinhon (dipartintin), dipakai sebagai cincin.

Tio, jernih, bening mengenai air, mata, suara; patiohon, menjernihkan; dengke sitiotio, ikan yang dipakai dalam upacara adat; nama daerah.

Tiop, maniop, pegang, memegang; maniopi, memegang sesuatu; patioptiop, memegang dalam tangan.

Tipa, I. manipa, menimpa, menindih; tartipa, tertimpa; ditipa udan, ditimpa hujan. II. tindih, menindih, sehingga pinggir-pinggirnya cocok. III. sej pohon besar berbunga merah dan buahnya melekat pada daunnya. IV. manipanipa, memanggang beras basah dan menumbuknya; dahanon tipatipa, beras yang dibuat seperti itu.

Tipak, beres, siap untuk dipakai,tepat ada.

Tipan, manipani, merenungkan, membicarakan, memikirkan, menimbang.

Tipo, udan tipotipo, hujan lebat; habahaba na martipotipo, puting beliung yang menakutkan.

Tiptip, dipotong rata; manitip, memotong, merantingi; ndang ditiptip ganjangna, ndang diarit balgana, tidak seorangpun memburukkan, menjelekkan dirinya; tiptip raja, ini dikatakan mengenai makanan yang harus dulu diberikan parboru sebelum membicarakan mengenai perempuan, yang melarikan dirinya dari suaminya.

Tipu, I. sej racun. II. manipu, menipu.

Tipul, matipul, putus, patah; tipultipul, patah-patah; mar
tipultipul, patah dalam beberapa potong.

Tir, tiruan bunyi "tir"; marditir, terbang tiba-tiba (burung).

Tirangkap, sej perangkap tikus.

Tirdi, tidak cocok, janggal, menyolok mengenai cara berpakaian dan cara berjalan.

Tirjak, = dirgak.

Tiri, manirihon, membuang, mencampakkan msl tanah dari cangkul.

Tiris, tiris, bocor; maniris, idem; panirisan, tempat dimana menetes air, tepi dari atap.
Tiro, maniroi, merawat, mengawasi, memperdulikan, sangat berhati-hati dengan sesuatu.

Tirtir, manirtir, menggoncang secara pelan-pelan, mengayap.

Tiru, maniru, tiru, meniru; manirui, meniru seseorang; tiruan, tiruan, contoh; maniruanhon, mengambil seseorang atau sesuatu sebagai tiruan; paniruan, meja tempat menulis untuk meniru sesuatu; paniru, peniru, penyontek.

Tis, I. kencing mengenai anak-anak. II. marhatishon (diparhatis), menghargai sesuatu, menilai sesuatu.

Titang, manitang, mengangkat ke atas, memegang tinggi-tinggi untuk meperlihatkan. Titi, maniti, menentukan = titik; na tiniti, = na tiningki, yang ditetapkan, yang ditentukan, yang ditetapkan dengan cermat.

Titik, manitik, menetapkan jangka waktu sesuatu; titik ni ari, jangka waktu yang telah ditetapkan.

Titikhada, manitikhada, menetukan tujuan, menetapkan waktu; di tinitikhada ni roha, pada waktu yang ditentukan; yang dimaksudkan, yang diingini.

Titiong, marhatitiongon, lih hationg, berputar-putar.

Titip, manitipi, melancipkan, meruncingkan, menajamkan; patitiphon, menyuruh diruncingkan, memotong sama panjang.

Titir, martitir, menyembur, menetes-netes mengenai darah dan keringat.

Titis, matitis, berkurang, menjadi kurang, remeh.

Tiung, sej pohon apel, terung.

Tiur, terang, cerah, tanpa gangguan; tiur ari, hari sudah siang, udara tidak cerah; tiur ma langkam, semoga perjalanan anda tanpa rintangan dan kesulitan; tiur matana, matanya terang; nunga tiur, dikatakan bila kelahiran berjalan baik; hatiuron, terang, kecerahan; patiurhon, membuat terang, membuat cerah; tiur ni ari, terang hari.

Toba, dikatakan mengenai daerah yang terletak di tepi Danau Toba; tu toba, ke seberang Danau Toba; martoba, bekerja di tepi danau menangkap ikan; partoba, penangkap ikan; hatobaon, orang-orang dari Toba.

Tobal, dimpit mengenai sekawan ternak; lebat mengenai hujan.

Tobang, I. tua, dewasa; matobang, sudah tua, dewasa; na matobang, orang-orang yang dewasa. II. manobang, sendirian, hanya; manobang hau, saya sendiri; manobang indahan, hanya nasi tanpa lauk pauk; manobang porlak, membuka kebun baru.

Tobat, kolam buatan, tebat, empang.

Tobing, tebing sungai, tepi air; santua tobing, nama sej tikus yang hidup dalam air; lumban tobing, nama marga.

Tobo, I. = bagian, bagian tamu, yang diundang makan. II. tobo, dari siapa kita selalu membeli atau kepada siapa kita menjual; manobo, menjual atau membeli dengan cara itu.

Tobok, lugu, tidak banyak tingkah, tulus, iklas, jujur; tobok marroha, bersifat tulus iklas.

Tobong, = tobang II.

Tobu, tebu; tos tobu, demikian kuatnya sehingga dapat mematahkan tebu sebagai petunjuk umum anak kecil, mengenai pisau yang sedemikian tajamnya sehingga dapat memotong tebu; tobutobu, sej burung malam yang menyerukan ‘sogot’.

Tobus, tebus, uang tebusan orang; manobus, menebus; manobusi, menjual; martobus, tertebus; partobus, uang yang dipakai untuk menebus, penebus.

Todak, sej ikan laut.

Todang, = subang; todang marparange (marpangkuling), tidak berlaku senonoh mengenai cara berbicara.

Todaran, = barisan; satodaran, sebaris.

Todas, cantik mengenai wajah.

Todik, manodik, menjawab secara kurang ajar, tidak senonoh.

Toding, I. = sian dalam turiturian dan andung-andung. II. alatan toding langlang, ramalan pertanda; toding = luat (And). III. daerah (And); toding sihadaoan, daerah yang jauh.

Todo, manodo, menguji, menentukan, menunjuk, memilih; todoan, pilihan, bagian dalam bentuk uang atau ulos yang diterima kaum kerabat pihak parboru pada perkawinan; manodohon, beradikkan, mempunyai saudara laki-laki atau perempuan yang lebih muda menurut umur; na tinodohon, saudara laki-laki atau perempaun seseorang yang lebih muda; na tumodohon on, saudara atau saudari yang mendahuluinya lahir; na hutodohon, saudara atau saudari lahir sesudah aku; na martinodohon, abang-adik (lahir paling rapat).

Todos, manodos, membunuh; partodos, pembunuh; hona todos, terbunuh; todostodos, pembunuhan; na todos, berani, perkasa, gigih; na todos di ari, sangat perkasa (nang di sori ni ari, juga dalam keadaan bahaya).

Todul, manodul, melantak msl paku di dinding dengan dalam sampai tidak kelihatan lagi; manodulhon, membuat ukiran dalam logam.

Todung, I. ulok todung, sej ular. II. todung, kapur barus; martodung, mengambil kapur barus.

Toga, berkuasa karena pertalian famili atau kelahiran; martogahon, percaya atas kekuasaannya; hatotoga, kekuatan, kekuasaan.

Togang, ditahan; tartogang, tertahan; manogang, menahan seseorang atau sesuatu.

Togap, kuat, kekar, tokoh.

Togar, segar, bugar, kuat, sehat mengenai tubuh; tumogar, sesudah sakit merasa lebih se-hat; manogari, menolong orang dalam perang.

Togatogu, = togu; dongan sabutuha togatogu, tondong pangatahut, kerabat dekat membuat kuat tapi kerabat jauh membuat orang takut.

Togi, manogihon, mengajak, mengerahkan, memimpin, menuntun; partogi, pemimpin, penuntun, pengayom; sitogi dalan, petunjuk jalan. Togong, sulit dicerna tetapi kuat mengenai makanan, lama tahan dalam perut.

Togos, kuat, suci; horbo togos, kerbau yang disucikan untuk persembahan.

Togu, I. teguh, erat, kukuh, kuat; patoguhon, meneguhkan, menguatkan, memperkuat ikatan. II. manogu, manogunogu, memimpin, menarik, menggiring, menuntun (ternak atau anak; menarik kereta).

Tohal, tohal ni gaol, bagian yang paling dalam batang pisang dll.

Tohan, manohan, menangkap ikan dengan tangan.

Tohang, ambang; tohang ni bagas, balok yang melintang dibagian atas sekali dan yang menghubungkan balok-balok rumah ke arah lebarnya.

Tohap, bagian, jatah, perolehan, porsi; martohap, mempunyai bagian; dongan satohap, orang yang berhak mendapat bagian dari bagiannya itu dibagi-bagikan; partohap, pemilik bagian, pemegang bagian, pewaris.

Toho, I. = tutu; i ma toho, itulah dia, itu adalah benar; marhatohohon, membenarkan; dipatoho, dibetulkan, menerangkan bahwa itu benar. II. sitohotoho, bagian orang yang berhak menerimanya.

Tohom, sungguh, tentu, telah ditetapkan demikian.

Tohonan, jabatan, pangkat, martabat; tohonan raja, martabat "raja".

Tohu, manohu, meminta sedikit kepada seseorang yang mempunyai sesuatu msl padi di waktu menuai; tohutohu, apa yang diminta; panohuan, idem.

Tohuk, sej katak besar.

Tois, pongah, angkuh, biadap, kurang ajar, nakal, ceroboh, suka melawan, bangkang; toisna do i, ia membuat itu karena bangkang; manoisi, berlaku kurang ajar, bangkang terhadap seseorang, menjahili.

Tojak, = bojak.

Tojo, menerka, mengagak.

Tojom, terus; manojom, langsung datang kesini.

Tojuk, manojuk, menonjok, menokok dengan jari-jari yang dikepal.

Tok, pening, bunyi menokok; tok ni ulu, pusing, sakit kepala; tok ulungku, kepalaku sakit.

Toktok, manoktok, memotong kayu; P.B.: molo dung tinoktok, ba pinorsan, molo dung niusung, ba binoan, bila sudah dipotong, maka pikullah, setelah dipikul harus dibawa, artinya: kerja yang sempat dimulai harus diselesaikan; toktok, bagian, potongan; manoktohi, mencincang, memotong kayu, mengerat.

Tola, I. gambaran bintang neraca. II. manolai, melerai, menyelesaikan perselisihan, memisahkan orang yang berkelahi; panolai, orang yang menengahi, pengantara, pelerai; sidabu tola, orang yang menyelesaikan suatu perselisihan, penengah, pelerai, arbitrator yang memutuskan perkara.

Tolak, terpisah, terlerai msl orang-orang yang berkelahi; manolak, membagi, memisah; tolak sae, selesai mengenai pertengkaran; tolak singa, sama kuat = horas be.

Tolang, manolang, dibuat asing-asing, sendiri-sendiri, mengasingkan; bulu tolang, sej bambu yang dapat dijalin menjadi dinding rumah.

Tolap, sanggup, mampu, bisa, dapat, berani, boleh; tolap ho do, engkau sanggup untuk itu, mampu kau.

Tolbak, matolbak, terban, jebol, longsor mengenai tanah, runtuh; matolbak gadu, pecah mengenai tanggul atau tambak padi.

Tolbok, tiba-tiba, tidak diharapkan (mengenai hal-hal yang tidak enak); tolbok madabu jea, tiba-tiba datang mara.

Tole, kata yang dipakai untuk menggalakkan, mengajak, ayo; tole ma hamu, cepatkan; tole be do nasida, mereka semua berusaha; martoletole, rajin berusaha; mamungka tole, orang mulai bekerja dengan sungguh-sungguh; tole sering: juga; P.B.: digadis abit tole bosi tole hau, dijual pakaian juga besi dan juga kayu; manolehon, mulai bekerja.

Tolhas, = sahat, sampai, ti-ba; manolhas tobat, mengalirkan air kolam; patolhashon, menyampaikan, menyeberangkan msl pesan, kata-kata; partolhasan, 1). makanan yang dimakan seorang yang mau mati. 2). makanan yang diletakkan di kuburan (boan ni na mate) msl rahang dan ekor ternak yang disembelih.

Tolhing, berbunyi nyaring, suara melengking.

Tollang (bdk holang), berselang, tersendat-sendat, dalam jangka waktu yang lama; tollang ibana ro, dia jarang datang; tumollang, agak jarang, lebih jarang.

Tollas, partollasan, santapan perpisahan seseorang yang mau meninggal; makanan yang diberikan kepada yang meninggal sebagai bekal ke negeri begu.

Tolmok, gemuk, tambun, pendek berisi, montok.

Tolngo, bingung, putus asa, termangu, tercengang.

Tolo, martolo, melewati perbatasan dengan tidak ada pernyataan perang.

Tolon, manolon, telan, menelan; tolonan, tenggorokan; tolonan hae, kerongkongan; manolon, mengangkat sumpah, sebenarnya menelan; dukun menyuruh orang yang diangkat sumpahnya itu menelan sesuatu msl tepung dan membuat dia tidak dapat menelannya bila tidak benar; manolon tu na tutu, membuat sumpah palsu; patolonhon, menyumpahkan, menyuruh orang bersumpah dengan sesuatu; sibondut gana, = siallang gana; ditolon dalan, dikatakan mengenai ular: yang bila ia disuruh datu menjalar di jalan yang gundul ia tidak dapat meneruskannya dan tinggal terletak disitu; ditolon bagas, kesasar dalam rumah karena gelap; panolon, yang bersumpah.

Tolong, I. gelagah; dolok tolong, nama gunung di Balige; P.B.: binuat tolong na so ada garana, binuat ni gogo na soada labana, diambil gelagah tetapi tidak mau terbakar, terhadap apa yang diambil dengan kekerasan tidak ada gunanya. II. tolong, tolong; manolong, menolong; panolong, penolong; panolongion, pertolongan, hal membantu.

Tolop (bdk olop), manolopi, menyepakati, menyetujui, mendukung.

Tolpang, pecah mengenai alat perkakas, sompel, sempak, terkopek.

Tolping, pinggir curam, tepi, lereng; tolping juguk, duduk di tepi, duduk di pinggir curam.

Tolpus, gol, tembus; manolpushon, menembuskan, menggolkan.

Tolsu, = talsu.

Toltol, regang, lurus kaku, tegak-tegang; patoltolhon, me-rentangkan msl tangan, kaki atau tongkat; menarik orang untuk membuat mereka menjadi hamba.

Tolu, tiga; patoluhon, yang ketiga; patoluna, lusa; sipahatolu, nama bula ketiga; paitolu, nomor tiga; sapartolu, sepertiga; hau simartolu, sej kayu yang kuat.

Toman, sopan, rendah hati, alim, patut, senonoh mengenai kelakuan, suci; hatomanon, kesopanan, kesucian, kepatuhan, kealiman.

Tombaga, tembaga, kuningan; tombaga holing, apa yang digores pada tembaga, tembaga; tulisan yang tidak dapat dihapuskan.

Tombak, hutan, semak-semak; manombahi, menebang hutan; tombahan, hutan yang ditebang; tombahan ni daompung, lahan rambahan kakekku; tombak longolongo, hutan rimba.

Tombal, tidak ada lain dari, hanya, cuma.

Tombang, manombang, menambang, merantau, membuka lahan pertanian di negeri orang; panombangon, tambang, tempat bertransmigrasi.

Tombara, = taumbara.

Tombil = tombal.

Tombis, siku, senggol, tanjung, ujung tanah; manombis, menyikt, membenturkan sikut pada.

Tombo, manombo, datang berselang msl demam, kemarahan, kambuh; aha ma tombo di ateatem, apa sih yang menggelitik pikirannya; marpanombo, timbul berselang-seling, kambuhan; panombo, serangan penyakit, kambuhnya, kumatnya.

Tombol, gemuk, kuat mengenai binatang dan orang. Tombom, bentur, jatuh dengan keras, tertubruk pada sesuatu, terantuk; manombomhon, membenturkan, menumbukkan; masitomboman, bertabrakan, saling menubruk dengan keras, saling membentur; tomboman ni urur, beroti paling bawah bagian atap pada mana urur diikatkan.

Tombuk, bocor, berlobang, tembus; manombukhon, melobangi, menembuskan; matombuk hurumna, pipinya kempung karena tua; tombuk tano, menembus tanah, uang yang harus dibayar kepada raja untuk kuburan orang pendatang agar famili kelak tidak mengatakan bahwa tanah itu adalah tanah kami karena disana dikubur nenek kami.

Tombur, manombur, membasahi, mengairi msl sawah, nasi, tinta; tomburan, tempat ikan yang ditangkap nelayan; patomburtombur roha, mengajak, mendorong untuk melakukan yang baik, membiasakan; sebenarnya: membasahi.

Tomok, besar, tegap = golmok.

Tomos, kuat, berotot, teguh, kukuh; dipatomos ma rohana, dia memberanikan diri; bdk gomos.

Tompa, wajah, rupa, cipta, bentuk, tempa; manompa, mencipta, menjadikan (Allah); panompaon, ciptaan, hal menjadikan; panompa, pencipta, yang menjadikan; tinompa ni danggur, kebetulan baik, tepat; tinompa ni api, marah, cepat naik darah; tinompa ni aek, lemah-lembut; tinompa ni alogo, tidak tetap, berobah-obah; tinompa ni siang malam, bertingkah, berobah-obah.

Tompang, manompang, nompreng, tinggal di rumah orang, menumpang; manompanghon, menitipkan sesuatu pada orang di luar barang sendiri, menumpangkan.

Tompas, matompas, terjatuh dan rusak, amblas, jatuh, runtuh (bdk ompas); manompas, merombak, membuang; manompas patik, membuat undang-undang tak berlaku, membatalkan undang-undang; matompas tataring, tungku telah rubuh, yaitu: menjadi janda; tompastompas tataring, status janda, dalam keadaan janda.

Tompi, I. gendong, muatan yang dibawa di punggung; martompi, membawa sesuatu yang dibungkus di punggung; si tompion sagusagu, kue persembahan. II. tali rotan yang dianyam dengan mana kuk kerbau diikat; marpinggol tompi, tidak mau mendengar.

Tompo, udan sitompo langit, hujan yang sangat lebat, deras sekali.

Tompu, tiba-tiba, sekonyong-konyong; parroha tompu, pemarah, rancu, penaik darah.

Tompuk, manompuk, menepuk, memukul sesuatu dengan kepalan tangan; masitompuk andorana, masing-masing memukul dadanya karena kesedihan; oraora tompuk, larangan, tetapi tidak sungguh oleh karena merasa gembira secara diam-diam atas apa orang melarang, larangan pura-pura.

Tompul, = dame; tompul rohana, berhati damai, pencinta damai; sitompul, nama marga dan daerah.

Tomu, I. (bdk domu); manomunomu, menjemput orang dengan upacara, mengelu-elukan; panomunomuon roha, mengharap, menantikan; patomuhon, mengumpulkan; patomu ende, mengarang nyanyian, syair; tomutomu, pengganti kerugian; tomutomuon, hadiah yang diberikan kepada orang yang mau dibantu. II. sitomuon, menderita penyakit kolik.

Tona, perintah, anjuran, pesan; manonahon, memerintahkan, memesan; panona, perintah; manonai, memerintahkan seseorang memesan sesuatu, menyuruh datang.

Tonan, celaka, bencana; jea tonan on, celaka besar.

Tondan, terhambat, berhalangan; manondan, menghambat, menghalangi.

Tondi, roh, jiwa, sukma manusial kepribadiannya (tondi terjadi sewaktu manusia masih berada dalam rahim ibu dan menentukan takdir, nasibnya kemudian sewaktu ini; tondi ini terdiri disamping tubuh yang sering ditinggalkan yang menyebabkan manusia menjadi sakit; itulah sebabnya orang memberikan persembahan kepada tondi ini dan berikhtiarkan agar dia berbaik hati); partondion, nasib untung, malang; partondion na denggan, nasib, untung; partondion na mago, nasib buruk; mangalap tondi, mencari tondi orang yang sakit yang meninggalkannya dan dengan persembahan mengajaknya supaya datang kembali; ulos ni tondi, sehelai ulos yang dipersembahkan kepada tondi disimpan sebagai ulos yang berharga; manusia mempunyai tujuh tondi: tondi sigomgom, semangat sebenarnya yang tidak bo-leh meninggalkan manusia bila ia hendak hidup; tondi sijungjung, tondi yang melindungi manusia; tondi sipalospalos, roh jahat yang menyebabkan sakit; tondi dibahota, yang bekerja (?); tondi sipalilohot, tondi yang membuat orang gabe; tondi siparorot, = pangulubalang?; tondi saudara, (juga saudara marorot, saudara sanggapati), tondi ini berkediaman di tempat ari-ari ditanam dan selalu memperingati manusia.

Tondit, manondit, takut hingga, menakutkan, gemetar, kecut; sipatondit, daya upaya untuk mengagetkan orang; barita sipatondit, berita yang mengagetkan, yang mengejutkan, berita menakutkan.

Tondo, diam (karena malu).

Tondolan, bagian yang dalam, lantai, dasar laut; tondolan pira ni manuk, tempat pada telur, dimana anak ayam mencotok untuk keluar.

Tondong, I. kerabat, famili dalam arti luas sekali; martondong, berkerabat, berfamili. II. manondong, menantang, menyentuh, menghadapi perkara; manondong parmaraan, menghadapi bahaya; manondong dalanna, meneruskan perjalanannya; ndang tartondong ahu, saya tidak dapat menghadapinya; di tondong ni, di hadapan tondongna, = lawannya. Tondung, nujum, tenung, alat peramal; martondung, bernujum, meramalkan cara magis; mandabu tondung, membuang undi.

Tondur, manondur, menonton, melihat; sitotonduron, pertunjukan; maninondur (dari tinondur), jadi penonton pada pesta; paninondur, penonton, pemirsa.

Tong, I. (bdk tongtong), selalu, terus, tetap, namun; tong do manjua ahu, saya tetap mengingkarinya. II. singkatan dari antong. III. tong, tempat air, minyak.

Tonga, tengah; satonga, setengah; tongatonga, tengah-tengah; di tongatonga ni, di tengah-tengah; di tongan dalan, di tengah jalan; parsitongaan, pertengahan, tempat yang terletak di tengah-tengah; dos tonga, dalam dua bagian yang sama besarnya; di pardos tonga, membagi dua; panonga, menengah; martongatonga langit, melayang-layang di langit; partonga, yang di tengah; paitonga, anak yang ditengah-tengah; silitonga, idem; juga: nama marga.

Tongam, mulia, megah, berwibawa, anggun, terhormat, besar; hatongamon, kemuliaan, hal wibawa, kebesaran; tongam na i, betapa mulianya, betapa anggunnya.

Tongan, di tongan dalan, lih tonga.

Tonggak, martonggak, saling berhadapan perang, bertempur, bertegak.

Tonggal, besar, terkemuka, elit, penting, kaya; patonggaltonggal, berlomba-lomba siapa yang paling kaya.

Tonggi, manis; tonggi asom, antara manis dan asam; tonggitonggi tong, rumusan yang dapakai untuk mengakhiri cerita.

Tonggo, martonggo, berdoa dalam agama animisme, berdoa kepada dewa; martonggo raja, mengundang raja-raja untuk turut berpesta; tonggotonggo, doa-doa bersifat agama.

Tonggol, panji, bendera satu warna, tunggul; partonggolan, panji, alamat perang.

Tonggong, kaku, kelu, tegang mengenai anggota gerak; urat tonggongtonggong, urat besar pada kaki, urat kuduk.

Tonggor, terang, mengerahkan penglihatan dengan cermat, tajam mengenai penglihatan; patonggor parnidaan, mempertajam penglihatan; sipanonggor, mata.

Tonggung = sangap; tonggung ni bauta ni huta, roh pelindung dalam bentuk cicak kampung.

Tongka, pantang, pamali, tabu, jangan sebut, tidak boleh disebut atau dibuat; dengan kata ini orang menjawab, bila seseorang mengatakan sesuatu yang tidak senonoh.

Tongkal, manongkal, menolak, menampik, mencegah, menangkal.

Tongkar, tengkar, suka berkelahi, membantah.

Tongke, = totongkea. Tongkin, saat; satongkin, sebentar; sitongkin, idem; tongkin on, baru saja; mate satongkin, cepat meninggal, mati mendadak.

Tongkok, martil, tokok; manongkok, memalu, memukul, menokok dengan martil; panongkokhon, mengingatkan seseorang terhadap sesuatu.

Tongkonan, = solobean, tempat bahaya dan ngeri dalam laut dimana berdiam begu yang jahat, keramat laut.

Tongon, I. persis, tepat, bidik, benar; tongon do, itu benar, tepat, cocok; tongon dua taon, persis dua tahun; marhatongonhon (diparhatongon), membenarkan; manongon, mengeja; patongonhon tu, mencocokkan, mengarahkan ke sasaran, menyesuaikan; martongontongon, kebetulan, nasib-nasiban. II. panongon, garis miring pada tulisan Batak untuk menghilangkan bunyi "A"; manongon, membuat garis tersebut.

Tongos, manongos, kirim, mengirim; manongoshon, mengirimkan; patongoshon, mengirim banyak; panongosan, orang dengan perantaraan siapa dikirim sesuatu, pengantar, perantara kiriman.

Tongtang, pertentangan, pertempuran; martongtang, bertentangan, bertempur; tongtangan, medan pertempuran, medan perang.

Tongtong, (bdk tong I), selalu, menetap, senantiasa; manongtong, tidak berubah, tetap sama, selalu; parsitongtongan, mereka yang selalu datang.

Tonja, martonja, mengunjungi; mengunjungi orang yang tidak mau turut bekerja bersama.

Tonjol, = tonja.

Tonjolan, = tondolan; panonjolan ni rihit, busung pasir.

Tonor, parbue tonor, beras yang dibawa ke janji untuk ditaburkan ke atas kepala kedua belah pihak dengan ucapan pir tondim.

Tontor = tortor.

Tontot, sitontot, sej perdu.

Tontu, tentu, tetap, pasti, siap, beres; nunga tontu sipanganon, makanan sudah siap; patontuhon singir, mengatur piutang.

Tonu, basah, berair; manonui, membasahi.

Tonun, tenun; martonun, bertenun; partonunan, perkakas tenun; manonun, menenun; martonun roha, bersepakat, sehati; masitonunan roha nasida, mereka saling seia, mereka bersesuaian pendapat.

Top, menjadi satu, kumpul, bersama; patophon, mengumpulkan; patophon mangan, mangawinkan; mempersatukan satu pasangan dalam hal mana mereka disuruh makan bersama-sama; hatopan, milik bersama.

Topa, manopa, bentuk, tempa, menempa msl periuk, barang besi; sitopa hudon, tukang periuk; sitopa mas, tukang mas; panopa, tukang besi, penempa; panopaon, penempaan.

Topak, lahir; sitopahon, = napuran (And).

Topap, lebar tangan; santopap, selebar tangan; manopap, memukul dengan telapak tangan; martopap roha, sehati, setuju, sesuai; martopaptopap tangan, bertepuk tangan; ndang tarbahen martopap tangan sambariba, tak mungkin bertepuk dengan sebelah tangan.

Topar, = tapor, matopar, pecah; topartopar, pecahan.

Topas, I. manopas, mengerjakan bambu atau kayu palem untuk dijadikan dinding rumah. II. topas, puntung sigaret, rokok.

Topeng, topeng yang dipakai dalam pesta kematian.

Topettopet, persis, tepat, benar, betul, kebetulan.

Topi, tepi; topi aek, tepi air; topi laut, pantai laut; martopihon, berada, terletak di tepi sesuatu.

Topik, pecahan, potongan kecil; santopik, satu potongan kecil; matopik, pecah, dalam keadaan pecah; manopik utang, mengurangi utang; topiktopik, potongan-potongan pecah-pecahan; topihon, mempunyai bibir sumbing.

Toping, = topeng.

Topis, manopis, berjalan menepi.

Topong, sitopong, nama sej padi; topong, tabung bambu yang dibawa kepada orang yang menyadap tuak.

Topot, I. manopot, menemui, melawat, mengunjungi; manopothon, mendapatkan; kepada (surat); manopothon si A. kepada si A; tumopot, = manopot. II. manopoti, mengakui sesuatu; panopotion, pengakuan; marhatopothon, mengaku sesuatu.

Toptop, manoptopi, menumpang batang pohon pada pucuknya; sitoptop, sej tanaman merambat.

Topu, sitopu, suj pohon kayu yang daunnya dimakan sebagai sayur.

Topung, I. manopung, membuat mesiu. II. sitopung = sitopong, sej padi.

Tor, I. gunung, pegunungan. II. rantai pada perkakas tenun. III. manorhon, mengarahkan diri ke sesuatu tempat di jalan, yang tidak betul diketahui.

Toradan = barisan, barisan, deretan.

Torang, terang, jelas, cerah; torang ari, hari sudah cerah; torang ni arina, keesokan harinya; hatorangan, keterangan; patoranghon, menerangkan, menjelaskan, mencerahkan; hatorangan ari, mengerjakan sesuatu pada hari terang; kesiangan msl waktu mencuri; situmorang, nama marga; marnatorang, tidak sama cerah.

Toras, teras pohon kayu; matoras, matang, masak, dewasa, tua; matoras emena, sudah waktunya anaknya lahir, bersalin; ramba toras, belukar yang lebat, hutan lebat; natoras, orangtua; manorasi, mengeraskan bejana dengan membakarnya; patorashon, memanjangkan rambut sampai anak lahir, mematangkan, mendewasakan.

Torban, matorban, terban, amblas, runtuh, longsor mengenai tanah; manorbani, meruntuhkan, menerbani; P.B.: hea do tubuan lata na martorban, tubuan dangka masuak, dapatkah sesuatu yang hilang digantikan kembali?

Torbang, I. terlintas, melewati tujuan melebihi ukuran; matorbangku, terlampau, keterlaluan; papangan na matorbangku, makanan yang keterlaluan; manorbangi, melampui, melebih-lebihkan; manorbangi isara hian, melebih-lebihkan ukuran yang biasa. II. dongan torbang, kawan seumur, teman sebaya.

Torbis, manorbis, sedikit sekali mengambil; torbistorbis, menurut urutan.

Torda, manordahon, membagi, membagi-bagi menurut urutan, mendistribusikan.

Tordang, kaku, kejang.

Tording, berjajar, tata aturan, berbaris yang satu dibelakang yang lain; sitording, peraturan, urutan, tertib; patordinghon, diatur menurut urutan.

Torhan, terka; torhantorhanan, jenis teka-teki; penggagas berkata: torhantorhananku….,
teka-tekiku……., mitranya menjawab: torhan…….., siap terka. Torhis, kuat, sehat, energik; sitorhis, daging paha kerbau.

Torik, manorik, menyerukan, memanggil orang.

Torjak, manorjak, menginjak sesuatu.

Torjang, I. santorjang, setingkatan sawah. II. manorjang, membuat garis dengan kaki yang diseret.

Torjok, berdiri lurus; situmorjok, kemaluan laki-laki; sitorjok, nama burung.

Torjun, = ture; ndang adong na torjun jamaon ni on, tidak satupun pekerjaan orang ini beres, yang siap dikerjakan.

Torkis, = torhis.

Torla, gembira terhadap nestapa; manorlahon, merasa gembira terhadap mara yang diderita sesuatu, bersuka ria akan penderitaan orang lain.

Torluk, teluk; tumorluktorluk, membuat gerakan gelombang, membuat bergelombang, berlekuklekuk.

Torngak, merentangkan leher untuk dapat melihat di kejauhan.

Torngap, = torngak.

Torngom, sitorngom, sej pohon kayu besar.

Torop, orang banyak, banyak, banyak sekali; na torop, orang banyak, rakyat, massa, hadirin, publik; hatoropon, orang banyak; situan na torop, publik (kata halus); marnatorop, tak sama banyaknya; matorop, dalam jumlah banyak; matorop mabue, berkembang biak, berketurunan banyak; patorophon, memperbanyak; sitorop, sej pohon kayu.

Torpa, memiring ke muka; pinatorpa, bagian rumah Batak yang menonjol ke muka; manorpai, menyerang, menangkap; manorpanorpa, menyerang, menangkap; masitorpaan, saling tidak sependapat mengenai jumlah hutang atau piutang; manorpahon, menerpakan; torpana do i, omong kosongnya itu; torpatorpa, meledak-ledak bicara; P.B.: manindi hata ni ulubalang, torpatorpa hata ni begu, meninggi omongan pendekar, meledak-ledak omongan hantu.

Torsa, cerita rakyat, cerita (perumpamaan), cerita yang berisi pengajaran; manorsahon, menceriterakan sesuatu.

Torse, = ture.

Tortor, tarian adat, tari Batak tradisional terdiri dari gerakan tangan dan kaki yang berirama, sedang penari tinggal di tempatnya sendiri; manortor (juga manontor), menari; manortori, menari dengan mengelilingi sesuatu msl kerbau sebelum disembelih; patortorhon, membuat menari orang dan sigale-gale.

Toru, I. kutukan; torutoru, kutukan; manorui, mengutuk orang; hona toru, terkutuk. II. bawah; di toru, di bawah; di toru ni, kata depan di bawah; tu toru ni, ke bawah (arah); partoru, yang paling rendah; nai toru (na di toru), tikus; parditoru, anjing; toruan, daerah, negeri yang letaknya ke arah yang rendah, ke hilir; patutoru, merendahkan; sitorutorui, lobang kecil di bawah suling orang Batak (selain yang 7 di atas) yang memperdengarkan setengah nada.

Toruk, hina, rendah hati, lebih rendah mengenai tempat.

Torung, = tiung, terung.

Torus, terus, berjalan terus; manorus, dingin terasa sampai ke tulang sumsum, dingin sekali; manorus patna, kakinya dingin; manorusi, meneruskan, menerusi, memasuki sesuatu; manorushon, idem; marnipi torus, bermimpi tentang sesuatu, tentang apa yang telah dialami pada hari siang dan membicarakan itu dengan nyaring; patorushon, diteruskan.

Tos, retas, putus mengenai benang; matos, koyak, robek; tos hosana, dia meninggal; naeng tos, saat hendak meninggal; tarhatos, hampir mati karena takut; tos ni roha, tos ni ate, perpisahan batin; P.B.: pangkuling tos ni ate, papangan hasisirang, ucapan bisa menyebalkan, kerakusan makan pangkal perpisahan; manostosi, mengoyak, merobek-robek; hatostosan hail, bersusah hati bagaimana seorang pengail yang tali kailnya putus pada saat ikan bergantung padanya.

Tot, kaki; ulu ni tot, dengkul, lutut, buku lutut; mata ni ari ni tot, mata kaki.

Tota, murni, tertata rapi, teratur, dengan aturan; patotahon, menyusun urutan yang tertentu.

Total, tetap berdiri, kuat.

Totap, patotap, menatar, menetapkan, memisahkan orang-orang yang berkelahi untuk waktu tidak lama.

Totar, I. manotar, membuat benang-benang sama kuat sewaktu membilasnya; manotar urur, mengikat urur demikian kuatnya sehingga satu sama lain sama jauhnya. II. siala manotari, senja pagi dan malam (And).

Totas, manotas, mempersiapkan; merintis, membuka jalan dimana itu belum ada; manotas ijuk, untuk pertama kalinya mengambil ijuk dari pohon; manotas hata, membuat kata pendahuluan; sitotas dalan, pembuka jalan.

Toto, patok, tanda yang dibuat orang bahwa ia telah memiliki tanah itu msl hutan, semak-semak dengan memasukkan sepotong kayu ke dalam tanah; martoto, membuat tanda seperti itu.

Totong, heran, putus asa, duduk termangu-mangu; tarhatotong, tercengang, terpelongo, heran, putus asa, tidak mengetahui jalan keluar.

Totongkea, manotongkea, menghendaki, ingin, kepingin; na tinotongkea (juga: na tinongkea), sesuatu yang sangat diingini.

Totop, tetap, selalu, tidak berobah; totop ro, tetap datang tanpa berkeputusan. Totoran, tangkai lembing.

Tu, kata depan: terhadap, ke, menuju, kepada; tuson, kesini; tusan, kesana; tudia, kemana; tu aek, pergi ke sungai; tu gadis, dijual; tu huta, ke kampung; lam tu pogosna, bertambah miskin; tu dolok, ke arah gunung.

Tua, I. matua, berumur, tua, sudah tua; na tuatua, usia, tua; orangtua; boruboru na tuatua, perempuan tua; sarimatua, tua sekali; simatua, mertua laki-laki, mertua perempuan, juga saudara laki-laki dan saudara perempuan mertua dan kaum kerabatnya; sintua, tertua, pejabat gereja; hasintuaon, jabatan tertua; matua tano, selama di dunia ada, selalu; matua i do, selalu itu saja; matua soada, senantiasa tidak ada; pangintuai, orang tua-tua; manuai, membuat pot tua atau keras dengan memasukkan dodak didalamnya dan kemudian dinyalakan; patuahon ama, mengurus ayah sewaktu ia tua tidak lama sebelum ia meninggal;’ amang tua, abang ayah. II. keberuntungan, tuah, berkat; martua, berbahagia, bertuah, beruntung; martuanihon, marhatuahon (diparhatua), memuji seseorang karena bertuah, karena berbahagia; dipatuatua, idem; hatuaon, kebahagiaan, ketuahan, keberuntungan; tuani ma, untunglah, mujurlah; na jinou ni tua, beruntung, bertuah; martua sombaon, = sombaon yang keramat; martua Debata, Tuhan yang kudus; ditua deba na tama di boru A, orang memuji si A sebab ia hamil; panuai ni dorma, memperkuat dorma sehingga tidak bisa menangkalnya dengan panutupi.

Tuagos, sej kumbang kecil yang memakan padi (didakdak tuagos).

Tuak, I. tuak dari bagot; tuak tangkasan, tuak yang disucikan untuk dipersembahkan; situak ni loba, madu lebah; situak ni juhut, sej gula yang terdapat dalam daging yang digoreng; situak ni daldal, madu tawon; tuahon, mabuk karena tuak. II. manuak, menggendong anak di bahu; patuakhon, idem.

Tualang, situalang, jari tengah; tualang, kayu dimana banyak lebah bersarang dan yang menjadi sombaon.

Tuan, orang terhormat, tuan; situan na torop, orang banyak, publik (lih torop); tuan laen, isteri kesayangan; tuan boru, isteri; situan ni na tabo, yang paling enak; pinartuan bulung, sej lampet dibungkus dalam daun.

Tuang, = manuang, menuang, mencairkan, meleburkan (logam); panuangan, penuangan, tempat menuang sesuatu msl berbentuk peluru, metode; panuang, hadiah seorang perempuan kepada seorang laki-laki.

Tuap, tumpah; manuaphon, menumpahkan; menembakkan senapan.

Tuarang, manuarang, tenar, populer, mengembang, berkembang pesat msl perdagangan, famili, berita yang baik.

Tuat, turun, menurun; tuatan, panuatan, hal turun, penurunan; patuathon, menurunkan. Tuba, I. tuba; manuba, memasukkan tuba ke dalam air untuk membunuh ikan; manutu tuba, menumbuk tuba; tuba saba, sej tumbuhan, bunganya dipergunakan sebagai umpan untuk ikan. II. sej pohon kayu yang besar. III. sej sayur. IV. patubahon api, mengembus api sambil menarok kayu api; patubahon bada, menggalakkan perbantahan, pertengkaran.

Tubar, manubar, mewarnai benang tenun dengan bangkudu menjadi merah; menembakkan senapang dari jarak dekat.

Tubi, I. martubi, berlaga, berkelahi mengenai ayam jantan, bersabung; patubihon, menyabungkan, menghasut; tubitubi, gadong tubitubi, ubi yang sudah tua dan telah berkecambah.

Tubiak, situbiak, sej burung yang memanggil "tuiak".

Tubir, martubir, mencotok buah, memakan buah pohon kayu mengenai burung; tubiran, pohon kayu dimana burung-burung mencari makanan.

Tubis, rebung; marhalihali tubis, memperoleh sesuatu dengan mudah tanpa banyak jerih payah seperti orang yang menggali rebung yang lembek; P.B.: sai jonok do tubis tu bonana, rebung tak jauh dari rumpunnya.

Tubol, balas dendam, orang yang membunuh seseorang sebagai balasan atas orang yang tewas; tuboltubol, pembalasan; manubulhon, membalas dendam; martubol, berbalas; tubol ni, sebagai pembalasan atas. Tubu, terjadi, dilahirkan, tumbuh; apa yang lahir: anak, kecambah; tubuan, melahirkan, menghasilkan, menjadikan; tubuan anak tubuan boru, memperoleh anak laki-laki dan anak perempuan; manubuhon, melahirkan, menghasilkan (= tumubuhon); mangintubu, melahirkan; hatutubu, kelahiran; ari hatutubu, hari lahir; hatubuan, tempat orang lahir, tempat sesuatu tumbuh; huta hatubuan, kampung lahir, tempat lahir; tubutubu mallo, lahir dalam jumlah besar (bdk mallo); tubutubuan, memperoleh anak; dipantubuhon, menghasilkan dalam jumlah besar; tubutubu ni roha, pikiran; tubutubu ni tano, tumbuh-tumbuhan.

Tubung, manubung, berteriak mengenai imbo.

Tuda, melenceng, salah memasukkan yaitu lurus yang seharusnya miring ke belakang mengenai garpu hudali; tuda hatam, perkataanmu salah tidak mengenai; tuda paniopmu, yang engkau pegang itu salah; patudahon, menimbulkan perselisihan, perlawanan.

Tudos, (bdk dos), persis, mirip, serupa, sama (tu); tudos tu aha? menyerupai apa? patudoshon, menyamakan, diperbandingkan dengan; tudosan, gambaran, ibarat, perbandingan; na so hatudosan, yang tidak bisa diperbandingkan, tanpa tara.

Tudu, manudu, menunjuk kepada sesuatu, menunjuk; manuduhon, memakai sesuatu untuk menunjuk msl tangan; tudutudu, jarum jam, petunjuk; situmudu, jari telunjuk; patuduhon, menunjukkan sesuatu; tinudu ni, terhadap sesuatu; martudutudu (tu), menunjuk kepada; sipatudu, tanda peringatan; basir na marsipatudu, ranjau pada mana dipasang peringatan; situdu langit, nama sej kercut; tudu hata, (pada pembelian) pemberitahuan tanpa memeriksa, membeli kucing dalam karung.

Tuduk, martuduk, mencocor butir-butiran, memagut, makan mengenai burung; patudukhon memberi makan kepada ayam; tuduhon ni manuk, makanan ayam, pakan ayam.

Tudung, tutup, tudung; hatudungan, nama daerah.

Tuea, manueai, menggerakkan untuk melawan, mengajak berkelahi.

Tugan, manugan, memandang orang dengan hati cemburu; masituganan, saling mencemburui.

Tugo, makanan siang, makanan tambahan, yang dibawa sewaktu bepergian atau untuk bekerja.

Tuhak, lubang, lekuk, lekukan msl dalam bambu; manuhak, melubang, melekukkan; manuhak hangoluan, menasihati bagaimana mencari nafkah.

Tuhal, manuhali, mengambil dalam jumlah besar, menyedot banyak-banyak.

Tuham, alas ijuk penutup tepi atap, alas peletakan ijuk.

Tuhan, Tuhan; Tuhan Debata, Tuhan Allah.

Tuhas, tuduh, sangka, curiga; manuhasi, menuduh, menyangka, mencurigai, mencari sesuatu pada seseorang ; manuhas manuk, memeriksa ayam apakah di dalamnya masih ada telur; martuhas, berada dalam kecurigaan; tartuhas, berada dalam kecurigaan; hona tuhas, idem.

Tuhe, patokan, warisan, peninggalan yang diwarisi dari nenek moyang; tanda perbatasan.

Tuhil, pahat; tuhil do ahu, saya hanya alat, suruhan; manuhil, memahat.

Tuho, I. tanda perbatasan; santuho, sebagian; manuhoi, membagi; tuhotuho, pondok nelayan pada air surut. II. masituhotuhoan, (dari tu ho-tu ho), saling menggeser sesuatu.

Tuhor, harga pembelian; panuhor, pembeli; manuhor, membeli; panuhori, pembeli; tuhortuhoran, apa yang dibeli orang terutama buah-buahan yang dimakan langsung; manuhorhon, membayar dengan sesuatu sewaktu membeli; tartuhor, dapat dibeli, terbeli; na hutuhor, isteriku (yang telah kubeli); na tinuhor, isteri.

Tuhu, tuhutuhu, benar, betul; bdk tutu; sumangot ni ompu situhutuhu, nenek moyang sendiri sebagai lawan nenek moyang suku bangsa (sombaon).

Tuhuk, manuhuk, memundak, memikul, membawa di atas bahu; satuhuhan, sepikulan, sebanyak padi atau beras yang bisa dipikul orang, kira-kira 5 parmasan; panuhuhan, karung, bakul tempat membawa padi atau beras.

Tuhul, manuhul, mencidik air dengan ember, menyodorkan sesuatu untuk diisi (serupa dengan tahal, tetapi tuhul adalah lebih halus).

Tuit, suka pamer, bertingkah, lente, perlente, orang yang berpakaian bagus-bagus; panguituiton, orang yang ingin memamerkan.

Tuju, I. tuju, ditujukan ke sesuatu; manuju, menuju; na tinuju ni roha, apa yang dimaksud, maksud, tujuan. II. tuju, perkara, perselisihan yang mau dibuat sama orang yang tidak bersalah; partuju, seorang yang suka mengadu, berperkara.

Tujung, kain selubung untuk menutup kepala sebagai tanda berkabung; martujung, kepala yang tertutup; pasae tujung, upacara membuka kerudung duka, menghentikan masa berkabung; sae tujung, selesai masa berkabung.

Tuk, sampai, cukup; tuk jouon, demikian jauhnya sehingga masih dapat didengar; ndang tuk gogo, tak cukup kekuatan; P.B.: tuk ninna botohon, ndang tuk ninna pargolangan, tuk do anggo dohonon, alai ndang tuk dibahen tangan, sampai kata lengan, tidak, kata pergelangan, cukup kalau omongan, tak sampai oleh tangan, artinya: lebih banyak menjanjikan daripada mengerjakannya.

Tuktak, tiruan bunyi:…tuk! tak!

Tuktuk, I. paruh burung; tanjung. II. manuktuhi, mengetuk berulang-ulang, menotok (tiruan bunyi: tuk); tartuktuk, terantuk kaki; partuktuhan, sesuatu pada mana orang tersentuh; tuktuk holing, burung pelatuk.

Tul, tidak dapat ditentukan mengenai perselisihan, permainan bila seseorang akhirnya mempunyai sebanyak yang dibawanya; tul be, sama kuat, berimbang.

Tula, I. hari ke-15 bulan; bulan purnama; manula, menceraikan suami-isteri; manulahon, menceraikan satu pasangan (suami-isteri) dalam hal mana pihak perempuan mengembalikan mas kawin yang diterimanya; panulaan, uang yang diberikan pada perceraian. II. patulahon, menggembalai ternak; panulaan, jamuan makan yang diberikan bila pasangan suami-isteri akan diceraikan.

Tulading, jauh dari jalan; tulading marpangkuling (marparange), tidak senonoh berperangai, berkelakuan, tidak sopan bicara.

Tulak, tolak, ditolak; manulak, mengembalikan, menolak, menampik; manulakhon, menggeser sesuatu kepada seseorang; tulak mara, untuk risikomu msl pada pembelian; tartulak, ditolak, ditampik.

Tulaktulak, nama sej pohon kayu.

Tulan, = soit; situlan, nama sej pohon; simartulan, nama sej pohon besar; tulan tombuk, pangkal paha.

Tulang, I. saudara laki-laki ibu, paman; datulang, tulang saya. II. tulangtulangon, luka pada sudut mulut.

Tulasik, jelek, gersang, tidak subur mengenai tanah.

Tulason, pohon kayu yang menghasilkan ramuan kayu yang baik.

Tulbas, I. manulbas, menambahkan, mencampuri terutama air; i ma patulbastulbas, tambahkan air kesitu. II. enteng (perasaan) msl perasaan sesudah menanggung sakit.

Tulbe, I. kayu keras berujung besi atau tidak untuk melepaskan tanah (seperti ansuan); manulbe, mengungkit, mencongkel tanah, melepaskan tanah; manulbehon, sesudah dipakai sebagai tulbe. II. menang pada suatu permainan lari.

Tulbu, obor jerami, seberkas jerami yang dipakai sebagai suluh; manulbu, saling melempar dengan tulbu pada panenan; manubulhon, sesuatu yang dipakai sebagai suluh.

Tulduk, manulduk, memasukkan jari-jari ke dalam cairan.

Tuli, mampir, singgah; sewaktu bepergian singgah sebentar pada seseorang; manulihon, membawa sesuatu sewaktu melintas, menyinggahkan.

Tulila, suling; martulila, bersuling.

Tulinda, = hulinda.

Tuling, jungkir, rebah; manulinghon, menjungkirkan, merebahkan.

Tulis, I. belang, loreng, garis-garis di kulit binatang; martulis, bergaris-garis. II. situlison, buku (And).

Tullang, manullang, menusuk, menikam, menyembelih; tartullang tertikam; dipatullanghon, menikam sesuatu dengan sesuatu.

Tullit, tidak tahu malu, brutal, selamba, kurang ajar; soara tullit, ucapan brutal, kata-kata yang kurang ajar, omongan yang tak bermalu; manullit, menjawab secara kurang ajar, dengan sombong; ndang marlaba tullit di jolma na mangolu, perbuatan kurang ajar tidak membawa laba bagi manusia.

Tullom, langsung, lurus, terus; tullom sian on tusi, terus dari sini kesitu; patullom, persis, cocok satu sama lain.

Tulluk, manulluk, menusuk, mencelupkan, menyentuh, menyerondol sesuatu dengan jari-jari atau dengan tongkat; manullukhon, mencelupkan sesuatu; tartulluk mata, ada sesuatu yang masuk ke dalam mata dan menyentuhnya; santulluk, satu sentuhan, sekali; situlluk na marbosar, siapa yang menyentuh bisul yaitu yang memperbesar sakit hatinya bila ia mengingatkannya.

Tulmok, pendek dan gemuk.

Tulngom, berada dekat sekali, dengan membungkuk dekat sekali melihat ke dalam sesuatu; patulngom, idem.

Tulong, tulong api, sej ular yang sangat berbisa. Tulpak, manulpak, menolak; sipatulpak, alat penolak untuk menjauhkan roh-roh yang jahat.

Tulpang, I. congklang, pipa tembakau, rokok. II. manulpang, = tompang, tinggal pada seseorang, menumpang; panulpang gabe na hoda, penyewa menjadi tuan.

Tultul, I. agas, lalat, serangga halus yang kecil sekali dan datang berkerumun. II. manultul, terhantuk, tersandung; matultuli, memotongi, memarang dahan-dahan; na tultul, tumpul, majal. III. sambungan kelejar pada usus buntu, pemamah biak.

Tuluk, manuluk, mengukur, mencoba; manulukhon, memakai sesuatu untuk mengukur, mencoba; tuluktuluk, alat mengukur; ujungna panuluhan, akhirnya akan jadi jelas, akhirnya orang akan menimbang, memutuskan; tartulluk, dicoba, di-uji.

Tulung, hatulungan, corong pada alat pertenunan.

Tulus, (= saut), berlangsung, tercapai, mulus, jadi; manulus, mengakhiri, meneruskan; gana manulus, sumpah sederhana tanpa saksi dan tidak perlu memberi makanan oleh orang yang mengangkat sumpah; patulushon, mengabulkan permintaan, mengadakan, menjadikan; manulus dalanna, melanjutkan perjalanannya.

Tulut, tumuluttulut, melihat seseorang dengan hati yang sedih; mata tumuluttulut, pat so malo hehe, mata melihat dengan hati yang sedih, kaki tak dapat berdiri (dikatakan mengenai seseorang yang dipasung); manaluthon, melihat ke sesuatu, memata-matai; patulut, perhatikan, ikuti dengan mata; goar tulut, nama yang diberikan berdasarkan sesuatu yang telah terjadi; patulutullut, melihat dengan keheran-heranan; diparhatulut, diurus dengan sabar.

Tum, bunyi senapang.

Tuma, situma, sej ulat rama-rama.

Tumalin, situmalin = tano (And).

Tumandok, situmandok, lih tandok.

Tumang, Angk oro; tumangan ni bulan, menstruasi, haid.

Tumba, I. tumbatumba, literan, tabung bambu pakai tutup. II. simartumbatumba, nama sej rumput. III. martumba, sewaktu menyanyi memukul punggung dengan tangan sebagaimana dilakukan orang perempuan.

Tumbang, I. manumbang, menukarkan sesuatu dengan (tu); boniaga tumbang, barang tukaran; parboniagaon tumbang, perdagangan tukar menukar. II. tumbang, sej sakit kulit.

Tumbas, = balos; nunga martumbas = nunga sae.

Tumbu, tas, kantong tembakau yang dianyam dan dihiasi dengan manik-manik.

Tumbuk, cocok, sesuai, serasi, pas mengenai pakaian; tumbuk di rohana, cocok pada pikirannya; patumbukhon, mencocokkan, menyerasikan.

Tumbung, kecambah buah kelapa; sej penyakit rahim, penyakit kelamin wanita.

Tumbur, trubus, kecambah, tunas yang muda; martumbur, bertunas, tumbuh; manumbur daging, bulu roma berdiri karena kedinginan; tumburtumbur ni arung, babi kecil dalam istilah kurban; manombur imbulu, mendapat seram kulit.

Tume, manume, melimpah, memberikan sesuatu yang berlimpah-limpah.

Tuming, sada situming, hanya satu.

Tumpa, manumpa, membentuk, menuangkan logam yang telah hancur; panumpaan, bentuk tempat penuangan logam; tumpatumpa, sej lampet, ketupat.

Tumpak, santunan, sumbangan, bantuan, sokongan, pertolongan, tunjangan; manumpak, membantu, menyokong; manumpahi, idem; panumpak, restu, bantuan; manumpakhon, memberikan sesuatu sebagai bantuan; tumpak sala, = tapak sala.

Tumpal, sej detar, mahkota, berhiaskan mutu manikan; manumpalhon, menabalkan, melantik, memahkotai.

Tumpol, berhadapan muka, lurus, langsung, dihadapan (lawannya: hata tundal); patumpol, langsung berhadapan.

Tumpu, = pungu; martumpu, ber-kumpul; partumpuan, rapat, perkumpulan, kumpulan, tumpukkan.

Tumpur, manumpur, menyeruduk, menangkap, membidik mengenai orang yang ditujukan kepada seseorang.

Tumtum, manumtumi, membuat jadi berkas, mengikat dalam satu berkas; santumtum, seberkas, satu ikat; tumtuman, sej detar.

Tumur, manumur, datang dengan jumlah besar, berkerumun.

Tunal, patunal, tidak sesuai, berlainan.

Tunas, tunas; martunas, bertunas; sinuan tunas, anak laki-laki (And); martunas beangan, beroleh anak dipasung bila seorang perempaun lari dari suaminya maka sering ayahnya memasungnya dan tidak dilepaskan sebelum ia beroleh anak.

Tunda, kerugian yang diperbuat ternak bila memasuki ladang orang; manunda, makan rumput di ladang menimbulkan kerugian; sada do pananda, luhut halak tumolatola, seorang yang menimbulkan kerugian, banyak orang terhindar karenanya; tunda ni anakna, hutang judi anak yang harus dibayar oleh ayahnya; mangan panundai, makan bersama-sama sebelum horja dan membicarakan bagaimana dibagi-bagi biaya; tunda ni boru, jumlah uang yang harus dibayar parboru kalau tidak jadi perkawinan.

Tundal, berpaling, membelakangkan sesuatu; hata tundal, pembicaraan di belakang seseorang; marhata tundal, mengomong di belakang seseorang tentang dia; manundali, membelakangi orang; manundalhon, membelakangi sesuatu; P.B.: talu hata tundal dibahen hata dompak, perkataan yang terbuka menang atas omongan di belakang punggung.

Tunduk, bdk unduk, tunduk, patuh, mengalah, dihempaskan; tunduk ma ho, serahkan dirimu; patundukhon, menundukkan, menaklukkan, mengalahkan; ndang tarpatunduk, tidak dapat tertundukkan.

Tundun, belakang pisau; tundun api, duduk dengan di belakangnya api; manundunhon, memegang bayi yang baru lahir dekat api memanasinya yang dianggap sebagai perbuatan persahabatan; ama, ina painundun, seseorang yang dihormati sebagai ayah dan ibu oleh sebab sangat berterima kasih kepadanya, bapa, ibu pengayom.

Tung, bagaimanapun, rupanya, kiranya, sungguh, amat, terutama dalam kalimat pertanyaan dan kalimat bersyarat; tung olo do ho mamunu ahu, apakah anda barangkali mau membunuh aku; molo tung, sekalipun, bila kira-kira; aut tung sura, bila seandainya; boasa tung, kenapa gerangan; so tung, agar tidak (perintah yang mendesak); sotung laho ho, agar engkau tidak pergi; simalutung, = ogung (berbunyi tung).

Tungar, dewasa, tua.

Tungaur, patungaur, lih ngaur.

Tunggaga, martunggaga, lih gaga.

Tunggal, jantan; hoda tunggal, kuda jantan; tunggal panaluan, tongkat ajaib dengan gambar-gambaran yang diukir.

Tunggaling, jatuh terguling, jatuh terbalik, terpelantung ke belakang, tercampak, rebah; maninggalinghon, mencampakkan, merebahkan, menyungkirbalikkan; patunggalinghon, mencampakkan.

Tunggane, saudara laki-laki isteri; putera dari tulang; tua, dewasa (mulai 40 tahun ke atas); matunggane, tua; angka na tumunggane, orangtua tua; panungganei, orang tua tua; tungganenta, demikian dikatakan orang terhadap isterinya; tunggane hapur, kepala pedagang kapur barus; tunggane boru, sebutan hormat terhadap isteri yang terhormat; tunggane doli, idem terhadap tuan rumah.

Tunggang, I. berani, perkasa, tidak takut. II. manungganghon = mangusehon, mencurahkan.

Tunggar, kayu terapung, kayu-kayu hanyut, potongan-potongan kayu yang di bawa arus air sungai.

Tunggere, manunggere, nakal mengenai anak-anak yang menangis dan mengentak-entakkan kakinya, merengek-rengek sambil mengempas-empas kaki.

Tunggik, situnggik, tiruan bunyi tataganing; situnggik ninna dakdanak, sitongka ninna na tuatua, bila anak-anak meniru gendang kematian, maka orang yang lebih tua harus melarangnya karena takhyul.

Tungging, tidak duduk baik sehingga gampang jatuh.

Tunggom, patunggomhon, mencocokkan satu sama lain.

Tunggu, martunggu, menuntut pembayaran utang, menagih; manunggu, menuntut; tunggu tolu, nan tunggu tolu, tungku yang tiga (dalam upacara resmi) mengenai Tuhan dikatakan: ditunggu hosa ni jolma, ia menuntut nyawa manusia.

Tungguk, situngguk, daun napuran muda; disi situngguk, disi sitata, disi hita hundul disi Debata; situngguk, juga: sej tumbuhan menjalar.

Tunggul, utama, kepala, pemimpin; tunggul ni juji, pemimpin judi, pemegang uang; tiang partunggul, tiang yang kuat sekali dipasang pada bangunan-bangunan dari kayu msl gereja, tiang utama; tunggul buta, lih buta.

Tungil, tandus, gersang, tidak subur mengenai tanah.

Tungir, semut merah yang kecil; manunungiri, mencari keropas-kerapis, mencari hal-hal kecil.

Tunja, manunja, berdesakan, mendesak orang, menyenggol, menggeser; panunjanunjaan ni aek, tempat dimana air dari pipa mengalir, pembuluh air, saluran air.

Tunjang, manunjang, menerjang, menendang, menyepak, memberi sepakan; tartunjang, kena tendang; manunjang, membuat jalur-jalur kecil di ladang yang ditutup dengan kaki setelah ditaburi. Tunjul, berbonggol, menjulur, besar di ujungnya.

Tungka, nama daerah di sebelah Selatan Sibolga; nama marga.

Tungkan (= dingkan), ke, ke arah, menunjukkan arah; tungkan utara, ke Utara; tartungkan, kira-kira ke arah.

Tungkang, tukang, tukang kayu; tukang hau, tukang kayu; tukang bosi, tukang besi; martungkang, bertukang; manungkangi, menukangi; hatukangon, pertukangan; partukangan, tempat bekerja, bengkel tukang kayu; dipatungkanghon, menukangkan (tu).

Tungkap, bungkuk ke muka, tertelungkup; manungkap, menelungkup, membungkuk ke muka; dipatungkap, membungkukkan ke depan; tungkaptungkap ni ladang, bekerja di ladang; martungkap, bungkuk; tungkap hudon, petunjuk waktu: 21.00.

Tungkar, tukar; manungkari, menukar (uang); manungkarhon, menukarkan; masitungkaran, saling bertukar; masitungkaran hata, saling memberi jawab.

Tungki, melihat ke bawah, tunduk sedih, bungkuk, membungkuk; tungkitungki, membungkukkan diri; martungkian, dalam keadaan membungkuk, dirundung kesedihan; dipatungki, dibungkukkan diri.

Tungkik, nanah, leleran, bisul dalam telinga; tungkihon, berbisul di dalam telinga.

Tungkis, kosong mengenai tong karena isinya mengalir keluar; patungkis, mengosongkan. Tungko, tungkotungko, tunggul, bonggol kayu, bagian bawah batang kayu berkumpul; partungkoan, tempat di muka kampung di bawah pohon kayu yang tinggi dimana orang suka duduk-duduk, tempat musyawarah.

Tungkol, I. topang, tiang, kayu penyokong; martungkol, menumpang pada sesuatu; manungkoli, menyokong seseorang; tartungkol, ditolong; martungkol isang, menupang dagu dengan tangan. II. gigi yang berlobang; tungkolon, mempunyai gigi yang berlobang, sakit gigi, bengkak gusi.

Tungkot, tongkat; martungkot, bersandar pada tongkat; tungkot di dalan na landit, sulusulu di dalan na holom, tongkat di jalan licin, sulu di jalan yang gelap dikatakan mengenai raja yang adil.

Tungkum, martungkum, memblokade, mengepung; ditungkum, dikepung; tartungkum, terkepung mengenai kampung.

Tungkup, sungkup, tutup; menara; manungkupi, menutupi, menyungkup.

Tungkus, manungkus, menyelipkan, membawa sesuatu dengan ulos yang diangkat; tungkus, tertahan, terhenti mengenai air.

Tungo, tungau, kutu ayam.

Tungor, patungoripon, menggertak gigi; patungoromon, menggeram (binatang liar).

Tungtung, kentong dari kayu; tungtung bulu, kentongan dari bambu. Tuni, gambaran bintang kembar, nampak dalam bulan sipahatolu.

Tunik, sinamot, harta, warisan; na so martuniktunik, se-orang yang miskin tidak punya apa-apa, miskin sekali.

Tunom, suluh besar dari jerami.

Tuntun, manuntun, bertekad, membuat sesuatu dengan sengaja, diteruskan dengan sengaja; na tinuntun, apa yang diperbuat dengan sengaja, yang disengaja.

Tuntut (bdk suntut), tumuntut malumalu, melakukan sesuatu agar jangan memalukan karena cercaan.

Tup, martup, bertangas, mandi uap untuk berkeringat; partupon, pemandian uap, penangasan.

Tupa, tersedia, siap sedia, disetujui, baik, mungkin, terjadi; tupa mate, tupa mangolu, mungkin mati mungkin hidup; na so tupa, tidak boleh; na so tupa idaonmu ahu, engkau tidak boleh melihat saya; situpatupa, = sitantan; patupahon, menyelenggarakan, membuat sesuatu, melaksanakan, melakukan; ndang tarpatupa, itu tidak mungkin diperbuat, tidak mungkin.

Tupang, bertemu secara bersilang msl persimpangan; hatupangan, pertemuan dua sungai; Simatupang, nama marga.

Tupik, lih topik.

Tuptup, persekongkolan, tekad membuat rencana, membicarakan bersama; tuptupan, keputusan; satuptupan, sekata, seia mengenai rencana; partuptupan, hal mengambil keputusan, tekad.

Tupuk, manupuk, mencucuk ke dalam; tupuk, tercucuk, kemasukan, masuk, tertusuk, terpantak.

Tupung, ada bersama, berhimpun, berkumpul, saling menemui; tupung ma hita holan na pogos, kita orang-orang miskin berkumpullah sekali.

Tur, darat, tegalan, tanah daratan yang kering; na tur, daratan; hauma tur, ladang daratan tanpa pengairan; mardalan tur, perjalanan di darat; tartur, menjadi kaya; paturhon, mengambil kayu dari air dan menjemurkannya.

Tura, manurai, menusuk, menikami, menembuskan sesuatu; turatura, penusuk sesuatu yang dipakai untuk menembus.

Turak, parturak, torak, perkakas tenun; ndang tarbahen turak nunga satonga tangan, ndang olo ahu mulak nunga satonga dalan, sudah jadi tabung mana bisa lagi torak, sudah kadung setengah jalan, untuk apa lagi pulang.

Turanggang, abu, serbuk bekas bakaran, sesuatu yang terbakar.

Turasi, marturasi, berceramah, berceritera, berpidato, berkhotbah, berkata-kata; manurasihon, memberitahukan, mengumumkan.

Turba, praktis, cepat habis dikerjakan; paturbahon, meringankan pekerjaan, membuat pekerjaan jadi praktis.

Turbing, manurbing, memagut, menggigit mengenai ular dan burung.

Turbu, marturbu, masiturbuan, saling melempar dengan batu.

Turbung, sangkar yang dianyam dan berbentuk kerucut untuk ditutupkan pada ayam; juga: pengait buah-buahan, galah berkait, kisi-kisi berujung runcing.

Turdak, tidak bersatu satu sama lain mengenai dahan kayu; mengenai tetek: tegak berdiri, tidak bergantung, juga: tidak senonoh.

Ture, teratur, rapi, apik, sudah diatur, selesai, layak, wajar, beres, siap; paturehon, mengatur, membereskan, menyelesaikan; parturena, hal keberesan, hal teraturnya; manurei, mengamat-amati bahwa sesuatu berjalan dengan beres, memperhatikan agar sesuatu itu beres.

Turgas tugas, saran, upaya, nasehat baik, daya penolong; manurgas, memikirkan daya upaya, memberi nasehat, menasehati; panurgasi, pemberi nasehat, orang yang memberi nasehat, pelaksana, petugas.

Turgis, manurgis, mencucuk, menyuntik; manurgis suga, mengeluarkan duri; tungkang manurgis, mantri cacar.

Turi, I. turiturian, ceritera berdasarkan historis, hikayat lama marturi, mencerita ceritera historis; manurihon, idem. II. turituri, kayu yang dipakai untuk membangun.

Turiak, marsituriak, bergembira, tertawa (And); bdk riak.

Turiang, buah, lempayan padi, bulir yang terakhir sekali masak dan oleh karenanya pada panen umumnya masih tetap tinggal berdiri.

Turik, parut, bekas luka, bopeng, bekas cacar; turikturihon, berjerawat, bopengan.

Turja (= suga), tercucuk, tertusuk lembing.

Turpuk, jatah, posi, bagian; santurpuk, sebagian; manurpukhon, membagikan; marturpukturpuk, bagian-bagian yang terpisah-pisah, berbagian-bagian.

Turtar, hiruk pikuk, gaduh, recok.

Turtu, tiruan bunyi: dekur merpati.

Turtur, I. kelemumur, ketombe pada kulit, pada kepala; siaji turtur, jampi yang membuat orang kakinya berlobang. II. maturtur, menyisik, meruntuh, pecah dan turun, berluruhan.

Turun, turun; turun ma ho begu, seruan kepada begu: turunlah begu; manurun tu balian, keluar dari rumah mengenai anak yang mengejar orang tuanya ke ladang; maiturun, (gadis): pergi ke rumah pemuda (turun dari rumahnya sendiri); horbo manurun, seekor kerbau yang dijual, kembali ke kandangnya; turun, pesta mayat; paturunhon, menurunkan jenazah sesudah lama disemayamkan di kampung, di bawa ke kuburan; singkora mora turun, hari ke-20 bulan Batak.

Turut, turut, sesuai, cocok; ndang turut, tidak cocok, tidak sesuai; na so turut = na so patut; manuruti, selalu memberikan tanpa menuntut sesuatu; na haoloan na haturutan, seorang yang ditaati dalam segala hal.

Tusa, kutu dalam pakaian, selimut.

Tusam, sej pohon cemara (getah kayunya dipakai untuk suluh).

Tusi, kesitu, lih tu.

Tustas, meniru bunyi "tas".

Tustus, kayu yang menghubungi tiang-tiang rumah Batak tradisional. Di atasnya: gulanggulang.

Tusuk, = tiham, menikam, menusuk, mencucuk.

Tutak, dibuang, terbuang; manutak, membuang, menyampakkan.

Tutal, patutal, tidak sesuai, tidak cocok, runyam, sembrawut.

Tutas, parhatutas, hamba, abdi; parhatutas tu hamusuon, senjata.

Tutu, I. benar, tidak salah, pasti, betul; tutu situtu, sungguh benar; na uli situtu, luarbiasa cantiknya; marhatutuhon (diparhatutu), dibenarkan; hatutuon, kebenaran. II. manutu, menggiling, menumbuk msl lada, cabai; panutuan, tempat cabai ditumbuk; tutu pege, pedang bergagang tanduk rusa.

Tutung, manutung, membakar sesuatu; matutung, terbakar; lobi tutungon hurang lompaon, apa yang dipanggang adalah lebih, sedangkan apa yang dimasak tidak ada, yaitu: seorang pemuda yang punyai uang untuk memberi hadiah kepada seorang gadis tetapi tidak bisa membayar mas kawin; panutungnutungon, kelihatan seperti yang terbakar; tartutung, terbakar, kena bakar.

Tutup, tutup, tertutup; tutup ni meja, taplak meja; manutup, menutup; tartutup, tertutup; sipanutupi, guna-guna yang membuat perempuan tebal terhadap minuman yang membuat dia jatuh cinta (dorma).

Tutur, I. tersusun rapi, teratur, menurut deretan; manuturhon, mengatur, membuat deretan; patutur, dibariskan; manuturi, memberikan pengajaran yang teratur; panuturi, penasehat; manuturhon, mempelajari sesuatu secara teratur; tuturan, pengajaran, ajaran; ndang tuturan datu ajaran na marroha, seorang datu tidak perlu dinasehati, seorang yang berbudi tidak perlu diajar. II. tutur, handai tolan, sanak keluarga, tingkat pertalian famili, kerabat; martutur, berfamili; partuturan, pertalian famili; martuturtutur, saling menerangkan pertalian famili; pasambat tutur, meniadakan kekerabatan (seorang yang kerasukan iblis dan menyebut nama familinya atau melawan adat kekerabatan), memungkiri pertalian famili, demikian dikatakan mengenai seseorang yang dihinggapi roh dan menyebut seseorang ompu yang barangkali adalah ayahnya dan melakukan sesuatu yang berlawanan dengan adat kekerabatan.

Kamus Batak Huruf S

Sa, I. satu, se; (sada) sahoda, seekor kuda; sahali, sekali; na sahorbo, sebesar kerbau; na sa i, sebesar itu. II. ulok sa, ular raksasa. III. suda; nunga sa, sudah cukup, habislah aku pada permainan, sekarang tidak ada lagi taruhanku, aku kalah. IV. sa, cukup, puas, bosan; sa rohana, dia telah bosan, dia sudah muak, jemu; pasahon, mengerjakan sesuatu sampai jemu. V. akhiran sa biasanya dihubungkan dengan kata kerja dan menunjukkan kembali kepada objek; mangalehonsa, memberikannya (benda dsb yang dihunjuk); ndang tarbahensa, ia tidak dapat melakukannya; nampunasa, pemiliknya, yang empunya.

Saba, lahan basah, sawah (lawan hauma tur = ladang); saba langit, sawah yang hanya diairi oleh hujan, sawah tadah hujan.

Sabam, tawakal, sabar, terhibur, senang, tidak mudah putus asa, tabah, teguh batin; sabam rohana, dia merasa senang, senang hatinya, tabah dia; pasabamhon, menghiburkan, menyenangkan hati, menyabarkan, meneguhkan batin; sipasabam roha, yang menghiburkan, penghibur; manghasabamhon, me-rasa senang dengan, gemar dengan, berpasrah, menerima sesuatu dengan tawakal, dengan tabah.

Saban, saban ari, = ganup ari.

Sabang, persambungan kayu dalam hal mana dua balok dihubungkan secara memanjang. Sabar, pagar dari maremare dipasang di dalam air untuk mengusir ikan melalui pagar itu ke dalam jala; manabar, memasang pagar seperti itu, menghalau ikan masuk jala; manabar hata, mengucapkan kata-kata dengan hati-hati, dengan lebih dahulu mengatakan "santabi" untuk menghindarkan segala sesuatu yang dapat menyinggung parasaan orang, minta permisi dengan ucapan "santabi"; saburan, bendungan yang dibangun di danau atau kolam serta menutup jalannya ke luar agar kemudian mencari ikan.

Sabas, puas, menyenangkan.

Sabat, hambatan, halangan, rintangan, kendala; manabati, menghalangi, menghambat, menahan seseorang, merintangi; tarsabat, terhalang, terhambat.

Sabesabe, selendang, hiasan, dandanan, kain (ulos) yang digantungkan pada bahu, kain yang disandang di bahu; marsabesabe, mengenakan kain (ulos) yang digantungkan pada bahu msl sewaktu menari, menyandang selendang; sabesabe ni hata, hiasan pada pidato, basa basi.

Sabi, I. sawi, tanaman kecil yang dimakan sebagai sayur. II. sabi atau sasabi, sabit, arit, pemotong rumput; manabi, memotong dengan sabit; bulan sasabi, bulan sabit; sasabi tur ma dilana manghatai, lidahnya adalah cepat, terburu-buru bagaikan sabit di ladang kering (dimana lebih baik ia memotong seperti di saba). III. sabi, tajam melihat karena benci dan dendam, bringas, , menolak dikatakan mengenai mata: sabi matana.

Sabilang, = sapata (bdk bilang).

Sabor = sabar.

Sabtu = sabtu.

Sabuk, cawat, sabuk; marsabuk, bersabuk, memakai sabuk, bercawat, melilitkan sabuk antara dua paha; diparsabuk (ihurna), menyempitkan ekornya antara dua kaki, dipersabuk ekornya.

Sabul, sinabul, bukti, kata untuk pembelaan; parsinabul, pembela di pengadilan, pengacara, penasehat; bdk abul.

Sabun, sabun.

Sabung, I. manabung, melaga, menyabung ayam jantan atau manusia; marsabung, bertempur, berlaga, berkelahi; panabungon, perkelahian binatang, tempat sabungan ayam; sabungan, ayam jantan, ayam laga; sabungan ni obuk, rambut kepala yang terpanjang; huta sabungan, ibukota. II. sabung, mesiu.

Sabur, berserakan, bertaburan, tercecer, terserak-serak, tertabur; sabur bintang, bintang-bintang dalam jumlah besar terlihat, bintang bertabur; sabur uban, telah mempunyai beberapa uban, uban bertabur; manabur, menabur benih; panabur, penabur; saburon, waktu menabur; panaburi, demikianlah dikatakan mengenai beras yang ditaburkan di belakang mayat; kutukan = sai panaburim ma i, mudah-mudahan itu berarti kematianmu: begitulah diucapkan di belakang seseorang pencuri; panaburi, jampi untuk membuat orang tidur

Sabut, sabut ni harambir, sabut kelapa, kulit luar buah kelapa.

Sada, satu, seorang, tunggal, satu-satunya, sesuatu; sasada, tunggal, sendiri, seorang diri; sasada ibana, dia sendiri, hanya dia; sasadangku, aku sendiri, hanya aku; sasadam, engkau sendiri, hanya kau; sasadasa (sasadana),dia sendiri, hanya dia; nantuari sada, kemarin dulu; na taon sada, dua tahun lewat; sadasada, satu demi satu, satu per satu; sada roha (saroha), sehati, seia, sepakat, dengan suara bulat; sahata saoloan, seia sekata; dongan sahuta, teman sekampung; dongan sabagas, teman serumah; dongan saripe, suami; dongan sabangsa, teman sebangsa; pasadahon, menyatukan; pasadahon roha, membuat supaya sepakat, supaya bersuara bulat, meyatukan pendapat, memutuskan; sada ma roham, ammbillah keputusan; sumada, lebih bersatu padu; marhuta sada, berangkat, bepergian; bulan sipahasada, nama bulan pertama penanggalan Batak; na sada on….na sada an, yang satu….yang lain; marsada ni roha, marsaroha, bersatu padu, seia, sekata; parsadaan, tentang mana orang sepakat, seia, persatuan; ompu parsadaan, leluhur, nenek moyang bersama.

Sadi, mansadi, berhenti; marpansadian, mengaso, berhenti, berakhir.

Sadia, berapa? ndang sadia, tidak banyak, sedikit, tidak seberapa; ndang sadia arga, tidak berapa mahal; sadia argana? berapa harganya?

Sadihari (dari: sadia ari), di waktu mana, kapan? ndang sadihari, tidak cukup itu, tidak ada waktu untuk itu, tidak sempat.

Sadum, sej ulos.

Sae, I. cukup, lampau, sudah, selesai mengenai proses, lunas mengenai hutang; nunga sae, sudah cukup; nunga sae hata i, perkara itu sudah selesai, sudah diputuskan; P.B.: uli pe hata pintor, ulian do hata sae, perkara yang adil itu bagus, tetapi lebih bagus lagi perkara yang sudah selesai; sae utangna, hutangnya sudah lunas, selesai hutangnya; pasaehon, menyelesaikan, membayar, menghabisi; marsae mara, (dari: ndang adong be mara atau malu, kata halus untuk telanjang, bertelanjang. II. tidak dikerjakan, tidak ada pohon-pohon kayu mengenai tanah, bersih dari rerumputan (arti dasar = ias, bersih); pasaehon, membersihkan tanah; sae, juga dikatakan mengenai orang yang sudah kebal (imun) terhadap penyakit menular dan tidak lagi kambuh; saean ngenge, telah pernah dihinggapi penyakit cacar; sae dagingna, mengenai perempuan: ia tidak hamil, mandul; saesaean, tidak bertunangan mengenai anak perempuan yang pernah bertunangan, tetapi sudah bebas dan dapat dipinang lagi, bekas bertunangan sekarang lowong. III. saesae, sej rumput; sae batu, sej pohon yang daunnya lunak. IV. saesae, pertanda bahwa si isteri sudah cerai, ia pergi dengan sanggul saesae ke pekan, siapa yang mengambil sanggul itu menandakan bahwa ia mau mengawininya.

Saelam, sisaelam, lih elam.

Saem, pengganti sesuatu yang diberikan kepada begu, msl kerbau sebagai pengganti orang yang sakit; mangusaem, mausaem, memakai pengganti seperti itu; sumaem, = humophop, sebagai pengganti untuk.

Saemara, telanjang, bugil, lih sae I.

Saep, putus harapan, tumbal, silih, pengalih, tidak mempunyai harapan lagi, sudah lampau, sudah lewat; nunga saep roha, mengetahui dengan pasti; saep ladang, mati haid, mandul rahim, tidak ada harapan lagi beroleh anak, tidak mendapat anak lagi (tidak mempunyai harapan bahwa di ladang, yaitu rahim ibu, akan tumbuh lagi); saep = ulos (And).

Saga, ampang, kecil; sagasaga, sej tulila, harmonika mulut terdiri dari lidah dari hodong yang ditarok di muka mulut dan dengan menariknya menimbulkan getaran, harmonika bambu.

Sagak, padi, yang tumbuh lagi dari tunggul jerami, tunas yang tumbuh sesudah panen.

Sagal = mahap; sagal mangan juhut, sangat kenyang, puas, sabas (makan daging).

Sagala, semua, segala dalam bahasa datu; nama marga.

Sagan, saganon, bongkah-bongkah, potongan-potongan kayu api yang besar-besar yang dibakar untuk seorang ibu yang baru bersalin supaya ia tetap panas; P.B: unang pos roham marhalangulu saganon, janganlah berlaku semberono dengan memakai potongan kayu api sebagai bantal, mungkin kayu api itu terbakar, dan membakar engkau, artinya: janganlah membuat seseorang menjadi sahabat yang dapat merugikan engkau, jangan bersandar pada orang yang tak beres.

Sagang, tidak ada di kampung, senggang, kosong, sepi; sagang ari, kesatuan, penentuan waktu: pukul 10 pagi di waktu mana mungkin tidak ada orang di dalam kampung; sagang borngin, pukul 11 malam di waktu mana orang tidak berada di luar; di sagangsagang ni ari, pada waktu tidak ada orang dalam kampung karena semua bekerja di luar kampung, di senggang-senggang hari.

Sage, mansage, menyebarkan jerami di ladang agar dipakai sebagai alas padi yang mau ditebah.

Sagi, dibagi; marsagi (diparsagi), membagi dengan baik sehingga yang satu tidak menerima segala sesuatu yang baik dan yang lain segala sesuatu yang jelek; managihon, membagi-bagikan, membagi atau menyusun dengan baik sehingga berkumpul yang sama sifatnya, memberikan kepada setiap orang apa ia berhak menerima, masing-masing diletakkan di tempatnya; pasagihon, membagi-bagikan msl pekerjaan; sagisagian ni pinahan, bermacam-macam ternak; masipasagian, membagi-bagi antara sesama mereka; marga sagisagian, dari setiap marga ada yang hadir; sagi, sudut, segi, siku; si opat sagi, empat segi, empat siku.

Sagu, sago, sumsum, tepung tanam-tanaman yang mengandung sagu (rumbia arrouroot dsb); sagu ni tano, kekuatan tanah; sagusagu, kue-kue dari tepung yang diuapi, suatu sedapan yang disukai orang Batak; panagunaguan, daun dalam mana sagusagu itu dibungkus, pembuatan kue sago.

Saguman, semua, masing-masing.

Sahal, tajam, pedas mengenai citarasa, tajam, menusuk rasanya.

Sahala, kemuliaan, kharisma, hikmat, kesaktian, wibawa, kebesaran otoritas, penuh kesaktian; marsahala, mempunyai kemuliaan, kebesaran, otoritas; ndang marsahala ibana mangarajai, tak berwibawa dia memerintah.

Sahan, tabung tuak, tanduk tempat minuman dari mana datu menuangkan sesuatu pemberian dengan menuangkan tuak melalui ujungnya; manahan, menuangkan tuak dari tanduk ke dalam mulut, menuang air ke dalam mulut.

Sahap, cap, meterai, stempel, segel; manahapi, mencapkan, memateraikan, mensahkan, menobatkan.

Sahat, I. tiba, sampai, selesai, terwujud, diserahkan; pasahathon, menyampaikan, menyerahkan; pasahathon daung, = manggondanghon daung; hasahatan, alamat yang di tuju, tempat penyampaian, alamat, tujuan ; hasahatan ni manuk, isi perut ayam dekat perut besar; pamahatan, orang kepada siapa sesuatu disampaikan, kepada siapa sesuatu dikirim; hujur panahatan, denda yang diberikan seorang lelaki yang melarikan seorang anak perempuan kepada pihak perempuan sebagai bukti bahwa ia mau membayar segala sesuatu; hasasahat, kedatangan, penyerahan, sampainya; pasahathon pelean, memberikan persembahan kepada roh-roh yang berhak menerima, menyerahkan sajian. II. sahaton, sakit pada kaki yang dianggap sebagai tanda sakit kusta; manahat, menyakitkan kaki orang dengan sihir dengan jalan menyihiri jejaknya; disahat begu, kakinya dibuat sakit oleh begu.

Sahe, I. manahei, membagi-bagi dalam potongan-potongan, dipotong berkerat-kerat mengenai binatang yang dipotong. II. marsahe, bersetubuh mengenai binatang; hoda marsahe, kuda bastar, keledai.

Sahiri, tikus.

Sahit, sakit, penyakit; sahit bali, penyakit menular; marsahit, sakit, menderita, mengidap penyakit; sahitan, idem; parsahitan, penyakit, keadaan sakit; panahit, dalam arti sembunyi: cacing dalam usus, mempunyai cacing; manahiti, menyakiti, membuat seseorang sakit, msl dikatakan mengenai begu; na sinahitan ni begu, sakit dibuat begu (menurut anggapan orang Batak kuno semua penyakit menular disebabkan begu).

Sahor, tak selera, tidak enak mengenai citarasa, tajam, rasanya menggigit.

Sai, I. selalu saja, sama sekali, tidak dapat tidak, terus-terusan; sai dialo do ahu, selalu dia melawan saya; sai manjua do raja i, raja itu tetap menolak; sai mulak do sahit i, penyakit itu selalu kambuh; na sai leleng, sudah lama; na sai laon, dahulu, sebelumnya; na sai laon, sangat sulit (bdk mansai, sangat). II. kata depan ditarok di depan imperatif dan optatif, semoga, kiranya, mudah-mudahan; sai ro ma ho, datanglah; sai saut ma tahim, mudah-mudahan rencanamu terwujud; sai tubu ma torop anakmu, semoga anda mendapat banyak anak lelaki; sai dao ma begu, semoga jauh penyakit; "sai" ini sering terdapat pada permulaan doa.

Saing, persaingan, percekcokan, perlawanan; marsaing, berkelahi, berjuang; pasaing, saling berkelahi, atas mengatasi, dalam keadaan bersaing.

Sait, gigi runcing, taring pada manusia dan binatang; marsait, bertaring msl kuda; saitan, cantelan, kait besi pada pelana kuda beban; sait ni porhas, batu runcing, sinar kilat; sait ni huta, nama daerah di Silindung.

Saksak, I. putih bersih, putih metah, putih sekali sehingga menyilaukan mata. II. manaksakhon tihas, mengumumkan kesalahan, kekeliruan, membongkar habis cacat orang. Saksi, I. ketenteuan, aturan. II. saksi; manaksihon, menyaksikan.

Sala, I. kesalahan, kekurangan, ketidak adilan, bersalah, dosa, mempunyai kekurangan; sala ho, kau berbuat salah; salangku, itu adalah salahku, saya berbuat salah; manopoti sala, mengakui kesalahan; marsala, melakukan perbuatan salah, salah; sala so, salah oleh sebab ini dan itu tidak ada; sala dohot, salah ikut, salah oleh karena turut melakukannya; singir sala so, denda yang harus dibayar kampung oleh sebab tidak turut berpesta; sumala, lebih salah, lebih keliru; dia salana, apa kekurangannya, apa yang kurang; manalahon, menyalahkan, mempersalahkan dia. II. manalahon, mengingkari, menyangkal, mengelakkan sesuatu; hasalasalaan, denda, hukuman uang dengan mana orang mengakui hutangnya; manala, bersalah.

Salae, kodok kecil yang hidup di pohon kayu, kodok hijau.

Salaga, kayu pada kuk tenggala pada mana patil tergantung, cantelan kuk.

Salaha, duri yang dipasang di pohon buah-buahan agar tidak dapat dipanjat orang, kawat duri keliling pohon agar tak dipanjati.

Salaksak, licin, botak (dari: saksak?); salaksahon, dalam keadaan botak, dalam keadaan gundul.

Salamat, I. tabik, salam (= tabe); salamat pagi, selamat pagi; salamat taon baru, selamat tahun baru; salamat dalan, selamat jalan; salamat tinggal, selamat tingggal (bagi mereka yang tinggal). II. sasaran; marsalamat, menembak sasaran.

Salang, I. marsalang, tidak bertutup, kata yang kurang sopan untuk telanjang; salangsalang, tidak pakai sarung mengenai pisau, pedang, tidak mengenakan pakaian mengenai orang telanjang; teka-teki: jolo marabit asa salangsalang, lebih dulu berpakaian baru telanjang, yaitu bambu yang di waktu bertunas mempunyai pembungkus yang kemudian jatuh. II. salang, malahan, bahkan, sedangkan.

Salaon, tarum, nila, biru seperti nila; marsalaon, kehitam-hitaman mengenai muka.

Salapa, selapa, kotak cerutu, tempat tembakau dari kuningan atau perak.

Salapsap, I. atap rumah Batak yang menjorok ke depan. II. tanduk kerbau yang dipasang di puncak atap.

Sale, manale, mengeringkan di atas perapian, mengeringkan sesuatu dekat api, mengasapi, menganguskan kayu supaya mudah dibawa sebagaimana orang msl membuat butar sebelum membawanya dari hutan ke rumah; salean, rak yang dipasang atas perapian untuk mempercepat keringnya kayu, para-para di atas perapian; sisalesale tarup, yang mengasapi atap, yang nyonya rumah, dia yang memasak. Salempang, selempang, tempat mesiu dari tanduk, tabung mesiu.

Salempong, = sagasaga.

Salendang, selendang, kain yang disandang kaum wanita.

Salenggam, kayu bulat, rol kayu yang dipakai untuk meratakan, beras/padi dalam solup, alat perata isi liter.

Salese, (bdk lese), manalesehon, melunasi hutang, menyelesaikan hutang, mengimpaskan.

Sali, marsali, meminjam, berhutang, menjamin mengenai utang atau benda; pasalihon (dipasali), membantu orang de-ngan memberi jaminan, menghutangkan; parsalian, orang yang memberi pinjaman, kreditor, tempat meminjam; dipasalihon, dipinjamkan, dihutangkan.

Salibon, alis, bulu kening; mengkel salibon, tertawa dengan tidak menggerakkan mulut.

Salik, manalik, menyindir, mengolok, mengucapkan kata-kata yang keji secara sembunyi sehingga orang yang mengucapkan kata-kata itu tidak dapat ditangkap.

Salimbatuk, sej rumput yang harum yang dipakai untuk bahan obat.

Salimbolbol, sembelit; salimbolbolon, menderita penyakit ini, sembelitan, terkena sembelit.

Salimpotpot, kunang-kunang; marsalimpotpot diida, pandangannya berkunang-kunang. Salin, I. manalin, mengganti, mengganti pakaian, mengenakan sesuatu; marsalin, mengenakan pakaian lain, tukar pakaian; sasalin abit, pakaian yang lengkap; mamalin (tu), menterjemahkan ke bahasa lain. II. salin, lain, menonjol kelihatan dalam arti jelek; na sumalin, lain sekali dari seharusnya; sumalin do losokmu sian N., engkau lebih malas daripada N.; mate sumalin, mati sewaktu hamil mengenai perempuan, yaitu: mati tidak dengan hormat, mati tercela.

Salipi, tas dari kulit binatang berantai kuningan dan dibawa dengan tangan; tas bergagang rantai keemasan.

Salisi, selisih, perbedaan; pertengkaran, pertikaian; marsalisi, berbeda, bertengkar, saling berselisih; parsalisian, perselisihan, pertengkaran, perbedaan; parsalision, jampi, yang membuat peluru tidak mengenai sasarannya; manalisi, menjauhi diri; marparsalisian, berbeda, berselisih, bertikai; sadia selisina, berapa selisihnya, berapa perbedaannya.

Salit, sulit, sukar; salit tabaon, sulit untuk ditebang; salit pangkuron, sulit untuk dicangkul.

Sallak, manallak, memarahi, menyapa seseorang dengan suara yang keras, menegor keras, memarahi.

Sallot, = sungkot, tercantel, tersangkut; masipasallotan, sangkut-menyangkut; marsallot-sallot, seperti tangga, menyerupai tangga. Salngam, nyambung, hubungan antara dua balok yang disambung; masisalngaman, saling nyambung.

Salngit, bau, berbau sengit.

Salobat = salohat.

Salohat, suling yang lobang tiupnya ditengah-tengah.

Salohot, sej rumput yang bunganya mudah melekat (lohot); juga sejenis tumbuh-tumbuhan yang dipakai tukang emas untuk menyoldir.

Salong, mansalong, mengutip, memetik daun sayur, mencari sayur, mengambil dari kebun; mansalong hata, mencari kata-kata sedemikian rupa sehingga sulit bagi lawan untuk menjawabnya; martunggu ingkau sinalong, mencari keadilan, dikatakan mengenai paranak yang mengadukan bila isteri anaknya laki-laki lari dengan niat jahat; anak sinalong, seorang anak yang lahir di luar pernihakan resmi; ingkau sinalong, denda yang dibayar oleh ayah kepada suami perempuan yang lari daripadanya sebagai ganti rugi karena tenaga si isteri di kebun telah lama berkekurangan, denda terhadap pelanggaran akad nikah (sebenarnya: sayur yang dipetik).

Salongkap, manalongkap, sangatbau, pengap, bau tengik yang menyengat hidung.

Salongki, seloki.

Salop, hubungan rahang bawah dengan tulang kepala, sendi rahang. Salosap, = gaja lumpat.

Salose, = salese.

Salpu, lewat, lampau, lalu, terlewat; salpu sataon, setelah setahun; dung salpu i, setelah itu; manalpuhon, manalpui, melampaukan, melewatkan, melebih-lebihi, melewati; masalpuhu, melebihi, melewati, kelewat batas; pasalpuhon, membiarkan sesuatu lewat, melewatkan sesuatu; sisalpusalpu langka, pekerjaan atau keadaan dalam hal mana orang terlambat datang; tolu ari salpu, tiga hari yang lampau.

Salsal, I. sej pohon kayu yang getahnya menimbulkan gatal. II. terang, tampak, dapat dilihat, nampak jelas; salsal ni hamonangan, kemenangan, yang jelas: salsal ulina, keelokan, kecantikan umumnya tampak; marsinalsal, umumnya dapat dilihat, cemerlang.

Saludang, bunga pohon aren dan pinang.

Saluksuk, manaluksuk, membubung, lih suksuk II.

Salumbung, sarung yang sudah berjahit (mandar).

Salung, I, manalung roha, memahami seseorang, mengambil hati seseorang. II. = pansung.

Salusu, selusuh, upaya-upaya meringankan penderitaan msl pada kelahiran, pemasungan; salusu ni hata, perkataan yang membuat permintaan diluluskan; salusu ni bodil, saluran yang menghubungkan mesiu dan tempat mesiu. Saluran itu dibuat makin lebar pada arah tempat mesiu, agar api itu dipakai lebih mudah masuk.

Sama, sama, bersama-sama; sama tubu ni namora, mereka bersama-sama adalah anak orang-orang kaya; sama so alit, sama-sama tidak bisa dikalahkan, sama-sama tidak mindir; dongan sam dongan, sesama kawan; marbada isi ni huta i sama nasida, penduduk kampung itu berkelahi sesama mereka.

Samak, kabur, samar-samar, tidak jelas kelihatan, tidak terang, serupa tetapi hanya kira-kira tidak dilihat dengan sungguh-sungguh; samak huida, saya lihat semua samar-samar, sama; manamaknamak, mengganti pakaian, membuat supaya tidak dikenal; pasamakhon, idem.

Samar, I. tarsamar, keracunan, kena racun, tercamar racun. II. ndang marsamari pogosna (hamoraonna), kemiskinannya (kekayaannya) adalah luar biasa, tidak terbandingkan; na pogos so marsamari, sangat miskin tidak terbandingkan.

Sambal, sambal.

Samban, I. penghalang, halangan, ganjal, lintang; so binoto be samban, dia tidak mau ditahan atau dihentikan sewaktu lari cepat; samban bingkolang, lih bingkolang; manamban, melintangi. II. sambansamban, sej sampesampe.

Sambang, I. masa tak berbuah, waktu pohon tidak berbuah; sambang ni parbue ni hau nuaeng, sekarang adalah waktu pohon-pohon kayu tidak berbuah. II. sambangsambang, sej rumput yang melekat. Sambar, tidak menuruti aturan, tidak pada tempatnya, salah, tertukar, palsu, tidak normal; sambar do i di rohangku, menurut tanggapan saya itu adalah salah; marsambar, bertukar, berganti; masipasambaran, saling menukar, campuraduk, tukar menukar.

Sambil, alat penjerat burung, jerat, perangkap; marsambil, memasang jerat; tarsambil, tertangkap oleh jerat, kena jerat, terjerat; parsambilan, nama daerah di Toba.

Sambilan, sembilan (Angk); sambilan deso, sej logam.

Sambilu, sembilu, kulit bambu; kulit tajam bambu untuk memotong tali pusat.

Sambing, hanya, saja, melulu, semata-mata, cuma; ho sambing dihaposi rohangku, engkau saja yang saya percayai; sadari sambing, hanya sehari saja.

Sambok, cambuk, cemeti.

Sambol, manamboli, menyembelih, memotong; tarsambol, kena sembelih, terpotong.

Sambolik, = sambolit.

Sambolit, = sitomu; samboliton, berpenyakit sembelit, khusus mengenai saraf.

Sambong, sahan, baskom, cambung.

Sambor, celaka, buruk, sial, malapetaka mengenai mimpi.

Sambubu, (bdk ambubu), mercu kepala, ubun-ubun; apus-apus sambubu, kekejian, kejahatan, jahanan, jahat, kejahatannya.

Sambulo, tempat asal, tempat dari mana nenek moyang berasal, tanah leluhur.

Sambuk, = sambok.

Samburan, tiba-tiba sangat terkejut, amat terkejut, kaget.

Sambut, I. marsambut, mengambil panjar, membeli atas dasar panjar, persekot. II. manambut, sumambut roha, menyambut, mengusahakan untuk mengambil hatinya.

Same, samai, bibit padi yang siap untuk ditanam, padi yang ditaburkan pada tempat tertentu untuk kelak dipindahkan ke sawah; parsamean, persemaian; P.B.: joloan di pudi songon panamean, yang pertama sering di belakangkan seperti semaian yang mula-mula ditaburkan akan tetapi belakangan menjadi besar karena pemindahannya.

Samir, I. manapiri, merampas pakaian orang. II. samir, apa yang dipakai sebagai penaung msl daun-daun.

Samisara, nama hari ke-tujuh; samisara purnama, nama hari ke-empatbelas; samisara mora turun, nama hari ke-duapuluh satu; samisara bulan mate, nama hari ke-duapuluh delapan.

Samo, biasa, sederhana dalam tindakan dan berpakaian; parsamoan, = hatopan.

Samol, masamol, terendam, berupa bubur, lembek betul ditumbuk; manamolhon, menumbuk sampai lembek betul. Samon, kabur, embun, kabut; samon, kabut, kabur mengenai cahaya.

Samonding, empat helai papan yang mengelilingi dapur (perapian) dalam rumah.

Samot, manamot, mencari harta; mansamot, mencari nafkah, mencari rejeki; sinamot, harta, milik, kekayaan, penghasilan, mahar, mas kawin; pansamotan, panamotan, idem; parsinamot godang, orang kaya; ucapan selamat: tuak na tonggi, bahulbahul pansalongan, di ruma ma tondi, tiur ma ro panamotan, tuak manis dan sumber rejeki, tegarlah jiwa, melimpah nafkah.

Sampak, tersirap, tercampak; sampak mudarna, darahnya mendidih msl pada kejutan tiba-tiba; sapaksampak mudar, darah mengalir ke jantung karena terkejut atau ketakutan; manampakhon jala, mencampakkan jala; sampak aek, mengumumkan perang denga resmi karena menembak di muka kampung musuh; sude disampak, semua diperanginya, semua dilawannya; disampak ngalina do lasna, letih membuat ketenangan, sesudah merugi timbul laba; sampaksampak, penyakit campak, kerena orang yang menderita campak disiram dengan air; tarsampak dengke, sewaktu menimba air dengan tidak sengaja turut ikan terbuang ke dalam air; tarsampak bogas, tertangkap basah secara tiba-tiba.

Sampal, manampal, = maneat (seat).

Sampang, I. masih cukup, ada waktu, sempat; sampang dope huida nasida, saya masih sempat melihat mereka; ndang sampang be, tidak sempat lagi; datu sampang, datu sempalan, bukan dukun professional, hanya bertindak (molo sampang). III. manampang, dinding ditutup dengan sesuatu, mencat dinding; sampang, cat; manampanghon hapur tu dorpi, melapukan kapur di dinding. III. sampang, sej pohon kayu, yang kayunya kuning.

Sampar, epidemi; disoro sampar do huta i, wabah menimpa kampung itu.

Sampat, manampathon, membuang, mencampakkan, melemparkan.

Sampe, sampai, tiba, penuh, genap; sampe tolu bulan, tiga bulan penuh, hingga tiga bulan; sampe modom (sampimodom), bila semua sudah tidur, jam 10 malam; dolidoli sampe bunga, pemuda yang sudah dewasa, perjaka dewasa; hasampaean, kedatangan, kesampaian; sampe tua, uang atau kain yang diberikan para undangan sewaktu meresmikan penempatan rumah; sampesampe, kain berlipat digantungkan pada bahu, selendang.

Sampiar, manampiar, menangis kuat, meraung.

Sampilpil, sej tanaman paku, pakis; P.B.: tubuan sampilpil tano na matolbak, bertumbuh pakis di tanah yang longsor, bagaimanapun kerusakan, selalu ada harapan bertumbuh sesuatu.

Sampilulut, tumbuhan yang getahnya dipakai sebagai pewarna benang tenun. Sampinur, sej pohon cemara, pohon pinus, yang kayunya ber-warna putih; jenis-jenis: sampinur bunga, sampinur tali.

Sampok, cincin yang dipasang pada gagang pisau untuk mengikat pisau dan gagang bersama-sama.

Sampu, begu sampu, roh jahat yang menyebabkan kejang; sampusampu, kejang; sampusampuon, penyakit kejang, penyakit ayan.

Sampur, campur, tercampur, bersanggama, kawin; manampur, mencampurkan msl tuak dengan air; pasampurhon, mengawinkan; ari raya hasampuran, hari persetubuhan, perkawinan; sampur worna, 1. kain (ulos) yang pada polanya terdapat berbagai-bagai warna. 2. nasi yang dibawa para pengunjung janji (borhat janji) kepada orang yang dikunjungi; sampur pandidion, pesta pada pemberian nama kepada anak.

Sampuraga, sej jeruk yang rasanya asam-manis; juga: nama sebuah gunung.

Sampuran (dari: pansuran), air terjun; P.B.: sitahan sampuran na so ra buruk, sihunti dolok na so ra tarhapit, penadah air terjun yang tak kunjung mabuk, menjungjung gunung yang tak terhimpit, artinya: tokoh yang sanggup melawan arus.

Samudora, samudera, nama kerajaan asli dulu di Sumatera Utara. Orang Portugis mengambil nama ini untuk mengebut seluruh Sumatera; pusat samudora, pusat samudera, tempat laut yang paling dalam; jalan masuk ke dunia bawah (legenda).

Samuk, haram, najis, pantang msl daging babi untuk orang yang beragama Islam, pantangan buat orang berdiet; parsaporsamuk, seseorang yang harus menghindarkan sesuatu.

Samun, manamun, menyamun, merampok; panamun, penyamun, perampok.

Sandang, sandang; manandang, menyandang, mengenakan ulos sedemikian rupa sehingga seluruh tubuhnya tertutup bila tidak berpakaian dalam; marsandang, hamil oleh sebab para perempuan sewaktu hamil mengenakan ulos dengan cara ini; sandang odap, menyandang sesuatu dengan melilit pada dada seperti sebuah tas; sandangan podang, penunjuk umur: demikian besarnya sehingga dapat membawa pedang tanpa menyeretnya; disandangodaphon, dibawa sesuatu tergantung pada bahu, membawa seperti odap.

Sandap, = sintap, intap.

Sandar, hinggap, bersandar msl papan yang disandarkan ke dinding; mangunsandar, (bdk mangunsande), bersandar di be-lakang; hasandaran ni begu, medium, orang kepada siapa roh orang mati turun, tempat bersandar atau tempat hinggapnya roh.

Sande, manande, menyokong seseorang, menggunakan dia sebagai penolong untuk bersandar kepadanya; mangunsande, bersandar; pangunsandean, sesuatu pada mana seseorang bersandar, sandaran, tumpuan; bagot sisande bona, pohon enau yang batangnya miring sebelah bawah; sandesande, balok pendek yang menghubungkan pandingdingan dengan atap, pada mana papan dinding bersandar.

Sanding, parsanding, papan-papan yang dipasang di dinding di mana dapat diletakkan segala sesuatu.

Sandiri, sendiri; bdk diri.

Sandok, lih dok I.

Sandu, candu, opium; marsandu, mengisap candu; parsandu, pengisap candu.

Sanduduk, sej pohon, tumbuhan semak (oleander yang liar), senduduk.

Sandura, getah pohon kayu berwarna merah.

Sane, hujur sane, sej lembing yang oleh raja dipakai sebagai perhiasan.

Sanga, I. sempat, kata depan: sampai; sanga dope huida ibana, saya masih sempat melihatnya; sanga tolu hali, sampai tiga kali; sanga pitu borngin, tujuh hari penuh; ndang sanga be, tidak sempat lagi; sanga ma di hasasangana, setelah tiba waktunya; pasanga, sempatkan, berilah waktumu. II. sanga, = manang (Angk). III. sangasanga, periuk kecil untuk memasak sayur.

Sangajo, sengaja; sinangajo, bersengaja.

Sangap, terhormat, berhati mulia, mulia, rajawi, dihormati, patut dihormat, kemuliaan, kebesaran; hasangapon, kehormatan, kemuliaan, derajat tinggi; marsangap, terhormat, berwibawa; pasangaphon, memuliakan, menghormati seseorang; diparsangapi, dimuliakan, dihormati; na sangap, orang mulia, bangsawan; marsisangapi, berbeda dalam kemuliaan, tidak sama mulia.

Sangar, bagian ujung yang lebar, corong yang mengumandang bunyi pada serunai atau terompet.

Sange, semua, terbanyak, tersebar luas, bulat; nunga sange nasida masuk, semuanya mereka sudah masuk.

Sangele, = sanggele.

Sangga, I. manangga, mengabdi, melakukan ibadat; manangga ra-ja, menjamu raja untuk memujinya; pasanggasanggaon, mengabdi. II. = sanga.

Sanggak, I. terheran, tidak berbuat apa-apa karena keheranan. II. besar mengenai kepala kuda.

Sanggal, tarsanggal, terdampar mengenai kapal; hasanggalan ni solu, tempat mendaratkan dan penyimpanan solu.

Sanggalan, bukit antara dua lembah.

Sanggalia, rongga, ruangan yang kosong pada ogung.

Sanggapati, patung dewa yang menyerupai pangulubalang, dengan mana orang hendak memusnahkan musuh.

Sanggar, I. sej rumput pimping; sanggar lahi, sej rumput pimping kecil; sanggar borhu, lih borhu; sumanggar, menjadi keras dan kukuh mengenai bulir padi. II. mananggarnanggar ingkau, memasak sayur bersama garam dan lada dalam air.

Sangge, pundi-pundi yang menyerupai jala kecil.

Sanggele, rintangan, hambatan.

Sanggesangge, I. sej rumput yang tinggi berbau harum. II. potongan-potongan ijuk yang besar.

Sanggirgir, sej rumput yang berduri.

Sanggo, = anggo.

Sanggul, I. sanggul, konde, perhiasan bunga pada rambut; hatetehan sanggul, keguguran; sebenarnya: kejatuhan sanggul; sanggulsanggul ni begu, hiasan bunga sebagai obat terhadap roh-roh jahat; pagar parsanggulan, penangkal bagi orang-orang yang hamil; parsanggulan, kundai, tempat sanggul, belakang kepala (Angk); mananggul, berkundai; parsanggulan, rahang babi bagian atas. II. sanggulan, cacar; marsanggulan, berpenyakit cacar.

Sanggum, pakaian lengkap, segala sesuatu yang berpasangan, anggun.

Sangka, I. trompet yang diperbuat dari tanduk kerbau. II. gulo sangka, gula aren. III. manangka, ndang disangka = ndang dipardulihon.

Sangkak, sangkar, keranjang yang dianyam tempat ayam mengeram; manuk tarhiap tumopot sangkakna dsb, lih rungrung.

Sangkalan, talenan, landasan kayu untuk mencencang daging; manangkalanhon dirina, mengurbankan dirinya menolong seseorang.

Sangkalia, jimat terdiri dari tulang yang dibawa datu, dan diselipkan dalam ikat pinggang.

Sangkam, tepat, akrab, erat, diikat dengan baik, memperlihatkan dirinya secara terang-terangan sebagai kawan; panolai gabe sangkam, wasit menjadi memihak, penengah yang berpihak.

Sangkang, manangkang, memihak, menyebelah, bersikap berat sebelah.

Sangkap, keinginan, rencana, maksud, niat, harapan; sangkap-sangkap ni roha, keinginan, rencana; marsangkap, bermaksud, berencana; sumangkapi, beranganangan, merancangrancang, mengingini sesuatu, ber-kehendak, menentukan; na sinangkap ni roha, keinginan, kerinduan, hasrat; sangkap balik, berputar balik, pemalsuan, pemutarbalikan.

Sangkar, laki-laki (= baoa); laki-laki yang dewasa tetapi belum kawin; marnangkarnangkar, manangkarnangkar hidup sendirian, dalam keadaan tanpa isteri dan tungku sendiri; sangkar ni huta, nama satu daerah di tepi Danau Toba; sangkar so lahi, seorang perempuan yang berkelakuan seperti seorang laki-laki, banci. Sangke, kotak yang dianyam dari rotan, sarung rotan, tempat penyimpanan benda-benda yang berharga; sangke ni ogung, sahan tempat gong, sarung gong; sangke ni pinggan, sarung pinggan; manangke, meletakkan sesuatu ke dalam sahan seperti itu, menyimpan dalam sarung rotan.

Sangketo, = sangketa, sengketa, pertengkaran, perselisihan; parsangketoan, idem; marsangketo, bersengketa, berperkara, bertikai.

Sangkil, I. = lobi, lebih dari, kebanyakan. II. sisangkil, kedipan mata yang berkelebihan kepada seseorang, sesuatu yang baik tetapi akhirnya tidak diberikan, bersifat pamer tanpa mau memberikan.

Sangkilik, kutu kerbau; juga: golanggolang, yang diikat sebagai hiasan pada hajut.

Sangkohok, sukar, sulit.

Sangkop, tudung periuk, tutup periuk, kuali (bdk langkop); pardahandahan di sangkop, perempuan kikir yang masak sedikit; manangkopi, menutupi, menudungi.

Sangkot, kecantol, sangkut, terikat, terkait, tersangkut, tinggal tergantung-gantung, tergantung; manangkothon, menggantungkan, menyangkutkan, mencantelkan; dipansangkothon, menyangkutkan dalam jumlah besar; sangkotan, hanger, cantelan, sangkutan msl paku; sisangkot, bisa, yang diolah dari mise ni babiat dan pogu ni gompul. Sangkut, manangkut, menyangkutkan; sangkut, pengait, ka-it, gancu; nunga sangkut hatana, kata-katanya tersendat, tidak jelas.

Sangsang, masakan daging babi, dicincang halus dan dimasak dengan darahnya.

Sangse, berkeliaran, dicampakkan mengenai kapal di laut, tersesat, terombang-ambing.

Sangsi, manangsi, menentukan, menetapkan, menyita; tano na sinangsi, daerah dimana tidak boleh berperang; ari na sinangsi, hari yang ditetapkan tidak boleh perang, genjatan senjata; bdk juga: saksi.

Sangsing, anjing yang bertelinga panjang dan terkulai.

Saniang, boru saniang naga, nama dewi yang hidup di air, saudara perempuan dari Batara guru; terhadapnya orang memuja air.

Sanihe, = ragian.

Sansan, masansan, koyak, cabik, robek mengenai pakaian; manansanhon, mengoyakkan, merobekkan, mencabikkan.

Sansar, manansar, mencacar, menyuntik; tungkang sansar, mantri cacar, juru suntik.

Santabi, ucapan hormat: maaf, permisi, lih tabi.

Santan, santan, minyak kelapa; na sinantan, sesuatu yang dimasak dengan santan.

Santi, santisanti, sesajen, kurban, persembahan terdiri dari dahanon, gambir, gambiri, sirih dan telur ayam; marsanti, merayakan pesta persembahan yang besar dan yang diadakan oleh horja; santi rea, pesta yang luar biasa besarnya msl diadakan bila roh nenek moyang akan ditingkatkan menjadi sombaon; marsanti balatuk, berkumpul, berapat dalam mana semua orang yang ada kaitannya harus datang; mananti, membawa persembahan.

Santik, = loting; manantik, menyalakan api, batu api, memantik, menggesek batu agar berapi; manantikhon, membuat api dengan pemantik api; santik parbinegeanna (parnidaanna), dia mendengar, (melihat) sedikit, tidak tajam pendengarannya, kabur penglihatannya.

Santua, tikus.

Santun, berbudi bahasa, beradap, sopan.

Santung, I. jantung pisang; santungan, tandan pisang; sasantungan, setandan pisang. II. santungsantung, menjulang, ujung atap yang menjulang di muka ruma, berlintangan.

Sao, sauh, jangkar; tali sao, rantai jangkar.

Saoan, cawan, mangkok besar, dari mana orang minum.

Saok, manaok, menggonseng, memanggang sesuatu.

Saonari, sekarang.

Saong, tudung, naung, payung yang dianyam dari daun pandan, berbentuk atap kecil; juga daun yang dipakai sebagai tudung; saong jegak, payung dari pandan yang dapat digulung; saong tamba, payung yang lebar yang dipakai para perempuan sewaktu bekerja di ladang; saong boruboru, saong lompit, idem; marsaongsaong, menutup kepala dengan ulos tetapi muka masih nampak; udan na so hasaongan, hujan deras terhadap mana payung tidak dapat menolong, hujan lebat; P.B.: udan na so hasaongan, alogo so hapudian, hujan terhadap mana payung tidak dapat menolong, angin terhadap mana tidak ada tudung yang menahannya, artinya sesuatu terhadap mana tidak dapat diberi pertolongan, terhadap mana orang tidak dapat berbuat apa-apa; diparsaong (pinarsaong), memakai sesuatu sebagai tudung, msl daun pisang yang lebar, ditudungkan.

Saop, = abit (And), segala sesuatu yang dikenakan pada tubuh.

Saor, bercampur, mencampur, membaur, bergaul, bersatu, gabung, kawin; manaorhon, mencampurkan sesuatu; pasaorhon, mencampurkan, menghubungkan satu sama lain; parsaoran, pencampuran, pergaulan; ruhut parsaoran, aturan pergaulan, penghidupan sosial; hasaoran, hal bersatu, percampuran; na tonggi saor na paet, yang manis dan yang pahit dicampur; saor arsak, bercampur susah hati, campur sedih.

Saotik, lih otik.

Sap, berlumuran, belepotan, dikotori, tercemar; sap gambo, dilumuri lumpur; sap mudar, dilumuri darah, berlumur darah.

Sapa, I. capah, piring kayu. II. terwujud mengenai mimpi buruk sehingga orang tidak usah takut lagi.

Sapadang, sej sorgum yang bijinya kelihatan seperti benih padang dan diperbuat jadi lampet.

Sapal, sapalsapal ni ulaon, pekerjaan yang paling kotor atau yang paling keji dipakai sebagai cercaan, limbah kerja.

Sapala, = molo pala, kepalang, mumpung, bila sekali sudah, bila sudah sampai sedemikian sehingga; sapala na pinungka ingkon sidung, bila sudah memulai dengan sesuatu, haruslah itu diselesaikan.

Sapang, manapangi, menahan sesuatu dalam perjalanan.

Sapata, kutukan kualat yang letak kepada seseorang karena kejahatan yang dilakukannya; marsapata tu ho ma i, kutukannya akan jatuh pada engkau; hona sapata, kena kutuk, terkutuk, terkena hukum karma; papurpur sapata, lih purpur.

Sapi, mirip, serupa, hal kecokcokan, irama; sapi (tu), mirip pada, sesuai; sapi goar nasida, nama mereka adalah sesuai msl pada orang-orang yang bertunangan, yang namanya diperiksa oleh datu apakah di antara nama mereka ada persesuaian atau tidak; pasapihon, membuat serupa, menyesuaikan, menalakan alat bunyi-bunyian; pasapihon hata, membuat kata-kata supaya berirama.

Sapiri, kalau, jika, bilamana, dipakai pada sumpah; sapiri hubuat, bila saya mengambil sumpah itu, saya akan kena kutuk; masapiri, = disipirihon, bersumpah.

Sapor, ijuk yang dipakai sebagai penutup tong, tempat menyimpan tuak, sewaktu menuangkan, tuak itu melalui ijuk itu seolah-olah melalui saringan, ijuk, penyaring tuak.

Saporti, = songon.

Sapot, kelat, tajam, asam mengenai citarasa; sapot nipi, mimpi yang meramalkan sesuatu celaka, mimpi buruk, menyakiti.

Sapsap, I. curam mengenai bukit; sapsap bire, tebing yang curam, terjal. II. manapsap, memotong msl telinga pencuri.

Sapu, I. sapu; manapu, menyapu. II. berlumur (= sap); marsapu mudar, berlumur darah; P.B.: anak ni datu marsapusapu taoar, anak ni naduma margulugulu indahan, anak datu dapat melapui dirinya dengan obat, anak orang kaya mengguling-guling dirinya dalam nasi, karena mereka mempunyai itu; manapu dohot, menyapu, melumas dengan sesuatu; disapu orbuk bohina, penuh debu mukanya.

Saput, kain pembungkus orang mati; saputsaput, pembungkus, bungkusan, sampul; manaputi, membungkus, menyelaputi; saputan, bungkusan kecil, paket.

Sar, tersiar, tersebar luas, terberita, diketahui mengenai desas desus; sar dibege, dia dengar pemberitahuan itu, berita tentang itu.

Sara, berserak, bertaburan, terhambur; marsara, berserak, bertabur; sarasara, sapu yang kasar; manarai, manarahon, menyapu, mengumpulkan dengan sapu.

Sarak, sama rata, tertabur, tersabur, serak; manarakhon, membagi-bagi sama rata; padi di ladang ditanam demikian rupa sehingga semua rata tertanam.

Saraksaruk, kacau, tidak teratur, morat-marit, porak-poranda.

Sarama, marsarama, tergoncang tangan oleh senjata, gerakan yang bergoyang-goyang; manaramahon hujur, mengayunkan lembing; sarama jau, sakratmaut, gerakan terakhir yang dibuat orang yang mau mati, pertarungan maut; saramasarama, sej burung yang kecil.

Sarang, I. sarang serangga, sarang semut; sarangan, idem; sarang banua, sej pohon yang daunnya berbau harum. II. manarang, menangkal hujan, menjauhkan hujan dengan jampi, menghentikan hujan dengan sihir; panarangon, jampi untuk menjauhkan hujan, penangkalan hujan.

Sarangsang, manarangsang, menangkap, menyerang, menerkam.

Saraoal, celana, serual.

Sarapa, sej parsili, gambaran orang yang dibuat dari batang pisang secara kasar dan dibawa keluar sebagai orang mati untuk menggantikan orang sakit.

Sarat, manarat, menyeret, menarik; manaratnarat, idem; manaratnarat hatana, mengatakan sesuatu lantas ia pergi.

Saratna, = asal (Angk).

Sarbe, terlalu panjang menjulur mengenai atap atau rambut; sarbesarbe, rambu-rambu yang menjulur ke bawah, terjulur-julur, terjumbai-jumbai.

Sarbut, I. manarbuti, mencabut, menyentak; sarbut panaili, penglihatan yang marah, cemberut. II. sumarbut, meminjam; sumarbut gade, meminjam sesuatu dari orang untuk diberikan kepada orang lain sebagai gadai.

Sarea, manarea, menyuruh keluar untuk bekerja, mencari nafkah di luar kampung.

Sarendeng, (bdk endeng), miring, landai, hamparan yang sedikit mereng.

Sarge, bertebaran, gembur mengenai tanah, pasir; pasargehon, menggemburkan sesuatu, menyerakkan.

Sargut, I. manargut, banyak. II. = harat (Angk).

Sarhap, 3-5 kayu melintang dari mana gerbang kampung terdiri, beroti yang melintang pada pintu.

Sari, I. terurus, mengurus; ho ma na sari disi, engkaulah mengurusnya, itu adalah urusanmu; manarihon, mengurus, memperdulikan, memperhatikan, memikirkan, mengayomi; pasarisarihon, selalu memikirkan, berupaya mengurus; panarion, urusan, upaya pengurusan. II. sari, encok; sarion, berpenyakit encok. III. marhusari, lih husari.

Saribungbung, sej tanaman.

Saridondon, lumpur, daki yang menebal, kotoran yang pekat, kumal badan, lih dondon.

Sarimatua, lih tua.

Sarimborbor, serangga sibur-sibur, yang keluar dari tanah pada waktu malam dan hanya hidup semalam saja, kelekatu.

Sarindan, benalu, tumbuhan parasit pada pohon-pohon kayu; P.B.: mate unte dibahen sarindan, pohon jeruk mati kerena benalu, artinya: orang asing mempergemuk dirinya atas tanggungan penduduk.

Saring, saringsaring, insang ikan, sirip, rahang ikan; saringsaring mandolok, gema, juga: lobang dalam tanah dalam mana terdapat batu yang mengandung besi (meteor?).

Saringan, saringan, penapis; aek saringan, air yang telah disaring, air saringan.

Saringar, pantulan suara, kumandang, gaung, gema; marsaringar, bergema, bergaung; marsaringar dibagasan pinggol, masih berbunyi di telinga.

Saringgok, sumaringgok, menangis, mengaduh, meraung-raung, meratap ramai-ramai.

Sarintaktak = rintaktak. Sarira, manarira, menyusuri mengenai dukacita, dingin dan kesusahan.

Sarita, sesal; manarita, menyesal; manaritai, menyesali orang; hona sarita, dimarahi, kena marah, kena kritik.

Sarnat, terjatuh, rebah, jatuh dengan keras karena berat, tergeletak.

Saro, pondok kecil, pondok tempat orang menginap di luar; marsaro, mengadakan penjagaan di luar, ronda malam; parsaro, penjaga, peronda, orang yang menjaga; saro Batak, rumah asli Batak; saro gedung, rumah gedong; parsaroan, perkemahan, perhentian, rumah penginapan.

Sarondam, sej ular raksasa yang juga dapat berenang di air; dari: asa (lih sa II) dan rondam.

Sarop, = romba.

Saroso, manaroso, menerkam mengenai binatang buas.

Sarpang, manarpang, menggulung, bergulung; sarampangan, segulungan msl rotan.

Sarsar, I. masarsar, remuk, pecah berkeping-keping, jatuh dalam beberapa potongan; angka sarsar, idem; manarsar, jatuh berpotong-potong, terbuka, kembang msl bunga palem. II. sumarsar, berceraiberai, terpecah-belah; sisumarsar, yang cerai berai, yang tercecer.

Saru, manaru, membuang mimpi buruk dengan melakukan pesta dan kurban. Saruan, besar.

Sarundang, sej bunga.

Sarudung, sej monyet, kera.

Sarulla, sej siala; nama daerah di lembah Batangtoru.

Sarune, serunai, sej klarinet; juga: nafiri; marsarune, meniup alat musik ini; parsarune, orang yang meniup, peniup serunai.

Sarung, sarung pisau; sarung ni pat, kaus kaki; manarungi, membuat sarung; pasarunghon, menyarungkan pisau, memasukkan sesuatu ke dalam sarung; sarung marnaek, sej pohon kayu yang kayunya lembek; sarung hujur, uang yang diberikan seseorang yang dikejar-kejar karena perbuatan jahat kepada para pengejarnya agar perkara itu didamaikan.

Sarungga, obuk sarungga, tokong rambut, seberkas rambut kadang-kadang yang diketemukan di hutan, rambut homang kata orang.

Sarungkap, manarungkap, mengungkapkan, memberitahukan, mengumumkan (bdk ungkap); sarungkapon ni bodil, perang akan memberitahukan, akan menentukan oleh sebab perang dilihat sebagai takhyul; sarungkapon ni raja, ponis raja akan menentukan.

Sarur, menceret, cirit, disentri.

Sarut, manaruti, mencabut rumput dengan gigi mengenai binatang, menggigiti dengan gigi depan, menggerogoti. Sasa, I. masasa, runtuh mengenai tembok, dinding batu, merata mengenai rumput yang diduduki atau padi yang rebah; manasa, merebahkan tumbuh-tumbuhan.II. sasa, sej rotan.

Sasabi, lih sabi.

Sasagun, makanan dari tepung beras, gula dan buah kelapa.

Sasak, marsasak, bunyi gemuruh hujan, menderu mengenai hujan.

Sasap, tulang belikat, bagian bahu; oleh karena tulang belikat ini juga dipakai sebagai cangkul, maka cangkul-cangkul itu juga disebut sasap dengan mana pematang antar sawah-sawah ditandai dan dibersihkan; manasapi, mengikis, membersihkan pematang-pematang dari rerumputan dengan sekop.

Sasi, I. manasi, menyembah, memohon; aha ma husasi tu ho, saya tidak merasa perlu menanya engkau. II= saksi.

Sati, = badia.

Satik, = selep; masisatihan, saling membohongi, saling menuduh secara terselubung, sindir-menyindir.

Saudagar, pedagang, saudagar.

Saudara, darah, sinar muka, wajah berseri, cahaya pada muka orang yang sehat atau orang yang terkemuka, kemuliaan; hehe ma ho saudara ni gurungku, berdirilah kemuliaan guruku (datu); babi na marsaudara, babi yang gemuk yang disembelih pada pesta; saudara adalah juga satu dari ke-7 roh (= tondi) manusia yang sewaktu lahirnya bersama ari-arinya ditanam dan dari sana kadang-kadang mendatanginya untuk memperingatkannya.

Saur, = sahat; saur matua, menjadi, mencapai umur tinggi; saur martatahuak, berkokok dengan kuat mengenai ayam hal mana kadang kala diperlukan pada sihir; dengke saur, (= dengke sahat), ikan yang dipersembahkan supaya mimpi yang baik dapat terwujud; manauri, mengucapkan "saur" sewaktu memberikan selamat, artinya: semoga terwujud (= Amen).

Saut, jadi (lawan: sundat), terlaksana; hata saut, perundingan yang menghasilkan sesuatu; pudun saut, hasil yang dicapai dari suatu masalah; mangan pudun saut, setelah diputuskan masalah maka mereka makan bersama untuk memperkuatnya; parhata saut, orang yang penuh enersinya, yang meneruskan apa yang dihendakinya; pasauthon, meneruskan sesuatu, melaksanakan, menjadikan; manauthon, mengatakan "saut" setelah ucapan selamat (= manauri); mansauti, melaksanakan, mengerjakan.

Sea, (bdk seang), maneahon, sumeahon, membuang sesuatu yang tidak berharga, yang tidak berguna; sumeahon dirina, mencampakkan diri, mengorbankan dirinya, meniadakan diri, membaktikan diri, menyianyiakan diri untuk kepentingan orang lain; siseasea, = sibolong-bolong, apa yang dibuang sebagai tidak berguna; pemberian yang diberikan dari kelebihannya; maneaneahon, memberikan dengan cuma-cuma, tanpa imbalan, menyianyiakan. Seak, sibur, tempurung yang dipakai untuk menimba (= dasar), cangkir, gayung batok.

Seang, terbuang, diboroskan, tertuang, sayang; paseanghon, memboroskan sesuatu; (parhaseang, bdk haseang).

Seat, maneat, memotong, menyembelih, menyayat, mengiris; tarseat, kena potong, kena sayat, tersayat; diseseati = seat; sanseat, sepotong, sekerat; paneatan, berkas pemotongan; juga: potongan, keratan; sumeat bibir, membakar mulut karena bicara tidak hati-hati, terlanjur bicara.

Sebar, manebar hata, mengucapkan kata-kata yang muluk-muluk tetapi tidak berisi, bicara sesumbar.

Sebe, peot bibir, bibir mencong; pasebesebe, sumebesebe, sewaktu berbicara bibir memencong.

Sebur, marsebursebur, bertebaran; bdk sabur.

Sebut, pasebut, hilir mudik, berjalan kian kemari, mundar-mandir; pasimpar pasebut, berjalan bersimpang siur, ramai berjalan kian kemari.

Seda, = sega.

Seder, miring, mencong, serong; seder matana, matanya juling, pandangan matanya mencong.

Sega (= seda), kacau, pecah, rusak; pasegahon, manegai, mansegai, merusakkan, memecahkan, memarahi; (juga: pasedahon, mansedai); sega rohana, ia marah; hasesega, kerusakan, kemarahan; panegai, perusak, pengacau.

Sege, marsege, mengayak, menampi, membersihkan beras; segesege = anduri; juga = monis.

Sego, = sega.

Sehang, kangkang mengenai kaki; pasehanghon pat, mengangkangkan kaki, merenggangkan kaki.

Sehe, sambil memohon, sambil meminta; manehenehe, meminta, memohon, bermohon-mohon.

Sehuk, terkepak tangan, bengkok dan kaku mengenai lengan.

Sekka, seka; sekka tangan, handuk, kain lap tangan.

Seksek, bocor mulut, orang memberitahukan kepada orang segala sesuatu yang dimilikinya.

Selak, tidak nyambung, tidak sesuai, tidak dapat menyatukan diri; manelak, saling menghayut, membuat supaya berkelahi; tarselak, tidak terwujud, terbengkalai, tak terlaksana.

Selasa, ari Selasa, hari Selasa.

Selesele, kertas rombengan, sesuatu yang diberikan sewaktu makan kepada orang-orang yang datang untuk itu.

Selep, selip, cerdik mengenai orang yang di belakang kata-katanya menyembunyikan arti rahasia; parselep, orang yang suka menyelipkan kata-kata, seorang cerdik yang menyusun kata-katanya sedemikian rupa sehingga orang tidak dapat menangkapnya atau dengan sengaja memutar balikkan kata-kata yang diucapkan msl orang katakan: huseat amakki, kupotong tikarku dan dia mau mengertikan: huseat amanghi, kupotong ayahku hal mana diucapkan serupa saja.

Selesele = salapa, tempat sirih.

Selong, mata selong, juling.

Selu, tiba-tiba marah sehingga menyakitkan orang, meledak marah.

Sembat, pengganti, silih (= singkat); marsembat, memberikan pengganti, punya pengganti; manembat, memanjarkan, mendahulukan persekot.

Seme, seme hubege, tidak jelas saya dengar, samar-samar kedengaran; dipasemesemehon hatana, dia menyusun kata-katanya sedemikian rupa sehingga orang ketiga tidak mengerti tujuan kata-kata itu.

Semet, pendek dan padat msl rambut; lombu sisemet, lembu berbulu pendek dan padat; semetsemet, sej semut kecil.

Semo, parsemosemohon hatana, dia bicara kurang jelas, dipersemusemukan bicaranya.

Semok, sulit diperoleh, sulit untuk dicari mengenai benda-benda kecil.

Sempar, = mampar. Semporong, semprong, kaca lampu.

Semsem, tidak penuh betul, kurang penuh.

Semuk, juga: simuk, semok, datang dengan tiba-tiba.

Sen, sen.

Sendal, melekuk keluar, bingkai yang menahan atap; lebih tepat: latlat yang menahan bingkai itu.

Sende, selendang sutera, kain sutera memakai pola ular; sende sihulimat, tali kepala, yang halus; talitali sende, idem; juga: sasende, ular belang.

Senen, ari Senen, hari Senin.

Sengke, sulit ditangani, sulit untuk diperlakukan mengenai orang dan kayu yang dikerjakan; sengke ajaran, sukar untuk dididik; sengke paulion, sulit untuk dikerjakan.

Sengsang, tidak sah, batal, dihapuskan, tidak berlaku me-ngenai undang-undang; manengsang, menghapuskan, memperhentikan, membatalkan, mencabut.

Sengseng, gundah, tidak tetap.

Seno, tajam mengenai mata, tajam pandangan.

Sense, manensenense, menghalai-balaikan kaki, menggeser-geserkan kaki.

Seo, biaya, cukai, bea, pajak, sewa, upeti. Seok, bunyi yang dibuat pedang sewaktu dilayamkan; patuseok, berlayaman, gemerencing pedang.

Seol, sumeolseol, menggoyang-goyang, mengeleng kepala (bdk eol).

Sep, magomago sep, hilang secara perlahan-lahan sampai habis sama sekali.

Sepo, manepo, mengacaukan sesuatu yang telah jelas, membuat sesuatu yang jelas menjadi kabur; diseposepo alusna, atas pertanyaan yang jelas diberi jawaban yang tidak jelas.

Sepsep, = sopsop.

Seput = gogot.

Sera, serasera, kutil-kutil, bonggol, yang kecil pada kulit manusia, buah kutil pinasa, yang sudah membusuk sebelum masak dan menjangkit kepada yang lain; marserasera, berkutil-kutil msl pada lidah; manindang serasera, kedinginan hingga kulit berkutil-kutil, berdiri bulu kulit.

Serak, marserak, berserak; parserahan, berserakan, hal berserak, pertebaran; haserahan, idem.

Serbeng, melihat dengan sudut mata, mengintip dari samping untuk melihat seseorang msl gadis-gadis; mata manerbeng, mata yang mengatakan sesuatu kepada seseorang, mengerling, melirik, main mata.

Sere, I. emas; parserean, kekayaan. II. manerehon, dipotong berkerat-kerat, membagi-bagi.

Serep, dekat tanah, di bawah, rendah hati, tidak angkuh (lawan: ginjang); habang manerep, terbang dekat tanah; serep ni roha, kerendahan hati; haserepon, idem; marserep ni roha, dengan rendah hati; dipaserep rohana, dia merendahkan hatinya; manerepnerep hata, dia berbicara ramah, tetapi sedemikian rupa sehingga kata-katanya berpengaruh, bicaranya merendah.

Seret, cerek, ceret (tempat air).

Serhe, lembut, ramah mengenai kata-kata.

Sernep, mengantuk, lelap, nyenyak tidur.

Serong = detar; saserong, sebesar, destar, surjan.

Serser, manerser, menggesekgesekkan, menggeser kaki sewaktu menginjak padi atau sewaktu menari; panerser ni hata, permulaan pidato; serser, sedikit, tidak berarti; serser parangena, perangainya adalah sedang; P.B.: jolo serser asa tortor, jolo tektek asa gondang, dulu geser kaki baru menari, duluan menata irama baru berdendang, artinya: yang lebih dulu baru yang lain.

Sesa, hapus, terhapus mengenai tulisan seperti tulisan dari papan tulis; diampuni; sesa ahu = apus ahu, saya mau dikutuk; manesa, menghapus, mengampuni; tarsesa, diampuni; hasesaan, pengampunan; pasesahon, mengampunkan; masisesaan dosa, saling mengampuni kesalahan, saling memaafkan.

Sese, I. sej insek yang pada pagi hari memperdengarkan bu-nyi yang resik, jangkrik; manghuling sese, saat sepi sehingga terdengar bunyi insek-insek kecil. II. sasese, segala sesuatu yang dijadikan; ribuan.

Set, cat, pewarna.

Setan = begu; setan ni porhas, cahaya kilat; bodil setan, bedil setan, mengatakan: hapandean ni begu, kecerdikan setan.

Seto, marseto, tidak dapat dimengerti, dipahami, bingung mengenai sesuatu yang tidak dimengerti; marseto ma i, itu saya tidak mengerti, kiamatlah itu.

Seur, serong, msl cara menyeberangi arus sungai.

Si, I. penunjuk nama: si Pintor, si anu; juga pada nama daerah, sungai, gunung dsb: si Lindung, si Geaon, si Tarindak; sibuat na loja, tempat orang beristirahat; siboan barita, sipembawa berita, umumnya "si" menunjukkan orang dengan kata benda; siganjang obuk, yang mempunyai rambut panjang; silas ni roha, gembira, girang; horbo sitingko tanduk, kerbau yang bertanduk bengkok; sipaingot, teguran, nasehat. II. juga prefiks gerundium: sibahenon, apa yang harus dibuat; siboanon, apa yang harus dibawa; muatan; on do sidohononmu, ini yang harus engkau katakan; hata siingoton, kata yang harus diingat. Sia, I. sembilan; pasiahon, ke-sembilan, yang ke-sembilan; sipahasia, nama bulan ke-sembilan; siasia, abjad, sebenarnya: dasar, subtansi, mula-mula; siasia ni tano on, elemen-elemen: elemen bosi, tombaga, perak, simbora, bosi na pir (= platina?), sere, batu (batu permata), burta dsb; dan logam-logam seperti itulah dibuat datu peluru terhadap mana siapapun tidak dapat kebal. II. sej tumbuhan yang daunnya bila dicampur dengan kapur dipakai sebagai obat mata.

Siak, pedas, pedis, tajam msl cabai; maniak, nyeri, pedih karena sakit; maniak butuhangku, perutku menggigit artinya: saya lapar; siak ni bagi, kemiskinan, merana, kemeranaan; marsiak bagi, miskin; pasiaksiakhon, menyakiti, menyiksa.

Sial, orang yang bernasib buruk, tidak mujur, yang sial, yang tidak sedikitpun berhasil; marnasial tanganna manjama, tangan yang sial.

Siala, I. ala. II. silang kecil pada tulisan Batak yang menandakan bunyi "o"; hasialan, idem. III. siala, nama sej tumbuhan yang bunganya dapat dimakan.

Sialabane, nama bagian, jatah, peruntukan, yang berlangsung pada upacara sewaktu menikahkan seorang gadis; sialabane ni na torop, sialabane ni suhut.

Sialak, = singgalak.

Siam, ikan asin yang diimpor dari Siam. Sian, kata depan: dari; sian dia? dari mana? sian huta an, dari kampung itu; sian na so binotomi, dari tempat yang engkau tidak tahu, = karena engkau tidak tahu; pada komperatif: daripada; umpintor do ahu sian ho, saya lebih adil dari pada engkau, lebih jujur dia daripada engkau.

Siang, teduh, reda, terang; buha siang ari, ari fajar, sudah pagi; siang udan, hujan sudah berhenti; hasiangan, cahaya, sinar; olat ni dung huida hasiangan on, semenjak aku melihat cahaya, artinya selama hidupku; hasiangan on, dunia terang ini sebagai lawan tempat orang mati yang gelap.

Siang malam, sej pakaian mahal yang menyerupai sutera.

Siannia galangon = ruma (And).

Siannia tungkolon = sopo (And).

Siap, I. habis, hancur, terkutuk; siap ahu, kutuk, habis aku, hancur kau, saya mau terkutuk; maniaphon, menghancurkan, menghabisi, membinasakan; marsiapsiap bohi, berpura-pura; hasisiap, binasa, kehancuran. II. siap ari, setiap hari; hangoluan siap ari, makanan setiap hari, penghidupan setiap hari, sehari-hari.

Siar, surup, merasuk, turun kemedium mengenai roh (begu) orang yang meninggal, medium ini menjadi tidak sadar dan dari dialah berbicara roh itu; begu siar, roh yang turun, hantu surup, hantu yang merasuk kepada seseorang; siarsiaran, kesurupan, kerasukan roh, kesetanan; hasiaran ni begu, medium yang dihinggapi roh; siar, juga dikatakan terhadap marah atau kebodohan (siar oto tu ibana); paniaran, semua perempuan yang termasuk satu horja oleh sebab pada merekalah dapat hinggap roh nenek moyang hal mana tidak mungkin pada perempuan dari horja lain, isteri, bini (dalam arti umum).

Siarudan, palang penyokong padi agar tidak rebah, juga: kawan, penyokong, penolong.

Siarum, lih arum.

Siat, muat, mendapat tempat, dapat masuk, mengenai perkataan: diterima, diperhatikan; parhata siat, orang yang kata-katanya diterima atau mendapat perhatian; hasiatan, muat, dapat masuk, berlaku; sebagai kata benda: jalan masuk, pintu; pasiathon, membolehkan, mengijinkan, membuat masuk, memberi izin masuk; ndang siat na sai torop, tidak muat sekian banyaknya; manghasiati, mempertimbangkan seseorang sehingga ia tidak terganggu dalam pekerjaannya, memberi peluang agar seseorang tak terganggu kehidupannya.

Sibak, I. tubis ni bulu, rebung bambu (sayur); ingkau sibak, idem. II. sibak = ribak; angka sibak, koyak, robek, terkoyak-koyak; sibaksibak, kain-kain sobekan.

Sibar, rupa, bentuk, sosok; sibar ni sior, busur panah; manibar, menyiapkan sesuatu, memberi bentuk msl kain, sepotong kayu; sibaran, takdir, celaka, nasib yang telah ditetapkan sebelum kelahiran orang; na so sibar, tidak terkira, luar biasa, sangat.

Sibaso, lih baso IV.

Sibit, manibit, mencubit.

Sibong, anting-anting.

Sibor, pusing, pening; dipastap marsiborbor (mariboribor), dipukulnya ia sehingga kepalanya pusing, ditampar dengan amat geram.

Sibuk, daging, jasmani; marsibuk, mempunyai daging, berdaging.

Sibursibur, kulup.

Sida-sida = na soada.

Siding, pasidinghon, memulaukan, menyisihkan, mengelakkan seseorang atau perkara, masalah; pasiding, mengelakkan, menghindari, singkirkan, menepi; dipasiding siding ho do ahu, dijauhjauhinya aku, dikesampingkan aku; siding, jauh, terpencil letaknya; tarpasidding, dapat dielakkan; P.B.: bulung ni bulu diparigatrigat halak, molo soada uhum, dipasidingsiding halak, sidaun bambu dibelahbelah, bila tak berbudi, pasti akan dihindari siapa saja.

Sidir, salah, keliru.

Sido, manido (bdk silo), menyelidik, pergi ke perangkap untuk melihat apakah telah ada yang masuk.

Sidung, (dari: si dung), siap, selesai, akhir; pasidunghon, menyiapkan, menyelesaikan, mengakhiri.

Siga, masiga, cabik, robek, koyak; maniga, merobek; diparsigasiga, mencabik, dirobek-robek.

Sigak, burung gagak, karena bunyi "gak" yang dibuatnya.

Sigat, manigat, membuka untuk meneliti, melihat ke dalam sesuatu; manigati, memeriksa, menyelidiki; sisagatan, sibak rambut, garis yang membelah rambut.

Sige, bambu panjang, yang togok dahannya dibiarkan supaya dapat dipakai sebagai tangga; ndang hasigean, tinggi sehingga tidak ada tangga yang dapat dipakai un-tuk memanjatnya, tidak mampu ditanggai karena tinggi.

Sigop, sigap, tangkas, cepat, lekas; pasigop, mempercepat, cepatkan, percepatlah.

Sigor, air kulit jeruk yang tajam rasanya, yang getir.

Sigulandak, landak; duri landak.

Sigundal, lih gundal.

Sihal, sihalsihal, ganjal periuk, batu pengela.

Sihala, simarsihala, sej tumbuhan menjalar, lengkuas.

Sihalsihal, batu ganjal tungku yang digunakan bila batu tungku terlampau renggang.

Sihap, terbiasa, sigap. Sihar, tegar, ceria, gembira, riang, bersemangat, sering di-hubungkan dengan panaili atau bohi; sihar panailina, dia nampaknya gembira.

Sihat, garis-garis pada telapak tangan, sesisir pisang yang menyerupai tangan, kira-kira 10 s/d 25 biji; manjaha sihat ni tangan, garis-garis tangan darimana dibuat ramalan; manihathon, orang yang mau dibunuh untuk dijadikan pangulubalang mentalkinkan ka-ta-kata yang dia harus melakukannya dengan sungguh-sungguh; panihat, abu orang yang dibunuh dengan cara demikian, juga tondinya; panihat, = pangulubalang.

Sihe, sej rotan yang daunnya dipakai sebagai atap.

Sihil, melengking suara, tinggi, nyaring mengenai suara.

Sihim, buah mallo yang asam rasanya dan dapat dimakan.

Sihir, I. tepat, persis; manihir mata ni ari, matahari berada tepat pada kaki langit. II. manihiri, memeriksa dengan cermat, merayapi.

Sihit, miring; sihit tu siamun, miring, condong sedikit ke kanan; manihiti, menyayat secara berkeping-keping; sansihit, sekeping, sepotong; di-sihiti dagingku, ia menyayatku, aku memperoleh seram kulit karena itu.

Sihol, rasa rindu, kangen, keinginan, kerinduan, keinginan bertemu; masihol, rindu, kepingin, kangen; manghasiholhon, merindukan sesuatu, mengingini, mendambakan; hasihol, tanda mata, kenang-kenangan; daon ni sihol, obat rindu, kenangan, pemberian; sihol rohana, ia rindu, ia ingin.

Sihorsihor, belat, bebat bambu atau kayu, sepotong kayu yang dipakai untuk membidai sendi yang patah; manihornihori, membidai, membelat.

Sihupi, lih hupi.

Sik, bunyi yang dibuat untuk mengusirayam, suara mengusik ayam; manikhon, mengusir,
menghalau.

Sikola, sekolah; anak sikola, anak sekolah, murid sekolah; sikola metmet, sekolah rendah, sekolah dasar; sikola tinggi, perguruan tinggi; parsikolaan, lokal sekolah, kompleks sekolah; marsikola, pergi ke sekolah.

Siksak, berkilat, ada kilat, menerang; siksak hilap, cahaya kilat, sekilas lintas.

Siksik, I. masiksik, = maliklik. II. pasiksik, menarik ke atas, mengangkat ke atas.

Sila, I. sila, gampang lepas msl kapur dari dingding; juga: sulit untuk dicampur; sila aek tu miak, tidak bisa mencampur air dengan minyak. II. sila, daging, yang dibawa oleh parboru pada acara marunjuk. III. marhombang sila, duduk dengan mengikatkan kain (ulos) pada kedua lutut, suatu cara duduk yang sangat disukai, duduk berlipat lutut, duduk bersila.

Silam, Islam, orang beragama Islam; hasilamon, agama Islam,

***
keislaman; masuk silam, menjadi Islam, masuk Islam.

Silang, salib, silang, palang, tongkat-tongkat yang disilangkan sebagai tanda peringatan dan ditarok di jalan; manilang, memperingatkan dengan cara ini; juga: menghindarkan sesuatu, suatu perkara, tidak mau mencampurinya, tidak mau terlibat soal; hau na pinorsilang, silang dari kayu; parsilanghon, menyilangkan, menyalibkan; parsilang, mengelempang, saling bersilang; na si-nilang, terkecuali.

Silap, silap, keliru mengenai perhitungan uang, salah membilang uang; silap pamilangna, dia salah mengira, menghitung.

Silat, tergelincir; tarsilat, tersentuh, terantuk; mangunsilat, membersihkan pantatnya dengan sesuatu.

Silbak, serpih, terserpih, suban, selumbar; masilbak, terbelah; angka silbak, idem; marsilbahan, berpecahan, semua terbelah, serpihan.

Silbit, tersentuh, sebentar disentuh, terjamah; manilbit, menyentuh, menjamah.

Silet, = monsak.

Silgang, masilgang, koyak, retak dan lepas; angka silgang, = idem.

Sili, = sitik, tidak sesuai, tidak cocok; parsilisili songon hoda na heheamon, tidak bertutup bersama-sama, tidak bersatu sebagai rahang kuda yang menguap; parsili, silih, orang-orangan yang dibuat dari batang pisang yang diletakkan oleh dukun di suatu tempat, supaya begu hinggap kesana sebagai pengganti orang yang sakit itu, pemalih.

Silitonga, lih tonga.

Sillak, putih, metah, terang, jernih, cerah.

Sillam, petir, cahaya yang berkelebat di langit, kilat; sumillamsillam, berkilat-kilat.

Silo, silau; siloan mata, silau ke mata yang menyakitkan. II. manilo, = sido, pergi untuk melihat jerat; mansilo, idem. III. silosilo, berang-berang.

Silom, I. = silam. II. sej tanaman.

Silon, sisilon, kuku, kuku jari.

Silopate, geraham bungsu, gigi geraham paling terakhir tumbuhnya.

Silpe (bdk lipe) salah mengucapkan, keseleo lidah waktu berbicara (lapsus linquae).

Silpok, masilpok, patah; masilpok holiholi, tulang patah mengenai anggota tubuh.

Silsil, kemaluan laki-laki, pelir.

Siltak, masiltak, angka siltak, pecah, retak.

Silu, hayo, cepat; haru silu, lekas! segerakan! cepatkanlah! maniluhon, bersegera, mempercepat. Silua, lih dua III.

Silumaksaijur, bibit kandungan, embrio, buah yang belum masak (And) ( bdk langsa).

Silup, = silap.

Sima, sej kuman, bakteri, hama dalam daging manusia; simaon, gatal karena kuman ini (= rintop).

Simalolong, lih lolong II.

Simangot, (juga sumangot), arwah nenek moyang yang dihormati, roh keluarga yang meninggal, roh yang lebih tinggi derajatnya dari begu; hanya dengan memberikan pujaan tertentu oleh orang-orang yang ada pertalian keluarga dengan mereka begu bisa menjadi sumangot; parsimangotan, = simangot.

Simatua, mertua laki-laki/perempuan, bdk tua I.

Simbaba, diparsimbabahon, banyak berbicara mengenai orang (dari: baba) dipergunjingkan.

Simbalbal, diparsimbalbal, me-motong sedemikian sehingga mendapat serpih-serpih, tidak licin dipotong, dikampak dengan kasar sehingga banyak serpihan kasar.

Simbar, = sambar.

Simbar, = sembat.

Simbil, tersimpang, kesamping; pasimbilhon, mengenyampingkan, menyimpang ke samping, menyimpang dari jalan; dalan panimbilan, jalan simpangan, penyelewengan. Simbohan, jarum yang diperbuat dari bambu untuk mengerat msl jala, mengenai seorang yang nakal dikatakan; hori sada hulhulan bulu sada simbohan, pinapurpur ngalian, niulosan hodohan, serat segulungan, bambu sejarum rajut, kalau diuapkan kedinginan, diselimuti kepanasan.

Simbora, tembaga, timah, lebih tepat; simbora tano, timah; simbora ranggas, timah putih; parsimboraan, amulet, jimat dari timah hitam untuk melindungi terhadap roh-roh jahat dan dibawa sebagai kalung leher.

Simborgo, dingin, sejuk; simborgoon, berpenyakit encok.

Simbur, I. cepat, bertumbuh cepat, mengenai manusia dan tumbuh-tumbuhan; manimburi, mengunting rambut sewaktu hamil sebagai pengganti memendekkan dikatakan dalam waktu kritis (sebagai juga pada peperangan dan pada penyakit) kebalikan dari apa yang mau dikatakan dan anak yang baru lahir itu akan tumbuh lebih baik. II. simbursimbur, gerimis, hujan gerimis, hujan rintik-rintik; parsimburan, = onan (And).

Siminik (dari si menek), anak kecil.

Simo, silau, samar, tersembunyi; P.B: simo pidong di asarna, molo ditadinghon, didapothon morana, seekor burung tersembunyi di sarangnya bila itu ditinggalkannya maka ia dalam bahaya; simosimo, apa yang tersembunyi; hasimoon, rahasia. Simon, simon ari, senja, hari berkabut tebal.

Simorubun, = orang tua (And).

Simpan, simpan, beres, siap; simpan bahen, siapkan, bereskan, beres bikin.

Simpang, memegang seekor binatang pada kaki belakangnya, menangkap ternak pada bagian kaki.

Simpar, campur baur, tidak pada tempatnya; pasimbar, tidak teratur, campur baur, bersimpang siur.

Simpe, tutup tagan (tempat kapur).

Simpir, piring yang ceper sekali, piring ceper.

Simpu, mangunsimpu, berjongkok dengan duduk di tumit, duduk berjongkok, berpeluk lutut.

Simpul, selesai, berakhir; simpul mangan, sesudah makan, usai makan; simpul gotilon, setelah pekerjaan menuai berakhir, sehabis panen; panimpulan, akhir, penghabisan, penyelesaian; panimpuli, yang terakhir lahir, anak bungsu; jamita panimpuli, bagian terakhir lahir, anak bungsu; jamita panimpuli, bagian terakhir, penghabisan suatu kejadian atau pembicaraan, khotbah, pidato.

Simsim, = gotap.
Simu, I. bakteri, kuman, ulat kecil dalam daging; reng, kuman kudis. II. keping, pangsa dalam jeruk; P.B.: marsimu songon unte, martangga songon balatuk, menurut urutan yang tertentu msl pembagian daging di pesta-pesta; samsimu ringgit, seperempat ringgit; parsimusimu, pembahagian.

Simung, manimungnimung, lari diam-diam.

Sina, cina.

Sinabulan, sej pohon besar.

Sinapang, sej senapang model lama.

Sinar, jemur, sinar, tidak ada pohon-pohon kayu atau semak-semak, terbuka ke sinar matahari; maninar, mansinar, menjemur sesuatu di lapangan terbuka; nunga sininar tu jolo ni raja hata i, perkara itu sudah diserahkan kepada raja; paninaran ni mata, hal atau perbuatan yang nyata.

Sinda, suminda, mundur (bdk sindak II).

Sindak, = I. dinaikkan, ke atas diarahkan; pasindakhon, menegakkan, menaikkan, mengangkat pandangan, membuat menengadah mata; sipasindak panaili (bohi), apa yang membuat orang gembira. II. sumindak, lari; parsindak, netral, penengah, tidak berat sebelah.

Sindap, = sintap.

Sindar, sinar terang, sinar, cahaya; sindar ni api, cahaya api; manindar, sumindar, menyinari, memancarkan sinar, bercahaya.

Sindir, sebab perbantahan, pangkal perkelahian, gara-gara. Sinjata, panjata (bdk jata), senjata.

Sindom, = suda; diparsimdomhon goarna, sering menyebut namanya, yang sebenarnya tidak boleh disebut.

Sindor, I. gadai, jual gadai; manindori, memberikan gadai sebagai jaminan hutang. II. tarsindor mata, silap mata karena menyangka seseorang seperti orang lain; manghasindorsindorhon, masih melihat seorang yang telah meninggal dalam bayangan.

Singa, harimau, singa, gambaran, sketsa; singa ni ruma, ornamen yang diukir pada kepala pandingdingan; singa, juga: gambaran bintang yang dilihat dalam bulan sipahalima; tolak singa = tolak parbadaan; pasingahon gulut tu, mempertimbangkan perlawanan kepada seseorang; etongan maninga, ilmu mengenai badan, ruang; Sisingamangaraja, imam tertinggi pada orang Batak, bukan kepala tertinggi dalam bidang politik sebenarnya.

Singada, pasingada, membungkukkan kepala ke belakang.

Singal, = tongam; hasingalon, kemuliaan, kehormatan, kebesaran, kewibawaan, kekuatan batin untuk membuat segan orang lain.

Singap, condong ke depan, miring mengenai rumah Batak bagian muka; marsingap, rumah berdingding miring, condong ke depan.

Singar, maningarhon, memelah di tengah-tengah, memelah dua. Singgalak, jatuh terlentang, membaring di atas punggung; maninggalak, membungkukkan di-ri ke belakang, tidur dengan punggung ke bawah.

Singgalu, marsinggaluan, beda, tidak cocok satu sama lain, tidak dapat disesuaikan mengenai dua potong kayu, juga mengenai orang.

Singgang, marsinggang, berlutut.

Singgapot, perangkap tikus.

Singgar, singgarsinggar, hujan rintik-rintik di siang hari, gerimis sewaktu matahari bersinar.

Singgip, I. penjepit jenggot; maninggip, mencabut jenggot dengan penjepit. II. singgip, sedikit sekaligus, dekat pada akhirnya, hampir habis, di tepi sekali.

Singgok, singgohan, termengkelan, tersengguk tenggorokan, tersentak, tersedu-sedu; sumaringgok, bdk saringgok.

Singgolom, sej pohon kayu.

Singgorar, sej rotan.

Singgorik, marsinggorik, memanjat seperti monyet yaitu dengan mempergunakan tangan dan kaki tanpa menyentuh pohon kayu itu oleh badan; diparsinggorikhon, memakai sesuatu (msl tangan) untuk memanjat.

Singik, = singit.

Singir, piutang, kredit; parsingir, perutangan, kreditor; paningir, idem; parsingiran, orang kepada siapa kita berpiutang, orang utangan, debitor; P.B.: habang ma talaktak di rondang ni bulan, molo halak na metmet singir gabe utang, burung talaktak terbang di cahaya bulan, bila seorang tidak berarti atau rendah maka piutangnya menjadi hutang.

Singit, risih, rasa tak enak pada, keseganan; adong singit ni rohana tu ho, ada sesuatu yang membuat engkau diseganinya, ia merasa kurang enak padamu.

Singkal, suatu perkara kecil yang membuat sesuatu tidak terwujud, penyebab sesuatu tak jadi.

Singkala, nama sej kartu judi.

Singkalo, cacad, kesalahan, = tihas.

Singkam, sej pohon kayu besar; lobu singkam, nama daerah; singkam mabarbar, = parbadaan, dalam bahasa begu siar
(= medium).

Singkang, = bingkang.

Singkat, pengganti, alat pengganti, penukar; singkat ni, sebagai pengganti, untuk menggantikan; maningkati, menggantikan sesuatu atau seorang; maningkathon, memakai sesuatu sebagai alat pengganti, menggantikan.
Singke, anjing tanah, orong-orong, yang dapat dimakan.

Singki, (juga ginsi), berubah, bertukar, berganti; maningki, mengganti, mengubah, menukar; pasingki rupa, menukar pakaian, bersalin pakaian.

Singkil, maningkil, menyembelih, memotong ternak.

Singkop, cukup, sampai, selesai dengan baik, memadai, tuntas; pasingkop, cukup sediakan, cukupkan, bereskan.

Singkor, marsingkor, kurus, papa, merana, celaka, dalam keadaan sengsara.

Singkora, hari ke-6 pada penanggalan Batak; singkora mora turun, hari ke-20; singkora duduk, hari ke-27; singkora purnama, hari ke-13; singkora, juga tanda ‘o’ dalam tulisan Batak (= hasiala).

Singkoram, cengkeram, agunan, jaminan, tahanan, gadai yang harus diberikan sewaktu meminjam uang msl tanah ladang; maningkoramhon, memberikan se-suatu sebagai gadai, mencengkeramkan sesuatu, menggadaikan.

Singkoru, enjelai, sej rumput tinggi yang buahnya berbiji-biji; singkoru eme, sej ‘sikoru’ yang dapat dimakan; singkoru batu, sej ‘singkoru’ yang tidak dapat dimakan; ucapan selamat yang bersifat umum; tubuan laklak tubuan singkoru, tubuan anak tubuan boru.

Singkosingko, = dahanan dalam bahasa persembahan, atau bahasa dukun.

Singkot (bdk sangkot), maningkot, menggantungkan diri, kemudian pada umumnya membunuh diri; paningkotan, alat dengan mana orang membunuh diri; sumingkothon tali, melilitkan tali pada sesuatu, menyangkutkan tali, mengikatkan tali pada sesuatu.

Singkup, keranjang bulat pakai tutup dan dianyam rapat dengan rotan.

Singom, katup, rapat tertutup, pas satu sama lain msl tutup.

Singot, lih ingot; tarsingot, tentang, mengenai, teringat akan sesuatu dengan sayu; singot ni rohana, peringatan yang sayu, terkenang di hatinya; pasingot, = paingot.

Singsing, maningsinghon, mendorong, mendesak.

Sining, mandul mengenai ternak.

Sinok, I. terasa enak, tenang, tetap, puas; sinok modom, nyenyak, tenang tidur, tak terganggu; manghasinokhon, be-roleh sesuatu yang disukai; sisinoksinok, milik yang hanya dipunyai seorang yang tidak usah dibagi-bagikan; parhasinok ma i, makanlah itu sendirian. II. bingkai panjang pada papan rumah Batak.

Sinonangon, obrolan, cengkerama, omongan enteng.

Sinsal, maninsal, memarahi, menghukum, mencela, mencemooh, menegur.
Sinta, I. meminta, mengidam-idamkan, mendambakan, mengingini sesuatu, ingin mencita-citakan msl mengenai perempuan-perempuan yang hamil (gambaran mengenai keinginan sewaktu hamil ialah bahwa makanan dalam rahim mengingini makanan yang ia sukai); parsintasintaon, kesukaan orang yang sedang hamil; sinanta, yang diingini; diparsinta roha, mengingini sesuatu yang disukai; pinarsinta ni roha, yang disukai, keinginan, yang diharapkan. II. sej tanaman merambat yang dipakai pada pangir dan obat.

Sintak, sentak, dicabut, sentak, ditarik ke atas, menyambar mengenai kilat; manintak, menyentak msl tali lonceng, pedang; sintahan, sentakan, rampasan; sansintak, sekali menyentak, satu potong pakaian, sekali sentak; ramban sansintak, ulubalang yang tewas, yang hanya dikubur dengan sehelai sintak abit, oleh sebab ia meninggal sebagai tenaga upahan; pudun sintak, pancung.

Sintap, sebatas, dalam, intap.

Sintong, benar, tepat, persis, betul; hasintongan, kebenaran; hasisintong, kebenaran, ketepatan; marhasintonghon (diparhasintong), membenarkan, percaya, mengaku benar; sintong saratus, persis seratus, betul seratus.

Sintua, (dari si tua, lih tua), yang tertua, pengawas, penatera.

Sinur, bertambah banyak, ber-kembang biak mengenai ternak; ungkapan: sinur na itapahan, gabe na itaula, mudah-mudahan ternak kita bertambah, pekerjaan kita berhasil. Sio, tertutup, tak terkena hujan, terlindung terhadap hujan dan matahari, teduh; manisio, mencari perlindungan terhadap hujan, tempat berteduh; panisioan, tempat bersembunyi terhadap hujan, untuk berlindung terhadap hujan, tempat berteduh; siosio, idem; marsiosio, tidak memandang dengan mata karena penyakit atau takut, berkedip-kedip.

Sioa, sej pisau penikam, pisau belati.

Siok, tiruan bunyi: suara anak ayam; sioksiok, mencicit mengenai anak ayam, berciap-ciap, karena kehilangan induk atau karena lapar.

Siol, I. hampir; siol mate, hampir mati; siol dibunu ahu, hampir saya dibunuhnya (juga: sior). II. rajin, suka akan, ingin (= sihol?); ndang na siol ho mida jolma, engkau tidak kepingin melihat orang; na siol mida na tama, orang yang tidak mengingini sesuatu yang baik, jelek.

Sior, (bdk juga: siol I).

Sip, diam, bungkam, tak buka mulut, tidak berbicara; memerintah: tutup mulut! pasiphon, membuat orang berdiam diri, mendiamkan; manghasiphon, mendiamkan sesuatu, mengambil sikap diam saja, merahasiakan, tidak menegur orang lain.
Sipak, manipak, menyepak.

Sipal, celaka, papa, sengsara; marsipal, dalam keadaan sengsara, merana, melarat; pasipalsipalhon, menyiksa orang. Sipan, tapir, babi gajah.

Sipat, I. sangat, berarti, banyak; na sipat do isaram, kelakuanmu melewati apa yang diizinkan. II. sipat, manipat, sebanyak masuk ke dalam, banyaknya seperti, sedalam, selama; sipat jolma, dalamnya setinggi orang; sipat jongjong, sedalam orang berdiri; sipat bagot, dalamnya setinggi pohon bagot; manipat ari, selama satu hari; manipat sadarion, sepanjang hari ini.

Sipata, kadang-kadang, sekali-sekali.

Sipatu, sepatu; marsipatu, bersepatu, memakai sepatu.

Sipon, sej baion.

Sipu, sipusipu, sisa kayu bakar, sepotong kayu yang menyala, kayu belahan yang berkilap; sipusipu na mintop, sej sumpah, bdk gana; P.B.: binsat sipusipu sian tangan ni dakdanak, aha na so dung sitaonon ni Batak, kayu belahan jatuh dari tangan anak, apa yang tidak diderita orang Batak.

Sira, garam; sira masiu, sira bodil, sendawa, mesiu; manirai, menggarami; parsisiraan, tempat garam, sumpit garam; pasirahon, menaikkan batu dengan perlahan serta menggeser sedikit tanah ke bawahnya seperti garam dengan jari-jari.

Sirabun, abu api (dari: sira rabun?).

Siragong, (sira agong), abu yang halus, debu; diparsiragongi, diperabukan, msl mayat, dibakar hingga menjadi debu.

Sirang, cerai, menceraikan diri, terpisah; manirang (juga mangirang), menceraikan, memisahkan; parsirangan, perceraian, apa yang menceraikan; hasisirang, hal perbuatan bercerai, perpisahan; P.B.: sidangka ni arirang na so tupa sirang, apa yang sudah bersatu tidak boleh diceraikan laksana ranting arirang.

Sirapege, bumbu, makanan yang enak, karena dibubuhi dengan sira dan pege.

Sirat, pola pada tepi kain (ulos); handang sirat, pagar yang tiang-tiangnya dijalin dengan rotan.

Sirik, melihat sesuatu dengan miring, juling, mengot; parmata manirik, orang yang juling, bermata juling.

Sirim, manirimi, memperkosa perempuan, mengendapi binatang buruan.

Sirimani, lih riman.

Sirit, menceret, kotoran cair, berak encer; manirithon, mengeluarkan sesuatu, memberakkan (binatang).

Sirlak, = sillak; sumirlaksirlak, berkilap-kilap, berkilau-kilauan.

Sirnip, penuh muatan, penuh sampai pinggir bagian atas, sangat berlimpah mengenai bejana; P.B.: sirnip so gok marlobilobi hurangan, dikatakan mengenai seorang pembual yang mengatakan sudah melimpah tetapi belum penuh, dikatakan ia sudah berlebih-lebihan tetapi ia kekurangan.

Sirpang, simpang, perempatan; manirpang, mengambil jalan simpangan, menyimpang.

Sirsir, I. diukur dengan tepat, pas, persis; sirsir sataon, persis setahun, setahun penuh; manirsiri, kerja dengan betul sehingga cocok, mengakhiri pekerjaan. II. manirsir, menabur, menghambur; manisirhon, menghamburkan, menaburkan sesuatu, menyerakkan.

Sirup, manirup, menghirup; manirup sian tangan, minum dari tangan dengan menyirup, menghirup.

Sise, (sebenarnya: ‘ise’ bertanya?), manise, menanya, menapa, menegur; sisesan, anak sisean, murid; sebenarnya: yang harus bertanya; paniseon, tiba-tiba jatuh sakit oleh karena ada begu yang menyapanya; P.B.: diorong asu na so ompuna, paniseaon na so padanna, anjing menggonggom terhadap bukan tuannya, dengan siapa ia tidak berhubungan, dia tanya.

Sisean, lih sise.

Siset, sej burung.

Sisi, sisi, tepi, belahan; sisi ni laut, tepi laut, pantai; sisi ni harugian, besarnya kerugian; sisi, disampingkan, digeser kesamping, menyisih, menyamping, meminggir; pasisi, menggeser ke samping, menyamping, mengelak; sumisi, menjauhkan diri, terelak, tersisih msl awan; mangunsisi, idem. Sisik, I. permukaan, sisik pada ular dan ikan; manisik, membersihkan kepala dari kutu; P.B.: jolo nisisik asa tinindos, dulu dicari baru dipijit. II. sisihon, menderita penyakit kurus (terlebih anak-anak). III. marsisiksisik, tiruan bunyi ‘sik'; cepat berjalan, cepat terbang.

Sisilon, kuku pada jari-jari tangan dan jari-jari kaki, cakar pada binatang dan burung; danggoldanggol sisilon, suam-suam kuku.

Sisip, sesuatu yang tersembunnyi; sisip, selip, sogokan, suapan; padalan sisip, memberi suap, menyogok, memberi uang pelicin; manisipi, membuat sesuatu secara diam-diam, merayapi dengan diam-diam; panisipi, penyelinap, orang keroh, penyisip.

Sisir, I. penggaruk; manisir, menggaruk. II. hasisiran, tangan luka disebabkan beling. III. marsisir imbulu, bulu roma berdiri; parsisir hal masuknya sesuatu dalam jumlah besar. IV. manisiri, memeriksa, menyusuri, menelusuri.

Sita, cetak biru.

Sitabeon, ikat kepala, kerudung duka (And).

Sitik, tergeliat, keseleo, gampang tersinggung, tidak serasi, tidak sesuai; sitik marroha, berpikiran salah, tidak sesuai, mudah marah; manjalahi sitik, mencari alasan untuk membuat sesuatu yang jahat, yang jelek; pasitikhon, salah urat, memisahkan orang yang tidak serasi; otik sitik, godang sega, sedikit salah, banyak orang binasa karenanya, sedikit salah, banyak rusak.

Sitamalun, lih talun.

Siuk, bengkok ke belakang dan diikat dengan keadaan demikian seperti gigi hudali; siuksiuk, sendok besi, sekop sampah, alat penyendok; maniuk, menyendok, mengangkat, menyedot; siuk, juga: bantuan beras yang diberikan kepada kawan-kawan bila ia memperoleh banyak tamu.

Siul, maniul, bersiul; bdk ngiul.

Siup, bunyi kenyam yang dibuat oleh lidah bila orang hendak membuat anak kecil tertawa; juga untuk memulai doa persembahan untuk memanggil roh-roh; marsiupsiup, berbunyi kenyam, berdecap bibir.

So, I. tidak, bukan, terutama dalam kalimat relatif, syarat dan majemuk pakai "na"; molo so, ia so, bila tidak, kalau tidak; nasa na so hubege, semua yang saya tidak dengar; ala so olo ibana, karena dia tidak mau; soada, soadong, tidak, bukan; na so uhum, apa adil, tidak pantas, tidak senonoh; dongan so haru dongan, bukan kawan bukan musuh, kawan tak kawan; mansoadahon, memungkiri, berdusta, meniadakan; unang so, perintah yang diperkuat: asal saja tidak, jangan tidak; sisoada, kata memaki: yang tidak apa-apa, yang tidak berguna untuk apa-apa saja; na soada, sekurang-kurangnya, paling sedikit; sampulu halak na soadana, sedikit-sedikitnya sepuluh orang; marsoadahon (diparsoadahon), meniadakan, menghancurkan, memperkosa wanita. II. berhenti, stop, tenang, diam; aek na so, air yang tidak mengalir; so jolo, diam dulu, dengarkan, berhenti dulu; pasohon, mendiamkan, meredakan, menghentikan; marhasoan, berhenti, menjadi tenang, menetap tingal; ndang marhasoan songon sisada tangan, tidak berhenti, tidak berakhir, seperti seorang yang berjalan di rambing dan hanya mau memakai suatu tangan untuk memegangnya dan oleh karena itu ia tidak dapat terus berjalan.

Soada, lih so I.

Soara, suara, bunyi, nada; marsoara na gogo, bersuara keras, berbicara dengan suara yang kuat; dipagogo ma soarana, dia berbicara dengan suara nyaring, dipernyaringlah suaranya; didok soarana, jawabnya, ia berkata; marsoara, berkata, berbunyi, bersuara, berbicara.

Sobal, = mahap.

Soban, kayu bakar, kayu api; marsobansoban, mencari kayu api, mengumpulkan kayu api; masisoban, mengambil kayu api; parsobanan, tempat pengambilan kayu api atau tempat penyimpanan kayu api.

Sobasoba, sej kupu-kupu (malam).
Sobo, sembuh, tenang, reda, membaik; sobo rimasna, marahnya sudah reda, reda kemarahannya; sobo arsakna, kepahitannya, dukacitanya sudah puas; manobonoboi, menghibur, menenangkan; sobo, juga: tidak jelas dikenal; sobosobo imbulu, penentuan waktu: senja waktu mana orang tidak dapat lagi melihat dengan terang bulu tangan yang halus; sobo tulis, berganti mengenai buluh ternak yang mudah; sobosobo, belukar yang diseret di atas lobang bibit (niordang) untuk menutupinya dengan tanah.

Sobok, sama, serupa, seperti, mirip pada; sobokhon, sama dengan, serupa dengan, menyerupai; sobokhon alogo dorasna, secepat angin, menyerupai angin kencangnya; pasobokhon, disamakan, dicocokkan, dipersamakan.

Sobu, hidupkan api, lepas, sibuk, rajin pada sesuatu; manobu api, menutup api dengan abu, agar jangan padam betul; sobuon, tumpukan kulit padi, sekam, kulit tipis pada padi yang sewaktu menumbuknya menjadi lepas (ditebarkan pada api agar tidak mati); tano sobusobu, tanah yang lembek (seperti sobuon).

Sobur, manobur, marsobur, minum dengan rakus mengenai binatang; pasoburhon, memberi minum; sisobur tuak, peminum tuak; disobur ateate, merasa dirinya kering dalam hati; soburan, tempat minum, perminuman ternak.

Soda, kapur (Angk).

Sodam, manodam, mengenai, membuat kena.

Sodang, tarsodang, tidak cocok, tidak sesuai, tidak pantas pada parmanuhon. Soding, jauh, tersendiri, terpisah dari yang lain, sunyi, terpencil; na soding, sodingsoding, kesunyian, tempat yang jauh, terpencil; soding jolo, sudut kanan bagian muka rumah Batak; soding pudi, sudut kiri bagian belakang rumah Batak.

Sodok, sekop, sendok, keruk.

Sogam, yang membuat sakit hati, bising, kepanasan, gelisah.

Sogan, takut, segan.

Sogar, segar, tegar, sehat, biasanya dipakai dengan panaili.

Sogi, = suhi, segi, sudut.

Sogir, penuh bahaya; berbahaya mengenai manusia terhadap siapa orang harus waspada, berhati-hati terhadap, waspada, was-was.

Sogit, I. mabiar; manogitnogit, takut. II. bona pasogit = bona pinasa, kampung halaman, tempat kelahiran, daerah asal-usul nenek moyang.

Sogo, tak enak rasanya, segan, tidak mau, tidak senang, risih, jengkel; sogo rohana, dia segan, dia tidak mau, dia benci; sogo ni roha, kebencian, kejengkelan, kerisihan; marsogo ni roha, segan, tidak mau, merasa jengkel pada; manghasogohon, benci mengenai sesuatu, merasa tak enak pada, tidak menyenangi.

Sogot, I. pagi-pagi benar, pada pagi hari; marsogotna i, keesokan harinya; sumogot, pagi-pagi benar; sansogot, satu hari pagi sebagai tanda ukuran msl dalan (ulaon) sansogot; na sogot, na sogotan, tadi pagi; panogotan, apa yang dibuat pagi-pagi sebelum makan; juga: hal makan pagi-pagi benar; mangan panogotan, serapan pagi; pasogot, membuat sesuatu lebih pagi; dipasogot hehe, cepat bangun pagi-pagi. II. marsogot, besok; sadari sogot (marsogot), hari besok; manogot, besok pagi; bodari sogot, besok malam. III. sogot, = yang akan datang; na masa sogot, apa yang terjadi pada masa depan; sogotsogot ni ari, hari-hari yang akan datang, kelak di kemudian hari.

Soha, manohanoha, mendiamkan orang.

Sohal, manohal, menyekal mulut dengan nasi (kata yang kasar); sohali, segar, baharu, hidup baru.

Sohang, tegang, apa yang tidak datang bersama-sama, tidak terdamaikan (bdk sehang).

Sohe, sewa, retribusi, pajak yang dikenakan bangkir kepada setiap pemain, sewa yang dikenakan kepada pemilik rumah untuk pemakaian lampu dan rumah.

Sohot, I. kawin, nikah, berhenti, selesai, istirahat; mansohot, berhenti; pasohothon, memperhentikan, mengawinkan; hasohotan, tempat dimana sesuatu berhenti, tinggal, pernikahan, tempat menetap; marhasohotan = mansohot bogasna, telah berkeluarga, berumatangga, telah kawin. II. manohoti, memeriksa sedalam-dalamnya, menyelidiki. Soit, I. ansosoit, sej tumbuhan dengan daun berduri. II. tulang pinggul, tulang pangkal paha.

Soksok, I. sumber, asal, mula; soksok ni aek, mata air. II. manoksok, hangus, terbakar; manoksohi, membakar hangus sesuatu.

Sola, = manola, masuk, masuk di antara sesuatu.

Solam, suci, murni, saleh, ta-wakal, alim; na pitu hali so-lam, sangat suci, tujuh kali alim.

Solang, I. manolang, mengganjal, membaji, menyorong ke dalam, menaruh sesuatu ke dalam sebagai alas, menyorongkan ke dalam untuk memenuhkan. II. uang sebagai pinjaman; pasolang, meminjamkan uang.

Solat, = siat; tarsolat, muat, terselip, dapat masuk, terdapat di antara; ndang tarsolathon, tidak dapat dimasukkan, tak bisa diselipkan; maisolat, menumpang pada seseorang; paisolatan, tempat menumpang, tempat penumpangan.

Solgap, manolgap, menangkap, melahap.

Solhap, = sohal.

Solhot, dekat, tidak jauh, masih berhubungan dekat, akrab, karib, sanak; solhot tu, erat pertalian keluarga kepada, dekat pada; na sumolhot, kerabat yang terdekat, famili; pasolhothon, mendekati, mendekatkan, mengakrabkan; sihasolhotan, seorang yang famili dekat, anggota keluarga dekat, kerabat.

Soli, gansi do uhum, sisolisoli gogo, sama-sama hak pada kedua belah pihak; sisolisoli, sama-sama hak duabelah pihak.

Sollop, I. manollophon, mengumbatkan, membenamkan sebahagian, memasukkan, mencucukkan; manollop, menyisipkan kapal yang bocor, memperbaiki. II. sakit perut disertai muntah; sollopan, menderita penyakit ini.

Sollut, tidak cocok satu sama lain msl makanan, berlawanan selera.

Solo, I. senang, sangat suka, dikasihi, digemari; hasoloan, yang disenangi, kekasih, kesayangan. II. olo do ahu manolon solo tutu tano ni daompung, saya mau bersumpah bahwa tanah itu adalah kepunyaan nenekku.

Solobean, dewa danau, batu di dasar danau Toba yang dipercayai sebagai persemayaman hantu air dan tak pernah kelihatan.

Solok, sudut, leku, belokan, tikungan.

Solot, terselip, terpaut; manolothon, menyelipkan, memasukkan msl pisau ke dalam sarungnya; marsolotan, berserakan, berselip-selip; solotsolot ni batu, celah-celah di antara batu; ansolotan, lih disana.

Solpa, I. kayu busuk yang terdapat di dalam tanah. II. dekat mengenai musuh, berada di hadapan; manolpai, menyerang, menangkap.

Solpot, epileptis, sawan, penyakit ayan; solpoton, menderita epilepsi, menderita penyakit ayan.

Solpu, = salpu.

Solsol, I. tobat, sesal; solsol ni roha, sesal, penyesalan; manolsoli, menyesali; husolsoli rohangku, kusesali diriku, aku menyesal; disolsoli bagina, ia menyesal, disesali nasibnya; tarsolsol bagi, bersusah hati, penuh sesal, tak hendak mengulangi lagi; nanget masisungkunan, unang masisolsolan, amit-amit bertanya jawab, jangan sampai saling menyesal; panolsolion, penyesalan. II. itok solsol, sej ikan yang masuk jala, mati karena takut dan sakit hati; unang hamu songon itok solsol, jangan hilang keberanianmu.

Solu, kanu, perahu, sampan dibuat dari batang kayu yang dikeruk; solu, dikeruk sebagai solu; marsolu, berlayar dengan perahu seperti itu, berperahu; P.B.: parsolu siantuang do ho, engkau tidak berarti dan tidak bermanfaat, seperti orang yang membuat perahu dari kayu siantuang, adapun kayu ini sangat ringan dan cepat busuk.

Soluk, caplok, tukar tempat, sebagai pengganti seseorang atau sesuatu; soluk, sebagai penggantinya; manoluk, menggantikan sesuatu atau seseorang; manolukhon, menggantikan, menukarkan tempat; aek manoluk miak, minyak menggantikan air; masisoluhan, marsoluksoluhan, saling menggantikan, silih berganti.
Solup, liter ukuran, takaran padi (beras) dari bambu: 3-4 bale; manolupi, mengukur dengan solup ini, menakari.

Soma, diparsomahon, mengutuki seseorang untuk segera mati, disumpah-sumpah agar mati.

Somal, biasa, lumrah, sudah biasa, lazim; hasomalan, kebiasaan; pasomalsomal, membiasakan, melakukan berulang-ulang, membiasa-biasakan; somalna do peamna, lih peam.

Somang, semang; induk somang, tuan, majikan, induk semang; anak somang, anak semang, bawahan, kenek.

Somba, sembah, hormat, puja; sombangku di ho, hormatku padamu, sebuah kata dengan mana orang meminta secara khidmat sekali; marsomba, menyatakan dengan hormat, bersembah sujud; manomba, menyembah, memuja, menghormati, sembah sujud; manomba ujung (yaitu: ni jarijari) manomba huasi, memohon dengan rendah hati dalam hal mana ujung jari-jari diletakkan bersama-sama merentangkan tangan; gaol na marsomba, batang pisang, yang menghasilkan persis rangkainya; manombahon, memberikan sesuatu sebagai hadiah sambil memberikan hormat; sombasomba, sepasang rusuk sebagai terdapat kiri kanan tulang punggung; sombaon, taraf yang tertinggi yang dapat dicapai roh orang mati. Ya berdiam pada tempat yang istimewa, pada pohon yang tinggi, pada gunung yang tinggi, jurang yang dalam dsb; tempat-tempat ini juga disebut sombaon. Sombayong, sembahyang.

Sombob, sosombopon, mengesak-esak, menangis bersedu-sedu karena dukacita.

Sombu, lega, sembu, puas, senang, biar, terpenuhi, mengenai dahaga, balasan, marah, keinginan; pasombuhon, membiarkan, mengizinkan, memuaskan.

Sombul, manombul, mencet warna gelap; abit na sinombul, kain yang diwarnai gelap.

Sombut, manginsombut, = mangonai, menimpa seseorang msl hukuman, amarah, pembalasan.

Somong, I. tarsomong, kedapatan, datang secara tiba-tiba dan berbuat sesuatu dengan tergopoh-gopoh, membuat dirinya terseret, terbawa-bawa. II. batu somong, sej batu.

Somor, marah, gusar, rusuh; manghasomorhon, marah terhadap seseorang atau sesuatu; somorsomor, sej begu; anak somorsomor, anak yang jahat yang membuat orang tuanya sakit hati; imbulu somorsomor, bulu pada tubuh manusia dan kuda yang menandakan bahwa orang itu atau kuda itu tidak berharga; pada umumnya: tidak berharga; hepeng somorsomor, yang membawa celaka yaitu uang curian.

Somot, semat; mansomot, manomot, menyemat, diikat dengan rotan msl saong; somotsomot, sej rumput, yang bijinya melekat pada kain.

Sompa, = tompu. Sompit, sempit.

Sompol = sumpol.

Sompong, tiba-tiba, terkejut, tidak diharapkan, mendadak; tamue sompong, tamu yang mendadak datang.

Sompor, bandel, nakal, kurang ajar, rewel mengenai binatang, walaupun diusir, terus datang kembali atau mengenai pencuri.

Sompung, terburu-buru, dengan tidak berembuk.

Sona, sej pohon kayu yang getahnya berwarna merah darah.

Sonak, pasang naik, datang mengenai gelombang laut.

Sonang, bahagia, senang; marsonangsonang, hidup tenang dan damai, bersenang-senang; pasonanghon, menyenangkan, dibuat tenang; hasonangan, kesenangan, ketenangan.

Sondang, cahaya, sinar, terang; panondang, cahaya, sinar; manondangi, = sumondangi, menerangi sesuatu, menyinari; marsinondang, bercahaya, bersinar; manondanghon, menyinari sesuatu.

Sonduk, senduk; manonduk, menyendok, memberi orang makan sebagai penumpang di rumah; marsonduk hela, menantu laki-laki yang tinggal di rumahnya, makan dan bekerja; hela sonduhan, menantu seperti itu; parsonduk, ibu rumah, nyonya rumah, bini (pengusaha dapur); ndang diboto marsonduk, ia tidak dapat mengatur rumah tangga dengan baik; sinonduk, sinonduk mangan, suami, laki yaitu orang untuk siapa si isteri menyendok; sonduhan, anak sonduk, pesuruh atau pelayan perempuan yang diberi makanan dan harus bekerja untuknya.

Songa, sej bambu yang dipakai untuk menganyam anduri.

Songe, seram, menakutkan, menimbulkan rasa takut, angker.

Songgak, I. manonggak, manonggahi, menyenggak, membentak, menghardik, menyapa dengan perkataan yang keras. II. sej pohon kayu.

Songgop, turun dari langit, hinggap, bertengger mengenai begu, burung, hormat, kekayaan; hasonggopan, tempat hinggap msl burung, tempat bertengger; pasonggophon tu, membuat pergi ke sesuatu, menghinggapkan, dikenakan kepada seseorang msl hukuman, mengalamatkan (sesuatu yang kurang kurang baik) kepada.

Songgot, terkejut, tiba-tiba, mendadak; manonggoti, mengejutkan orang; tarsonggot, terkejut, kaget; songgotsonggot, kekuatiran, kuatir, kejutan.

Songik, berbau busuk, tengik, tajam mengenai bau, sengit.

Songka, I. ular yang berbisa. II. karang.
Songkal, penuh wibawa, tak terhampiri, tidak dapat didekati, mulia, sering dipakai dalam hubungan: na songkal nabadia msl mengenai sombaon.

Songkar, mistar yang menghubungi kasau; manongkar, merenggangkan sesuatu.

Songke, cukai, sejumlah uang yang diterima bangkir pada permainan.

Songkik, (bdk pongkik), mamongkihi, mencekik seseorang; tarsongkik, tercekik.

Songkir, gagang, tangkai alat perkakas msl kapak.

Songkong, manongkong, memegang, mencengkeram, menahan, tidak dibenarkan pergi msl orang yang berutang.

Songkor, penyakit yang berat.

Songkung, mulia, terhormat, dihormati (Angk).

Songon, seperti, bagai (memperbandingkan); songon api, seperti api; songon dia? bagaimana? seperti apa? songon on, songon i, seperti ini, begitu; sisongon on, yang seperti ini, seperti cara ini; songon na, seolah-olah, seakan-akan; dipalua songon na so ditanda ahu, dibuatnya seolah-olah ia tidak mengenal saya; tarsongon, kira-kira seperti, bagaikan; songon songon i, begitu-begitulah, begitu itu sajalah.

Songsang, luntur mengenai warna.

Sonsong, hambat, hembang, tutup jalan, tersumbat; manongsong, menghambat, menyumbat; songsong rak, batas antara dada dan badan bagian bawah dekat rongga badan P.B.: ndang tarsongsong mata ni ari binsar, orang tidak dapat meng- hambat matahari terbit, artinya: bila seorang naik msl naik pangkat, kedudukannya bertambah tinggi, tidak suatu pun yang dapat menghalangi membuat dia cemburu.

Sonsongultop, penyengat.

Songti, kesaktian; hasontion, idem.

Sono, manonoi, merusakkan sesuatu, mengacau-balaukan, mengganggu.

Sonom, sangat rindu akan, sangat kepingin kepada, kangen sekali.

Sonsam, terban dan tarbalik.

Sonson, tersodor di hadapan seseorang, berada dekat di muka orang; sonson di jolom, ada di hadapanmu; manonsonhon, memaksa masuk, menggeser; manonsonhon baru, menyodorkan anaknya perempuan untuk membayar hutang.

Sontang, sej pohon kayu.

Sonti, terawat baik, baik tersimpan, tetap mengenai undang-undang; sonti di patik, tetap, tidak dapat diobah-obah, tak tergugat; sonti marugasan, berlaku hati-hati dengan pekerjaan, dengan urusan, rawat betul akan barang milik.

Sonting, = sunting II; parsontingan, persuntingan.
Sop, mansop, memasukkan benang
tenung ke cet untuk mewarnainya, mencelup benang ke dalam pewarna nila.

Sopa, sepah = sopasopa, sepah, bungkil, ampas, limbah, bagian yang tak berguna lagi.

Sopar, subur.

Sopit, = gogot.

Sopo, lumbung padi, di bawah atap disimpan padi, di ruang terbuka tempat menerima tamu serta tempat mengadakan pertemuan, di atas juga tidur para pemuda.

Sopot, manopot, memotong pohon kayu dekat tanah, dekat ke pangkal; sopot so marama so marina, kehilangan orang tua sewaktu kecil, yatim piatu.

Sopsam, jatuh, rebah, terjatuh, roboh.

Sopsop, manopsop, menghisap; disopsop ateate, merasa diri kekeringan, rasa menghisap di uluhati; disopsop mudar, lintah, penghisap darah.

Sopu, sepuh; manopu, memadamkan kapur; mengeraskan besi yang hangat dengan memasukkan ke dalam air.

Sor, rusak mengenai besi yang terlampau lama berada dalam api; tarsor, kedatangan dengan tiba-tiba menjadi sial, melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak disukai, dengan tiada pengharapan, terlanjur.

Sora, manorahon, menyerahkan.

Sorang, lahir, turun, menginap, sebagai tamu menumpang, bertempat tinggal mengenai begu, sumangot, celaka; sorangan, tuan rumah, nyonya rumah; maisorang, berdiam, menumpang; naeng sorang tamue, menanti, mengharapkan kelahiran anak; sorang, jam waktu lahir, waktu kelahiran.

Sorat, berat, penuh muatan, bermuatan berat, sarat; P.B.: na sorat di ulu sorat di butuha, siapa yang telah bekerja keras, ia makan banyak; pasorathon, memberatkan, dibuat berat; sorat sahalak, beban untuk satu orang, pas untuk dibawa satu orang.

Sorba, tuan sorba di banua, nama nenek moyang orang Batak.

Sorbit, masisorbitan, gemerlapan, berkilau-kilauan, masing-masing memancarkan cahaya.

Sorbuk, serbuk; bubuk.

Sordak, palang pintu di dalam rumah; manordak, memalang, mengunci, menggeserkan palang untuk mengunci pintu.

Sordam, serdam, seruling.

Sordit, enak, cocok satu sama lain mengnai lauk pauk.

Sorga, surga; naik sorga, meningkat, bertambah mengenai kekayaan dan kemuliaan.

Sorgang, manorgang, membentak supaya jera, membantah, mempertakutkan, menggerantang; panorgangon, cara menggerantang seseorang dsb, juga: jimat dengan maksud seperti ini.

Sorha, roda; alat atau jentera untuk memintal kapas jadi benang, jentera pemintal, rahat.

Sori, untung, nasib, takdir; sori ni ari (juga soro), nasib buruk, celaka; aha na so taonon pandokhon ni sori ni ari, betapa tidak ditahan segala sesuatu bila nasib buruk menghendakinya (sori ni ari sudah ditentukan sebelum manusia lahir); sori ni aringku, nasibku yang buruk ini, ah sialku ini; sori gabe, bahagia, untung baik, berkat; sori mago, sial, celaka, nasib buruk, nasib malang; sori dangol, idem; parsorion, takdir, nasib dalam arti celaka, sial, kemalangan; marsori ni ari, dalam keadaan sial, bernasib malang.

Soribalanga, buku panggul.

Soridadu, = soldadu, serdadu, prajurit.

Soridandan, sej penyakit, yang membuat anggota gerak bengkok, pengkor.

Sorigala, serigala.

Sorik, bulu sorik, sej bambu.

Sorin, manorin, menggantikan, menggilir, mengambil tempat dengan menggantikan orang la-in; pasorin, berganti; masorinsorin, berganti-ganti, bergiliran, saling bergilir, silih berganti.

Soring, manoringi, mengucapkan mantera.

Soripada, nama dewa saudara laki-laki Batara guru dan Mangalabulan: juga kata halus untuk isteri (Angk); inanta soripada, isteri-isteri kita, para wanita; P.B.: ndang olo tuk ulaon, ia so soripada patukhon, tidak sesuatu pekerjaan akan terlaksana tanpa bantuan para isteri. Sormin, cermin; sorminan, idem, jendela kaca.

Sorna, pemberian, berupa beras yang diberikan kepada sanak saudara yang menyelenggarakan pesta; mangido sorna, meminta bantuan kepada kaum kerabat bila hendak mengadakan pesta; sornasorna ni Debata, anugerah, karunia.

Sornga, tiba-tiba, tidak disangka, saling menubruk, bertabrakan.

Sorngot, mendadak, tiba-tiba; sahit sorngot, penyakit yang tiba-tiba muncul, penyakit mendadak.

Sornop, I. masuk ke dalam air, tercelup air; manornophon, mencelupkan ke dalam air, membasahi, memasukkan ke dalam air. II. = tole, maju.

Soro, I. manoro, menerkam, merenggut, menangkap, memegang, merampas mengerkah mengenai binatang buas, menyambar mengenai kilat; manorohon hata, segera menjawab, juga memajukan kata kepada seseorang; masipansorohon hatana, masing-masing memajukan masalahnya; manorohon langka, bersegera, menggesa; disoro porhas, disambar petir; sisoro aek, nama sej burung yang hidup dalam air. II. = sori.

Soron, panaroni, selir, gundik; ina panoroni, ibu tiri; ama panoroni, bapa tiri, ayah tiri; anak na sinoronan, anak tiri yang diambil dari perkawinan lain.

Sorong, manorong, mencoba mengenakan pakaian. Sorop, I. sengat. II. = serep, rendah, dekat tanah; sumorop, mengunjungi dunia mengenai roh, turun dekat tanah mengenai awan; manorop begu tu, memasuki sesuatu mengenai roh; disorop ombun, awan turun ssampai dekat tanah, bergantung rendah (dekat tanah).

Sorpa, manorpa, memegang, menangkap.

Sorpi, manorpi, melipat.

Sorpo, = songgot; manorponorpo, mengejutkan, membuat ter-kejut; begu sorpo, penyakit tiba-tiba disebabkan sekonyong-konyong melihat begu dan membuat dia terkejut.

Sorsor, manorsor, menumbuk padi untuk pertama kalinya; manduahali, untuk kedua kalinya; mangosas, untuk ketiga kalinya, menumbuk sampai semua terkelupas.

Sorta, manis, santun, alim, ramah; dipasorta pangalahona, dia berlaku manis, bersikap alim, berlaku sopan santun.

Soru, sej perangkap tikus terdiri dari seutas jerat yang digantungkan pada bambu.

Sorur, sesuai, cocok; uli rupana sorur ro di matana, dia cantik sampai pada matanya yang sesuai dengan kecantikannya; hasoruran ni roha, kawan dengan siapa kita sesuai, cocok, yang berkenan di hati, teman akrab.

Sosa, = sesa, hapus; manosa, menghapus, merombak msl bendungan; sosa, sikat atau penyapu dipakai untuk membasahi benang sewaktu bertenun.

Sosak, manosak, merepotkan, mendesak; manosahi, menyesak, menindis orang, menyempitkan; tarsosak tersesak dalam kesempitan, dalam kesusahan, melarat; hasosahan, dalam keadaan sulit, kesesahan.

Sosal, manosalhon, mendesak; panosal, desakan.

Sosar, alas, lapik, daun atau ranting tempat meletakkan potongan-potongan daging, yang dicincang.

Soso, I. garis-garis yang ditarik di atas tikar di bawah ampang sewaktu meramal dengan ayam, menurut arah ayam jatuh diberikan ramalan. II. manosoi, mendesak meminta dengan sangat menghimbau. III. tano soso, tanah longsor.

Sosombopon, bdk sombop.

Sosop, manosopi, menutup, memakal menimbun msl lobang; mengarsir gambaran; sosop, dipenuhi, ditambahi, tertimbun, tertutup.

Sosor, pemukiman, kampung yang baru didirikan dan masih terdiri dari pondok-pondok primitif; manosor, mendirikan kampung baru, mendirikan pemukiman baru.

Sosot, rapat, padat, dekat satu sama lain; manosoti hata, mengatakan segala-galanya dengan jelas; marsisosoti, berdiri tidak sama rapat, rapat tak menentu jaraknya.

Soting, marsotingsoting, ber-kilau-kilauan di muka mata, gemerlapan.

Sotok, manotok, menyengat mengenai serangga; disotohi ateatena, = digotili, rasanya dipijit-pijit dalam badannya, rasa nyeri di uluhati.

Sotop, manotop, menyengat mengenai serangga.

Sotul, nama sej pohon yang berbuah.

Sua, manginsua, lih insua.

Suak, masuak, patah, terkulai msl dahan kayu; P.B.: tarida urat, tambortamboran masuak dangka rahutan, kalau akarnya kelihatan tanah disekelilingnya harus ditimbun, kalau dahannya terkulai orang harus mengikatnya, artinya: orang harus menolong mereka yang berada dalam kesulitan.

Sual, marsual, berdebat, bersoal, menyanggah, berbantah-bantah; manual, memerangi, membantahi, bertengkar mulut.

Suan, manuan, tanam, menanam; manuan patik membuat undang-undang, menentukan hukum; manuan hata, mengedarkan berita, desas-desus, menyebarkan berita; manuan bada, menggalakkan perselisihan, menyebabkan persengketaan; manuan lagu, membuat baik, melakukan sesuatu yang baik, menanam budi; manuan dengke, memasukkan ikan ke dalam kolam; suansuanan, tumbuh-tumbuhan, tanam-tanaman; sinuan tunas, putera, anak laki-laki (And); sinuan beu, = boru (And); na marsinuan, = ama (And).

Suang, kembali, pulih, kembali dengan sia-sia; sumuang, kembali lagi, sekali lagi; pasuanghon, mengembalikan, mengembalikan kepada keadaan semula; pasuang roha tu bagasan, memperhatikan, memusatkan pikiran terhadap sesuatu; suang le, suang songon i, pula, begitu juga, serupa dengan; suangsa on (suang songon on), pada hari yang sama seperti hari ini, dalam delapan hari mendatang; suangsa marsogot, besok dalam delapan hari mendatang.

Suap, marsuap, mencuci muka dengan tangan; parsuapan, tempat cuci muka.

Suara, = soara, suara.

Suari, marsusuari, berjemur di panas matahari.

Suasa, cincin suasa.

Suasae, mansuasaehon, dipansuasaehon, memboroskan, membuang-buang, menyia-nyiakan, menghambur-hamburkan.

Subang, terlarang, tak boleh, haram, pantang, msl lauk pauk atau sayur sewaktu makan obat, dilarang menyebut msl kaum kerabat (ayah); dia subangna, apa pantangannya? manubanghon, sumubanghon, melarang, memantangkan, berpantangkan.

Subo, manubo, mencoba.

Subut, I. diperintahkan, ditetapkan oleh datu; panubut, persembahan yang dituntut oleh begu; tarsubut simangot ni ompuna, roh nenek moyang yan gditunjuk oleh ramalan untuk diberikan persembahan. II. manubut, membujuk, berbuat baik kepada orang, mengambil hati, mengajuk; manubuti, merestui, menggairahkan.

Suda, habis, berakhir, habis dimakan, tak bersisa; mansudahon, menghabiskan, memakan habis; pasudahon, idem; hasusuda, akhir, hal habis dimakan; suda bohalna, persediaan makanannya di tengah jalan sudah habis, artinya: dia meninggal; nasa na sudasa, idem.

Sude, semua, semuanya; sudena, semua, semuanya; sasude, semua mereka; sude hami, semuanya kami; mansudehon, = mansudahon.

Sudol, sudolsudol, kedendaman, pembalasan; pasudolhon, membalas sesuatu, membalaskan, membalas kejahatan.

Sudu, mansudusudu, berdiang, memanaskan diri dekat api; marsidudu, idem; pansudusuduan, perdiangan, tempat api, kotak besi tempat memelihara api; mansusuari (dari mansudu tu ari), berjemur di panas hari.

Sudung, manudung, meminta, menanya; hasudungan ni roha, kekasih, kesayangan, kesenangan hati, yang tercinta; P.B.: topot raja ni uhum, sudung raja ni patik, tanyalah hukum kepada raja.

Sue, = juap.

Suga, duri; tarsuga, terinjak duri, kena duri; marsuga, berduri.

Sugal, = hehe; sugal sahit, kambuh, timbul, bangkit penyakit; sugal rohana, dia menjadi marah, bangkit amarahnya.

Sugam, resah, sakit hati, jengkel.

Sugapa, bibir pukat atau bubu yang mencuat ke dalam yang diperbuat sedemikian rupa sehingga ikan tidak dapat keluar lagi.

Sugari, juga bila, andai kata, jikalau, bila sesuatu, sekiranya; sugari sura, = aut sura, seandainya, bahwa sesuatu.

Sugi, I. manugi, menguliti, menetak kulit pohon, seperti halnya pada haminjon (kemenyan) untuk memperoleh getahnya; sugisugi, takikan, kayu kecil dan tipis untuk menguliti pohon. II. = sogo. III. sugisugi, lempangan tembakau.

Sugut, sembunyi, rondok, runtuh, jatuh pada lutut; tarsugut, tersempit, terpojok, merondok, bersembunyi.

Suha, I. = tu julu, (dikatakan mengenai ikan). II. suha, berlimpah-limpah mengenai hasil ladang. III. parit di sisi tembok yang terjadi karena dari situ diambil tanah untuk membangun tembok itu.

Suhar, terbalik; marsuhar, dalam keadaan terbalik; P.B.: hea marsuhar ulu ni na mate maup, pernah kepala orang yang tenggelam terletak di sebelah hulu (biasanya mayat hanyut dengan kepala sebelah hilir: biasanya terjadi hal-hal yang bertentangan dengan kebiasaan); suhar di rohana, menurut tanggapannya adalah salah, bertentangan dengan perasaannya; pasuhar, memalikkan; manuhar, melawan, menentang seseorang; panuhari, kebalikannya, yang sifatnya justru sebaliknya.

Suhat, I. sukat, takar, ukuran; suhatsuhat, ukuran; manuhat, menghitung, mengukur (baik mengenai panjangnya maupun mengenai banyaknya); P.B: ndang piga halak sililit bolonna sisuhat ginjangna, tidak berapa orang yang mengetahui tentang dirinya sendiri; marsuhat di ho, itu bergantung kepadamu, terserah kaulah; parsuhatan, cara mengukur; ndang hasuhatan, tidak dapat di ukur, sangat besar. II. sej tumbuhan, ubi talas, keladi. III. jabu suhat, kiri muka lantai rumah Batak tradisional.

Suhe, ( = sungke), manuhe, me-ninggikan, meningkatkan, mengangkat.

Suhi, segi, sudut; suhi ni tangan, siku tangan; suhisuhi, segi-segi, sudut-sudut, penjuru; sitolusuhi, tiga sudut; siopatsuhi, empat sudut; suhi ni ampang na opat, nama bagian perkawinan perempuan, lih ampang; suhi, diasingkan, dicadangkan, tersendiri, terpencil, lain bagian; marsuhisuhi, bersudut, bersegi-segi, bersiku-siku.

Suhu, suku, kelompok, pembagian menurut perwakilan, masing-masing, semua, semuanya, semua yang bersangkutan; marsuhusuhu, satu dari setiap keluarga, pamili, berperwakilan; na tolu suhu, yang tiga jenis, tiga kelompok, tiga suku. Suhul, gagang, pemegang pisau, pedang; juga: gempa bumi oleh sebab orang memanggil suhul pada gempa bumi untuk mengingatkan gagang pedang naga padoha (penyebab gempa bumi) yang tersisip di badannya; ndang hasigatan pasi dibagasan suhul, orang tidak dapat melihat pasak di dalam gagang, artinya: orang tidak dapat melihat kehendak hati; suhulsuhul, sej pohon kayu.

Suhun, manuhuni, menyiapkan, mengucapkan kata-kata yang terakhir dan terpenting.

Suhung, membungkuk, bengkok, tangan dan kaki diikat bersama-sama; manuhung, mengikat orang secara ini.

Suhut, tuan rumah, penyelenggara pesta; hasuhuton, bertindak sebagai tuan rumah, pimpinan, pemimpin, penanggung jawab; manghasuhuthon, memimpin sebagai tuan rumah, memegang peran sebagai suhut.

Suksuk, (bdk gukguk), padat berisi, penuh dengan melebihi ukuran, sangat penuh, melimpah mengenai benda-benda bukan cairan; manusukhon, membuat berkepala, ditakar dengan melimpah, memadati penuh, mengisi sepenuh-penuhnya; manaluksuk, membubung, meningkat.

Sulak, berbalas, berbalik.
Sulam, manulam, memberi jawaban atas pollung; sulambak, sej kucing liar, yang menurut kepercayaan orang ada begu di dalamnya; sulambak golanggolang, sej cerpelai.

Sulandak, sikulandak. Sulandit, lih landit.

Sulang, manulangi, menyuapi, memberi seseorang makanan dari tangan; manulanghon, menyuapkan, memberi makan seperti ini; sulangsulang, makanan yang diberikan kepada orang khusus juga makanan persembahan.

Sulangat, jala yang bersegi empat yang dipegang pada sebuah batang besi; sulangat durung, berbentuk empat segi seperti jala itu; marsulangat, menyampakkan jala, menjala.

Sulangsalik, hiruk-pikuk seperti orang di pasar.

Sulasi, pohon selasih.

Sulean, lebih dari kenyang, sedemikian banyaknya diterima sehingga tidak ada satupun yang tinggal, beruntung.

Sulhut, manulhut, membakar.

Suligi, lembing dari bambu.

Suling, suling.

Sulingkit, manulingkit, meneliti, menyelidiki, menduga, menginterrogasi, menanyai sampai hal sekecil-kecilnya.

Sulon, berhenti dalam perjalanan, tertahan; manulon memperhentikan, menahan; mangulon, beristirahat, berhenti.

Sulu, I. suluh, obor; sulusulu, idem; manulu, menyuluh, menerangi. II. buah yang pertama pada tandan pisang yang lebih dulu masak.

Sulum, sej ikan kecil. Sulung, manulung, memberi persembahan kepada begu, memberi sajian kepada roh.

Sulup, manulup, mencat benang jadi hitam.

Suma, nama hari ke-2 penanggalan Batak; P.B.: disi suma disi anggara, disi suda disi soada, jika habis berakhirlah; suma ni mangadop, nama hari ke-9 penanggalan Batak; suma ni holom, nama hari ke-16; suma ni mate, nama hari ke-23.

Suman, serupa, cocok, mirip, sama dengan, menyerupai; sumansumanan, gambaran, peniruan, kemiripan, patung; pasumanhon, meniru, dibuat sama bentuknya, membuat serupa; manuman, meniru, mencocokkan dengan, mengikuti jejak.

Sumanggo, bumi (And).

Sumangot, = simangot.

Sumar, luar biasa, meluap, kelewatan, berlimpah-limpah mengenai hasil padi, berlebih-lebihan; aek na sumar, air bah, air yang bukan main banyaknya, banjir besar; mamusarhu do pangalahom, kelakuanmu ada keterlaluan, kelewatan perangaimu.

Sumba, nama sebuah induk marga.
Sumban, balok-balok atasan yang memanjang pada rumah dalam mana tiang-tiang dihubungkan dengan pasak dan lubang dan di atas mana atap terletak; sumban na tangging, sej sumpah, lih gana.

Sumbang, sumbang, ganjil, janggal; marsumbang, kawin menurut adat seperti disebut di atas; sumbang tutur, mengganti, menukar pertalian kerabat.

Sumbat, manumbat, menyumbat; tarsumbat, tersumbat.

Sumbia, anak pelanting, peluru ketapel; hasumbiaan, dilukai juga dengan kata-kata, terluka perasaan, terserang perkataan.

Sumbing, sumbingsumbing, serpihan, penuh serpih dan pecahan-pecahan mengenai sesuatu yang pecah; sumbing rohana, rasa hatinya mempunyai segi-segi yang tajam.

Sumbu, sumbu; sumbu ni pedati, as, gandar kereta pedati.

Sumbung, pas, cocok, gampang masuk msl cincin pada tangan; tarsumbung, masuk keranjang atau kandang yang salah.

Sumpa, sumpah; marsumpa, bersumpah.

Sumpangsamping, penuh dengan luka-luka.

Sumpat, enggan, segan, tidak mau, yang dapat dirasakan dari nada suaranya.

Sumpit, manumpit, menyumpit.

Sumpol, tersumbat, tertahan arus, tak jalan aliran; manumpol, menumpatkan, membendung, menyumbat.

Sumung, manumung, memegang, menangkap.

Sumur, sumur, perigi, mata air, sumber. Sumurung, lih surung.

Sumurut, lih surut.

Sun, siap, selesai, habis; hasunan, penyelesaian masalah, perkara atau urusan; marhasunan, berakhir, berkesudahan, selesai, berkeputusan; pasunhon, menyiapkan sesuatu, menyelesaikan sesuatu; sun juga menandakan superlatif: sun gogo, luar biasa kuat, sangat kuat, mahakuat; sun bisuk, sangat cerdik, sangat bijaksana; sun denggan, sempurna, paling baik; hasusun, penghancuran, pembinasaan.

Suna, I. manuna, menyatakan sesuatu yang sebenarnya kebalikan yang dimaksud. II. suna, terlampau banyak sekaligus, membludak.

Sunan, masisunanan, saling mendahulukan dengan mengatakan: engkau dahulu; tidak, engkau dahulu.

Sunat, manunat, menyunat; tarsunat, telah disunat; parsunatan, penyunatan, persunatan.

Sundar, kembali, mundur, surut, berbalik; paundar, pasundar, membawa kembali, kembalikan; manundarhon, mengembalikan kata, memberi jawaban.

Sundat, batal, dikansel, tidak jadi, berhalangan; manundati, mencegah, menggagalkan, menghalangi, menghambat, membatalkan, menangguhkan; sundat hami masipaidaan, tidak jadi kami saling melihat, batal kami bertemu.

Sunde, asal, mula; mulak sunde, kembali kepada asalnya msl pembicaraan sesuatu masalah dikembalikan kepada orang yang memulainya.

Sundung, condong, miring berdirinya, cenderung, teleng; dompak sudungna do marumpak hau, pohon kayu rebah ke arah ia teleng.

Sundur, manundur, = sumundur, menjajahi, membicarakan, menguraikan suatu masalah, perkara atau urusan; sumundur pangulu, mengirim seorang penegah untuk memeriksa perkara itu.

Sundut, terbenam mengenai matahari dan bulan; sundut ajal, ajal sudah dekat, mendekat ajal; sundut hasudungan, ajalnya menyedihkan, sengsara; hasundutan, barat dimana matahari dan bulan; sundut ajal, ajal sudah dekat, mendekat ajal; sundut hasudungan, ajalnya menyedihkan, sengsara; hasundutan, barat dimana matahari terbenam; sundut, angkatan, generasi; marsundutsundut, turun-temurun; sasundut sige, demikian tingginya sampai sebuah sige cukup dipakai untuk dipanjat.

Sungar, manungar, mendongak, menarik hidung ke atas mengenai hidung kerbau yang dilubangi; manungarnungar, menarik hidung ke atas sebagai tanda penghinaan yang sebesar-besarnya.

Sunge, sungai; sisobur aek sasunge, penyedot air sesungai, sebutan pada orang yang dapat membelah dirinya terhadap banyak orang; sibola aek sasunge, orang yang memelah sungai, yang memecah belah orang-orang yang bersahabat, yang menghasut kaum kerabat satu sama lain.

Sunggam, manunggam, minum langsung dari tabung, membungkukkan diri sewaktu makan dan minum; manunggam mangan, makan dengan membungkuk; masisunggaman, dengan saling mengunjungi untuk menyelesaikan suatu perkara, masalah.

Sunggapa, = sagapa.

Sungging, gampang dijadikan marah.

Sunggu, (bdk runggu), berkumpul dengan lengkap, berkerumun datang; ompu Sunggu, nama marga.

Sunggul, manunggul, membangunkan orang yang sedang tidur; mengusir binatang, menimbulkan, menyebabkan kegembiraan, marah, sakit hati, kebencian; tarsunggul, terbangun, teringat, terkenang; sisunggul singir, orang yang menuntut piutang yang lama.

Sunggilsunggil, seutas tali yang diikatkan pada hidung kerbau atau lembu yang membuat dia tidak dapat lari, cucuk hidung kerbau.

Sungka, enggan, sukar untuk dibuat msl membawa air ke atas gunung, sungkan; manungka, lemah, tidak menyanggupi; sungka roha (di roha), sulit untuk dibuat, untuk dilaksanakan, sungkan; sinungkasungka, orang harus dicoba walaupun sulit; diharuskan; ndang tarsungka ahu, saya tidak dapat melaksanakannya, tak sanggup aku. Sungkalit, berat, sulit, sukar; si Manungkalit, nama daerah dan marga di Silindung.

Sungkap, (bdk ungkap), manungkap, memeriksa seluruhnya, menyelidiki msl ataukah ada orang yang mencuri.

Sungkar, sukar, sulit, menentang; manungkar menempatkan dengan lain cara, melawan, menentang.

Sungke, manungke, mengangkat muatan untuk dibawa.

Sungkil, berani, perkasa, terlalu berani.

Sungkit, sej rumput hutan, yang sering dipakai membungkus lampet; parau sungkit, kapal, yang panjang dan runcing, perahu lonjong memanjang.

Sungko, manungkoi, memeriksa dengan teliti, meneliti.

Sungkot, tersangkut, terbentur, suntuk, sampai, tersentuh pada (di) terlalu besar, tidak masuk ke dalam, bergantung pada sesuatu; sungkot ni, ukuran tertinggi dalam keadaan luar biasa mengenai suatu sifat; sungkot ni hinauli, teramat cantik, luar biasa cantiknya, luar biasa indahnya; sungkot ni langka, perhentian; P.B.: sungkot di langitna, lumbang di bahalna, terhantuk pada langitnya (loteng), mempunyai tempat yang luas di gerbangnya yaitu lidah; sungkot di urur pate di ransang, mencapai taraf tingkat tertinggi mengenai sesuatu sehingga tidak ada orang yang dapat mengatasinya lagi mengenai amarah, kekejian. Sungku, 1/4 ringgit = hupang, suku 50 sen.

Sungkun, manungkun, menanya, bertanya; sungkunsungkun, pertanyaan; panungkunon, cara menanya, hal bertanya; panungkunan, orangnya yang ditannya, tempat bertanya; hujur manungkun (bodil, tangan), segera membalas atas suatu luka tanpa lebih dahulu memeriksa perkara ini; panungkunan, bagian yang diperoleh sewaktu mengawinkan anak perempaun; panungkunon, tiba-tiba jatuh sakit karena disapa oleh begu; masisungkunan, saling bertanya, bermusyawah.

Sungkup, cukup.

Sungkur, piso sungkur, pisau cukur, pangkas; manungkur, mencukur.

Sungsang, tertukar, terbalik posisi, sungsam, runyam; pasungsang, membalikkan sesuatu; sungsang barani, jampi untuk mengubah keberanian orang menjadi pengecut; sungsang duri, sej tumbuhan merambat yang durinya mengarah ke bawah; manungsang tutur, membalikkan pertalian kerabat dengan mengawini anak perempuan dari pihak perempuan.
Sungseng, humasungseng, bergerak tidak tenang, gelisah tak menentu, mondar mandir, bingung.

Sungsi, lih sunsi.

Sungsung, ukuran berbentuk corong dari daun pisang yang dipintal yang setiap rumah harus memberikan satu ‘sungsung’ beras bila banyak tamu datang ke kampung itu; corong; manungsung, menghasut, mengajak orang untuk membalas dendam; halisungsung, pusaran angin, angin olak, angin puting beliung.

Sungu, tanduk rhinoceros, tanduk badak.

Sungut, I. sumunguthon, menceriterakan, memberitakan, memperbincangkan; sungutan, berita, ceritera, kabar, perbincangan. II. sisungut, kumis, nisai.

Suni, I. buni. II. sunisunian, termasyhur, patut ditiru, keteladanan, terkenal.

Sunsi, manunsi, mencuci (pakaian) (juga sungsi).

Sunting, ulat dalam daun pisang.

Suntut, luar biasa, sangat.

Sunut, tempat ayam dari keranjang yang dijalin; P.B.: molo manuk sabungan dibagasan sunut, sai na martahuak do, di dalam keranjang ayam jantan berkokok juga, artinya: orang yang licik dikenal juga bila ia berada dalam kesulitan.

Supak, cupak, liter bambu, tabung dari bambu yang dipakai sebagai takaran untuk tuak dan garam; manupahi, menakar, menyukat, mengukur banyaknya padi.

Sura, andai, seandainya, jikalau; tung sura, atik tung sura, aut sura, jika, seandainya, kalau-kalau; manuranura, membayang-bayangkan, memperkirakan, menaksir, menduga, mengagak-agak; disura roha, diduga, disangka, diagak; surasuraon, sinurasura, barangkali, mungkin.

Surae, perselisihan, pertengkaran, perbantahan, keras kepala; mambahen tu surae, membuat sesuatu menjadi pertengkaran; marsurae hosana, dia berada dalam saat untuk mati; pasuraehon, na pinorsuraean, tentang apa orang berkelahi, memperebutkan, bertengkar, ba-han pertengkaran; aha na pinorsuraeanmu disi, mengapa engkau berkelahi mengenai itu.

Surage, marsuragehon (diparsuragehon), mengerkah mengenai binatang buas, merobek-robek mangsanya.

Surak, marsurak, sorak, menyoraki, bersorak karena gembira; monang di suraksurak talu di olopolop, orang bersorak-sorak kegembiraan sebab ia beranggapan telah mencapai msl kemenangan akan tetapi ia silap; manurahi, menyoraki seseorang, mencela, mengejek, menjelekkan, mengecam, menyalahkan sesuatu pada seseorang; ndang hasurahan, tidak ada yang dapat dipersalahkan, tidak dapat dicela; surak seruk, sorak, teriakan, kacau, tidak beraturan, = burak-beruk.

Surambi, I. tiang kandang di bawah sopo. II. sej pisau yang pendek dan bengkok.

Surang, sisurang, anak tunggal, satu-satunya.

Surangkir, perbantahan, perselisihan, pertikaian. Suranti, ulos yang tidak lebar yang dipakai sebagai tali pinggang atau tali kepala, surjan.

Surat, surat, aksara, tulisan, naskah; manurat, menulis, menyurati; manurathon, menulis sesuatu, menuliskan, mencatatkan; surat tangan, tulisan tangan; surat rongkom, tulisan yang dicetak, huruf cetak; na so surat, tidak tertuliskan, tidak terkatakan; tarsurat, tertulis, tercatat; panurat, alat menulis, gerip, dsb; meja panuratan, meja tulis; juhut panuratan, daging yang diberikan sebagai pancar tanda peringatan; surat agong, tulisan arang, sesuatu yang tertulis dan yang gampang diubah, yang tidak tahan lama; surat tombaga holing, tulisan yang tetap, yang tidak diobah-obah lagi; ina ni surat, ke-19 huruf Batak; anak ni surat, tanda pembantu pada tulisan Batak untuk, e, i, o, u, penutup ng dan pangolat.

Suratan, gusi, lapisan daging pembungkus gigi.

Surbit, = sorbit.

Surbot, masam, susah hati biasanya dihubungkan dengan panaili; surbot langit, penuh awan mengenai langit, langit mendung.

Surbu, manurbu, membakar, membakar habis; hasurbuan, terbakar habis, kena bakar, mendapat celaka menjadi arang.

Surdu, manurduhon, menyampaikan, menyodorkan msl tas atau bakul, tembakau, sirih. Surduk, manurdukhon, merentangkan tangan, mengejarkan tangan, menyerudukkan.

Surgo, surga.

Surham, manurham, tegak mengenai rambut atau bulu, berdiri bulu roma, berdiri bulu kuduk.

Suri, I. jala besar, yang diatur oleh beberapa orang. II. sisir. III. surisuri, sej kain (ulos).

Surik, sej pisau atau pedang; surik na binulang, pisau yang bertutup, yaitu raja yang didiamkan karena sogokan.

Surintik, gelap, samar-samar, masih belum jelas mengenai desas-desus.

Surirang, manuriranghon, meramalkan, merenungkan, menujumkan sesuatu, masuk kewajiban pangarunding; panurirang, na-bi, penubuat.

Surpu, prematur, tergesa-gesa, tergopoh-gopoh, tanpa berpikir, lekas; begu surpu, seorang anak yang sekonyong-konyong turun ke medium.

Surpung, jatuh tersungkur, tiba-tiba jatuh sakit dan berbaring.

Sursar, kacau-balau, berantakan, lepas mengenai sesuatu yang tadinya terikat; angka sursar, idem; manursar, melepaskan sesuatu yang tadinya bersatu, membuyarkan, membuat berantakan.

Sursur, longsor, runtuh mengenai tanah pasir. Sursuran, pandai, cakap (baik perkataan maupun tulisan).

Surta, sutera.

Suru, marsuru (disuru), suruh, menyuruh, mengirim, memerintah; sisuruon, suruhan, utusan, pesuruh, pelayan; surusuruan, suruhan, utusan dalam istilah kristen: malaikat.

Suruhan, sej ikan.

Suruk, manuruk, menyuruk, menyusup ke dalam sesuatu; manuruk liang, menyuruk liang, masuk ke dalam liang dengan jalan merangkak; manurukhon, menyurukkan; manuruk tanoman, merangkak kedalam kuburan, meninggal; na hasuruhan, cara salah dalam menenun bila terlalu banyak benang berjalan ke atas atau ke bawah; mata manuruk, tunduk mengenai mata tetapi mengintip ke segala jurusan.

Surung, utama, unggul, suka akan, prioritas, istimewa; sumurung, lebih baik, lebih unggul dari, lebih banyak memperoleh; hasurungan, kelebihan, keunggulan, keistimewaan; hasusurung, idem; marhasurungan, mempunyai kelebihan, mengungguli; marnasumurung, berbeda mengenai keunggulan; hupasurung mate, kutukan: dapatlah aku hendaknya membunuhmu.

Surut, = sumurut, manginsurut, mundur ke belakang, surut, kembali, beringsut; lam tu surutna, semakin mundur, makin melorot; manuruti, mengambil sesuatu; dipasurut, mengundurkan diri; hasusurut, hal perbuatan mundur, kemunduran.

Susa, susah, keberatan, sulit, tidak enak, tidak sedap; hasusaan, kesusahan, kesempitan; manusai, menyusahkan, membetatkan orang, menyulitkan orang; dipasusasusa, idem; hamasusa, penuh kesusahan, dalam kesusahan; manghasusahon, menderita kesusahan mengenai sesuatu, merasa sulit akan.

Susat, manusat, memicit, memampatkan, menekan.

Susu, susu, buah dada, tetek; manusu, menyusu, menetek; pasusuhon, menyusukan anak, menyusukan; sirang susu, tidak lagi menyusui, dihentikan menetek; ulu ni susu, puting susu, tetek perempuan yang diukir pada balok-balok horisontal di atas tangga rumah, simbol kesuburan dan pertumbuhan.

Susuari, mansusuari, lih suari.

Susuban, kuali, periuk kecil memasak sayur; parsusuban na so olo marsik, seseorang yang periuknya tidak mau kering, artinya: kaya; susuban, seorang yang memakai periuk kecil sebagai pengganti periuk biasa, orang kikir.

Susuk, manusuk, cucuk, mencucuk, membariskan, menusuk.

Susun, manusun, menyusun, menumpuk msl kayu, sirop, genteng.

Susur, enak, sedap kedengaran mengenai suara; marsusur, berdesir (suara gorengan).

Susut, = hesut.

Sutan, sutan, pangeran.

Suti, Hasution, nama marga, juga : Nasution.

Kamus Batak Huruf R

Ra, I. mau, angin, bersedia; na ro do ahu, saya mau, saya bersedia; api na so ra suda, api yang tidak mau padam. II. ra, mungkin, barangkali; ra tung, mungkin ya, barangkali ya.

Raba, mangaraba, mengungsi, lari dari kampung dengan ternak saat ada bahaya yang mengancam; rabaraba, sej kupu-kupu putih.

Raban, = bangunan; saraban, seperlengkapan, seperangkat, sestel, segala sesuatu yang masuk satu pasangan msl semua gendang yang diperlukan dalam orkes; marrabanraban, bertumpuk-tumpuk.

Rabar, mangarabar, merujak, mengolah buah-buahan atau daging dengan menumbuknya dan kemudian menambahkan sitrum, lada dan garam; mamuji na nirabar, memuji pekerjaan sendiri, memuji-muji hasil pekerjaan sendiri.

Rabarabu, tewas dalam jumlah besar mengenai tentera dari kedua belah pihak, bergelimpangan mayat kedua belah pihak yang berperang.

Rabas, mangarabas, merambah, memotong kayu mulai dari bagian atas.

Rabatrabat, berjalan tertatih-tatih, berhuyung-huyung; rumabatrabat, idem.

Rabi, alat pemotong rumput, arit, parang; mangarabi, membersihkan dengan parang suatu tempat dengan jalan mengebas pohon dan semak untuk dijadikan kebun atau ladang, memarang.

Rabin, mangarabin, dengan berduaan membawa orang setengah diseret dan setenga diangkat, menggotong orang sakit.

Rabis, rabis ni gaol, daun-daun pisang yang telah kering dan pada batangnya bergantungan ke bawah, dahan kering yang mau jatuh ke tanah.

Rabisan, tonggak haluan perahu, tiang kecil, yang tegak dibagian muka perahu (= solu).

Rabu, aek rabu, air abu yang dibuat dari abu yang dibasahi dan dalam mana orang menyediakan benang.

Rabuk, rabuk; bahan peledak, obat bedil, mesiu.

Rabut, kasar, berbulu mengenai kulit; rabuton, berbulu, kasar.

Rade, siap, sedia, beres, tersedia; mangarade, bersiap-siap, menyiapkan, membereskan, menyediakan; paradehon, mempersiapkan, menyiapkan, mengatur, menyediakan.

Rading, pelayan perempuan, yang diperoleh seorang pengantin perempuan dari ayahnya.

Radot, mangaradoti, mengawasi, menyimak, memperhatikan, mematuhi msl perintah, menekuni; mangaradoti ulaon, menekuni pekerjaan; radot di, tekun, rajin, seksama terhadap (di).

Raga, raga, keranjang yang dijalin jarang tempat membawa ayam; mangaraga, menyaring msl pasir atau beras, juga melukai seseorang bagaikan lubang raga; ragaraga, rak dari kayu untuk persembahan yang digantungkan di dalam rumah sesudah dihiasi dengan bunga; tanggiling ragaraga, sej tenggiling yang besar.

Ragam, ragam, macam, cara, jenis; ragam, beraneka ragam, berbeda; ragamragam, berbagai-bagai jenis, bermacam-macam, banyak ragamnya, aneka raga; marragamragam, dari bermacam-macam jenis, beragam-ragam.

Raganan, = tagonan, lebih baik, lebih suka, dari: argaan lih arga.

Ragat, sedang ramainya, sedang sibuk-sibuknya, meluas menjadi umum; berselisih, berperang; ragat paronan,para pengunjung pekan datang berkumpul; ragat manduda, waktu para perempuan menumbuk padi yaitu: sore jam 16.00 atau malam jam 20.00; ragat mardahan, waktu umum memasak yaitu: antara jam 17.00 dan 18.00 sore; ragat mangan, waktu umum untuk makan yaitu: ja 18.00 sore; ragat bada, pertengkaran menjadi umum, ramai bersengketa; ragat hamusuon, permusuhan menjadi umum.

Rage, musnah, hancur, binasa, mati dalam jumlah besar, bergelimpangan mengenai banyak orang yang mati; marragean, berserakan, binasa dalam jumlah besar, bergelimpangan; mangaragehon, menghancurkan, membinasakan, menghabiskan.

Ragi, bdk sagi, mangaragi, membagi-bagi sedemikian rupa hingga memperolehnya menurut kemampuannya; ragi ni ulos, model, corak, motif ulos; ragiragi, sej ulos.

Ragian, ganjal, lapik piring untuk meninggikannya; indahan di ragian, perbuatan suka menjamu orang.

Ragidup, dari ragi idup, sej ulos.

Rago, raga, bola yang dianyam dari rotan dengan mana para pemuda main sepakbola.

Ragu, kacau; ragu idaon, semua kelihatan kacau; ragu pingkiranna, pikirannya kacau.

Rahanan, = raganan, lebih baik, lebih suka; rahanan mate asa mangolu, lebih baik mati daripada hidup

Rahang, renggang mengenai kaki atau jari-jari, terkangkang; parahanghon, merenggangkan.

Rahar, hampa tak berbuah, layu, hangus, kering; mangarahar, membuat layu, melayukan, menghanguskan, menjadi mandul.

Rahat, kikir (besi); mangarahat, mengikir; na rahat, ganas; rahat sahit, penyakit yang sangat mengganas di sekeliling; gondang ni rahat bulu, cara mengucapkan: seorang berbuat kesalahan banyak, orang lain kena siksanya.

Rahis, terjal, jurang, curam, mengenai lereng gunung, tepi sungai, tepi jalan; sitimbung rahis, seorang yang sengaja mencari bahaya, yang terlalu berani berbuat sesuatu, pemberani, peloncat jurang. Rahot, rahot ni indahan, nasi angus yang melekat pada daun-daun yang ditarok dalam periuk; mangarahoti, meletakkan daun-daun ke dalam periuk untuk memasak nasi; pangarahoti, daun-daun seperti itu; rahotrahot, urat-urat, kerak-kerak.

Rahut, terikat; mangarahuti, mengikat, memberkasi.

Rai, penyakit saraf; raion, sej penyakit pada tangan yang gemetar, penyakit saraf.

Rain, mangarain, membawa serta; masirain donganna, masing-masing membawa kawannya; masirainan, saling bergantung seperti mata rantai, saling mendukung.

Rair, batang bambu sebagai mana ia tumbuh, serumpun bambu; harair, waktu menghitung batang bambu; sanghahair, sebatang bambu.

Rais, tersangkut pada (di), hal pekerjaan yang ditinggalkan tidak selesai, mencantel pada; mangaraishon, menggantungkan sesuatu, mencantelkan; raisan, rotan, yang dipasang di atas sungai untuk pegangan sewaktu menyeberangi sungai itu; aek raisan, nama sebuah sungai antara Silindung dan Sibolga, dimana dulu terdapat penyeberangan seperti itu; marraisan, menyeberang melalui tali seperti itu; marsiraraisan, bergayut, saling menyantel; siraraisan, tali atau kain yang dipintal pada mana wanita yang melahirkan berpegangan; mate rais, mati sewaktu lahir.

Rait, I. kait; mangarait, mengait, mengambil sesuatu dengan kaitan; raitrait, gancu, kaitan yang panjang untuk menurunkan buah. II. rait ni bagas, kerangka atap rumah; paraithon, memasang konstruksi atap; na rait, perkayuan dalam rumah dikira dari sumban ke atas, na lolo semua perkayuan dari sumban ke bawah.

Raja, raja, pemimpin, pengawas, penguasa, kepala; rajanami, penyapaan yang hormat: rajaku; rumaja, raja yang tarafnya lebih tinggi, lebih tinggi dalam kedudukan, lebih mulia; raja huta, raja yang berdiri sendiri, bukan parripe; harajaon, kerajaan, kemuliaan; mangarajai, menguasai, memerintah, merajai; mangaraja, gelar: Singamangaraja, imam raja Batak; raja ho, anda adalah raja saya mohon anda; diparhurajai, diminta dengan sangat, mengatakan ke-padanya "rajanami"; rajaraja, memohon, dengan sangat, meminta-minta; diparajarajai, memohon dengan sangat; uju hinarajahon ni A, sewaktu A memerintah; ompu raja di porlak, = parsili, dalam bahasa datu.

Rajum, mangarajumi, menghitung, menaksir, mengagak, menimbang, menyangka; rajuman ho songon raja, orang harus menyangka anda raja; masirajuman, saling menghitung, saling mengadakan perkiraan.

Rak, paru-paru.

Raksa, bdk rangsa.

Rama, ramah, hiruk pikuk; dengke ramarama, sej ikan kecil; mangarama, menghalau ikan di dalam air dan kemudian ditangkap.

Ramang, ramangramang, kangkang mengenai kaki, berjalan dengan kaki yang kurus panjang msl labah-labah; paturamang, ber-kerumun; rumamang, bergerombol-gerombol, berkerumun dalam jumlah besar mengenai binatang.

Ramba, semak-semak, hutan, belukar; ramba na potpot, rawan yang tidak bisa dilalui, semak belukar yang lebat; jolma ramba, kata yang bersifat memaki-maki; mangaramba, menyembunyikan diri di semak-semak.

Ramban, kain, benda-benda yang diperdagangkan; tigatiga ramban, barang dagangan, barang-barang jualan.

Rambang, jaring untuk menangkap burung; rambangrambang, sawang, sarang labah-labah; mangarambang hoda, menangkap kuda dengan jerat yang dipasang; hata mangarambang, perkataan umum, tidak konkrit, dibicarakan bersifat umum.

Rambar, penolong bilangan, satuan, unit; sangkarambar, sepotong, sebuah, satu lembar msl dipakai waktu menghitung daun dan pakaian; P.B.: sarambar gogo, sajomput tua, banyak tenaga yang dipakai tetapi hasilnya sedikit, banyak tenaga, sekelumit nasib.

Rambas, mangarambas, membabat, menyebat, membersihakan hutan dengan menebang kayu-kayu yang besar untuk mana dipergunakan parang; songon na nirambas duru, bagaikan membersihkan tepi ladang, untuk menjaga supaya jangan dimasuki tikus.

Rambat, = sungkot, sangkut, tertambat, tinggal tergantung; paturambaton, kaki terhantuk pada sesuatu; sipaturambat, ilmu sihir datu dengan mana ia menjatuhkan orang, sihir penghalang.

Rambing, mangarambing, menggantungkan sesuatu msl ogung; rambing, titi gantung dari sehelai rotan besar (mallo) dan dua helai untuk pegangan; pangarambing, dahan-dahan yang menghubungkan titi itu; rambingan, sepotong daging, yang dapat dibeli di pekan/pasar: juga seikatan yang digantungkan seperti jagung.

Rambis, = arbis, menyentuh de- ngan tangan; mangarambis, menyentuh, menyenggol, menyinggung.

Ramboan, bejana dari bambu untuk menyimpan air pencuci, sekerat bambu sebagai tabung air.

Rambon, tidak jelas, kabur, remang, samar-samar, rabun; rambon huida, saya melihat samar-samar, kabur saya lihat; rambon matana, dia melihat samar-samar, matanya kabur; rambon ni ari, senja; rambon ari, hari sudah senja; rambon manuhon, yang tidak dapat dilihat waktu senja seperti halnya dengan ayam; sirambon, sej tumbuhan air yang membuat air keruh kelihatan.

Rambong, tidak adil mengenai perkataan; juga: culas, tidak jujur, tidak murni, tidak bersih mengenai ramalan dengan ayam yang berarti bahaya. Rambu, jimbai, sabut pada buah-buahan; rambu ni pinasa, daging yang bersabut pada buah nangka dan tidak dapat dimakan; rambu tola, keputusan sementara untuk menenangkan buat sementara mereka yang bertempur, kelak diperoleh keputusan terakhir; parrambuan, keranjang sampah, tabung sampah; sijujung rambu, seorang penolong yang mendampingi dukun, pelayan dukun; datu pangarambui, dukun yang memberi tanda-tanda bagaimana ayam itu harus jatuh; rambu, tali yang dipasang sesudah mana orang mengarahkan kayu ke situ; mangarambuhon, melaksanakan segalanya menurut aturan; beha do pangarambuhonna, di godang ni ulaonna, bagaimana dia dapat menyelesaikan segalanya?; pangarambui, daftar untuk memilih hari (mirip dengan parhalaan); rambu na onom, cara meramal dengan benang untuk mendapat pencuri.

Rambus, = I. mangarambus, menggaruk sampai luka, menyentak, mencerkau; masirambus hu-rumna, saling mencerkau pipinya sewaktu mengaduh; butuham do rambusanmu, anda harus cerkau perut anda sendiri, demikian dikatakan kepada perempuan yang pengaduh terhadap anaknya yang jahat; rambusan, tampuk usus yamg berlemak, lemak dalam perut. II. rambus, dikerjakan dengan tidak sungguh-sungguh, tanggung-tanggung; rambu laos, tanggung-tanggung, setengah-setengah cara mengerjakan.

Rambut, mangarambut, meminjam sesuatu buat sementara saja.

Rambutan, rambutan. Rame, I. ramai, berpenduduk banyak mengenai negeri, kampung. II. ramerame, rambu-rambu dari bulu kuda dan potongan-potongan kayu, dekorasi yang dipasang di muka rumah atau kapal: juga hiasan bunga dan seterusnya bermacam-macam hiasan, hiasan pada pidato.

Rami, ramiramian, menambah kekuatan hidup terutama mengenai perempuan agar memperoleh banyak anak (gabe tondina).

Ramon, I. = rambon. II. ramonramon, kulit halus yang berada dibawah kulit atas, kulit ari.

Ramos, banyak sekali mengenai buah, berbuah lebat; ramos parbue ni hau i, pohon kayu itu berbuah banyak, lebat buahnya pohon itu.

Ramot, cermat, berlaku hati-hati dengan sesuatu (= jamot), berupaya menjaga, agar tidak rusak atau tidak hilang; mangaramoti, menjaga utuh, melindungi, mengawasi; mangaramothon, memelihara sesuatu, menjaga agar tidak kesasar, memegang teguh; siramoti hurungan, penjaga penjara; ramot bahen, perlakukan dengan hati-hati, jaga agar utuh.

Rampak, bersama, serempak, sekaligus, kompak, bersamaan; rampak borhat, berangkat bersama-sama.

Rampas, mangarampas, merampas dengan kekerasan, menyentak dari tangan orang.

Rampat = rambat, sungkot, tidak terang mengenai ucapan (sungkot suarana); tenunan yang salah karena tidak sama garis-garis.

Ramping, maramping, sobek mengenai telinga karena perhiasan, mengenai mata jarum, lobang kancing; mangaramping, memelah, memutuskan.

Rampis, tipis mengenai bibir, pesek mengenai hidung.

Rampuk, mangarampukhon, menyentakkan.

Rampus, = rampas, rampas, ambil paksa.

Ramram, berkecambah mengenai padi yang direndam.

Ramuan, = pulungpulungan, bermacam-macam ramuan, adukan obot-obot.

Ramun, najis, kotor, haram; mangaramuni, menajiskan, mencemarkan.

Ran, mangaran, kurang jelas, tidak teratur, simpang siur, ruwet, kusut; mangaran aek, mengalir kesini kesana, bersimpang siur, air merambat; mangaran hatana, pidatonya tidak jelas, tidak teratur; ran do bogasmu, engkau mengerjakan sesuatu dengan tidak teratur, segala-galanya bersimpang siur,

Ranap, mangaranap, memeriksa dengan mata, meninjau, melihat ke kejauhan.

Randam, mangarandam, berbaring karena kenyang.

Rande, itik hutan, bebek rawa, itik liar.

Randorung, sej pohon kayu yang kulitnya dianyam (karena lembek) menjadi tikar; P.B.: tinallik randorung, bontar gotana dos do anak dohot boru dibahen na pulik do margana, lantoro ditakik, getahnya putih putra dan putri sama saja kecuali marganya yang beda.

Randuk, randuk jantan mengenai kambing dan biri-biri.

Ranga, panjang mengenai tanduk kerbau; horbo siranga, kerbau yang lurus tanduknya; rangaranga, ruji, jentera; rangaranga ni sorha, roda cakra pemintal.

Rangam, rangamrangam, mencari dengan jalan meraba-raba.

Rangat, aek rangat, air belerang, air hangat bersumber dari alam.

Range, sej pohon kayu.

Ranget, baik, agak, rada, sedang.

Rangga, suka bertikai, suka berbantah, bringas suka berkelahi; rangga juna, sej pisau.

Ranggang, rebah terlentang dengan kedua paha terbuka, jatuh bergelimbang dengan anggota gerak yang keseleo; bojak siranggang, kodok pada mana orang mengangkat sumpah, kodok ini dihancurkan di batu dan pada batu itu orang mengatakan demikian: aku mau dihancurkan jika kata-kataku tidak tidak benar.

Ranggapuri, sej hantu (begu) yang terhadapnya tidak berlaku korban apapun; ranggapuri matutung, bala kelaparan akibat musim kering yang lama.

Ranggar, langgar; mangaranggar, melanggar perintah.

Ranggas, ranting-ranting kayu mati dan kering; ranggason, tidak berdaun, kering; P.B.: ranggas tumutungi bonana, api besar dimulai dengan membakar ranting-ranting kayu kecil, yang kering; sibondut ranggas, dikatakan mengenai perampok atau penyamun yang menelan sesuatu yang tidak boleh ditelan; sibondut ranggas na gaunggaung, seorang yang mengambil sesuatu, yang bertujuan menjatuhkannya.

Rangging, = tangging, dibentangkan, dikencangkan; masiranggingan, bersatu mengenai cincin rantai, rambat-merambat.

Ranggiok, rumanggiok, ramai-ramai menjerit, menangis, meratap, membuat gaduh, riuh mengenai banyak orang.

Ranggiong, ranggiongon, kurus, juga: mengenai tumbuh-tumbuhan.

Ranggisgis, batu apung; ranggisgis, kering dan pucat seperti batu itu.

Ranggitgit, nama sej tumbuh-tumbuhan di hutan berdaun lebar dan disukai orang untuk membungkus sesuatu, nama sebuah daerah.
Ranggiting, sej penyengat kecil.

Ranggong, masiranggongan, saling memintal mengenai akar, berjalin-jalin msl akar, rambatan. Ranggu, = hommbar; parrangguan, kesepakatan; sada parrangguan, sepasangan, sepaham.

Ranggut, masiranggut, bergumul, bergulat, bergelut; mangarangguthon, menyentak, ber-kelahi karena sesuatu, menggulat, merenggutkan.

Rangin, sepotong kayu yang secara kasar dipotong dan menggambarkan kuda pada mana orang menari bila seekor kuda dipersembahkan; ranginrangin ni baoan, rumbu-rumbu pada tepi anyaman jerami.

Rangkak, berjarak, longgar, renggang, jarang; (lawan: sosot).

Rangkap, sarangkap, rangkap benang yang dikemut kalau menenun.

Rangke, mangarangke, menganyam sekeliiing bejana dengan rotan, sungkup anyaman.

Rangkir, tajam dan panjang mengenai kuku jari-jari.

Rangkit, rakit; mangarangkithon, batang-batang kayu yang diikat bersama-sama dan membuatnya terkatung-katung di air; juga: rangkit, dikatakan mengenai rotan yang dipasang di atas air dan melalui mana sebuah keranjang ditarik kesini kemari untuk menyeberangkan orang.

Rango, rusa jantan.

Rangrang, rangka, kerangka; rangrang ni bagas, kerangka rumah.

Rangrung, berbunyi nyaring msl dua poting yang saling memukul; teka-teki: laho tu balian rangrung songon boru na mora, laho muli sip songon boru na pogos, kalau poting dibawa kosong untuk mengambil air, maka ia berbunyi seperti seorang gadis yang pakai banyak perhiasan; kalau dibawa kembali ke rumah, ia tidak berbunyi lagi, sebab ia sudah penuh dengan air.

Rangsa, penerangan, keterangan, penjelasan; mangarangsahon, dikatakan mengenai dukun: memberitahukan nasib seseorang, meramalkan masa depan, memberitahukan duduknya perkara dengan ramalan; mangarangsai, membilang ramal; mangarangsa bagas, memeriksa rumah apa ada papan atau balok yang, menimbulkan bahaya; rangsarangsa tu, mengibaratkan kepada; pangarangsaon, kepandaian berbicara dalam bahasa yang dipilih dan dihiasi, seni berceritera.

Rano, bingung, lalai, keliru.

Ranjang, keranjang, karung yang dianyam untuk penyimpanan rumput, pupuk dsb.

Ranjar, panjang tetapi tidak tinggi mengenai binatang.

Ranjoranjo, ranjau kayu atau bambu.

Ransan, robek, koyak; mangaransan, mengoyakkan, merobekkan, mencabikkan; maransan, dalam keadaan koyak, terkoyak.

Ransang, kayu lurus yang dijepit pada tiang-tiang dan sekaligus pengikat tiang-tiang itu, palang dari kayu untuk menutup pintu; rangsangrangsang, palang penutup pintu; mangaransang, memalang pintu; pangaransangan, tulang dada.

Ransap, mangaransapi, menghitung, mengira-ngira.

Ransar, lancar, cepat, lekas; tigatiga ransaran, barang dagangan, jual-jualan yang laris laku; siransar, sej pisang.

Ransim, tajam, menyayat mengenai daun.

Rante, rantai, kekang kuda; mangarante, mangarantei, mengikat dengan rantai, merantai; rantei babam, kekanglah mulutmu; orang rante, orang rantai, yang terhukum; ranterante, yang dipasang pada detar sebagai hiasan.

Ranti, sej tumbuh-tumbuhan yang dipakai sebagai sayur.

Ranting, ranting, dahan kecil, cabang.

Rantiti, I. sej pohon kayu kecil yang kayunya menghasilkan potas. II. kata bilangan: buah, keping, potong; sampulu rantiti mas, sepuluh keping mas.

Ranto, rantau, keluk dalam sungai, lubuk dalam sungai; mangarantoranto, mencari ikan dalam lubuk; pangarantoan, tempat, daerah, wilayah dimana orang merantau; maranto, = jalang, pergi merantau, mengembara; anak ranto, = anak jalang.

Rantos, tajam, runcing mengenai pisau atau bambu yang diruncingkan; roha na rantos, kebijaksanaan berpikir, pertimbangan, cerdas.

Raoan, jeroan, isi perut termasuk jantung, hati dan paru-paru.

Raoang, rawang, rawa-rawa, bencah yang dalam.

Raok, mangaraok, bekerja dengan tidak teratur, bekerja acak-acakan.

Rap, I. rap-rup, tiruan bunyi senapang. II. bersama-sama, bersama, dengan; rap dohot, bersama dengan, bersama; raphon, disertai, bersama dengan seseorang; rap ma hita, baiklah kita bersama-sama pergi.

Rapak, I. jembatan, titi. II.
anduri, yang terbelah.

Rapan, sampah, kayu dan rumput yang terapung-apung di atas air; rapanrapan, sampah; mangarapanhon, mengapungkan.

Rapar, tak kebagian makanan, lapar; haraparan, kekurangan, kelaparan; anturaparan, berada dalam keadaan kelaparan dan kekuarangan; mate anturaparon, mati karena lapar

Rape, = rapet.

Rapet, digabungkan; mangarapet, menggabungkan, menghubungkan, merapatkan, menyoldir, memakukan; rapet, ketam panjang.

Rapit, = rapet.

Rapot, bdk rapat, perekat, lem, zat untuk menggabungkan; rapot tu sarung, imbalo tu suhul, dengan rapot sarung pedang dilem; batang rapotan, peti yang terdiri dari dua bilah papan yang disambung; rapot, rapat, persidangan raja-raja dimana dibicarakan persoalan hukum; marrapot, bersidang, mengadakan persidangan; parrapotan, tempat atau rumah dimana diadakan rapat didang; harapotan, tempat pada tanaman dimana daun-daun pergi cerai.

Raprap, mangaraprap, mengambil daun dari tangkainya; maraprap, direnggut oleh dahan berduri; maraprap na so magulang, turihon na so marngenge, disentak tanpa berguling ke bawah, berbekas tanpa berpenyakit cacar, artinya: mendapat celaka tanpa salah.

Rapu, marapu, patah, koyak, robek; mangarapuhon, mengoyakkan; rapurapu, serpih-serpih kayu sebagai mana ia jatuh sewaktu menetak, juga dahan-dahan yang terkumpul; rapurapu, tunggul yang sewaktu kebakaran hutan tetap berdiri dan hitam karena kebakaran serta diambil sebagai kayu api.

Rapus, mangarapus, memegang.

Rara, merah, merah jingga; marrara, berwarna merah; tarrara, merah kelihatan, agak merah; rara matana (mida), ia melihat sesuatu dengan rasa kepingin memilikinya;sirara, sej penyakit padi sewaktu ia berada di bulir dalam hal mana ia merah kelihatan; sahit rara, sej penyakit yang membuat kulit berwarna merah.

Rarak, berserakan, berserak-serak, dihamparkan, dikembangkan; mangararakhon, menghamparkan sesuatu msl padi, menyerakkan; pararak, idem.

Rarang, larang; mangararang, melarang; rarangan, larangan, tempat dari mana orang tidak boleh mengambil sesuatu.

Raras, mararas, menetes-netes, menitik dalam jumlah besar mengenai benda-benda kecil; anak raras, hau raras, pohon kayu yang kecil.

Rarat, merambat, ekspansif, menjalar, meluas, menyebar, tersebar; mangurarat, meluas, menjalar, merambat; mangararati, meneruskan, tidak berhenti dengan sesuatu; pararathon, memperluas, menyebarkan msl berita, kekuasaan; baro sirarat, penyakit kanker.

Rari, tak ada ujung pangkal, kusut, tidak beraturan, kosong, tidak dihimpunkan; rarirari hatana, perkataannya ti-dak teratur, tanpa isinya, kosong bicaranya; rarirari ni roha, rencana-rencana yang tidak penting, angan-angan; hata sirarion, omong kosong, obrolan.

Rarik, mangararik, menggores dengan pisau, membuat garis, menoreh; rarik, pisau untuk menggores, untuk membuat ga-ris; pangararihan, goresan yang dibuat dengan pisau.

Raru, sej pohon kayu, yang kulitnya dipakai untuk meragi tuak; mangararui, meragikan dengan kulit ini; dipararu hatana, dibumbui ucapannya.

Rarut, marsirarut, berkelahi tentang apa yang dipertengkarkan.

Ras, tiruan bunyi "ras", gemercik, kerosok mengenai daun.

Rasa, kudis; rasaon, kudisan.

Rase, I. = rage, binasa, hancur, musnah; mangarasehon, menghancurkan, membinasakan, memusnahkan. II. batu rase, batu kerikil yang kecil.

Rasi, = jujur; mangarasai, menghitung, mengira; rasian, sifat, cara; lipatan dalam tangan yang dari mana dapat dibuat ramalan; rasian ni goar, ramalan yang dapat dibaca dari nama; rasi, rasirasa, sampai mengenai waktu; rasirasa nuaeng, sampai sekarang.

Rasip, mangarasiphon, mengiris sesuatu msl tembakau, ubi-ubian.

Raso, I. rasau pandan, sej pohon berdaun panjang dan berduri yang dapat dipergunakan menjadi beraneka ragam anyaman. II. mangaraso, menggosok emas sampai berkilat pada batu uji.

Rasras, mangarasras, membongkar, merombak msl rumah.

Rasta, sibolang rasta, sej ulos.

Rasun, racun; mangarasun, meracuni seseorang; hona rasun, kena racun, diracuni.

Rata, segar, hijau mengenai tanaman hijau, daging yang baru, juga biru mengenai langit; ingkau rata, sayur yang hijau, yang baru; P.B: rata pe bulung ni bulu, rataan do bulung ni torop, denggan pe uhumna, dengganan do uhum torop, daun bambu adalah hijau tetapi lebih hijau adalah daun torop, walaupun putusanmu mengenai vonis juga baik, putusan orang banyak adalah lebih baik; parataratahon, memperbaharui, mengulangi; mulak rata, diperbaharui; ratarata do ompu ni parbinotoan, mengulangi adalah ibu pengatahuan, repititio est mater studiorum; sirumata bulung = napuran; parsirataon, penghias untuk mewarnai diri putih atau merah; na pinorsirata, = na rata; pangaratai, angsuran yang dibayar orang yang berutang sebagai tanda bahwa dia tetap mengingat utangnya; sirumata langit, langit yang biru.

Ratak, humaratak, humaratik, berdentang-dentang suara mesin, membuat bunyi yang keras dan teratur msl mesin atau martil tukang besi.

Rati, cocok betul dalam perbandingan yang cocok, proporsional, yang tepat.

Rating, habis dimakan api, hangus termakan api; mangaratinghon, dimusnahkan api, menghanguskan.

Ratus, ratus; saratus, seratus; limaratus, limaratus; marratusratus, beratusratus, ratusan; marratusratus hali, ratusan kali.

Rau, sej pohon kayu yang lembut dan buahnya dapat dimakan.

Raung, raungan, tandan, rangkai mengenai buah; marraungraung, bergantung, berangkai, bergayut.

Raup, marsiraup, bergopoh-gopoh, semua sama-sama panas hati.

Raus, tidak mendalam, serampangan, tidak teratur, tidak hati-hati mengenai ucapan dan perbuatan, semberono, teledor, asal-asalan, tidak rapi, tidak teliti, bersikap tidak peduli.

Raut, pisau kecil; P.B.: unang parmeammeam raut, ai maila do raut so dapotan, jangan bermain pisau karena pisau malu tak makan; raut parnabung, pisau cukur.

Raya, = rea, raya, besar; ari raya, hari raya; pintu raya, pintu utama; patik raya, perintah utama.

Rayar, layar; marrayar, melayar; tiang rayar, tiang layar.

Rea, = raya, besar; dalan rea, jalan besar, jalan raya; banua rea, nama daerah; santi rea, bdk santi.

Reak, sej penyakit kuda; reahon, menderita penyakit kuda seperti itu; reak mardalan, berjalan pincang.

Reap, I. rakyat. II. mangareapreap, melayang-layang di udara msl burung, merayap-rayap.

Rear, dilebih-lebihkan, melewati tujuan; tarrear, dilebih-lebihkan; P.B.: unang ho tu ginjang mangalului na rumear, tu toru mangalului na tumandok, janganlah keatas mencari yang lebih tegar atau kebawah mencari yang lebih merunduk: sedang-sedanglah.

Rebat, goyah, terhuyung-huyung.

Rebe, reberebe, goyang kesini kesana, terhuyung-huyung.

Rebo, Rabu; ari Rebo, hari Rabu.

Redem, nyenyak tidur, terpulas tidur; juga dikatakan mengenai tumbuh-tumbuhan yang menjadi kering karena musim kering yang lama.

Regar, si Regar, nama marga.

Rege, mangarege, mengayak, bergoyang, bergoncang; rumege, diguncang-guncang; regerege ni ampang, tepi bakul.

Regeng, mangaregeng, membidik sewaktu menembak.

Reha, mangarehareha, memurtadkan.

Rehe, mangarehei, mengolok, mengejek, menyindir, mencela, mencerca seseorang; reherehe, olok-olok ejekan, sindiran, celaan ,cercaan; pangarehei, pengejek, penyindir, pencerca, pencela.

Rehut, marharehut, berkerut, juga: marharehut, bdk harehut.

Rejet, bdk pejet, rata, rendah mengenai air.

Rek, marderek, tiruan bunyi yang menggambarkan bunyi benda-benda, gemerencing, gemertak. Rekrek, mangarekrek, merentangkan kuat-kuat, memanjangkan apa yang elastis msl karet, menarik ke dua arah, menyiksa tahanan.

Rekruk, gemertak mengenai kayu, kertak-kertuk; bdk rukrek.

Rem, habis mati mengenai suku bangsa, punah.

Rembat, = rambat.

Rembe, mangarembe, mengguling-gulingkan diri dalam air mengenai kerbau; parembehon, memandikan kerbau.

Remengremeng, segala jenis perhiasan dan hiasan msl pada rumah Batak, pada upacara; tetek bengek, keropas, kerapis juga: kalimat-kalimat yang dihiasi dalam pidato; mangaremengi, memakai segala macam dari sesuatu.

Remet, halus, kecil mengenai tulisan.

Rempe, letih, penat; mangarempe, melelahkan, meletihkan; dirempe huhilala, saya merasa diriku letih.

Remukremuk, pekerjaan kecil, pekerjaan sepele, hal tak penting.

Renda, renda.

Rendep, tersentak; mangarendephon, menyentakkan, memusnahkan.

Renge, berat, keras mengenai pekerjaan; renge ni ulaon, kesibukan kerja; renge modom, nyenyak, lelap tidur. Rengget, mangarenggetrengget, meminta-minta.

Rengreng, mangarengreng, menguraikan sesuatu dengan jelas, dengan panjang lebar.

Rengrung, denting, berbunyi lonceng kecil.

Rensep, = ransap, diperhitungkan, masuk kira.

Renta, teratur, berdisiplin; parentahon, mengatur, membuat supaya teratur, berdisiplin, membereskan; mamarentai, memerintah seseorang; parenta, perintah.

Renteng, telur; renteng ni manuk, telur ayam.

Rentep, sama rata dibikin mengenai gigi.

Rentuk, barang-barang kecil, hal-hal sepele; ulaon rentuk, pekerjaan-pekerjaan yang kecil.

Reong, sepotong kayu pendek yang dilemparkan msl ke buah pohon kayu; mangareonghon, melemparkan buah dengan sesuatu; dipangareonghon, melemparkan sesuatu dengan jumlah besar, berjatuhan dilempari.

Repat, timpang, pincang, bdk rebat.

Rerak, = rarak; marerak, berserak; mangarerakhon, menyerakkan, menyebarkan.

Reram, = merham, bercahaya merah.

Rere, tikar yang buruk, yang lusuh; manjalo mas sian toru ni rere, menerima uang dibawah tikar, artinya: kena sogok.

Reruk, I. sej burung hitam yang datang dalam jumlah besar (berkawan-kawan). II. sej pohon berbuah.

Res, I. tiruan bunyi kerosok atau menderas; marderes, membuat bunyi seperti itu. II. res, = ris; mangareshon, mengenakan sesuatu menurut kemampauan, kesanggupan msl pajak; mangaresres, idem.

Resan, = pesan.

Rese, = batu rese, = rase, batu kerikil, batu halus.

Reso, = rose; paresohon, memeriksa, menyiapkan, menyediakan; reso, siap, selesai, diperiksa dengan teliti.

Retar, manguretar, memperpanjang pidato untuk mencapai tujuannya.

Retes, = rotos, = gotos.

Retuk, sulit, sukar; retuk boanon, sulit dibawa; retuk begeon, rumit dan sulit kedengarannya.

Reung, kering, kurus.

Ri, alangalang, ilalang; tarup ri, atap alangalang, atap ilalang.

Ria, I. datang bersama-sama, hadir banyak, berkumpul dalam jumlah besar, bersama-sama; ria ma hita, kita semua bersama-sama; marria, merapat, bermusyawarah; marriaria, umum, beramai-ramai; ria ni roha, kegirangan bersama, keceriahan hati bersama; sai tubu ma siria martata, mudah-mudahan datang suka cita. II. sej alangalang berdaun tajam.

Riak, permainan, guyon, kelakar, seloroh, senda gurau; lalap siriahon, berseloroh dengan kawan-kawan dan menyebabkan tidak tidak menghasilkan apa-apa; parsiriahon, permainan, seloroh, senda gurau; marsituriak, tertawa (And); hata siriahon, senda gurau.

Rial, = riar, ringgit Spanyol.

Rian, peranakan sakit; rianon, berpenyakit peranakan.

Riang, = ria; riang ni ate, kegembiraan, gembira hati; riangriang, sej tanaman menjalar.

Riap, I. kedal, sej penyakit kulit yang menyebabkan bintik-bintik putih. II. riap ni jala, hal mencampakkan jala; mangariaphon, jala mencampakkan jala. III. rumiap rumontom, berkerumunan, berkeliaran.

Riar, = ringgit (ringgit Spanyol). II. liar, galak mengenai binatang, laut dan manusia; riar pangalaho, kelakuanmu liar, galak; pariarhon, menjadikan liar; horbo riar, kerbau liar; mangariari tondi, mempersembahkan sajian untuk memperoleh kembali tondi orang sakit setelah meninggalkan tubuh manusia orang sakit itu.

Rias, sej tumbuh-tumbuhan, yang bunganya suka dimakan orang; rias, panjang dan kering; mangariasi, menjadi ramping, langsing. Ribak, maribak, koyak, robek; mangaribakhon, merobekkan; mangaribakhon bada, mencetuskan, membesarkan perselisihan; ribakribak ni abit, sobekan kain.

Riban, lebar; pinggan riban, pinggan yang besar; sapinggan riban, sepinggan besar penuh.

Ribar, lebar; pinggan ribar, pinggan yang lebar.

Ribo, mangariboriboi, mengganggu, menghambat; hariboriboan, gelisah.

Ribu, ribu; saribu, seribu; marriburibu, ribuan; marratusratusribu, ratusan ribu; Pangaribuan, nama sebuah daerah; Pasaribu, nama marga; bagot riburibu, sej bagot, yang berdahan.

Ribur, meriah, ramai, ria karena adanya gerakan penghidupan msl pasar, pekan yang ramai dikunjungi; riburan, ramai; hariburon, keramaian; marhariburan, merencanakan, mengatur pesta; siriburon, sej permainan.

Ribut, = gaor; ribut ulaonku, kacau kerjaku; manongon ribut, mengeja, melafal.

Ridom = pidom, bodoh.

Ridor, kecil tetapi kuat, kukuh.

Riga, mangariga baion, memelah (riga = rigat).

Rigam, rigamrigam, kain-kain buruk, pakaian buruk, kain-kainan. Rigat, marigat, retak, robek, bercelah, bercelah pecah msl papan, tanah kering, telapak kaki; angka rigat, idem; mangarigat, memelah, merobek, mencencang; mangarigati partubu, memisahkan kaum kerabat dengan menekankan perbedaan dan tidak mengenai persamaan.

Rigo, lemak pada sup; marrigorigo, bercahaya lemak mengenai muka, berlemak, berlemak-lemak.

Rigonan = raganan = taganan.

Rigop, mangarigopi, menghadang, mengintai seseorang; upa mangarigop, upah yang diperoleh karena menemui pencuri; rigopan, berperang dengan melakukan pengadangan; pangarigopan, hadangan.

Riha, cela, retak pada pot; bersalahan, kesalahan yang kecil yang tidak dilihat dengan segera.

Rihap, mangalului rihaprihap, mencari kesalahan-kesalahan pada perkataan-perkataan seseorang.

Rihit, pasir; matua tano matorang rihit, artinya: kekal, abadi; nang matua pe tano on matoras pe rihit, ndang olo ahu, selamanya aku tak mau.

Rikrik, marrikrik, cacad, kekurangan mengenai binatang, pot, tanda bekas dipakai mengenai kuda.

Rim, bersama-sama membuat sesuatu, serentak, semua sekaligus; rimrim, idem.

Riman, sej bagot; tali halus yang ditarik dari padanya; pembelian perangkap yang membuat ia tertutup bila diusik.

Rimang, mangarimang, menimbang, menilai, menaksir; dirimangrimang = dihatahon; pangarimangon, menimbang, hal menuju tujuan.

Rimas, amarah, geram; marrimas, marah, berang, mengamuk; tarrimas, idem; na ro rimasna, dia menjadi marah; marro ni rimas, menjadi marah; mangarimasi, marah terhadap seseorang; hona rimas, kena marah, dimarahi; mombon rimas, turun marahnya; manombo rimasna, kambuh; parrimas, pemarah.

Rimba, sebidang tanah yang baru pertama kali dikerjakan tertapi secara kasar sekali; mangarimba, membuat pekerjaan pertama ini, membersihkan tanah dari rumput; rimba gasgas, mencangkuli untuk kedua kalinya; rimba oma, mengerjakan kembali mengenai tanah yang enam tahun kosong; pagodang rimbaanna, banyak berusaha, banyak berikhtiar.

Rimbaga, mangarimbaga, membuat cetakan tempat penuangan lonceng; pangarimbagaon, cetakan, penuangan untuk lonceng-lonceng kecil.

Rimbang, sej pohon kecil yang buahnya dapat dimakan; rimbang, margambanghon na so gambang, marimbanghon na so rimbang, memulai sesuatu yang baru, membuat sesuatu yang belum pernah dibuat.

Rimbas, kapak yang lebar; mangarimbas, mengapak dengan kapak ini. Rimberimbe, kelambu atau tenda dari tikar yang dibuat dalam rumah msl untuk melindungi orang sakit.

Rimbo, rimbo rea (raya), rimba raya, hutan rimba.

Rimbor, kabur, sekilas saja nampak, tidak terang, samar-samar dilihat; juga: marimbor.

Rimbur, sibur-sibur, capung; jenis-jenis: rimbur gaja, rimbur na rara, rimbur teteng; rimbur ni hotang, ujung rotan dimana terdapat duri; unang angkupi ibana, na pasarat-sarat rimbur ni hotang do i, jangan campuri, nanti anda akan dilukai durinya, jangan kawani dia itu, karena sama halnya seperti menarik ujung rotan berduri jadinya.

Rimis, setengah sen, peser, rimis.

Rimpang, kerat, bagian, kelompok; sarimpang, serangkai, sekerat, sebagian; sangkarimpang, satu gugusan mengenai buah-buahan msl kunyit atau jahe; mangarimpang, mengambil sebagian msl uang, mengambil sebagian untuk membayar utang.

Rimpas, sangat, sempurna, tuntas; rimpas dengganna, baik sekali, terlaksana dengan tuntas; harimpason, kesempurnaan, ketuntasan.

Rimpong, marrimpong, salah urat, tergeliat.

Rimpu, mangarimpu, memikir, menyangka; hurimpu, saya pikir, saya sangka; P.B.: hurimpu parhunihan, hape pargadongan, nirimpu parulian, hape hamagoan, sangka ladang kunyit ternyata lahan ubi, sangka nasib mujur, rupanya sial.

Rimpun, mangarimpun, menyimpulkan, mengumpulkan; pangarimpunan, kesimpulan, ikhtisar, rangkuman; rimpun di, bergantung kepada, terangkum pada; rimpun di raja i ma hata i, masalah, urusan itu bergantung pada raja, terserah pada rajalah; di ibana do rimpun ni bada, bergantung kepadanyalah siapa yang akan menang dalam pertikaian itu.

Rimpur, rimbun, lurus, panjang, lampai mengenai kayu dan orang; sirimpur jarijari, orang yang berjari-jari panjang, berjari panjang lampai.

Rimuk, = ribur.

Rindang, I. tanda bukti, corpus delicti; mangarindangrindanghon, mempunyai sesuatu sebagai bukti, membuktikan dengan tanda; manuan rindang, menanam pohon sebagai kenang-kenangan atau sebagai tanda bukti. II. rindang, sej tanaman menjalar yang tumbuh sebagai parasit di pohon kayu; turunan; ndang marrindang, tidak mempunyai turunan, tidak beranak; marrindanghon hau sinahiton, mempunyai kayu yang dapat dibakar sebagai anak lelaki, artinya: tidak mempunyai anak, tak berketurunan.

Rindi, kata yang kurang sopan untuk hamil, bunting.

Rinding, I. semua bersama-sama, masing-masing, semua; rinding na sahuta i, semua penduduk kampung itu. II. tuak rinding, tuak yang diberikan kepada raja-raja bila ada yang diusulkan kepada mereka.

Ring, tiruan bunyi "ring", bunyi emas atau perak jika dipukuli; mardiring, berbunyi nyaring.

Ringan, senang hati, sebentar gembira sehingga kesedihan ha-ti, kepahitan sebentar dilupakan.

Ringgarung, kijang.

Ringgas, rajin, dengan kemauan sendiri (lawan: losok); ro ringgasna, dia rajin; ringgas ni roha, kerajinan, semangat; haringgason, kerajinan, hal berkenaan dengan rajin; mamaringgas, berbeda mengenai kerajinan, tidak serupa kerajinannya, rajin sewaktu-waktu; mangharinggashon, melakukan sesuatu dengan rajin, dengan gembira; siringgas, sej pohon kayu.

Ringgator, sej kayu hariara (ara).

Ringgatoron, menjadi kurus.

Ringgit, ringgit; mangaringgithon, menukarkan uang jadi ringgit; siringgiton = dahanon (And); ringgit burung, gulden; ringgit bontar, dolar (ringgit) Spanyol.

Ringgo, = rongit.

Ringis, hujur siringis, sej lembing kecil, tombak kecil.

Ringkabor, sej kelelawar kecil, kampret kecil.

Ringkang, terkelupas, lepas, lekang msl kapur dari dinding, kulit bekas luka.

Ringkar, hari ke-30 penanggalan Batak.

Ringki, ringkiringki, indung telur, pohon telur, ovarium.

Ringkir (bdk singkir) mamuringkir, menjenguk, menengok dengan teliti, menyelidiki se-cara teliti, mengamati; ringkiron, dapat diperiksa, dapat ditengok, yang mau dijenguk.

Ringkorang, keropeng luka, kerak pada luka dan bisul.

Ringkot, perlu, mendesak, penting, rajin; ringkot do i di ahu, itu sangat perlu bagi saya; ringkot ulaon, pekerjaan mendesak, penting; on do na rumingkot, inilah yang paling utama; di ringkot ni ulaon, di waktu pekerjaan (pekerjaan di ladang) mendesak; ringkot ni roha, kerajinan, rasa penting; ringkot na i, betapa penting itu; marnaringkot, tidak sama pentingnya, berbeda dalam kepentingan; mangaringkoti, melakukan sesuatu dengan rajin; mangharingkothon, melaksanakan, mengurus sesuatu dengan rajin, seperti penting, merajinkan diri, mengusahakan diri dengan rajin.

Ringo, riuh, ribut, membuat hiruk pikuk; ringo pinggol, hiruk pikuk kedengaran, ribut di kuping.

Ringrang, tidak terwujud.

Ringring, sendi badan, persendian; mangaringring, menggerakkan sendi-sendi;diringringi huhilala, merasa sakit pada persendian. Rino, diparinohon, dikenakan, dibalaskan; diparinohon Debata ma tu ho pambahenanmi, kiranya Allah membalaskan padamu perbuatanmu.

Rinsan, iring, damping, yang satu dibelakang yang lain, berbaris; rinsan tu toru, kebawah berbaris.

Rinsir, ringan, dapat bergerak, cepat meluncur; hepeng rinsir, uang kecil dari tembaga (= hepeng linsir); siparinsir, daya untuk memperlancar penjualan barang-barang; siruminsir, = solu (And).

Rinsur, = pinsur, runcing, tajam, lancip.

Rintak, mangarintak, merampas, menyentak; rintahan, apa yang dirampas, rampasan, sentakan.

Rintaktak, air hujan yang tinggal di daun-daun dan dari sana menetes ke bawah.

Rintar, tidak kusut mengenai rambut dan benang; suri pangarintari, sisir pemilah, sisir perapi rambut.

Rinte, baris, deret; marrinterinte, berbaris-beris, berderet-deret; marsasarinte, satu-persatu kelompok baris, selalu dalam satu baris.

Rintirinti, rak piring.

Rintik, I. gila, tolol; na rintik, orang tolol, orang gila. II. bergaris; marrintikrintik, bergaris, bercorak.

Rintop, gatal, membuat gatal; rumintop, gatal; rumintop aru-aru, gatal di kerongkongan; mangarintopi, membuat gatal, menyebabkan gatal.

Rintua, sej perdu yang daunya berwarna hijau dan putih bunganya berwarna jingga.

Rio, I. jarang, tidak rapat mengenai pagar, tenunan; ulos suri-suri rio ditongatonga, parlagu nauli so lupa sian roha, kain suri-suri adalah bening di tengah-tengah, seorang yang berbuat baik tidak dilupakan orang, juga bila orang tidak selalu mengingatnya. II. Gadong rio, sej ubi kayu yang enak rasanya, berasal dari Riou.

Riong, riongriong, tembus lihat, tembus pandang, menembus, berkilauan mengenai mata harimau, kucing.

Rior (bdk dior) mangariori, mencari sesuatu dengan mata.

Ripak, = rapak, ngiru, penampi (anduri) yang bercela-cela, yang lusuh.

Ripas, punah, binasa, hancur, musnah; mangaripashon, membinasakan, memusnahkan, menghancurkan.

Ripe, I. famili, keluarga; dongan saripe, suami, isteri, kawan sekeluarga; mardongan saripe, berkeluarga, berlaki-bini, bersuami, beristeri, telah kawin; pardongan saripeon, pernikahan, perkawinan, kekeluargaan; parripe, kawan serumah, rakyat; hami na saripe, kami sekeluarga; riperipe, milik bersama, kongsi. II. ripe, hanya, cuma, saja; ripe manjalo ma hami, kami hanya menerima. Riprip, rak dinding yang diperbuat dari hodong ni bagot.

Ripuk (= ropuk), remuk, pecah.

Ripur, punah, mati semua, binasa; sumpah: ripur ahu, saya mau jadi binasa bila….

Riris, dalam satu baris, berjejer, terbagi merata, berderet; ucapan selamat: bintang na rumiris, ombun na sumorop, anak pe riris, boru pe antong torop, bintang-bintang berbaris, anak-anak lelaki berbaris-baris, anak perempuan banyak; paririshon, menghitung menurut urutan, menjejerkan.

Ririt, mangaririt, mencari, mencari jodoh, memilih, meminang; mangaririt boru, meminang gadis, mencari perempuan untuk dijadikan isteri, mencari mempelai perempuan dikatakan mengenai pemuda-pemuda yang berniat kawin; jolo ririt asa dok, pikir dulu baru katakan; ndang diririt ho hata sidohononmu, engkau tidak memikirkan perkataanmu; mangaririti gambir, memilih yang terbaik, sebagai memilih gambir yang terbaik untuk merokok; saririt, sekuntum, setumpukan, setimbunan benda-benda kecil yang terpilih; riritan, kuntuman gambir, sebungkus gambir yang dipakai sebagai pelupuk sigaret; diparirithon, menyuruh pilih.

Ris, terbagi rata, masing-masing dapat sesuatu, terjatah; parishon, membagi sedemikian rupa sehingga masing-masing mendapat sama banyaknya, membagi rata.

Risa, mangarisa, mempertimbangkan, menimbang, memusyawarahkan, membahas.

Risi, kasar, tidak rata; hata na risi, kata-kata yang keras dan kasar; risirisi hata ni jolma, lamot hata ni begu, kata-kata orang adalah kasar (oleh karena selalu tersimpul kebenaran di dalamnya), kata-kata hantu yang jahat adalah licin (untuk menggoda, membujuk, dan membinasakan: pangarisirisian do ateate, hati adalah mudah pilu msl setelah sakit, segera setelah bangun; risirisi, perdu yang daunnya kasar.

Risik, hati-hati, teliti, betul; lawan: raus; mangarisihi, menyelidiki, memeriksa dengan teliti, menanyakan segala se,gi, membahas.

Riskin,kering, kurus (Angk).

Risris, mangarisrishon, menaburkan msl padi sewaktu menabur.

Riste, = rinte.

Ristop = rintop.

Riting, bringas, bersifat pe-marah, marah, geram, gusar, suka berkelahi; riting ni roha, marah, geram, gusar, hati geram; parriting, pemarah, orang yang suka bringas.

Rito, ritorito, gila tetapi tidak berbahaya, sinting; ritoritoon, gila, edan, kesinting-sintingan.

Riur, tunas bambu yang belum beranting, yang belum bercabang.

Ro, datang, tiba, turun; ro di, kata depan: sampai; ro di ari patoluhon, sampai hari ke tiga; ro di pinomparna, sampai ke turunannya; ro di dia? sampai di mana? ro rimasna, marahnya datang, lagi geram; marro ni rimas, marah, geram; ro losokna, sedang malas dia; parohon, mendatangkan; dipaturo, idem; siparo jea, yang mendatangkan celaka, bahaya; haroro, kedatangan, hal mengenai datang; haroro ni na niula, panen; haroroan, tempat dari mana sesuatu datang, sebab yang menjadikan sesuatu, asal, sumber; haroroan ni sahit, asalnya, sebabnya penyakit; haroan, kelahiran, pesta pada kelahiran anak umumnya: pesta syukuran; mangharoani, memestakan seseorang atau sesuatu, mengendurikan; marharoan, membuat pesta gembira; marharoan pinggolna, telinga bergembira tentang berita yang penuh gembira; marroan, datang berduyun-duyun, berdatangan.

Roa, jelek, buruk, jahat; haroaon, keburukan, kejelekan; roana i, jelek sekali; paroaroahon, menjelekkan, memburukkan, membuat bertambah jelek, memfitnah.

Roba, I. robaroba, bagian tanah yang paling jelek; mangarobahon, berdesak ke muka; mangarobahon boniaga, mengobralkan jualan. II. robaroba = ambaroba.

Robar, = jobar, biawak.

Robe, miring, condong; mangaroberobe, naik gunung secara berliku-liku; robean, lereng yang curam; begu robeanon, sakit karena lapar, karena kelaparan tidak berdaya.

Robi, lama, dulu kala, baheula; tingki na robi, dahulu kala, masa silam; Padan na Robi, Perjanjian Lama; di na robi, di waktu dulu kala; na robirobian, pada waktu dulu sekali, zaman baheula.

Robo, marobo, rebah, tumbang, roboh; mangarobo manuk, merobohkan ayam yang dipotong supaya dapat meramal dari letaknya; mangaroboroboi, melipur, sebenarnya menjatuhkan kesedihan hati, menghibur.

Robot, jauh malam.

Robu, pantang diperbuat, sesuatu yang dilarang (sitongka) oleh karena pantang msl bekerja pada hari tertentu, tabu; robu di pahae, dilarang pergi ke Pahae karena disana masa penyakit cacar; robu, tabu, pantang; robu api, perang yang tidak membenarkan membakar kampung-kampung (lawan: musu api); mangarobuhon, melarang sesuatu, menabukan perbedaannya dengan subang adalah mengenai makanan, sedang robu mengenai perbuatan.

Robung, I. rebung, tunas yang paling dalam, daun yang paling dalam msl pada pisang, rebung pada bambu; marpusuk robung, empat helai daun yang berlintangan msl pada pohon paku (tandiang). II. robungrobung, lobang, lekuk; tarrobung, masuk kedalam lobang, terjerumus dalam lobang.

Robur, marobur, terjerumus, mati, meninggal, berguling ke bawah; ma tompas marobur, mati, meninggal; dalan haroburan, jalan kematian; mangaroburhon, mengaburkan, memboroskan, menjerumuskan.

Roda, roda, mesin jahit; mangaroda, menjahit pada mesin jahit; roda uap, mesin uap.

Rodang, tanah yang tidak tetap, rawa, rawang.

Rodi, perintah, rodi, kerja paksa; mangarodihon, memerintah, menyuruh; marrodi, bekerja rodi yaitu pekerjaan jalan, bekerja jalan.

Rodop, rendah mengenai letak, pendek; mate hau na bolon dibahen hau na rodop, pohon-pohon kayu besar mati dibuat pohon-pohon yang rendah dan kecil.

Rodot, subur melahirkan, begitu dikatakan mengenai perempuan yang setiap tahun melahirkan anak (lawan: lampang); subur juga mengenai binatang.

Rogang, (bdk togang), mangarogang memegang; masirogangan, saling menyokong.

Rogas, rogasrogas, senapang tua yang tidak dapat dipakai, bedil usang.

Rogo, cangkul bergigi 6-7 buah. Rogon, I. = rintop; rumogon, diganggu oleh rasa gatal. II. = rugun; marrogonrogon, bertimbunan, bertimbun-timbun

Rogong, = rogang; mangarogong, memegang.

Rogos, cocok satu sama lain; tergesek, tersentuh.

Roha, hati, perasaan, pikiran, penghidupan batin seluruhnya (disamping: tondi, jiwa) akal budi, kemauan; marsak rohangku, hatiku susah, sedih hatiku; las rohana, dia gembira; sipatindit roha, apa yang mengejutkan orang, yang membuat hati kejut; sipalas roha, apa yang membuat orang gembira; tarpedem rohana, dia mengantuk; tarsunggul rohana, teringat, dia memberanikan diri; roham, sukamu; rohana ma disi, sukanyalah disitu, terserah dialah; di rohangku, pendapatku, dalam hatiku; di roham, menurut pendapatmu, huroha, saya pikir, kusangka, sering pada pertanyaan: tudia ho huroha, engkau mau kemana? saya akan duga? dalam jawaban: i do huroha, saya duga itulah rupanya; raja i do i huroha, saya pikir bahwa itulah raja itu; pingkiran ni rohangku, pikiranku, pendapatku; roha, sering dikaitkan dengan kata-kata berkenaan dengan hawa nafsu, perasaan hati dan kehendak hati; las roha, gembira; dok roha, tertekan, berat hati; asi roha, kasihan; holong roha, mengasihani, menyukai; ginjang roha, tinggi hati, sombong; lambok roha, lemah lembut; serep roha, berhati rendah; ringgas roha, rajin; mampar roha, lalai; ninna roha, begitu pikiran orang, begitu dugaan orang, menurut orang; ninna roha dibagasan, begitulah pikirannya dalamhatinya; roharoha, akal-akalan, dengan sewenang-wenang; parrohaon, kehendak hati, semangat; marroha, berakal, berpikir sehat, berpikiran; na lambok marroha, berhati lembut; parroha na daulat, berhati saleh; marrohahon (diparrohahon), mempunyai semangat; marrohahon haginjangon, bersifat sombong, tinggi hati; mangarohai, memperdayakan orang; marrohai (diparrohai), membuat orang berbudi; na hurang roha, kurang akal, agak bodoh, tidak mau; roha juga artinya berkemauan baik: molo soada roha, godang do sidalian, dimana kemauan baik itu tidak ada, selalu mendapat dalih, alasan; ndang adong rohana, tak mau dia, dia tidak suka; beha ma roham disi, bagaimana pendapatmu tentang itu? sukakah engkau itu? umboto roha, berbudi, berakal, arif; na so umboto roha, tidak berbudi, tidak cerdik; mambahen rohana, bercabul; parroha, berbudi, budiman; harohaon, kehendak hati, semangat.

Rohop, dekat.

Rohor, = rahar.

Rohot, = dorhot.

Rojan, sakit rejan, disentri (lebih disukai dikatakan: baro buni); rojanon, berpenyakit disenteri, disenterian.

Rojang, rejang.

Roko, api na roko, neraka.

Roksok, panaroksok, menusuk hidung.

Rombang, sesuai, serasi, jenis; rombang ni rohana, sesuatu yang sesuai, yang mengenangkan hati seseorang, kegemaran hatinya; sarombang dohot, sesuai dengan; dongan sarombang, kawan yang mempunyai perasaan yang sama; juga: yang mempunyai rupa yang sama.

Rombar, bdk hombar, mangarombar, mendekati, mengakrabi se-seorang selaku kawan, mengambil hati.

Rombaon = rambaon, bejana dari bambu tempat mencuci.

Rombu, ae rombuon, menderita gangguan perut.

Rombuk (bdk tombuk), tembus, berlobang.

Rompak, I. mangarompak, menyerang, menyerkap kampung sewaktu malam; pangarompak, perampok, penyamun. II. rompak-rompak, kotoran, sampah, ampas, kayu-kayu kecil untuk menyalakan api.

Rompar, dibuang, dilemparkan; mangaromparhon, melemparkan, mengempaskan; unang romparhon giringanmu so tarihuthon ho, jangan lemparkan lembingmu kesana bila engkau tidak dapat mengikutinya karena orang lain mungkin dapat mempergunakannya untuk menjatuhkanmu; romparrompar di alaman, mulai berjalan-jalan di luar mengenai anak-anak yang baru belajar berjalan, penunjuk usia.

Rompas, sepotong kayu yang terbalik pada perangkap; marompas (bdk tompas), runtuh mengenai rumah; sirompas, pencahar; pangarompas, idem.

Rompe, rompean, bungkus rotan buat gung; jerat dari rotan untuk menggantungkan senapang dsb; mangarompehon, membuat jerat seperti itu; mangarompeanhon, menyimpan atau menggantungkan sesuatu dalam jerat seperti itu.

Rompo, romporompo, semak-semak yang lebat.

Rompu, pengikat atau cincin dari rotan yang dijalin untuk mengikat sesuatu msl kedua belahan sarung pisau yang tidak dilem tetapi diikat dengan cincin yang dijalin atau pengikat yang dipasang pada pustaka agar jangan bercerai-berai; rompu silima-lima, pengikat seperti itu yang diperbuat dari lima rotan; rompu singolngol, pengikat yang dapat dipanjangkan menurut kemauan; mangarompu, mengikat sesuatu dengan membuat cincin seperti itu; rompo so siat, kesamaan sesuatu yang tidak cocok, perhubungan yang tidak cocok.

Romukromuk, remuk-remuk, kepingan-kepingan, potongan-potongan kecil, msl ubi.

Ron, mangaronron, meribut, masuk sambil ribut-ribut.

Ronda, rumondaronda, bergerak kesana kesini secara teratur mengenai banyak orang yang mengikuti gerak-gerik penari secara tidak sengaja, bergerak menari dalam satu irama.

Rondam, mangarondam, merendamkan, merawat orang sakit dengan air dingin. Rondang, I. (bdk sondang), rondang ni bulan, terang bulan, cahaya bulan; rondang hatana, kata-katanya adalah terbuka untuk umum, tidak sembunyi-sembunyi; mangarondanghon, mengumumkan. II. padi yang dipanggang; juga: rondang marsulu, kata halus untuk bunga.

Rondar, setengah buta, rabun mata, kabur mata.

Rondo, I. ari rondo, musim penghujan; rondo ari, sudah hujan, banyak hujan; mangarondoi, menenangkan hati, menghiburkan. II. = rodop; tano rondo, tanah rendah.

Rondop, = rendep.

Rondos, = ronsot.

Rongos, marongos, patah sebagian mengenai pisau.

Rongat, tenggorokan, kerongkongan; harongatrongatan, gondok, tembolok.

Rongga, = roa; harorongga, lih disana.

Ronggang, retak tanah, liang-liang di tepi sungai yang suka dimasuki ikan; mangaronggang, memasuki liang-liang tersebut mengenai ikan; ronggangon, penuh dengan lobang-lobang mengenai kayu.

Ronggong, ronggong masironggongan, saling melilit msl akar.

Ronggos, mangaronggos, sedang sibuk bekerja, mendesak, penting mengenai pekerjaan; mangaronggos gotilon, pekerjaan panen mendesak, mengebut untuk menyelesaikan panen; pangaronggosna, waktu dimana pekerjaan sangat mendesak, gentingnya waktu.

Ronggur, guruh, geledek, petir, guntur; manghuling ronggur, menggeledek, gemuruh, ada gemuruh; ronggur balu, guruh malam.

Rongit, rengit, nyamuk.

Rongkan, rongkanan, afdeling, bagian, kelompok, kasta, blok, kelas; marrongkanrongkan, menurut bagian, berbagian-bagian, berpetak-petak.

Rongkap, ramuan yang dipakai agar bagot itu menghasilkan tuak; tidak gampang mengambil tuak karena macam-macam hal dibutuhkan; seterusnya pada umumnya: sehati, keserasian; rongkapna, yang serasi dengan dia; rongkapna gabe, jodohnya jadi, pasangan yang sejahtera; rongkap ni tondi, pilihan, jodoh yang ditakdirkan, sudah ditentukan sebelum tondi lahir, jodoh sejiwa.

Rongkat, mangarongkat, membinasakan bersama akar-akarnya.

Rongket, rekat, lekat; bdk longkot dan lohot.

Rongking, teguh; parongking, meneguhkan, ketatkan, lekatkan.

Rongkom, mangarongkom, melukis, mencetak buku; pangarongkoman, percetakan; surat rongkom, barang cetakan.

Rongkos, nunga sae rongkosna, ia telah mengatasi penyakitnya, ia tidak akan mendapat penyakit itu lagi; ndang sae rongkosna, belum cukup umurnya untuk menikah mengenai perempuan; tarrongkos, terlalu lekas kawin mengenai gadis; tarrongkos baoa, ia melewati, melebihi persetubuhan; tarrongkos anak ni horbo, terlalu lekas menjauhkan anak kerbau dari indungnya bila terlalu pagi susunya diperas; tarrongkos suansuanan, tanam-tanaman yang dipindahkan sewaktu masih terlalu kecil dan menyebabkan tidak dapat hidup; mambahen rongkos tu dakdanak, memperkosa seorang anak yang belum cukup umur; mansegahon rongkos ni boruboru, terlalu pagi memakai perempuan.

Rongo, rongorongoan, penuh dengan lalat, berlalat.

Rongom, datang bergerombol, berkerubutan, berkerumunan, secara bersama-sama mendesak, berduyun-duyun; marrongoman, datang berduyun-duyun; mangarongom, mengerumuni, menyerubuti.

Rongrong, marongrong (bdk longlong), runtuh, longsor, ambruk; mangarongronghon, melongsorkan pada sesuatu.

Rongse, I. = rotak. II. sepotong batang kayu kecil untuk menandakan uang pada permainan.

Rongso, marongso, pecah msl pot.

Ronron, mangaronron, menyerang sesuatu.

Ronsam, kotor, najis, berlumpur, becek; paronsamronsam, mengotori, sama sekali kotor.

Ronsang, mangaronsang, mengambil sebidang tanah tandus untuk dikeringkan; saronsang, sebidang tanah ladang padi, sepetak tanah darat; rongsong bibi, padi yang sedang berbunga, belum menguning.

Ronse, jelek, tidak sesuai; bdk rongse I.

Ronsit, paturonsiton, mengertak gigi, berkertakan gigi (= patungosngoson); ronsit, gersik, gerut, gemertak; P.B.: nilangkaan na ronsit, tinutup na lubang, lobang harus ditutup, artinya harus berlaku sabar dengan kesalahan-kesalahan sesama manusia.

Ronsot, sangat mendesak, sedang asyik, penting sekali; mangharonsothon, melaksanakan sesuatu secara mendesak sekali, mengebut untuk menyelesaikan.

Rontan, mangarontan, membekas, berpengaruh, berakibat; dosa ni amana mangarontan tu anakna, dosa ayahnya membekas pada anak; nirontan ni, akibat dari, pengaruh dari, berbekas dari.

Rontang, mangarontang, meluruskan, dipasang dengan baik, membidik (senapang).

Rontik, mangarontik, memulai, merintis, mempelopori.

Rontom, rumontom, berdatangan dalam jumlah besar, datang berkerumun; rumiap rumontom, lih riap III.

Ronton, mangarontoni, mengebiri binatang; babi ronton, babi yang dikebiri.

Ronu, mangaronui, memanaskan hati seseorang yang mudah dipanaskan hatinya untuk lebih muda menipunya; sironuan, orang yang ditipu dengan cara ini, mangsa tipuan.

Ropang, sumbing mengenai pisau; marropangan, bersumbing banyak.

Ropo, I. tali, belenggu. II. mangaropohon, menjual barang-barang dengan harga yang bisa dibayar sipembeli (harga murah) supaya lekas habis.

Roprop, mangaroprop, menggigit, mengunyah; maroprop, patah, pecah karena terlalu berat msl balok.

Ropu, na ropuan, gadis.

Ropuk, maropuk, pecah, patah, remuk. penyek, hancur; mangaropuhi, meremukkan, memenyekkan.

Rorang, cabul, sundal, lacur, gasang, porno; harorangon, persundalan, pelacuran, kecabulan, pornografi; marharorangon, melakukan pencabulan, berbuat cabul.

Roro, mencabut, mengeluarkan, menarik dari dalam.

Rorot, marorot, melindungi, menjaga, mengawasi, mengasuh anak-anak; parorot, penjaga anak-anak, perempuan yang menjaga anak-anak, pengasuh; napinarorot ni daging, anak di ampuan ibu; marorot patik, menjaga undang-undang, menjaga pemeliharaan undang-undang. Ros, mendesak, penting mengenai hutang dan pekerjaan; rosros ni ulaon, pekerjaan atau waktu bekerja yang mendesak.

Rosak, I. marosak, pecah, patah, rusak; mangarosahi, mematahkan, merusak. II. kencing sewaktu tidur mengenai anak-anak, ngompol, kencing di tempat tidur.

Rose (bdk reso), siap, beres, terbenahi; parosehon, menyiapkan, membereskan, membenahi.

Rosom, cara melakukan, adat, kebiasaan.

Rostaha, meriam tua yang kecil, meriam kuno.

Rosu, akrab, dekat dalam pergaulan, beramah-ramahan, jatuh cinta, lembut, suka; marharosuan, akrab sekali, bergemaran; parosurosu, membuat seolah-olah jatuh cinta, berpura-pura jatuh cinta; harosuon, keberahian, kegemaran, kesukaan.

Rot, marotrot, amblas, ambruk, jeblos; mangarotrot, meruntuhkan, mengamblaskan.

Rotak, kotor, cemar, noda, tahi; marnarotak, mengotori diri, mencemari diri; parotakrotakkan, mencemarkan, menodai.

Rotap, jalan yang dibuka di hutan tetapi belum selesai; lobang; mangarotap, membuka jalan dengan menebas pohon-pohon; marotap, terputus.

Roto, I. usungan mayat.II. rotoroto, tiba-tiba, sekonyong-konyong mengenai hati yang gusar, lekas marah; parotoroto, orang yang berpenyakit murung, yang menderita penyakit kepala sebelah yang menyebabkan dia marah dan murung.

Rotong, hangus; mangarotonghon, membakar sesuatu, membakar hangus; rotongrotong, abu yang berunggun.

Rotos = gotos.

Rotrot, marotrot, turun, mangarotrot, menarik ke bawah.

Rua, ruarua, tandu yang dianyam, sej tempat tidur, dipan.

Ruak, lebar, lancang, lapang; paruakhon, melapangkan, melebarkan.

Ruap, ruapruap, tanah lembek, elastis spt lumut di hutan, berhumus tebal.

Ruang, lobang, liang, ruang, rongga; ruangon, berlubang, berongga; marruang, mempunyai lobang, berlobang; mangaruangi, melobangi.

Ruar, luar, keluar; haruar, keluar; paruarhon, mengeluarkan; di ruar, di luar; tu ru-ar, keluar; mangharuari, membuang air besar, berak; mangharuarhon, mengeluarkan msl berak.

Ruas, ruas, anggota, suhu, bagian bambu atau rumput antara dua buku; marsasaruas, berpotong-potong.

Ruba, sirubaruba, burung kecil, sej burung perik.

Rubu, mangarubuhon, memerintah, memberi perintah. Rudang, bunga pepaya berjenis jantan; sampe rudang, penunjuk umur seorang pemuda, pemuda yang dewasa, perjak, jejaka.

Rudok = daging (And); simangarudok, idem.

Rudus, sej pisau.

Ruerue, tidak terikat pada gagang peralatan; labil, tidak stabil mengenai hati.

Rugi, rugi, kerugian, kerusakan; rugi ahu, saya rugi; harugian, kerugian, kerusakan; mangharugihon, mendapat rugi, kerusakan; marharugian, menderita rugi.

Rugirugi, tanaman paku yang harum dan berdaun halus, pakis; jenis-jenis: rugirugi babi, rugirugi manuk.

Rugun, rimbun, lebat, bertimbun-timbun tersedia; hau na rugun, rindang mengenai daun pohon kayu; marrugunrugun, datang berduyun-duyun, berbondong-bondong mengenai orang.

Rugut, jatuh, campak; mangaruguthon, membuang, melemparkan, menyampakkan, mencampakkan.

Ruham, sej pohon kayu yang berduri dan buahnya dapat dimakan.

Ruhap, akar-akar kecil yang menonjol di jalanan.

Ruhot, ruhotruhot, goyang, tidak mantap tertancap, tidak kokoh mengenai gigi, tiang.

Ruhu, I. mangaruhui, mengumbah sesuatu; marsiruhui, mengumbah mulut; parsiruhuan, sesuatu yang dipakai untuk berkumur, untuk mengumbah. II. ruhu di hilala, merasa diri lemah, tidak bertenaga.

Ruhut, I. sifat dan cara, tatanan, kaidah, adat istiadat, tata aturan; ruhut ni sipelebegu, adat istiadat penyembah berhala; ruhut ni bagas, bentuk rumah; mangaruhut, membuat rencana rumah; ruhut, persis, betul; ruhut sada be, persis satu seorang. II. mangaruhut, membidik.

Rujak, I. makanan yang dimasak terdiri dari tarutung dan santan ni harambir. II. mangarujak, menikam, penusuk.

Ruji, rujiruji, batang kecil atau kayu kecil yang dipergunakan untuk menjelaskan pidato atau sesuatu lainnya, juga dipakai waktu meramal menjumlahkan; madabu rujiruji, menghitung dengan bantuan kayu kecil seperti itu, menghitung jumlah sesuatu.

Rukrek, = rekruk.

Rukruk, mangarukruk, membersihkan parit, selokan.

Ruma, rumah adat, terutama rumah Batak yang diukir; pardiruma, isteriku, nyonya rumah; di ruma, di nifas; ruma sahit, rumah sakit; dipaturuma, memanggil begu ke dalam rumah; ruma bolon, penjaga modal bersama, yang bertanggung jawab untuk itu.

Rumang, bentuk, rupa, gambaran, rangka, sosok sesuatu, serupa, mirip.

Rumar, kosong, tak berisi, melompong; mangarumari, mengosongkan sesuatu.

Rumba, = rimbo, hutan.

Rumbak, ada dalam jumlah besar; rumbak songon boniaga bangkudu, ada terlalu banyak dan oleh karenanya tidak mahal.

Rumbangrambing, compang-camping, berkoyak-koyak.

Rumbar = lumbang.

Rumbat, sej rumputan.

Rumbi, peti bulat dari kayu pakai tutup dan dua engselnya.

Rumbia, pohon rumbia.

Rumbuk = tumbuk.

Rumbun, rumpun, padat ditumbuhi; rumbunrumbun, semak-semak, belukar; manarumbun, rimbun; di rumbunrumbun, sembunyi, didiamkan, di semak belukar, merondok.

Rumbung, gelang tangan; rumbungan, tabung bambu tempat menyimpan macam-macam barang; hujur mago, rumbungan jinalahan, lembing yang hilang harus dicari dalam tabung bambunya artinya dalam keadaan kesulitannya melihat kebodohan-kebodohan.

Rumpa, mangarumpa, gotong-royong, menolong; pangarumpa, kawan-kawan yang menolong pekerjaan.

Rumpak, mangarumpak, tumbang, patah, runtuh, rubuh msl rumah; mangarumpakhon, membongkar, meruntuhkan sesuatu, menumbangkan; marrupahan, rubuh dalam jumlah yang besar, bertumbangan.

Rumput, rumput yang diambil sebagai makanan kuda; masirumput, mengabil rumput, merumput; parrumputan, tempat diana rumput itu tumbuh atau disimpan, pengambilan rumput.

Rumram, penuh dengan kain-kainan, serampangan mengenai kain.

Runding, mangarunding, mengira, menghitung, meramal; pangarunding, peramal, membuat ramalan dari ruji-ruji yang diletakkan msl apakah sesuatu nama baik atau tidak begitulah disuru seorang pemuda menjelaskan apakah gadis pilihanya itu membahagiakannya atau tidak; pangarundingan, ramalan, tenungan.

Rundo, (= gansi), waktu jaga, ronda, aplusan berjaga.

Rundung, mangarundung, membuang, mencampakkan.

Rundut, kacau, campur baur, rumit, kusut mengenai benang, mengenai pidato, mengenai perhitungan; mangarunduti, mengusutkan, meruwetkan.

Rungap, marungap, luka pada mulut dan hidung.

Rungar, tarrungar, hidung berdarah.

Rungga, ranting-ranting kayu runcing, benda-benda tajam, duri yang dimasukkan ke dalam tanah untuk melindungi diri terhadap musuh dan pencuri; mangarungga, mengamankan sesuatu dengan duri.

Runggang, jatuh terjengkang, terbalik sehingga bagian atas menjadi di bawah; mangarungganghon, menumbangkan, merobohkan, menjungkirbalikkan.

Runggar, longgar msl pakaian, cincin.

Runggu, berkerumun, terkumpul, terhimpun; marrunggu, berkumpul, berapat, berhimpun; harungguan, tempat berkumpul-kumpul, rapat, sidang, pertemuan, himpunan; mangarunggurunggu ulaon, mengerjakan sesuatu dengan banyak orang; ulos harungguon, ulos dengan memakai banyak pola yang direncanakan datu di waktu bencana karena di antara pola yang banyak itu mungkin ada yang satu yang disukai tondi.

Rungguk, sirungguk, sej tanaman merambat yang elok; P.B.: disi sirungguk disi sitata, ia disi hita hundul, disi ompunta Debata, dimana ada sirungguk disana ada juga sitata, dimana kita raja-raja duduk (berapat) disitu juga ada Tuhan, artinya: ya mendengar kita berapat; P.B.: Tubu ma sirungguk di bona ni tadatada, nunga muba uhum, dung ro sibontar mata, sirungguk tumbuh di batang sitadatada, sekarang hukum sudah berubah oleh sebab orang bermata putih sudah datang.

Rungit, rasa asing; rungit ni roha tu, rasa asing, tidak akrab.

Rungka, lepas, timbul, bermula; rungka bada, pertempuran, pertarungan mulai; rungka sori ni ari, bahaya, celaka timbul; rungka roha, rasa hati terbuka, terbuka pikiran; marsirungkaon, terbuka.

Rungkar, (bdk ruar), muncul, datang ke muka; mangarungkari, membuka, membangkitkan.

Rungkas, sirungkas, sej tumbuh-tumbuhan yang menjalar.

Rungkisa, sej burung enggang mirip dengan rhinoceros tetapi tanpa tanduk pada paruhnya.

Rungkung, leher.

Rungkup, tidak harmonis, tidak berpadanan, bertentangan, bertolak belakang.

Rungreng, tiruan bunyi: gemerencing mengenai uang.

Rungrung, mangarungrung, melepaskan, menyiapkan segala sesuatu; marungrung, lepas; tarrungrung, terlepas; P.B.: tangke tarrungrung tumopot songkirna, manuk tarhiap tumopot sangkarna, horbo manurun tumopot barana, kapak yang lepas dari tangkainya harus kembali ke tangkainya, ayam yang lepas harus kembali ke keranjangnya, kerbau yang lari harus kembali ke kandangnya, artinya: orang harus menolong sesamanya agar kembali barang-barangnya yang hilang itu.

Runja, runjarunja, sepotong kayu yang diruncingi.

Runjak, mangarunjak, memasukkan ke dalam pipa, sarung.

Runjang, mangarunjang, menjatuhkan buah-buahan dengan memakai galah untuk memukulnya; runjang-runjang, galah untuk memukul sesuatu; sarunjang, apa yang dilakukan dengan sekali memukulkan.

Runjat, renggang, tidak rapat, nama ulos; runjat uhum, hukum itu tidak tetap, tidak dipelihara dengan baik; hirang runjat, keranjang yang jarang anyamannya; ulos barunjat, sej ulos.

Runsi, kulit yang membungkus beras; runsi obuk, rambut yang keriting.

Runsing, senjata.

Runsit, teliti mengenai hal keuangan.

Runsur, meluncur, bergeser turun, tergelincir ke bawah, menggeser ke bawah; mangarunsur, meluncurkan diri ke bawah; mangarunsurhon, meluncurkan sesuatu ke bawah, menggelincirkan, kata yang dipakai untuk mengganggu orang yang tidak dapat mengucapkan "r" dengan baik; runsur urur tu rura, tergelincir kaso ke jurang.

Runta, mangarunta, meronta untuk melepaskan diri dari kekangan, melepaskan diri mengenai kuda, meronta-ronta.

Runtas, mangaruntas, membongkar rumah.

Runtun, mangaruntuni, menarik msl rambut karena berdukacita.

Runtus, tergesa-gesa, cepat, segera; mangaruntus, menyegerakan, memperlekas, tergesa-gesa pergi. Rup, = rap.

Rupa, wajah, sosok, penampilan, rupa, bentuk, kemunculan, rupanya; juga: barangkali; rupa ho do na ro, rupanya engkaulah yang datang (= songon rupa ni ho); rupani, misalnya; marrupahon, mempunyai rupa…, berbentuk…; mangarupa, memperlakukan seseorang dengan sewenang-wenang; marpangarupai, menilai atas dasar potongan badan dan roman muka, msl pada para tamu.

Rupi, memandang dengan suram mengenai muka, muram.

Rupia, rupiah.

Ruprap, dentum senapan, tiruan bunyi tembakan senapan.

Rupun, mangarupun, beruntung membeli.

Rura, lurah, lembah; mangarura, memasuki lembah.

Ruru, tepi lereng; mangaruruhon, mangarurui, menjatuhkan orang ke dalam jurang.

Rurus, marurus, berjatuhan, rontok, gugur mengenai daun, rambut; mangarurus, menjatuhkan, menggugurkan, buah-buahan.

Rurut, mangarurut, menarik, menarik keluar, mencabut; mangarurut perak (golanggolang dsb), menarik perak sampai panjang menjadi kawat (kuningan dsb).

Rusa, menjadi bersih hati.

Rusak, hancur luluh mengenai perasaan, sedih; parusak, menyakiti, menyusahkan.

Rusrus, I. mangarusrus, membuang, mencampakkan; marusrus, dengan perlahan-lahan meluncur ke bawah. II. rusrus, sej rotan.

Rusuk, tusuk, rusuk, iga; rusuk na ngol, rusuk pendek; rusuk, ditusuk pada lembing, ditombak; pangarusukrusuhon, merasa ngeri di lambung, merasa ditusuk-tusuk di lambung; mangarusuk, menusuk pada sehelai tali, menombak; P.B: dapotan bubu mangarusuk sunggapa, pukat mendapat ikan, tapi pacak atau tonggak pukat mencucuk bikin luka-luka, nampaknya beruntung ternyata celaka; rusuhan, tali, tusukan; sarusuhan dengke, setusukan ikan; rusuk bara, palang penutup kolong ruah (kandang).

Rusur, manarusur, berbunyi enak.

Rutas, gelang lengan bagian atas.

Rutia, penipuan, khianat.

Rutu, buhul, buku, mata kayu; marruturutu, berbuhul-buhul msl kulit pada banyak sitrun.

Kamus Batak Huruf P

Pa, awalan kata kerja, berarti: membuat, menjadikan; pabontarhon, menjadikan putih, memutihkan; paotootohon, menjadikan bodoh yaitu menipu; palahohon, membuat supaya pergi, sering dengan akhiran "hon"; juga menyatakan kata bilangan pangkat msl; palimahon, kelima; papituhalihon, untuk ketujuh kalinya.

Paal, = pal.

Pada, guru di ho manang pada hapur manang pada sira bahenonmu, saya berada dalam kekuasaanmu, engkau dapat memakan atau membunuh saya.

Padam, I. = peam, biasa. II. = mintop.

Padan, persekutuan, janji, ikrar, kaul, aturan, peraturan; Padan na robi, Perjanjian Lama; Padan na imbaru, Perjanjian Baru; marpadan, berjanji, mengadakan persekutuan; parpadanan, persekutuan, perjanjian; mamadanhon, membuat sesuatu menjadi persekutuan; dongan sapadan, kawan sepersekutuan, rekan seperjanjian.

Padang, padang, padang rumput, dataran; Padang Bolak, nama daerah di Tapanuli Selatan; sering dipakai untuk nama kota msl Padang Sidempuan.

Padar, makanan yang digulai pedas; mamadar, cara memasak dengan membakar dan mencampur dengan darahnya; mangan na pinadar, makan daging yang digulai seperti tersebut di atas, makan enak.

Pade, = ture, (Angk). Padeha, seloroh, gurau, lawak; sideak padeha, pelawak.

Padi, padi (eme); mangido bunga padi, memohon padi berbulir dalam doa yang resmi.

Padidit, sej tupai, bajing.

Padodot, beruntun, bersambung, berturut-turut; opat ari padodot, berturut-turut empat ha-ri; monang padodot, menang secara beruntun, tiap kali menang.

Padoha, naga padoha, naga legendaris yang dianggap menyanggah atau mendukung bumi dan menyebabkan gempa.

Padot, rajin bekerja, tekun, telaten; padot marulaon, rajin bekerja; manghapadothon, mencintai dan menekuni bidang kerjanya. II. sipadot, sapu; mamadoti, menyapu di halaman desa.

Padu, membeku, mengental mengenai susu, dan embrio bayi dalam kandungan.

Paduk, I. batu yang diikat di bawah jala agar jala itu tenggelam. II. sej permainan judi dengan melempar uang logam mengenai sasaran; marpaduk, main lempar uang logam mengenai sasaran.

Padung, pinggiran dasar sekeliling lobang lesung.

Paet, pahit; sipaetan, sej ikan; ubat na paet, obat pahit, kina.

Pagabe, sej alat tenun, mistar besar yang dipakai menetak benang waktu menenun. Pagani, bayonet.

Pagapaga, = ampapaga.

Pagar, penolak bala, penangkal untuk menjauhkan roh-roh jahat dan pengaruhnya; humunti pagar, menjungjung penangkal yaitu: hamil, sebab para wanita memakai penangkal waktu itu; parpagaran, tempat penyimpanan penangkal; mamagar, membuat penangkal; jenis-jenis: pagar mula jadi, penangkal terhadap kehamilan dan dipakai waktu permulaan hamil; pagar pareme, penangkal yang digantungkan di dalam rumah sesudah anak lahir; pagar pangorom, penangkal untuk menghindarkan roh yang jahat (begu).

Pagaran, lapangan di luar kampung dimana kerbau tidur di waktu malam; sering dihubungkan dengan nama kampung msl Pagaran Julu d.l.l.

Pagi, pagipagian (ni) siari = di laonlaon ni ari; pagian, kemudian, kelak, lama sesudah itu, sesudah lama berlalu.

Pago, tiang perbatasan, tiang yang dilantak; pago, terlantak, terpancang; mamagohon, melantak, memancangkan; pagopago, uang bukti yang dibayar kepada kepala-kepala yang mengadili sebagai tanda bahwa perkara itu selesai; nunga mardalan pago, perkara itu sudah diselesaikan.

Pagol, sipagol, sarang ulat, kepongpong mengenai ulat belalang; pagol, kuat, tak tergoyang lagi.

Pagul, rangkai buah siala. Pagut, = pargut.

Pagutpagut, melemparkan kaki muka secara cantik mengenai kuda.

Pahae, hilir, bdk jae.

Pahan, bdk mahan, mamahan, memelihara ternak; pinahan, ternak piaraan, hewan ternak; pahanon, idem; pahanpahanan, bermacam ternak; mangalului babi pahanon, dalam arti sembunyi: mencari isteri.

Pahantan, sej padi yang berasal dari daerah Pahantan.

Pahar, dipahar soarana, dinyaringkan suaranya.

Pahe, = mamahe, mengenakan pakaian, berpakaian rapi, berbusana; pahean, hiasan, pakaian, berbusana, sandang; pamahemahe, pesolek, orang yang suka berpakaian rapi, cara berpakaian; pahe, tampan; jolma na pahe, orang tampan.

Pahepahe, juga sipahe, sapu ijuk.

Paho, = adat, tatakrama, aturan perilaku menurut adat; marpaho, bertatakrama, bersikap sopan santun, beradat; na so paho, biadab, tidak tahu sopan santun.

Pahompu, cucu, bdk ompu.

Pahu, tumbuhan semak sej pakis besar, pakupakuan, jenis-jenis: pahu hare, pahu lipan, pahu gaja, pahu landit, pahu dengke; P.B.: asing do hodong, asing do pahu, asing do ho, asing do ahu, lain pelepah, lain pakis, lain anda, lain saya.

Pahulu, kehulu, bdk julu.

Pahupahu, bagian pinggir, yang paling pinggir; pahupahu ni suri, gigi sisir yang paling pinggir; pahupahu ni igung, bagian sempit hidung; pahupahu ni rusuk, rawan iga.

Pail, namail, memanggil agar datang.

Paima, bdk ima.

Paiogon, = indahan (And).

Pais, I kancil, pelanduk. II. pengadu, pembuka rahasia; parpais, pengadu, peleceh.

Pait, = paet.

Paja, cekatan; paja mardalan, cekatan berjalan mengenai anak kecil.

Pajak, pajak; marpajak tu, memajak, mengadakan perjanjian pajak dengan seseorang.

Pajal, kayu yang dilantakkan pada sesuatu; mamajalhon, melantakkan ke sesuatu msl sepotong kayu, lembing, paku; tarpajal, yang diunjamkan, yang dilantakkan.

Pajok, mamajok, berkediaman, menempatkan di suatu tempat; mamajok hubu, huta, mendirikan kubu, desa, kampung; mamajok patik, menetapkan undang-undang.

Pajop, memegang; bdk jop.

Pak, depak, bunyi mengenai mengetok atau memukul, tepuk; mamakpak, menampar, menyapa dengan kata-kata kasar; marlapak, bdk lapak, berdepak.

Pakpak, puncak; pakpak dolok, puncak gunung; pakpak ulu, ubun-ubun, batok kepala; sian palak ni patna ro di pakpak uluna, dari telapak kaki ke batok kepala; Pakpak, satu kelompok sub etnis Batak.

Paksa, paksa, perintah; marpaksa, membuat hukum, undang-undang; mamaksa, memerintahkan, memaksa.

Pal, pal, jarak yang dapat dijalani selama kira-kira 20 menit.

Pala, I. bdk pola. II. bdk mala.

Palait, lembing bermata bengkok.

Palak, telapak, tapak tangan atau kaki; palak ni tangan, telapak tangan; palak ni pat, telapak kaki.

Palang, bunga rias.

Palangge, tongkat sej bermata pisau.

Palangka, palung yang dibuat dari kayu, tempat makan ternak; suang palangka, sej hukuman pencurian, kalau seorang mencuri ternak dalam kampungnya sendiri dan ditangkap, dia harus hanya mengembalikan apa yang dia curi, karena dianggap belajar mencuri dan bila kelak dia lebih cakap dan mencuri di kampung lain, maka penghuni kampung memperoleh laba dan kenikmatan dari perbuatannya itu; gana palangka, sej sumpah, sumpah palung, lih gana.

Palangki, emas tulen, sepuhan emas halus.

Palano, pelana; abit ni palano, kain pelana; mamalanoi, memasang pelana.

Palaspalas, menara.

Pale, mapale, sangat pedih; mamale, bertambah pedih; pinalepale ni sahit, diganggu penyakit; na pinale = hapas.

Palge, beras yang terpilih, bagus dan besar, beras yang bernas.

Palia, pohon petai.

Palias, lih lias.

Paling, daging ternak yang mati tidak karena disembelih, jadi mati karena sakit.

Palingpalingan, sangat tua, tua bangka, jompo.

Palis, mamalis udan, mengusir hujan dengan ilmu sihir, menangkal hujan.

Palit, parpaliton, plester dari kapur atau baja dan minyak yang dilapukan di pelepis sewaktu sakit kepala; marpalit, melapukan kepala seperti msl dibuat pencuri agar tidak dikenal orang; mamalit boru, menerima seorang anak perempuan sebagai pembayaran utang dalam hal mana ia oleh perutangan dijadikan dia sebagai menantunya.

Palito, pelita, lampu teplok; parpalitoan, perpelitaan, kakidian, kandil.

Pallom, tetap duduk di satu tempat, terduduk terus.

Palnat, lebar, rata.

Palo, bintik-bitik putih di mata; paloon, menderita penyakit ini, menderita keputihan mata; mata na paloon, mata yang berbintik-bintik putih.

Palok, tondi sipalokpalok, hantu yang menjadikan penyakit.

Palos, tondi sipalospalos.

Palpal, botak mengenai kepala, gundul mengenai gunung atau ladang; palpal ulu, botak kepala; sipalpal ulu, orang botak; mamalpal, mencukur sampai gundul, membotaki; dipalpal ari ibana, dia kedatangan guruh, guruh menimpanya.

Palse, tidak sedap mengenai citarasa, hambar.

Palsuk, teronggok, terhimpun, terkumpul, tertumpuk.

Paltak, kuat, gemuk, nyata, terang mengenai garis, juga mengenai kesalahan.

Palti, harmonis, serasi, berpatutan dalam perbandingan satu sama lain msl pada rumah.

Palu, mamalu, membunyikan, memalu, meniup, memukul, memainkan alat musik; menembakkan senapang; mamalu gordang, memukul gendang; mamalu sarune, membunyikan sarune; mamalu poti marende, memainkan harmonium; mamaluhon palupalu ni dongan, membalas aniaya yang dibuat orang; palupalu, kayu-kayu kecil (pemukul) yang dipakai untuk memukul gendang; paluan, tempat ogung yang dipukul; pasuang palupalu, membalas perbuatan yang sama; uhum pasuang palupalu, hak untuk membalas.

Pamangan, mulut (bdk mangan, pangan).

Pamatang, badan, tubuh (dari: batang).

Pampat, mamampat, memberangi. II. sabur pampat, umum mengenai pajak yang setiap orang harus mengambil bagian secara merata.

Pampe, (bdk ampe), diangkat menjadi raja; pampe tu roha, dihafal; mamampehon, meninggikan, mengenakan.

Pamurunan, bdk purun, dapur, tungku dapur, pemasangan api.

Panahit, (dari: sahit) cacing dalam usus; panahiton, penyakit cacing dalam usus; ubat panahit, obat anti cacing.

Panangga, na di toru ni tangga, anjing.

Panas, panas, keringat, peluh; panasan, berkeringat, berpeluh, kepanasan; haen panas, selimut, selimut wol; panaspanas hasian, keringat dingin, peluh dingin.

Pandan, pandan yang daunnya dipakai untuk menganyam, jenis-jenis: pandan misang (harum), pandan sirabun; pandanpandan, sej ikan laut.

Pandang, mata bidik, pejera pada senapang; mamandang, memandang, melihat, menilai, menghargai sesuatu; ndang dipandang ho uhum na denggan na binahen tu ho, engkau tidak menghargai rukun kebaikan yang diperlakukan buatmu.

Pande, pandai, pintar, terampil, tukang, ahli; pande hau, tukang kayu; pande bosi, tukang besi; pande perak, tukang perak; na pande di hata; yang pandai bicara; hapandean, kepandaian, kecakapan, pekerjaan tangan, ketrampilan; marhapandean, mengerjakan pekerjaan tangan, berketrampilan.

Pandis, bersih, murni mengenai barang tenunan.

Pandita, sarjana, pendeta, pastor, misionaris.

Panjang, = leleng; sapanjang, = saleleng, selama.

Pandol, mamandol, menyepak, menerjang orang; mamandol u-tang, berhenti sejenak pada main judi untuk menentukan utang-utang masing-masing; ma-mandol singkoram, mengambil gadai msl sebidang tanah ladang.

Pane, kilat dalam bahasa datu, kilasan-kilasan kilat waktu gelap hari; nama sungai yang datang dari Tanah Batak dan bermuara di pantai Timur Sumatra.

Panepane, demam, typhus; panepaneon, berdemam, sakit typhus, terkena typhus.

Pang, kuat, dewasa, keras, berani; dari minuman: keras, yang dibuat mabuk; siinumon na pang, minuman keras yaitu tuak yang memakai sej ragi; bola pang, berbelah mulai dari tengah-tengah.

Pangan, mangan, (hupangan, dipangan), makan; hupangan, saya sedang makan; dipangan, dimakan sesuatu; sipanganon, makanan; papangan, cara makan; pamangan, mulut; marsipanganon, dihajap, dilahap, dimakan banyak; sipangan mago, seorang yang makan nasi orang lain tanpa memberi hasil pekerjaan, untuk mana dia diminta, juga dikatakan mengenai raja-raja yang makan makanan orang yang bertikai dengan lahapnya tetapi tidak menyelesaikan perkara pertengkaran mereka;marmanganan, makan mengenai orang banyak; dipangan rohana, berkenan akan dimasukkan di dalam pikiran; mamanganihon, banyak makan; tarpangan dai, merasa, merasa enak mengenai sesuatu; panganan, penganan, piring; dongan sapanganan, teman semeja makan; bilut panganan, kamar makan; P.B: ianggo rupa ndang tarpanganhon, pangalaho do na tarpanganhon, yang bisa bukan rupa, melainkan budi pekerti (nasehat kepada pemuda yang mencari calon isterinya); sapanganan daludalu, masih kerabat pada generasi keenam yang mempunyai nenek moyang yang sama; sapanganan lombu, masih kerabat generasi kesepuluh; sapanganan horbo, masih kerabat pada generasi ke tigabelas.

Pangar, terbuka lebar-lebar mengenai lobang.

Panggal, lebih tebal pada ujung dari pada pangkal; P.B: tu tonggina songon panganon tobu, tu panggalna songon buar-buar, semakin manis seperti halnya makan tebu yang dimulai dari ujungnya yang paling sedikit manis; bertambah besar sebagai halnya dengan palem buarbuar, artinya: yang terbaik disimpan terakhir, semakin lama semakin baik.

Panggang, mamanggang, panggang, memanggang di atas api (tu api), mengasapi.

Panggil, mamanggil, panggil, memanggil.

Panggu, rimbas, pacol, cangkul; mamanggu, merimbas, memacol.

Panggul, bagian belakang binatang.

Panggung, tumpukan, bukit; marpanggungpanggung, bertumpuk-tumpuk, bertimbun-timbun, berbukit-bukit.

Pangir, marpangir, berlangir, mencuci diri dengan jeruk purut (terlebih rambut); unte pangir, jeruk sitrun untuk membersihkan rambut atau kulit; mamangiri, mencuci diri dengan jeruk ini.

Pangisi, bdk isi.

Pangkal, pokok, bagian bawah pohon kayu atau semak; modal yang dipakai untuk berusaha; marpangkal, berusaha dengan modal.

Pangkat, I. pangkat, jabatan, status; pangkat harajaon, pangkat seorang raja; manjalo pangkat, menerima jabatan; mijur sian pangkat, dilepaskan dari jabatan, kena pecat. II. sej rotan besar.

Pangke, bdk pahe; mamangke, memakai, memanfaatkan; sipangkeon, bisa dipakai; tu aha pangkeon? untuk apakah itu dapat dipakai, apa kegunaannya? pangke, bagus, elok, cantik; pamangke (di), pemakaian, cara memakai sesuatu.

Pangko, batang pohon aren yang sangat keras, dari mana dibuat batang lembing; sipangko tali, sej padi.

Pangkur, cangkol; mamangkur, mengerjakan ladang dengan cangkol.

Pangkut, mamangkut, memagut, mencangkol.

Pangpang, lumpuh; marpangpang, dalam keadaan lumpuh, menderita lumpuh.

Pangsa, bdk paksa.

Pangulima, = ulubalang, panglima, pelopor, pahlawan.

Pangus, mamangus, menyamun orang dengan menangkap pengunjung, menyamun, merampok; pamagus, perampok orang, penyamun.

Paniala, kutuk, balas dendam dari hantu (begu).

Paniti, peniti.

Panji, panjipanji, perhiasan dari bulu yang disuntingkan anak-anak di kepalanya; hira panjipanji, sangat cepat bergerak, ligat, berlari amat cepat. Panjol = pandol dan ponjol.

Panju, panglima perang, komandan peperangan, kepala pasukan, penghulu perang.

Panjut, obat tampal, plester pada luka dan gigi yang berlobang untuk menarik ulat yang diduga ada disitu; pamanjut, idem; mamanjut, merawat sakit gigi dengan memasukkan minyak ke gigi dan kemudian menarik ulat-ulat itu.

Panopano, jerawat, bercak hitam di wajah, panu.

Pansa, panggung atau dangau di tengah-tengah ladang sebagai tempat mengusir burung dari ladang.

Pansang, mamansang, memanggil untuk berkumpul; parpansang, dipanggil untuk berkumpul mengenai rapat.

Pansar, jauh, luas, sembur; pansar baritana, namanya terberita, tersiar beritanya; partigatiga pansar, saudagar yang pergi berdagang ke tempat-tempat yang jauh, pedagang keliling.

Pansing, bersih dibilas; segala-galanya dilaksanakan sehingga tidak ada lagi yang harus dikerjakan; mamansinghon, disapu bersih, dimusnahkan habis-habisan.

Pansung, = ansung, takaran isi untuk tuak; pansung bahen, potong miring.

Pansur, pancur, mata air; bunga pansur, sej tanaman berbunga putih dan merah;mamansur, memasang pansur, mengalir, berpansur; hoda sipansur, kuda petak; pansur na tolu, pansur na pitu, nama tempat; pansur ni bagot, ijuk yang mengarah ke atas.

Pansut = pago; mamansuthon, melantakkan, meluluh-lantakkan.

Pantang, = subang, pantang, dilarang, larangan; pantang ni abit, haid, menstruasi; pantangan, sebuah rumah kecil di kampung yang tidak boleh diinjak oleh orang lain hanya oleh dukun.

Pantar, lantai papan dalam rumah, dibuat dari batang-batang pohon kayu atau bambu, juga lapik tikar di tempat tidur yang dibuat dari pelepah pohon enau; pantarpantar, lantai; mamantar, memasang lantai.

Pantas, pantas, cakap, arif, sering dalam kata majemuk; pantas marroha, berakal budi, arif, berbudi luhur.

Pantik, tertancap terpantak, terhujam msl kapak, pahat atau lembing; mamantikhon, memantakkan, menancapkan lembing, paku.

Pantil, panggung dari kayu atau tanah, menara jaga terdiri dari bambu.

Pantis, bahan lilin; nama daerah.

Pantom, mamantom, melimbaikan, melembing, melembingkan, melemparkan sesuatu; mamantomhon, memakai sesuatu untuk dilembingkan, dilambaikan, me-lembingkan, menombakkan. Pantun, sopan santun, berperangai baik, beradab, beradat, hormat, kesopanan, berbudi bahasa; pantun hangoluan, tois hamagoan, kesopanan, pangkal kehidupan, kepongahan pangkal celaka; P.B.: tubu sigiragira sajongkal dua dopa, molo pantun manghuling, luhut do na lomo roha, tumbuh pohon nira sejengkal dua depa, apabila berbicara sopan, semua orang menyukainya.

Panunuhon, bdk tuhuk.

Panumbeangan, bdk eang.

Panurirang, bdk surirang.

Panut, jarum besar dari bambu yang dipakai untuk menganyam karung-karung dari bulir; mamanuti, membuhul, menampal mengenai anyaman atau tikar.

Paor, bdk haor, bergerak secara tidak tenang mengenai tangan dan kaki; balok ni paor, sangat gelisah, tidak tenang, membuat hiruk pikuk.

Papa, kusut; surat papa = surat lilu.

Papadehor, suatu tanda pada ayam ramalan.

Papak, berhalangan, terhalang.

Papaluan, sej burung yang bersarang di ladang padi.

Papan, papan; papanpapan, papan lantai; pamapan, bagian belakang alat pertenunan; mamapan, melebar dan mengeras seperti papan, dikatakan mengenai borok pada punggung kuda atau orang yang tambun; sangkapapan, sebuah parira, petai.

Papateak = pateak.

Papene = penepene, lih pene.

Papi, seksama, insyaf, teliti, teratur dalam pekerjaan, penuh tanggung jawab.

Para, tinggi; marsiparaparai, tidak sama tinggi mengenai padi di ladang; anak para = dolidoli (na modom di parapara?).

Parak, sisa-sisa yang mengendap dalam segelas tuak, busa tuak, bagian-bagian kental di tuak.

Parako = parangko.

Parana, anak parana, pemuda.

Parangan, soldadu, prajurit, pasukan.

Parange, perangai, tingkah la-ku, kelakuan, sifat; mamarangehon na tama, berperangaikan yang pantas, yang baik; marparange, berperangai, berkelakuan.

Parangko, perangko.

Parapara, bdk para, rak kayu dalam rumah Batak yang dipasang sari pintu sepanjang rumah, parapara.

Parapat, sej bambu, juga: nama marga.

Parar, mamarar, mempergunakan sesuatu, memanfaatkan sesuatu, karena tidak ada yang lebih baik, marpinarar, memakai kesempatan, menghargai sesuatu biarpun bernilai rendah. Parasan = tandok.

Parate, tempat tidur.

Parau, perahu, kapal; marparau, naik perahu, berperahu; anak parau, awak perahu, anak kapal; parau bubus, perahu yang bocor yaitu pemboros; parau hosa, balon udara; parau kopal, kapal uap; parparauon, perkapalan, pelayaran; P.B.: ndang tarbahen harom parau samponggol, mana bisa karam sebelah perahu: artinya mana bisa hanya sepihak bersalah, kedua belah pihak mempunyai kekurangan dan karenanya harus memperbaikinya.

Parduan, bagian, kawanan, (dari parduaan).

Parduli = perduli.

Pare, sej ikan laut; parparean, daerah di Toba, dimana ikan itu dulu diimpor.

Pareman, pereman.

Parenta, perintah.

Pareon, sipareon, telinga, pendengar, kuping (And).

Pareso, periksa; paresohon, memeriksa.

Parespes, kecil sekali, krepos; uang parespes, = getep, ketip, uang kecil.

Pargut, mamarguti mencotok mengenai burung, menerkam mengenai ular, memaguti; hona pargur, kena gigit (ular).

Parhohas, alat bunyi-bunyian, perkakas tukang kayu, lih hohas. Pari, = pare.

Pariama, bintang pariama, gambaran bintang pleyaden.

Pariban, anak perempuan saudara ibu laki-laki (mamak) atau adik suaminya; anggi pariban, adik perempuan isteri seseorang; hahapariban, kakek perempuan isteri seseorang.

Parik, tembok dari tanah; mamarik, membuat tembok, membenteng; mamarihi, dikelilingi tembok; upa parik, sebidang tanah yang diterima setiap penduduk dari kepala kampung selama ia tinggal di kampung itu.

Parinse, perisai.

Pariok api, periuk api, periuk besi.

Parir, celaka, sangat menyedihkan, papa, sengsara; hapariron, kemelaratan, kesukaran, kesakitan, sengsara.

Parira, pohon petai.

Parkaro, perkara, proses, masalah pengadilan.

Parompuan, bdk ampu.

Parpar, berketurunan banyak.

Parti, teliti dalam pekerjaan, selaras, cermat, akurat, rapi.

Paruparu, = paranak bodilan, tempat peluru.

Parumaen, menantu perempuan; parumaen di losung, = parumaen sinonduk, calon menantu perempuan, yang sudah diterima dalam rumah sebagai pembantu dan sudah diberikan mas kawin, mengenai dia dikatakan: hira hatoban siulaon, alai hira raja nasida anggo di sipanganon, ia harus kerja seperti seorang hamba, tetapi ia peroleh makanan seperti seorang raja.

Parung, luka, bisul; marparungparung, bisulan, berbisul banyak, kutilan, borok-borokan.

Pasa, tali pasa, tali dari kulit kerbau.

Pasak, mamasak, memukul atau menokok dengan martil atau sepotong kayu; pasakpasak, pe-mukul, martil.

Pasak, lintah, pacet.

Pasal, = tuhe dan tuho, tanda perbatasan.

Pasang, I. pasang; sapasang, sepasang, sestel; sapasang abit, satu pasang pakaian, sestel pakaian; sapasang, memasang uang taruhan dalam permainan judi; mamasang bodil, menembakkan senapang; mamasang palito, menyalakan lampu; mamasang hoda, mengenakan kekang dan pelana (kuda); mamasang hepeng, memasang uang taruhan dalam permainan; pasang laut, air pasang; pasang surut, air surut. II. pasang, parah mengenai penyakit.

Pasar, pekan, pasar, pajak.

Pasi, I. pasak, pen, baji, msl pada balok atau pada pisau yang menghubungi pisau dan gagang; ndang hasigatan pasi dibagasan suhul, puting yang ada pada pegangan pisau harus diperiksa dengan baik; pasipasi, sisa, restan. II. pasi, awalan pada kata benda yang berarti: uang pembeli: pasitimbaho, uang untuk membeli tembakau; pasiulos, uang untuk membeli ulos.

Pasing, sipasing, ulat, capung (rimbur).

Pasir, tepi danau, pantai; topi pasir, tepi pantai, tepian berpasir; gule pasir, gula pasir; apus pasir, sumpah yang kuat (gabe soada molo…).

Paske, andor paske, sej tanaman menjalar berbunga merah dan penyet.

Paspas, terantuk pada, tertumbuk pada, terhempas; mapaspas, rontok mengenai rambut, botak, habis mengenai modal; mamaspas, menghempaskan pakaian; dipamaspas ni hala.

Pastap, pukulan dengan telapak tangan, menampar; hona pastap, kena tampar; mamastapi, menampari.

Pastima, Barat.

Pasu, I. pasuan, marah mengenai begu yang msl marah terhadap orang yang membuat sumpah palsu. II. pasupasu, berkat; mamasumasu, memberkati; mamasumasuhon tu, menumbuhkan sesuatu yang menjadi berkat bagi orang, menurunkan berkat kepada; pinggang pasu, pinggang porselen(mahal dan memakai gambaran biru).

Pasul, tidak hormat, tidak sopan mengenai kata-kata, biadab. Pat, kaki; ulu ni pat, tempurung lutut; mardalan pat, berjalan kaki; siopat pat, yang berkaki empat; pat ni emper, kaki emperan, tiang.

Pata simangot, = gohan, bdk gok I.

Patar, jelas dan mudah terlihat, terang, tidak ada yang tersembunyi, terbuka, transparan, nyata; patar tarida, jelas nampak; mamataratar, memperlihatkan diri dengan terbuka; papatarhon, menyatakan, mengumumkan secara terbuka; hapataron, kejelasan, keterbukaan.

Pate, bdk mate, siap, selesai, tidak dapat diubah lagi, berakhir msl perkelahian, perkara; hampir kena sewaktu menembak, mati; nunga pate, dia sudah mati; pate gora, perselisihan sudah diselesaikan, selesai sengketa; papatehon, mengakhiri, memutuskan; hapatean, akhirnya perkara, cara menyelesaikan perkara; marhapatean, berakhir, jalan keluar, berakhir tuntas; marhapatean tu na roa, berakhir jelek, berakhir dengan tidak baik, berakhir kearah yang buruk; patelaho, bdk: patilaho.

Pateak, berkotek mengenai ayam, yang mau bertelur; juga bunyi ular yang meniru bunyi ini; marpateak, = martatageak, berkotek.

Pati, bdk pate, patipatian, peraturan yang membuat perselisihan menjadi berakhir msl bila persoalan itu diserahkan kepada keputusan Tuhan: siapa di antara kita berdua meninggal dalam satu bulan ini, dialah yang bersalah.

Patia, burung kecil yang bercorak-corak yang dalam dongeng bertindak sebagai raja burung.

Patialu, sej penyakit demam yang datang berulang-ulang, demam berkala.

Patialum, kurap pada pelir.

Patihala, pening, sakit kepala, migrain; patihalaon, menderita nyeri kepala sebelah.

Patik, aturan larangan yang disepakati bersama, aturan, hukum, undang-undang; manuan patik, membuat undang-undang; mangalaosi patik, melanggar undang-undang; mamatikhon, mengundang-undangkan; pamatik, pembuat undang-undang, penegak undang-undang; sisuan patik, idem.

Patilaho, pemberian berupa uang yang diberikan parboru kepada paranak sebagai tanda bukti bahwa yang cerai atau menjanda itu boleh kawin lagi, tentunya bahwa tidak ada orang lain yang menaruh hak atasnya, ini merupakan juga pertanda semua uang mahar harus dikembalikan.

Pato, = mago.

Pator, = pantar.

Patpat, mamatpat, menaruh air ke kapur untuk memadamkannya.

Patu, dikalahkan, tunduk, tahluk, patuh; mangoloi patu, menaklukkan diri; papatuhon, menundukkan, menaklukkan, memperhambakan, mengalahkan dalam peperangan.

Patuan, yang dipertuan, gelar raja dari: tuan.

Patumonaan, bdk bona (mona).

Patung, makanan kenduri yang diadakan oleh para pedagang sebelum mereka bepergian.

Paturo, lih ro.

Patut, patut, wajar, apa yang pantas dan layak; na patut, yang patut, yang pantas.

Pauk, I. mamauk, melambaikan cangkol, melemparkan kaki ke atas (kuda). II. sipauk, sej burung hantu.

Paung, payung cina, istilah Batak ialah saong.

Pauseang, pemberian, kebanyakan terdiri dari sebidang tanah yang diberikan ayah kepada puterinya yang kawin; pada orang-orang kaya hal ini adalah penting sekali dalam hal mana pengantin laki-laki hampir seluruh mas kawin dengan jalan ini diterima kembali.

Paut, mamaut, mengikat; tali papaut, tali untuk mengikat sesuatu; P.B.: tali papaut tali panggongan, taripar laut tinanda rupa ni dongan, tali simpul tali ketat, biar seberang laut namun kawan tetap ingat.

Pe, I. pun, juga, bahkan; didok ho pe songon i, jika engkau bicara begitu juga; raja i pe ndang olo, juga raja itu tidak mau; nuaeng pe, sekarang pun; songon i pe pangalahona, walaupun demikian halnya; atik pe, agan pe, walaupun, meskipun, sekalipun; i pe, itupun, barusan, oleh sebab itulah; on pe, inipun jadi, demikian; dung pe…asa, barulah, sesudah itu maka; dung pe ro donganna asa borhat ibana, baru setelah temannya datang, ia baru berangkat; i pe asa huboto, baru sekaranglah saya tahu; nuaeng pe asa huida ho, baru sekaranglah engkau kulihat; nang pe, walaupun, sungguhpun; ia…pe, walaupun; manang didia pe, dimanapun juga; manang ise pe, siapapun juga; pe…pe, baik…maupun; tu siamun pe taho, tu hambirang pe taho, baik ke kanan maupun ke kiri adalah baik; baoa pe, boruboru pe, baik laki-laki maupun wanita. II. menunjuk waktu mendatang; ro pe ahu, saya akan datang; huingot pe, saya akan ingat; marsogot pe, besok.

Pea, dataran rendah, rata, datar, lembab; tano pea, tanah datar; sering dihubungkan dengan nama daerah: Hutapea, Pea raja, Pea na jagar, Pea Talun dll.

Peak, terbaring, terletak, tertidur, tergeletak; marpeahan, bergeletakan, berletakan disekeliling mengenai benda-benda atau orang; peak roha, rendah hati; mameakhon, meletakkan, membaringkan; papeakhon, idem; dipampeakhon, semua digeletakkan, semua dibaringkan; mameakhon uhum, menjatuhkan hukum, mengadili; mameakhon rujiruji, meletakkan kayu-kayu hitung yaitu memperhitungkan; hapeahan, tempat dimana sesuatu terletak; parpeak, bagaimana letaknya sesuatu, letaknya. Peam, terbiasa; papeam, membiasakan (dirinya); somalna do peamna, lambat laun orang akan menjadi biasa juga, karena terbiasa jadi kerasan; mameami (dipeami), membiasakan.

Pear = parar.

Pedan, teman, sahabat, kawan, rekan; marpedan, berteman, bersahabat, mempunyai sahabat; peden, panggilan "kawan".

Pede, juling; pede matana, matanya menjuling; simata pede, orang yang juling, simata juling.

Pedem, = podom, tarpedem, ter-tidur, terkantuk-kantuk; papedem, tidurkan, membuat tidur.

Pedor, hilang mengenai barang-barang karena sering dipinjamkan.

Pedu, mamedu, menyimpang, menjungkir, menyeleweng; papeduhon langka, menyingkir, jalan menyimpang.

Pegang = pogang; mamegang, memegang; memegang harajaon, memerintah; pegangan, pemerintahan, penguasaan.

Pege, jahe; mangan pegepege, makan daging dengan upacara sewaktu hendak memulai perang.

Pegol, pegol patna, ia mempunyai kaki tapak kuda.

Pegul, bungkuk; pegulon, bengkok.

heng, peheng rungkungna, kuduknya kaku.

Pehet, =pihit, berhemat-hemat.Pehu, pehu na pitu, dewa-dewa astrologi seperti panggorda na ualu, lamadu na onom, nama-nama ketujuh pehu adalah: artia sanggasti, soma simonang barita, anggara patimosna, muda sampe tua, boraspati pidoras, singkora sunggu sori, samisara sunggu raja.

Pejet, rata mengenai air.

Pek, bdk lepek, mamekhon, memperhatikan, menghiraukan, mencamkan, memperdulikan sesuatu; ndang dipekhon, tidak diperdulikan.

Pele, mamele, umpele, menyajikan, mempersembahkan sajian, kurban kepada dewata atau roh; mamelehon, mempersembahkan sebagai kurban; pelean, persembahan, kurban sajian; mamele begu, memberi persembahan kepada nenek moyang, kepada roh-roh, menyembah roh; sipelebegu, orang kafir, pemuja nenek moyang, penyembah arwah.

Peleng, bdk eleng, serong, mereng, miring, bungkuk; papelengpeleng, memerengkan kepala, menundukkan kepala, menggoyangkan kepala.

Peles, kotak kaleng.

Pelhong, = puhung; marpelhongan, bungkuk, berbengkok-bengkok.

Pellong, buta, beliak mengenai mata.

Pelpel, kecil, hina.

Peltek, marpeltekpeltek, dalam tumpukan-tumpukan kecil, bertebaran, tercecer sedikit-sedikit. Peltok, kata-kata yang menentang suatu keputusan protes; mameltok, dengan kata-kata menentang keputusan, memprotes, berlawanan dengan kata.

Pelut, sulit untuk dibelah mengenai kayu, sulit dipecahkan.

Pen, pena; mata ni pen, pen, mata pena; tangke pen, tangkai pena.

Pendek = pondok, pendek, rendah.

Penepene, piring kayu yang kecil.

Peng, dipenghon, bdk pek.

Penge, pekak, tuli, bengal.

Penggang, pinggang.

Penggeng, kecil menurut umur, lambat tumbuh, sulit berkembang.

Penggupengguon, amat kerdil, kecil dan lemah mengenai tumbuh-tumbuhan.

Pengka, mamengkai, enggan, tidak mau turut; sipamengkai, orang yang menolak, penyegan.

Pengkuk = bengkuk.

Pengkur, bengkok mengenai anggota gerak; marpengkuran, bengkok, berpengkoran.

Pengpeng, kecil, terbelakang mengenai pertumbuhan, lambat tumbuh, bertahan lama.
Pense, = lea.

Peo, batu peo, batu keras yang ada di ladang.

Peok, bunyi ayam bila ia ditangkap.

Peol, bengkok, tidak lurus, terputar, terbalik, peot; mameol, memalik; papeolhon, memutarbalikkan sesuatu; papeol uhum, memutar hukum; sipapeol uhum, hakim yang tidak adil, orang curang.

Peop, mameop, umpeop, memegang, menyimpan, menahan; dipeop roham ma i, camkanlah itu; sipeopon, apa yang disimpan; parpeopan, tempat, tong, bajan dimana sesuatu disimpan.

Peos, mameos, melilit, membelitkan diri.

Pepe, mapepe, terpukul ke tanah mengenai padi disebabkan hujan lebat; rata tertumbang mengenai rambut.

Peper, salah hitung, salah bilang.

Pepes, lunas, selesai.

Perak, = pirak, perak.

Perek, perlahan-lahan menetes mengenai air mata; perek iluna, meleleh air mata.

Perper, mamerper, bergoyang mengenai burung yang bangun; maperper sanggulna, bunga pada rambut atau rambut sendiri digoyang-goyangkan kesana kesini.

Perut, I. mamerut, meminta-minta keropas-kerapis, hal kecil-kecil. II. mamerutmerut, menyelimpat, menyendiri. Pesan, menurun, mundur msl dikatakan mengenai orang yang tidak memperoleh anak, juga mengenai kuasa, derajat seorang raja; hapepesan, kemunduran, kejatuhan, kekendoran.

Pesepese, = posoposo, bayi.

Pesta, perayaan, pesta; marpesta, berpesta; mamestahon, memestakan sesuatu, menghelatkan.

Pestol, pistol.

Pet, sipet, sej burung, lih pehet.

Peta, = hopok.

Petang, poting dengan corot.

Petar, mametar, membetuli, membidik.

Peto, benar.

Petong, sipetong, kepongpong kupu-kupu.

Peus, = baus.

Peut, jatuh karena ada sesuatu yang lepas, terlepas; mameuthon, menjatuhkan, melepaskan; marpeutan, berjatuhan mengenai banyak benda.

Pia, I. pia mata, iri, ingin, kepingin, tergiur. II. piapia, buah pinggang, ginjal.

Piak, I. bola piak, pecah di tengah-tengah, terbelah dua. II. piakpiak, = borakborak.

Pial, mamial, mengebiri.

Piangin, maranti piangin, sej pohon yang menghasilkan kayu bangunan.

Piar, I. mamiari, menampi beras di anduri untuk membersihkannya. II. piarpiar, marpiarpiar, timbul marah, geram dan kekesalan; piarpiar ni murukna, bangkit amarahnya. III. piarpiar, pembungkus tebal yang menutup ruas bambu muda yang jatuh kemudian.

Pias, I. = balga. II. mamias, memikat burung dengan meniru bunyinya; marpias, mengikhtiarkan supaya musuh keluar dengan membuat ribut; mencoba mengetahui pikiran orang dengan memperlakukan diri sebagai temannya.

Pidari, keadaan Batak dahulu kala sewaktu perang merajalela; waktu dimana orang terkuat mempunyai hak.

Pido, hanya dipakai sebagai perpanjangan kata msl alaman parpidoan, jabu parpidoan (And).

Pidom, padam, celaka, binasa, hancur, musnah; pidom ahu, saya binasa; mamidomhon, menghancurkan, membinasakan.

Pidong, burung; pidong rajawali, burung rajawali, burung elang; pidong sigak, sej burung gagak; pidong na mangeat di handang, orang yang tanpa perlindungan, yang tak punya hak.

Pidorang, ancaman, omongan besar.

Pidoras, alat sihir yang membuat orang menjadi kuat dan cekatan. Piga? berapa? ndang piga, tidak berapa, sedikit, tidak banyak; piga na ro i, berapa banyak yang datang itu? berapa yang datang itu? ndang piga dan, tidak lama kemudian, tak berapa lama; papigahon, yang keberapa? papigahon gogom sian donganmu, berapa kelebihan kekuatanmu dari temanmu? papigahon ho, yang keberapakah engkau dari yang kuat; piga hali, berapa kali? papigahalihon, yang keberapa kali; ndang piga hali, tidak sering, tidak selalu, tidak berapa kali.

Pihit, kikir; hemat, cara menetes mengenai jawaban; na pihit, parpihit, orang kikir; hapihiton, kikiran.

Pihot, keras, tegar mengenai tanah liat (lawan: sarge).

Pihul, keseleo mengenai kaki; juga berbelit, dalam arti sembunyi mengenai kata-kata; manihul, berputar; marnapihul hepeng di tangan, tidak ada uang dalam tangan.

Pijom, tuli.

Pijoni, sipijoni, sej eme.

Pijor, mamijor, mematri.

Pikpik, tiruan bunyi amporik, suara burung pipit; marpikpik, mencicit.

Pikul, pikul 62 1/2 kg; mamikul, memikul; pikulan, pikulan.

Pilat, penis, pelir, kemaluan laki-laki.

Pilhot, liat, tangguh, keras, bergumpal msl tanah liat; juga bila orang membuang air besar.

Pili, = pillit; marpili, terpilih; marhapili, memihak; sihapas pili, kapas yang terpilih, nama kuda yang putih sama sekali.

Pilit, tidak kena, salah, diputarbalikkan, bertentangan dengan sifat, tak kena sasaran; pilit di rohangku, tak kena di hatiku, salah menurut pikiranku; pilitpilit, bersalahan; papilithon, menyalahkan, menjalankan ke arah yang lain, mengalihkan sasaran; marlangka pilit, melakukan perbuatan yang salah dalam bidang susila, melacur, bersundal; sipilit, sej tumbuhan yang dipakai sebagai penangkal untuk mengusir hantu (begu).

Pillit, mamillit, memilih; na pinillit, yang terpilih; papillithon tu, meletakkan sesuatu dihadapan seseorang untuk dipilih, memilihkan pada.

Pillot, sempit, terdesak; masipilotan, berasak-asakan, sa-ling mendesak, berdesak-desakan.

Pilngas, terik mengenai panas, sinar matahari, mengenai suara; pilngas ni las ni ari, panas mengenai matahari; mamilngas mata ni ari, terik benar matahari.

Pilo, pilopilo, = balingbaling, kincir-kinciran, baling-baling kecil yang diputar oleh angin dan dipakai untuk mengusir burung; pilopilo ni bagot, tunas pohon bagot yang daun-daunnya berputar sebagai kincir-kincir angin kecil. Pilpil, mamilpil, mengucilkan seseorang dari adat, bdk liplip.

Pilsak, = pinsar, memancar keluar.

Piltik, mamiltik, menjingkat, memetik, membunyikan dengan jari-jari; sampiltik, sepukulan dengan jarijari; mamiltik, melecut, terpencar, jatuh terpencar-pencar; marpiltihan, berhamburan, dibuang msl biji, butir, air; mamiltik hasapi, memainkan hasapi, memetik hasapi.

Pinang, pinang, yang menghasilkan buah pinang yang dikunyah bersama sirih; bola pinang, sewa ladang dalam arti bahwa setengah dari hasil ladang dipakai untuk membayar sewa ladang; mamola pinang, menyewakan ladang dengan cara sebagai tersebut di atas; pabolapinanghon, idem.

Pinangka, = nangka, biji buah pinasa.

Pinasa, sej pohon yang menghasilkan buah nangka, yang buahnya berdaging dan sangat disukai orang untuk dimakan, kayunya yang keras itu dipakai sebagai tiang sopo; bona ni pinasa, tempat lahir nenek moyang, hanya orang kaya yang mau tetap tinggal di tempatnya itu, menanam pohon seperti itu.

Pindan, genap, lengkap; hapipindan, kegenapan, kelengkapan.

Pinjil, terasingkan, sendirian, terpisah dari yang lain, terisolasi, tersendiri; tarpinjil, terpisah, tersendiri karena tersesat; papinjilhon dirina, mengasingkan diri.

Ping, keras; batu ping, batu yang keras; marping roha, tetap hati, tabah hati.

Pinggan, piring, piring porselen; simarpinggan, (ingkau ni hudon), sej tumbuhan; nai pinggan matio, = begu perempuan penghuni mata air, peri.

Pinggil, picu jerat, pemicu; sipinggil, idem; pinggil ni hata, sepatah kata yang menyebabkan pertengkaran besar; maminggil bada, menyebabkan perselisihan, pertengkaran; maminggil, membangkitkan; paminggil = hamisaraan, bdk misara.

Pinggol, telinga, kuping, mata kaitan; pinggol ni harpe, pegangan pada harpe; pinggol ni balanga, kuping belanga; pinggol ni bodil, tempat mesiu pada senapang, juga nama gunung; pinggol ni dalan, tepi jalan, trotoar; marpinggol linta, berpendengaran yang tajam seperti lintah yang dari jauh mendengarkan langkah orang; marpinggol badak, pekek, bengal; paminggol, penguping, seorang yang mengerti arti kata yang dalam, yang membaca antara garis-garis.

Pinggupingguon, berperut gendur mengenai anak-anak kecil yang sakit.

Pingkal, melompat keatas, menyingsing tepi celana atau topi, melekukkan keatas, menghidupkan kembali sesuatu yang telah lampau; mamingkal, menaikkan dengan cepat; mamingkali hata, membangkitkan kembali perkara atau urusan yang telah selesai; pingkal roha, menjadi marah; pingkal ni pusupusu, geram, marah, panas hati.

Pingkir, marpingkir, = mamingkir, berpikir, memikir, menimbang; mamingkiri, memikirkan, menimbang sesuatu; pingkiran, pikiran, pendapat.

Pingkur, bengkok mengenai jari-jari msl karena kekejangan.

Pinggor, bdk mingor.

Pingping, mamingping, memecah batu dengan sepotong besi.

Pining, bdk pinang, pohon pinang, juga buahnya.

Pinjut, maminjut, mengumpul, menumpuk, menyimpan benda-benda kecil.

Pinondang, panondang, kilat, cahaya, pijar; pinondang ni hasahalaon, cahaya kemuliaan, pengaruh kewibawaan.

Pinsala, = sitapitapi, sej burung.

Pinsalang, parau pinsalang, kapal yang cepat berlayar, perahu kencang.

Pinsang, maminsang, menegur agar tidak berbuat lagi, menghukum, memarahi; maminsangi, menghukum seseorang; hona pinsang, dihukum, dimarahi; pinsangpinsang, hukuman; pamingsangon, hal menghukum, cara menghukum, peneguran.

Pinsar, maminsar, memancar, menyemprot, memuncrat.

Pinsir, maminsirhon, mengitung uang logam dengan meletakkannya berbaris-baris.

Pinsur, runcing.

Pinta, maminta, dipakai mengenai untung, yang seolah-olah memanggil manusia yang disukainya (bdk jinou ni tua), meminta, mengingini; dipinta tuana do i, berkat nasib baiknya itu; pininta ni, karena, sebab, berkat dari.

Pintor, = tigor, jujur, lurus, betul, benar, adil; juga: dengan segera, langsung; mamintor, dengan segera, langsung; mamintori,membenarkan; hapintoran, kebenaran, kelurusan, kejujuran; hata pintor, hal yang benar, adil; parpintor, orang yang adil, yang benar, orang jujur.

Pintu, pintu; sahali mamintu, sekali putar mengenai permainan kartu, permainan.

Pinut, tersumbat; maminut, menyumbat.

Pio, mamio, memanggil, mengerahkan, mengundang untuk pesta jamuan; marpio, mengerahkan; piopio, undangan, panggilan.

Piongot, mamiongot, menggigit panasnya matahari, menyengat mengenai serangga.

Piopio, sej burung. Pior, mamior, dengan sej panji-panji berjalan di muka untuk menyemangati orang lain; piorpior, panji-panji.

Piotok = piongot.

Pipi, = bohi, muka, wajah; marrara pipina, mukanya menjadi merah karena kemarahan; tarpipi, menjadi marah.

Pipian, gumpalan untuk gulungan tali.

Pipil, biji-biji yang lepas; mapipil, lepas; mamipili, mengapik biji-biji dari sekam; pipil pusok, sebagai bayi tidak berorangtua, menjadi yatim.

Piping, marpiping = marnginging, berbunyi dalam telinga.

Pipir, lada.

Pipis, I. mamipis, memeras, menggiling, melumati, memipih; pipisan, bilangan Batak yang kecil dalam mana kapas digiling; pamipisan, tempat memipih, menggiling. II. pemikat yang dibuat dari jagung dan bawang.

Pipot, noda, cacat, salah, kesalahan; marpipot, bernoda, bersalah, membuat kesalahan; na so marpipot, tanpa kesalahan, tak bersalah.

Pir, keras, liat, tetap; marpir, mengeras; parroha pir, tegar hati, keras kepala, degil; pir ma tondim, kuat batinmu, panjang umurmu; papirhon, mengeraskan.

Pira, telur; pira ni manuk, telur ayam; na rara ni pira, kuning telur; marpira, bertelur; pirapira, = batubatu, buah pelir.

Pirabun, = pirambon.

Pirak, = perak.

Pirambat, (dari: ambat) alat sihir menyandung kaki musuh.

Pirambon, (dari: rambon) alat sihir mengelabui mata lawan.

Pirang, marpirang, merana, gersang, kering mengenai muka manusia dan tanaman; marpirang, mengering, kering kelihatan.

Pirdot, sej semak.

Piri, I. piripiri, sej ikan. II. piripirion, marah, berang, gusar.

Piring, piring ceper, makanan yang dibawa kepada famili waktu pesta; mamiringhon, mengirim sesuatu kepada orang lain.

Pirok, Sipirok, nama daerah di Angkola.

Piropiro, sej burung.

Pirpir, mamirpirhon, menghamburkan, menggerak-gerakkan se-hingga tetesan bepercikan.

Piruang, (dari: ruang), alat sihir yang membuat peluru senapang menimbulkan banyak luka-luka besar, mencederai musuh.

Piruru, peluru, peluru senapang.

Pis, terpejam, leceh, memandang rendah (sebenarnya: bertutup mengenai mata); pis matana, dia memandang rendah, pandang hina terhadap; manghapishon, menghina orang, memandang seseorang dengan rendah, melecehkan.

Pisak, lap yang diletakkan di antara kedua kaki celana untuk memperkuatnya, pesak, pantat celana.

Pisang, pisang.

Pisar, pecah dan mengeluarkan air, diperas; ditekan sehingga keluar airnya msl cacing; mapisar, memencar keluar dengan memijaknya, pecah terhimpit, lenyet; mamisarhon, memijaknya sedemikian sehingga mengeluarkan cairan, menghimpit hingga gepeng.

Pisat, mamisat, meremas, memijit, mencubit, menekan mati; tarpisat, tertekan, tertindih, dilukai, terjepit; mate tarpisat, mati lemas, mati terjepit; mamisati, menekan sampai mati.

Pisik, I. mapisik, jatuh, hilang, meremah; mamisikhon, memotong, mengerat dalam potongan-potongan kecil; sampisik, sepotong dari benda-benda kecil msl beras, sebutir; papisikhon, memotong, mengerat dalam potongan-potongan kecil, memisahkan beberapa butir; pisikpisik, ampas, remah-remah, butiran remah; tarpisik, jatuh, meremah; dipampisikhon, memotong dalam jumlah besar. II. ganjil, tidak genap.

Piso, pisau; pisopiso, pemberian berupa uang yang diterima keluarga pengantin di waktu nikah, pemberian uang yang diterima seorang raja sebagai tanda bahwa perkara perselisihan telah diselesaikan.

Pispis, mamispis, membasahi, memerciki dengan air; mamispishon, memakai sesuatu untuk memerciki, memercikkan; pispisan, mamispisan, talang atap kemana air hujan menetes, parit pembuangan air hujan atap; pispis ri, sebidang tanah terletak antara hutan dan alang-alang, daerah pinggiran.

Pistar, pintar, pandai, berbudi, arif, cerdik; hapistaran, kepintaran, kecerdikan, budi; parhapistaran, sarjana, cendekiawan; parhapistaran godang, sarjana besar, cerdik, cendekia.

Pistik, mamistik, mereciki dengan jari-jari, memicukan jari; mamistikhon, membuat sesuatu memercik dengan cara ini, membuang sesuatu dengan jari-jari; na pistik uban, mulai beruban, uban mulai muncul.

Pita, murni, bernas mengenai mas, bersih mengenai padi; mamita, membersihkan dengan jalan memilih, memilih; papitahon, membersihkan, memurnikan; sere na pinapita, emas yang telah dibersihkan, dimurnikan.

Pitara = isara, cara, kebiasaan, adat, petunjuk nenek moyang.

Pitik, tercampak, terbuang sehingga letaknya terpisah dari yang lain, tercecer; mamitik, memisahkan diri, menyendiri, kececer; mamatikhon, dilemparkan tersendiri.

Pitis, logam uang (hanya di Angkola dipakai).

Pitola, petola, sej mentimun yang buahnya yang nampaknya dari luar penuh daging, tetapi hanya terdiri dari jaringan serat; sijabut ni pitola, orang munafik, orang pura-pura yaitu: orang menjanjikan sesuatu yang muluk-muluk akan tetapi tidak berisi apa-apa.

Pitonggam, alat sihir yang membuat musuh tertidur.

Pitor, = putor; pitor diida, pening, semua kelihatan berputar-putar msl sebagai akibat dari pukulan; haleon pitor, bala kelaparan yang membuat kepening-peningan.

Pitpit, pejam, tertutup mengenai mata; mamitpit, dalam keadaan tertutup; papitpit mata, menutup mata, katupkan mata; mamitmit maremare, daun palem yang terdapat paling dalam, tunas baru yang belum kembang; marsalasala pitpit, dengan marah sekali dan dengan mata tertutup melambaikan parang disekelilingnya sewaktu pertempuran; membabibuta, mengamuk.

Pitu, tujuh; papituhon, ketujuh; papituhalihon, ketujuh kalinya; saparpitu, sepertujuh; sipahapitu, bulan Batak yang ketujuh; simamitui, mengenai utang: bertambah sampai tujuh kali lipat; uhum simamitui, hukuman ganti rugi sampai tujuh kali lipat yang harus dikenakan.

Pitua, = patua, lih tua II.Pitudar, sej tupai, bajing.

Pitumang, alat sihir yang membuat orang pemarah menjadi manis, ajimat pemanis.

Pitung, buta; mapitung, buta; mamitung, membutakan; papitung, membuat jadi buta.

Pitut, sempit; mapitut, dalam keadaan sempit, ciut.

Piu, mamiu, memilin, memintal msl tali.

Poda, saran, ajaran, pengajaran, nasehat, amanat; mamodai, mengajari, mengajar seseorang, menasehati; mamodahon, mengajarkan sesuatu, menasehatkan; hona poda, diajar; marpoda, memperoleh pelajaran, bernasehat.

Podang, pedang; mata ni podang, baba ni podang, mata pedang; podang sidua baba, pedang bermata dua; dali podang, sej kacang yang besar, kacang kedele besar.

Podi, ndang adong podina, tidak ada gunanya, tidak akan berhasil.

Podo, = poro = dope, masih; na podo, belum.

Podok, mamodok, bergumul, bergelut.

Podom, modom, berbaring, tidur, mengeram; podoman, tempat tidur; bilut podoman, kamar tidur; tarpodom, tertidur, me-ngantuk; papodom, tidurkan, e-ramkan; modomhon (dipodomhon), mengerami; papodompodom jolma, membiarkan orang tidur, seperti dibuat oleh seorang pencuri sebelum ia pergi mencuri; ndang tarpodomhon ahu, = ndang hapodoman ahu, saya tidak bisa tidur atau tenang karena hal itu; halipodoman, kejang otot mengenai anggota gerak badan; sampinodom, permulaan untuk tidur: jam 22.00 (juga: sampimodom dari sampe modom; podompodom, tumbuhan yang daunnya mengatup kalau disentuh; P.B: sahit ni ulu hinapodomhon, sahit ni pat hinahundulhon, pening (sakit kepala) disembuhkan dengan tidur, sakit kaki disembuhkan dengan duduk.

Podu, mamodui, memfitnah, menghujat; hona podu, kena fitnah.

Poga, sej tumbuhan dengan buahnya merah dan terasa asam; hira poga pinulsik matana, matanya merah karena marah; pogapoga, daki kumal, kudis di kepala anak-anak.

Pogang, mamogang, pegang, memegang; ndang hapogangan ho, tidak bisa dikuasai kau, tidak bisa diselesaikan msl kuda, senapang, anak yang manja; songkar pogang, lesplang, papan pemegang kaso.

Pogas, pegas.

Pogi, terlipat, tersungkur, babakbelur; marpogipogi, remuk redam kena hajar; mamogihon, melipat; sipogi, sej semak.

Pogo, mamogo, tidak menyampaikan, menahan atau tidak mengembalikan hak orang msl sesuatu yang dipinjamkan.

Pogong, tertinggal di belakang; boasa pogong ho di, kenapa tertinggal kau disitu? mamogong, menyendiri di belakang.

Pogos, miskin; na pogos, yang miskin; sipogospogos, si miskin; hapogoson, kemiskinan; pogosna i, betapa miskinnya.

Pogu, empedu, pusat; pogu ni alaman, tengah halaman, pusat; pogu ni tataring, tengah tungku dapur; pogu ni tano i, pusat tanah; P.B.: mangido pogu, tarihut ateate, minta empedu, masih ada potongan hati melekat di situ.

Pohan, marga Pohan; sibagot ni pohan, moyang Pohan.

Poho, mamohohon, berpusar, me-mutar.

Pohol, mamoholi, menyapukan pada, menggosokkan, mengusuk; si Poholon, nama desa dekat Tarutung.

Pohonan, I. sej kayu. II. sej adat yang berasal dari nenek moyang.

Pohu, bagian (= jambar); pohuan, = parjambaran; marpohuan, mempunyai bagian.

Pohul, mamohul, menggenggam, mengepal, mengambil sesuatu dengan kepalan tangan dan menekannya msl nasi sewaktu makan, menggenggam; sampohul, segenggam; dan pohul, nama sej cendawan; indahan pinohul, sej sumpah, lih gana.

Pohung, patung berhala (ganaganaan) yang ditempatkan di kebun untuk menolak hantu-hantu jahat.

Pojam, pejam, buta mengenai mata, gelap; pojam ni bulan, bulan gelap, tidak kelihatan mengenai bulan.

Pola, I. = palu, cukup diperlukan, perlu, bahkan; pola do ahu sandiri laho, apakah aku harus pergi sendiri? perlukah saya sendiri yang pergi? ndang pola, tidak perlu, tidak usah; ndang pola sadia, tidak perlu banyak, tak seberapa; pola dipastap ahu, bahkan ia memukul saya, malahan saya ditamparnya; molo pola mate raja i, kalau raja itu harus mati juga; ndatung pola, tidak sekali-kali. II. pola, = tuak.

Polan, = holan.

Polang, sepotong kayu yang diikatkan pada pohon kemenyan untuk dipakai sebagai tangga; sijama polang, orang-orang yang hidup dari hasil pohon kemenyan, pengumpul kemenyan.

Polgak, = mamolgak, menelan bulat-bulat; mamolgahi, menelan bulat-bulat, melahap.

Polha, pulha; si Polha, nama daerah dipantai Utara danau Toba.

Polin, murni, tidak bercampur, bersih; mamolin, bersih, murni, tulen; aek mamolin, air bersih, tidak bercampur; hapolinon, kebersihan, kemurnian, kejernihan.

Pollak, = porlak.

Pollong, tersembunyi, tidak ada jalan keluar, tersumbat; mamollung, menyembunyikan, me-numpatkan.

Pollung, perbincangan, pembicaraan, debat, perkelahian dengan kata-kata, perbantahan sebagai perlawanan; marpollung, berbantah-bantah, berdebat, bertengkar, bersoal jawab.

Polnat, mamolnati, memijak sesuatu, mengenceti.

Polngit, mamolngit, sunyi sekali, sepi; pamolngit, kesunyian di tempat-tempat sunyi, keadaan sepi.

Polngok, duduk tanpa bergerak, tenang tanpa gelisah.

Polong, tepung asam terdiri dari campuran tuak dan timun dan sitrun.

Polpol, tersumbat, tidak dapat mengalir msl pipa; mapolpol, menutup.

Poltak, mulai kelihatan mengenai bulan, terbit; poltak ni bulan, permulaan bulan baru; hapoltahan, Timur.

Poltik, erat, kencang diikat, ketat terikat.

Poltong, tersumbat mengenai tubuh, mentok perasaan; poltong langkana, tidak jadi apa-apa mengenai rencananya, suntuk langkahnya; pamoltong, apa yang menyumbat, apa yang membuat darah jadi beku, penyumbat; hapoltongan, mengelas mengenai darah pada perempuan yang melahirkan anak.

Poltuk, bunyi gemerencih mengenai beras atau jagung yang dipanggang.

Poluk, mamoluk, mengeluarkan sesuatu dengan tangan, mengambil hati-hati dengan tangan.

Polut, = tos, dilepaskan, lepas; polut hosana, ia mati, putus nyawanya; mamolut, melepaskan, memutuskan.

Pompa, pompa; mamompa, memompa.

Pompar, mamompar, mendapat keturunan, berketurunan, mempunyai seseorang sebagai keturunan; pomparan, pinompar, keturunan, bani; na hupompar, keturunanku; marpinompar, diberkati keturunan.

Pompom, mamompomi, mendiamkan, menyuruh agar diam; mate hapompoman, mati tanpa mengatakan apa-apa, mati bungkem, mati tak berpesan.

Pona, mamona, mendiamkan; diponapona, idem.

Pondang, mamondang = marsinondang, bercahaya.

Pondia, buah merah yang dipakai sebagai hiasan kuping; pondia saga, idem.

Ponding, ikat pinggang pakai pelat-pelat emas, ikat pinggang dari mas, ikat pinggang dari perak.

Pondok, I. = pendek, pendek, rendah. II. gubuk, pondok khusus, kedai yang dipasang di jalanan. III. pondok, = babi.

Pondom, kuburan, pendam; mate di pondom, mati sedemikian rupa sehingga tidak dapat terjadi perkara.

Ponggol, penggal, patah, potong, keping, pecahan, bagian, bab; samponggol, sepotong, sebagian, sepenggal; ponggolponggol, keping, pecahan, patah-patahan; marponggolponggol, menurut keping, berpenggal-penggal, berpotong-potong; mamonggoli, memotong, mematahkan; maponggol, patah, pecah; angka ponggol, dipotong dalam banyak potongan, pada patah, patah-patahan.

Pongkal, simpai pada bubu atau tong; mamongkal, menyatukan sesuatu dengan simpai.

Pongkar, I. baji untuk membuka mulut seseorang karena giginya harus dikikir; mamongkar, membuka mulut. II. pongkar, = songkar.

Pongki, sej pohon; P.B.: situmbur ni pongki, parindahanan pansalongan, pir ma tondi, sai ro ma parsamotan, serat pongki jadi sumpit berejeki, panjang umur kiranya, murah rejeki.

Pongkik, mamongkiki, mencekik.

Pongkok = pangkal, pokok, modal.

Pongot, bersusah hati, putus asa.

Pongkuk, mamongkuk, dengan tangan memasukkan nasi ke mulut; sampongkuk, segenggam.

Pongpang, I. menghentikan pertempuran, genjatan senjata; mamongpangi, memaksa genjatan perang kepada duabelah pihak yang berperang; hata pongpang, musyawarah mengenai genjatan senjata. II. pongpang ni horbo, seutas tali yang kuat untuk mengikat kerbau; pongpang ni ninggala, tali untuk mengikat batang pada tenggala.

Poning, mamoning, membuang sesuatu dengan jari-jari.

Ponjal, diinjak-injak keras; mamonjali, menginjaki sesuatu dengan keras, membanting kaki pada sesuatu, menginjak- injak supaya padat.

Ponji, kapok.

Ponjot, sempit, sesak; ponjot huhilala, sesak perasaanku; ponjot rohana, dia merasa dirinya dalam keadaan kesesatan, sesak perasaannya; ponjot hosana, sesak nafasnya, sesak nafas ia; ponjot ulaon, pekerjaan mendesak, sibuk.

Pono, sedih, berat hati, berdukacita.

Ponot, pipa, saluran, leding, kemudi; ponot bulu, pipa bambu.

Ponsa, mamonsa, meneruskan.

Pontas, pentas, sej serambi kecil tempat duduk para raja; pentas kecil yang dipasang dalam rumah untuk memberikan persembahan.

Ponu, penyu.

Popa, pendiam mengenai orang yang jarang berbicara, tetapi kalau ia berbicara, maka apa yang dikatakannya itu adalah berarti; mamopai, mendiamkan.

Popar, mamopar, menghitung; poparan, perhitungan, perkiraan.

Popas, I. mamopashon, menyelesaikan, mengatur laba dan rugi, membuat pas antar keuntungan dan kerugian. II. popas, kail, pancing; mamopas, menangkap ikan dengan pancing; marpopas, mengacaukan seseorang dengan berbagai-bagai cara agar dia tidak bisa berpikir lagi dengan teratur.

Popat, = totap.

Popo, mapopo, terlanda, rebah mengenai padi; mamopoi, membuat jalan di tempat dimana belum ada jalan; popo imbulu, cara mengurut dengan perlahan-lahan sehingga rambut terletak pada kulit.

Por, I. keras, lebat mengenai hujan; udan na por, hujan yang deras sekali; por roha, sangat mengingini sesuatu. II. por, = par: prepiks msl: mardengke, pardengke; diparlehon, diparulos.

Pora, garing, kering mengenai makanan, tembakau, kayu, kerongkongan; rapuh; ama ni pora, sej kayu yang ringan; porapora, ikan-ikan kecil, ikan paitan, ikan tawes.

Poran, keras, tegas mengenai perkataan.

Porang, perang; marporang, berperang, bertempur; mamorangi, memerangi, menjadi kasir pada permainan judi; laho porang, pergi berperang, pergi bertempur; parangan, prajurit, soldadu, angkatan perang.

Porda, gagang pisau, hulu gergaji, tangkai; godang do porda, ndang sadia hulamot, godang do roha, ndang sadia sinamot, tangkai panjang, sedikit tali untuk mengikat sesuatu; cukup kepandaian tetapi tidak ada uang untuk melaksanakannya, artinya: tanpa uang, kepandaian dan kecerdikan juga tidak dapat banyak menolong seseorang.

Pordut, mamordut, menyakiti orang dengan jawaban yang tajam, menantang keras.

Porhas, geledek, petir, guntur yang menyambar; disoro porhas, disambar petir; tubu marporhas, lahir anak kembar yang terdiri dari kedua macam kelamin, dianggap sebagai tanda celaka; siporhas, nama sej tanaman; siporhas pea, sej rumput yang dipakai sebagai penangkal racun; siporhas hau, sej pohon yang kayunya dan daunnya dibuat penangkal (hanya untuk laki-laki, karena perempuan menjadi mandul karenanya); gana siporhas, sej sumpah, lih gana.

Porhis, semut; matemate porhis, begitu cepatnya berjalan sehingga menyebabkan semut mati terinjak oleh karena dia tidak dapat lagi menyingkirkan diri, artinya: terus saja berjalan.

Porhot, kasar, kesat, tidak licin, tidak rata msl tanah waktu musim kering; siporhot, kain dan bunga yang dipasang perempuan di dalam sanggul rambutnya agar kuat; parsiporhotan, belakang kepala.

Poriama, gambar bintang, Pleyaden; bulan pariama, nama bulan yang ke-10.

Poring, sej suhat.

Porjat, mamorjat, memijak. Porlak, kebun, taman; marporlak, berkebun, mempunyai taman; parporlak, pemilik kebun, taman; mamorlak, membuat kebun.

Porman, suci, saleh, sopan, takwa; hapormanon, kesucian, kesalehan.

Pormasan, takaran padi, lih mas.

Pornga, porngapornga, jentik-jentik.

Porngis, tumbuh dengan baik, bermas, padat berisi mengenai padi (juga: porhis).

Poro, I. mamoro, memerah, memeras, memerah air susu; horbo siporoon, kerbau perahan. II. marporo, serak, parau.

Porom, = mamorom, peram, memeram buah-buahan.

Poros, mamoros, menekan hingga padat, peras, memeras; paporosporos, sering diperas dan kuat.

Porot, tersangkut, kesat, sesuatu yang sangkut di kerongkongan; amporotan, sesuatu yang sangkut di kerongkongan, tersekal.

Porpor, maporpor, menabrak sesuatu msl kuda yang lari dan tiba-tiba menabrak seseorang; mamorpori, menginjak-injak sesuatu sampai rusak, mengenai ayam yang menginjak-injak telurnya, yang telah dieram, kalau waktu mengeram sudah lewat; dipaporporhon, = dipatondonghon.

Porsan, mamorsan, memikul, memanggul, menanggung; paporsanhon, menyuruh orang untuk memikul sesuatu; porsanon, beban.

Porsea, percaya, mempercayai (di), menaruh kepercayaan; manghaporseai, menaruh kepercayaan; haporseaon, kepercayaan, iman, keyakinan; haporseaan, yang dapat dipercayai; orang kepercayaan, berpercaya; parhaporseaon, seorang beriman, orang yang mempunyai kepercayaan; parhaporseaon godang, orang yang besar kepercayaannya, orang bertakwa.

Porsili, bdk sili.

Porso, mamorso, menyangkal, mengatakan tidak, mengingkari, membohong, mendusta.

Porsuk, pedih, melarat, sangat menyedihkan, sengsara, merana, menderita, mara; haporsuhon, sengsara, penderitaan, kemeranaan; na porsuk, sengsara, merana, tersiksa; sitaonon na porsuk, penderita yang merana yang sengsara, penanggung derita; paporsukporsukhon, menyiksa, mengganggu, menyengsarakan, menyakiti.

Portibi, dunia, bumi, daerah, negeri; portibion, dunia ini, bumi ini; liat portibi on, seluruh dunia ini, seantero dunia.

Portik, mamortik, mengeluarkan kapur dari tempatnya dengan menokok-nokoknya, menggoncang-goncang agar keluar.

Portu, keras, tidak suka dilawan, penting, cepat; portu las ni ari, matahari membakar. Porus, I. maporus, mengungsi, melarikan diri, lari, terbirit-birit; hapoporus, larinya; haporusan, tempat kemana orang lari, pelarian, perlindungan. II. mamorus, mencuri hasil ladang; pamorus, pencuri padi.

Porut, mamorut, menarik sesuatu dengan tangan, mencabut; porutporut ni saraoal, tali pengikat celana pada pinggul, pengikat kolor.

Pos, tetap, teguh, senang, percaya, tidak bimbang, yakin, sering dihubungkan dengan roha; pos roha, yakin, penuh kepercayaan; pos rohana di ahu, dia percaya saya; pos ni roha, kepercayaan, pengharapan, keyakinan; roha na pos, rasa penuh kepercayaan; manghaposi, mempercayai orang, percaya pada; haposan ni roha, orang yang dipercayai, perlindungan; marpos ni roha, berpengharapan, percaya, berkeyakinan; pos ma roham, percayalah kepadaku, yakinlah kau.

Posa, payah, parah, berat, keras mengenai penyakit.

Posat, mamosat, = pisat.

Posi, pedas, keras, berat, sungguh-sungguh mengenai penyakit, pengadilan, perkataan; posi uhumna, ia keras dalam pendapatnya, dalam hukumnya; hata na posi, perkataan yang keras, kata-kata pedas; timbaho na posi, tembakau yang keras.

Poso, muda; na pos, orang muda, pemuda; haposoon, masa muda; naposo,kenek, bawahan, pesuruh; posoposo, = pesepese, bayi, anak kecil; posoposo ni rusuk, tulang muda di ujung rusuk; mulak poso, kembali muda; tarposo, prematurus melahirkan anak sebelum waktunya, tetapi bayi masih dapat hidup; P.B.: ramba na poso so tubuan lata, angka na poso na so umboto hata, semak muda yang belum tumbuh kecambah, orang muda yang belum paham bicara.

Pospos, Nai Pospos, nama marga.

Potang, petang; potang ari, malam; sipotang, sej cacing yang hidup dalam air.

Pote, = hona; potepote, kena tembak.

Poti, peti; poti marende, harmonium, organ; mamalu poti marende, memainkan harmonium.

Potik, mamotik, memalang, mengunci pintu; potihan ni bodil, picu senapang; potikpotik, tombol, kenop, palang, grendel.

Poting, I. wadah, perian, kendi, tabung bambu untuk menyimpan air. II. poting baliung, puting beliung, angin pusar. III. perangkap pakai senapang otomat yang msl dipasang menangkap harimau.

Potir, dahsyat, parah, mengerikan, keras, hebat mengenai hujan dan bahaya kelaparan (haleon potir).

Potlot, = potelot, pensil.

Potong, sembelih, potong; mamotong, memotong, menyembelih; mamotong hepeng, mengakalkan uang orang untuk membayar hutangnya.

Potos, kikir, tamak, mengaut.

Potpot, lebat, penuh ditumbuhi, rimbun, rapat tumbuhnya; ramba na potpot, penuh dengan rerumputan, semak belukar yang lebat.

Potuk, mamotuk, memukul dengan sesuatu, memukul kepala dengan kepalan tangan.

Pualpualon, berteriak mengenai anak-anak.

Puang, kawan, sobat, suami; marpuang, bersuami, mempunyai suami; pada menyapa: ale puang, o sobat! hai kawan!.

Puar, = tarbege; marpuarpuar, diketahui umum, tersiar luas.

Puas, mengalir keluar, tembus, datang keluar, tersalur; tu dia puas dalan i, kemana tembusnya jalan itu; hapuasan, tempat dimana keluar sesuatu msl air mengalir, tembusan; papuashon, mengeluarkan msl mengucapkan kata-kata; puas roha, merasa senang, sudah tersalur isi hati.

Puasa, I. puasa; marpuasa, berpuasa. II. puasa, bangun, terbuka mengenai mata yang tidur; puasa bintang, nampak banyak bintang, bertabur bintang.

Puaspais, sibuk, tak menentu, menyibukkan diri dengan berjalan kesini kesana.

Pudar, mamudar, memukul dengan kuat, membantingi.

Pudi, belakang, sesudah; di pudi, di belakang; di pudi ni, kata depan: di belakang dari; tu pudi ni, ke belakang, belakangan; parpudi, yang terbelakang, yang terakhir; parpudi sahali, yang terakhir sekali; tarpudi, tinggal di belakang; pangapudian, apa yang datang belakangan, akhirnya, penghabisan, masa depan; umpudi, kemudian, lebih jauh di belakang.

Pudor, marpudorpudor, bengkok, berputar-putar mengenai tali, berputar belit.

Pudun, simpul pada tali; pusat ikatan; mamadun, menyimpul, mengikat simpul; pudun mangolu, jerat, buhul; pudun mate, sipul yang baik; pudun saut, jamuan makan yang diberikan parboru bila dengan sungguh-sungguh membicarakan usul perkawinan dan juga dibicarakan mas kawin.

Pudung, buah dari parira.

Puhot, = jut, dalam kesempitan, tidak tahu jalan keluar, terasa sesak; puhot alusna, dia tidak tahu menjawab, jawabannya tak jelas; puhot dabudabuanna, dia sudah bankrut, gawat ekonominya.

Puhul, mamuhul, melemparkan mengenai benda-benda yang besar; puhulpuhul, benda yang dipakai untuk melempar, alat pelempar.

Puhung, terkepal, bengkok; mamuhung, membungkuk, gilang geliut; mamuhung tangan, membengkokkan lengan.

Puhut, selalu, telaten, tekun; mamuhuti, bekerja selalu dan lambat akan tetapi terus-menerus, menekuni, mengerjakan sedikit demi sedikit dengan sabar, bekerja setahap demi setahap.

Puis, = puas, tersalur, keluar msl ikan keluar dari jala.

Puji, mamuji, memuji; mamujimuji, memujimuji; pujipujian, pujipujian; pamujion, hal memuji, pemujian.

Pukpuk, mapukpuk, sangat letih, capek; mapukpuk, menyibukkan diri dengan sesuatu sampai capeh; dipukpuk udan, hujan membuat dia basah sama sekali; mamukpukhon, menghancurkan mengenai sesuatu untuk mana orang menjadi jaminan; dipukpuk hamusuon, perang membinasakan dia; mamukpuhi, memukuli seseorang; tagonan holiholi mapukpuk sian mata midopidop, lebih baik letih karena kerja daripada miskin.

Pukul, = pungkul.

Pul, letus (bedil), berbunyi mengenai senapang; mulai…., mengenai perselisihan, kerja.

Pula, mamulahon, membuka penutup kepala.

Pulang, kembali dengan tangan hampa; pulang bodari, bdk bodari; pulang sae, habis, sej kutuk; mate ma ho na pulang sae atau juga: pulang buli, mudah-mudahan engkau mati tanpa keturunan.

Pulas, ancaman, guna-guna un-tuk memberitakan perang; pulaspulas, kutukan; mamulasi, membinasakan dengan guna-guna, mengutuki; jea pulas, celaka, ala petaka yang dahsyat sekali.

Puldit, = pillit, Angk.

Pulguk, teronggok, tumpukan; mamulgukhon, membuat bertumpuk-tumpuk, menumpukkan, mengonggokkan, menimbun.

Pulha, = mapulha, jebol ambruk, terban, terbuka, pecah mengenai bendungan, jalan, barisan; mamulha, membuka sesuatu, terjebol.

Puli, perekat, lem, damar, semen, dempul, segala sesuatu yang melekat msl kapur dengan darah; mamuli, merekatkan, mendempul; aek puli, anak sungai Batang Toru.

Pulik, terasing, tidak menggabung, khas, terpisah, istimewa; na pulik marga, orang dari lain marga; papulikhon, mengasingkan, memisahkan, mengistimewakan, menyisihkan.

Puliling, bekas pukulan, tumbukan, sentuhan.

Pullang, membesar karena berisi udara, kembung mengenai mulut; mamullang, mengembungkan, meletus; gogo pullang, sesuatu kekuatan tenaga yang saat ini bekerja tetapi cepat menghilang.

Pullit, keluar, melotot msl isi perut; mamullit, menekan keluar.

Pulo, pulau; angka pulopulo, kepulauan, banyak pulau; pulo tanjung, semenanjung.

Pulogos, sej rotan. Pulos, pintal, pulas, pilin; mamulos, memintal, menggulung msl sigaret; pamulosi, rambu-rambu ulos yang dipintal; pulos rohana, hatinya terhadap seseorang sudah berobah.

Pulpul, = mapulpul, ranggas, meranggas, bdk palpal.

Pulpulan, burung, ayam hutan.

Pulsik, mamulsikhon, mengoyakkan supaya keluar, mengeluarkan; pulsik, keluar karena koyak, muncul; mapulsik, idem.

Pulsit, = pulsik.

Pultak, mapultak, meletus, merekah, pecah; dolok na mapultak, gunung meletus; P.B.: hatana mapultak gambiri, dugul ni patna na so malo hehe, menurut ucapannya dia dapat melakukan segala-galanya tetapi bila sudah tiba waktunya kakinya tidak dapat berdiri yaitu: orang yang bermulut besar, penyombong.

Pultong, = poltong.

Pultop, pecah, meletus, memulai mengenai perang; mamultopi, memulai permusuhan.

Pulu, puluh, puluhan; sampulu, sepuluh; duapulu, duapuluh; sampulusada, sebelas; sampululima, limabelas; pasampuluhalihon, yang kesepuluh kali; pasampululimahon, yang kelimabelas kali; puluan, puluhan; diparsampulu, dibagi sepuluh; sipahasampulu, nama bulan ke-10.

Pulung, I. ramu, terhimpun, terkumpul; mamulung, mengumpulkan, apa cocok satu sama lain; pulungpulungan, sesuatu yang satu sama lain ada hubungannya msl obat, pujaan, ramu-ramuan; pamulung, pengumpul ramu-ramuan. II. pulung, bunga palia.

Pulut, getah, pulut perekat, segala sesuatu yang melekat; marpulut, menangkap burung dengan pulut; mamulut, merekat, mengelem, memulut; sipulut, padi pulut, ketan.

Pun, apa yang tinggal, sisa, restan (bdk bantebante); punna, akhir yang celaka, setelah permulaan yang hebat; juga: apa yang sekurang-kurangnya harus dibuat untuk menghindarkan msl perselisihan atau perang.

Puna, nampuna, empunya; ise nampuna pinahan i, ? siapa yang punya ternak itu? ahu do nampunasa, saya yang punya itu; marnampuna, berpunya.

Pundia, = pandia.

Pundial, benjol, bintik di kulit karena gigitan semut, nyamuk dsb.

Pune, punai.

Pungga, batu asah, batu gosok, seperti ditemukan dalam sungai; mamungga, mengasah, menggosok; guru ni pungga sibanggura ni golanggolang, batu ujian untuk mas tidak boleh ditarok di batu asahan artinya: hal-hal yang tidak boleh dikatakan secara umum.

Punggu, timbunan kecil, onggokan, bendulan.

Punggung, punggung, pantat. Punggur, potongan-potongan ka-yu yang busuk, dahan-dahan kayu yang mati, pentung-pentung; paimaima punggur, madabu, berdiri dibawah pohon dan menunggu suatu bahaya dengan sabar dan tenang.

Pungka, mamungka, memulai; ma-mungka sosor, mendirikan kampung, pemukiman; pamungkaan, permulaan.

Pungkor, penggerek, bor, gurdi; mamungkor, menggurdi, membor.

Pungkul, = mamungkul, pukul, memukul; memperbanyak; pungkul, guli, kelereng mengenai permainan anak-anak; pungkul piga? jam berapa? pungkul tolu, jam tiga; pungkul tonga pitu, jam setengah tujuh.

Pungu, terkumpul, tertumpuk, tidak berserakan; marpungu, berhimpun, berkumpul, berrapat; pungu roha,bulat, satunya pendapat; papunguhon, menghimpun, mengumpulkan, menjumlahkan; parpunguan, perhimpunan, perkumpulan, kumpulan, pertemuan; punguan, timbunan, pengumpulan; papungu roha, menguasai diri, memperhatikan.

Pungus, mamungus, hanya makan sendiri tanpa membagi dengan orang lain; papangan pungus, orang yang sendirian makan yang enak tanpa membagikan dengan orang lain.

Punia, I. hemat-hemat, irit; punia marugasan, sangat menyukai sesuatu; parpuniaon, sikap sayang. II. punu; punia adong, sumpah; punu ahu, ia adong, saya tinggal tanpa keturunan, kalau saya memiliki ini dan itu.

Punil, benjol, bengkak msl karena luka atau suap, penuh dalam mulut yang dari luar kelihatan sebagai benjol.

Punjung, sepi, menyendiri, sendirian, tanpa teman, terasing; mamunjung, menyendiri, mengecualikan, mengasingkan diri; mamunjung rupana, ia elok, cantik sekali; hapunjungan, milik sendiri; juga: apa yang hanya terdapat, terjadi sekali ini, kejarangan, keunikan; P.B.: hata mamunjung hata lalaen, hata na torop sabungan ni hata, kata seseorang adalah kata orang gila, kata orang banyak adalah kata yang menetapkan (Vox Populi, Vox Dei)

Punok, keseleo, salah urat, terputar, terkilir; mamunokhon, meriuhkan, memutar.

Punpun, tertutup mengenai bunga, kuncup, kuntum; mamumpun, menyembunyikan, mengambil untuk diri sendiri; P.B.: dipunpun na salada, dipahembang na salangit, bila disimpan untuk diri sendiri maka ia tetap jadi kecil, kalau diumumkan maka ia akan meluas seperti langit; mamumpun parange ni dongan, jangan terlalu mempersalahkan kelakuan, mendiamkan; punpun ni bada, akhirnya perselisihan; di Debata do punpun ni bada, pada Allahlah akhir sengketa; (= rimpun ni bada); punpun, bergulung mengenai tali; punpun tali pasa, tu tangkingan bodil, tu ruangna pandoit, demikian dikatakan pada perhentian perang: tali yang dipakai untuk mengikat musuh agar digulung, berhenti tembakan semua dimasukkan kedalam tempatnya kembali.

Punsa, ujung tali, pola, model dari ulos ragidup; mamunsa, membuat pola ulos ini; na so marpunsa, kusut, ruwet menyebabkan tidak dapat diketahui mula dan ujung msl cincin, perkara.

Punsahan, awal dan akhir, wujud, makna, jalannya sesuatu; ndang huboto punsahan ni hata i, saya tidak mengetahui baik permulaan maupun akhir perkara itu.

Punsu, pucuk, puncak, ujung, akhir, jalannya sesuatu; punsu ni dolok, puncak gunung; marpunsu, berujung, berpucuk; punsu ni ari, hari terakhir mengenai minggu, bulan, tahun; mamunsu, memancung.

Puntal, mamuntal, memasukkan sesuatu dalam pancung serta mengikatnya msl uang; mamuntali, selalu memikirkan perkelahian.

Puntar, mamuntar, merekah, pecah mengenai bisul, buah yang masak; mapuntar poguna, empedunya pecah artinya ia marah sekali; mamuntar, memeras, memecahkan sesuatu, memijit supaya pecah.

Puntas, mapuntas, robek, pecah mengenai karung dan kulit; mamuntasi, memecahkan; mamuntas patik, melanggar undang-undang.

Puntung, sipuntung, semut (Angk).

Punu, punah, tanpa keturunan, terlebih: anak laki-laki. Pupu, I. mapupu, rontok mengenai rambut atau bulu msl pada kuda yang muda yang bertukar bulu. II. mapupu, = mandatdati (Angk).

Pupuk, ramuan-ramuan untuk obat atau penangkal (pagar) atau pangulubalang dan sihir-sihir lain.

Pupur, habis, dihabiskan; na pupur ne, hampir semua habis; mapupur, terbang dalam jumlah besar; na pupur, orang yang tidak mempunyai keturunan lagi (anak-anaknya) karena semua mati.

Pupus, I. anak dari saudari, keponakan, sebagai kata membujuk; pupus ni tondingku, kekasihku, kesayanganku. II. mamupusi, merampas, mengambil pakaiannya.

Pur, = por, keras, bertiup dengan kencang mengenai angin; alogo na pur, angin yang keras; na pur ma alogo, angin bertambah keras.

Puraga = barani, berani.

Purapura, lepuh; marpurapura, berlepuh msl pada tangan.

Purba, Timur; purba jolma, sej tumbuhan yang bunganya besar dan berwarna merah pucat; purba ni jolma, takdir, nasib manusia, yang ditetapkan oleh tondi (jiwa) sebelum ia lahir dan yang tidak bisa diubah lagi.

Puretek, keretek, gemuruh dalam perut pada penyakit perut, gemertak, gemercik dsb; mamuretek, idem. Purguk, = pulguk; papurgukhon, menumpukkan, membuat bertumpuk.

Purian, tas datu.

Purik, air tajin, air bekas pemasak nasi.

Puringga, marpuringgapuringga, berkeroncong, merajalela, mencakar-cakar msl cacing dalam perut.

Purinting, marpurinting, mempunyai otot yang keras.

Purnama, purnama; singkora purnama, hari ke-13 penanggalan Batak; samisara purnama, hari ke-14 penanggalan Batak.

Purnas, mamurnas, menguatkan, menyegarkan; pamurnas, penguatan, memberi penguatan bagi yang sakit, pemekar, penyegar.

Purngut, keriting mengenai rambut.

Puro, pundi-pundi, kantong tempat uang.

Purotok, mamurotok, gemertak, berdetus, gemeletuk.

Purpar, bdk burbar, berbunyi keras, bergeretak, berdetak-detak; P.B.: purpar pande dorpi laho padimposhon, sip parmihimihim laholaho pasegahon, ribut tukang dinding bikin rapi, diam-diam pendendam bikin rusak; mamurpari, membantingi msl dinding.

Purpur, digoyang, digoncang, diterbangkan angin, terhembus angin; mamurpur, memajangkan kepada angin msl padi supaya diterbangkan angin kulitnya; mamurpurhon, meniup terbangkan; purpur na hodok, berkurang mengenai panas, panasnya menjadi sejuk, menjadi dingin; papurpurhon, menyejukkan, mendinginkan; papurpur sapata, menerbangkan kutuk perbuatan dalam agama yang dipercayai orang bahwa ia berada dalam kutukan ditarok ke burung layang-layang atau kumbang dan diterbangkan; pamurpuri, rempah-rempah (cocok mengusir pe-nyakit); purpur,= sae, dimana tidak tumbuh apa-apa, gersang; pinapurpur, dibuka.

Puru, sej penyakit kulit, patek; puruon, berpenyakit ini.

Purun, = mamurun, membuat api, membakar, memarakkan api; purun, tumpukan kayu belukar yang mau dibakar; pamurunan, tempat sesuatu dibakar, tempat pembakaran, perapian.

Purur, pelor dari tanah liat yang dilemparkan kepada burung untuk mengusirnya; P.B.: bulusan dipangan purpur unang dipangan amporik, lebih baik padi itu dirugikan oleh purpur daripada dimakan perik artinya: lebih baik menderita kerusakan daripada menderita ketidakadilan.

Pus, enyah kau kucing, bunyi untuk mengusir kucing.

Pusa, mamusa, membunuh, menyiksa.

Pusaha, pusaka.

Pusangko = pusaha.

Pusat, pusat, tempat yang terdalam di air, pusaran air, olakan air; dionsop pusat, ditarik ke bawah oleh pusaran air; pamusatan, inti, pusat, kesimpulan, masalah pokok; pusat samudora, landasan samudra di benua bawah (legenda).

Pusia, pusia ni gaja, obat anti impoten.

Pusil, jatuh dari berkas, keluar dari ikatan.

Pusok, I. pusat, pusar, plasenta, titik pusat, bodong; pusokpusok, penyakit perut; dongan sapusok, saudara laki-laki kandung, saudara sekandung. II. sesak mengenai nafas, pendek, berat (sahat tu pusok hosana?); hapusohan, dalam keadaan sesak, kesempitan.

Pusor, pusaran air, berputar; pusoran, ubun-ubun, pusar rambut; marpusorpusor, berpusar mengenai air.

Puspas, berdengung mengenai bunyi batu-batu yang dilemparkan oleh ali-ali.

Puspus, mamuspus, mengerjakan sesuatu dengan rajin dan cepat; sipuspus, guna-guna untuk menghancurkan orang; mandabu sipuspus, memakai guna-guna itu terhadap seseorang.

Pustaha, pustaka, buku diperbuat dari kulit kayu dalam mana dituliskan segala pengetahuan mengenai hadatuon.

Pusu, pusupusu, jantung; dalam arti kiasan: rasa hati = ateate; malambok pusupusu, merasa senang, berhati-hati; malae pusu, idem; maepusu, (dari: mangae pusu) sakit perut; tarpusu, terkena di jantung; parpusupusuan, sekitar jantung, bagian ulu hati; manghapusuhon, membuat sesuatu dengan giat untuk mana orang juga turut menyetujuinya; dihapusuhon rohana, diperkuatnya batinnya; pusu ni roha, dendam, benci.

Pusuk, pucuk, ujung daun palem yang paling dalam, tunas pohon kayu atau tanaman yang berdaun kertas sigaret untuk mana orang suka sekali memakai daun halus; pusuk ni hau, pucuk pohon kayu yang lembek dan muda, tunas; pamusuk, yang terkemuka dalam rapat; pemimpin pengambil kapur Barus.

Pusungpusung, sedapan yang dimakan secara diam-diam tanpa diketahui orang; mamusungi, memperoleh sesuatu tanpa memberikan kepada siapapun msl suaminya.

Pute, mamute, merusakkan, mengoyakkan, mencabik.

Putek, = putik.

Puti, putih, bersih, suci, murni; hambing puti, kambing putih dalam istilah persembahan; puti, sisi dadu dimana hanya terlihat satu mata; orang puti, sekte padri yang semenjak 1885 beberapa kali menyerang tanah Batak; pinggan puti, piring putih (tanpa gambar).

Putik, mamutik, memetik buah-buahan; mamutihi, mengeluarkan tangkai buah-buahan.

Putor, mamutor, putar, memutar; marputorputor, berputar-putar, bolak-balik; putorputor, sesuatu benda atau alat perkakas yang berputar.

Putput, = maputput, patah mengenai bulu, hilang, habis; mamutputi, mencabut bulu burung, mencabuti sampai bersih.

Putung, parputung, orang yang marahnya sulit mereda.

Putus, berakhir, selesai mengenai pertikaian, perlawanan, perkara, masalah, urusan, mati mengenai manusia dan ternak; paputushon, memutuskan.

%d bloggers like this: