Kamus Batak Huruf S


Sa, I. satu, se; (sada) sahoda, seekor kuda; sahali, sekali; na sahorbo, sebesar kerbau; na sa i, sebesar itu. II. ulok sa, ular raksasa. III. suda; nunga sa, sudah cukup, habislah aku pada permainan, sekarang tidak ada lagi taruhanku, aku kalah. IV. sa, cukup, puas, bosan; sa rohana, dia telah bosan, dia sudah muak, jemu; pasahon, mengerjakan sesuatu sampai jemu. V. akhiran sa biasanya dihubungkan dengan kata kerja dan menunjukkan kembali kepada objek; mangalehonsa, memberikannya (benda dsb yang dihunjuk); ndang tarbahensa, ia tidak dapat melakukannya; nampunasa, pemiliknya, yang empunya.

Saba, lahan basah, sawah (lawan hauma tur = ladang); saba langit, sawah yang hanya diairi oleh hujan, sawah tadah hujan.

Sabam, tawakal, sabar, terhibur, senang, tidak mudah putus asa, tabah, teguh batin; sabam rohana, dia merasa senang, senang hatinya, tabah dia; pasabamhon, menghiburkan, menyenangkan hati, menyabarkan, meneguhkan batin; sipasabam roha, yang menghiburkan, penghibur; manghasabamhon, me-rasa senang dengan, gemar dengan, berpasrah, menerima sesuatu dengan tawakal, dengan tabah.

Saban, saban ari, = ganup ari.

Sabang, persambungan kayu dalam hal mana dua balok dihubungkan secara memanjang. Sabar, pagar dari maremare dipasang di dalam air untuk mengusir ikan melalui pagar itu ke dalam jala; manabar, memasang pagar seperti itu, menghalau ikan masuk jala; manabar hata, mengucapkan kata-kata dengan hati-hati, dengan lebih dahulu mengatakan "santabi" untuk menghindarkan segala sesuatu yang dapat menyinggung parasaan orang, minta permisi dengan ucapan "santabi"; saburan, bendungan yang dibangun di danau atau kolam serta menutup jalannya ke luar agar kemudian mencari ikan.

Sabas, puas, menyenangkan.

Sabat, hambatan, halangan, rintangan, kendala; manabati, menghalangi, menghambat, menahan seseorang, merintangi; tarsabat, terhalang, terhambat.

Sabesabe, selendang, hiasan, dandanan, kain (ulos) yang digantungkan pada bahu, kain yang disandang di bahu; marsabesabe, mengenakan kain (ulos) yang digantungkan pada bahu msl sewaktu menari, menyandang selendang; sabesabe ni hata, hiasan pada pidato, basa basi.

Sabi, I. sawi, tanaman kecil yang dimakan sebagai sayur. II. sabi atau sasabi, sabit, arit, pemotong rumput; manabi, memotong dengan sabit; bulan sasabi, bulan sabit; sasabi tur ma dilana manghatai, lidahnya adalah cepat, terburu-buru bagaikan sabit di ladang kering (dimana lebih baik ia memotong seperti di saba). III. sabi, tajam melihat karena benci dan dendam, bringas, , menolak dikatakan mengenai mata: sabi matana.

Sabilang, = sapata (bdk bilang).

Sabor = sabar.

Sabtu = sabtu.

Sabuk, cawat, sabuk; marsabuk, bersabuk, memakai sabuk, bercawat, melilitkan sabuk antara dua paha; diparsabuk (ihurna), menyempitkan ekornya antara dua kaki, dipersabuk ekornya.

Sabul, sinabul, bukti, kata untuk pembelaan; parsinabul, pembela di pengadilan, pengacara, penasehat; bdk abul.

Sabun, sabun.

Sabung, I. manabung, melaga, menyabung ayam jantan atau manusia; marsabung, bertempur, berlaga, berkelahi; panabungon, perkelahian binatang, tempat sabungan ayam; sabungan, ayam jantan, ayam laga; sabungan ni obuk, rambut kepala yang terpanjang; huta sabungan, ibukota. II. sabung, mesiu.

Sabur, berserakan, bertaburan, tercecer, terserak-serak, tertabur; sabur bintang, bintang-bintang dalam jumlah besar terlihat, bintang bertabur; sabur uban, telah mempunyai beberapa uban, uban bertabur; manabur, menabur benih; panabur, penabur; saburon, waktu menabur; panaburi, demikianlah dikatakan mengenai beras yang ditaburkan di belakang mayat; kutukan = sai panaburim ma i, mudah-mudahan itu berarti kematianmu: begitulah diucapkan di belakang seseorang pencuri; panaburi, jampi untuk membuat orang tidur

Sabut, sabut ni harambir, sabut kelapa, kulit luar buah kelapa.

Sada, satu, seorang, tunggal, satu-satunya, sesuatu; sasada, tunggal, sendiri, seorang diri; sasada ibana, dia sendiri, hanya dia; sasadangku, aku sendiri, hanya aku; sasadam, engkau sendiri, hanya kau; sasadasa (sasadana),dia sendiri, hanya dia; nantuari sada, kemarin dulu; na taon sada, dua tahun lewat; sadasada, satu demi satu, satu per satu; sada roha (saroha), sehati, seia, sepakat, dengan suara bulat; sahata saoloan, seia sekata; dongan sahuta, teman sekampung; dongan sabagas, teman serumah; dongan saripe, suami; dongan sabangsa, teman sebangsa; pasadahon, menyatukan; pasadahon roha, membuat supaya sepakat, supaya bersuara bulat, meyatukan pendapat, memutuskan; sada ma roham, ammbillah keputusan; sumada, lebih bersatu padu; marhuta sada, berangkat, bepergian; bulan sipahasada, nama bulan pertama penanggalan Batak; na sada on….na sada an, yang satu….yang lain; marsada ni roha, marsaroha, bersatu padu, seia, sekata; parsadaan, tentang mana orang sepakat, seia, persatuan; ompu parsadaan, leluhur, nenek moyang bersama.

Sadi, mansadi, berhenti; marpansadian, mengaso, berhenti, berakhir.

Sadia, berapa? ndang sadia, tidak banyak, sedikit, tidak seberapa; ndang sadia arga, tidak berapa mahal; sadia argana? berapa harganya?

Sadihari (dari: sadia ari), di waktu mana, kapan? ndang sadihari, tidak cukup itu, tidak ada waktu untuk itu, tidak sempat.

Sadum, sej ulos.

Sae, I. cukup, lampau, sudah, selesai mengenai proses, lunas mengenai hutang; nunga sae, sudah cukup; nunga sae hata i, perkara itu sudah selesai, sudah diputuskan; P.B.: uli pe hata pintor, ulian do hata sae, perkara yang adil itu bagus, tetapi lebih bagus lagi perkara yang sudah selesai; sae utangna, hutangnya sudah lunas, selesai hutangnya; pasaehon, menyelesaikan, membayar, menghabisi; marsae mara, (dari: ndang adong be mara atau malu, kata halus untuk telanjang, bertelanjang. II. tidak dikerjakan, tidak ada pohon-pohon kayu mengenai tanah, bersih dari rerumputan (arti dasar = ias, bersih); pasaehon, membersihkan tanah; sae, juga dikatakan mengenai orang yang sudah kebal (imun) terhadap penyakit menular dan tidak lagi kambuh; saean ngenge, telah pernah dihinggapi penyakit cacar; sae dagingna, mengenai perempuan: ia tidak hamil, mandul; saesaean, tidak bertunangan mengenai anak perempuan yang pernah bertunangan, tetapi sudah bebas dan dapat dipinang lagi, bekas bertunangan sekarang lowong. III. saesae, sej rumput; sae batu, sej pohon yang daunnya lunak. IV. saesae, pertanda bahwa si isteri sudah cerai, ia pergi dengan sanggul saesae ke pekan, siapa yang mengambil sanggul itu menandakan bahwa ia mau mengawininya.

Saelam, sisaelam, lih elam.

Saem, pengganti sesuatu yang diberikan kepada begu, msl kerbau sebagai pengganti orang yang sakit; mangusaem, mausaem, memakai pengganti seperti itu; sumaem, = humophop, sebagai pengganti untuk.

Saemara, telanjang, bugil, lih sae I.

Saep, putus harapan, tumbal, silih, pengalih, tidak mempunyai harapan lagi, sudah lampau, sudah lewat; nunga saep roha, mengetahui dengan pasti; saep ladang, mati haid, mandul rahim, tidak ada harapan lagi beroleh anak, tidak mendapat anak lagi (tidak mempunyai harapan bahwa di ladang, yaitu rahim ibu, akan tumbuh lagi); saep = ulos (And).

Saga, ampang, kecil; sagasaga, sej tulila, harmonika mulut terdiri dari lidah dari hodong yang ditarok di muka mulut dan dengan menariknya menimbulkan getaran, harmonika bambu.

Sagak, padi, yang tumbuh lagi dari tunggul jerami, tunas yang tumbuh sesudah panen.

Sagal = mahap; sagal mangan juhut, sangat kenyang, puas, sabas (makan daging).

Sagala, semua, segala dalam bahasa datu; nama marga.

Sagan, saganon, bongkah-bongkah, potongan-potongan kayu api yang besar-besar yang dibakar untuk seorang ibu yang baru bersalin supaya ia tetap panas; P.B: unang pos roham marhalangulu saganon, janganlah berlaku semberono dengan memakai potongan kayu api sebagai bantal, mungkin kayu api itu terbakar, dan membakar engkau, artinya: janganlah membuat seseorang menjadi sahabat yang dapat merugikan engkau, jangan bersandar pada orang yang tak beres.

Sagang, tidak ada di kampung, senggang, kosong, sepi; sagang ari, kesatuan, penentuan waktu: pukul 10 pagi di waktu mana mungkin tidak ada orang di dalam kampung; sagang borngin, pukul 11 malam di waktu mana orang tidak berada di luar; di sagangsagang ni ari, pada waktu tidak ada orang dalam kampung karena semua bekerja di luar kampung, di senggang-senggang hari.

Sage, mansage, menyebarkan jerami di ladang agar dipakai sebagai alas padi yang mau ditebah.

Sagi, dibagi; marsagi (diparsagi), membagi dengan baik sehingga yang satu tidak menerima segala sesuatu yang baik dan yang lain segala sesuatu yang jelek; managihon, membagi-bagikan, membagi atau menyusun dengan baik sehingga berkumpul yang sama sifatnya, memberikan kepada setiap orang apa ia berhak menerima, masing-masing diletakkan di tempatnya; pasagihon, membagi-bagikan msl pekerjaan; sagisagian ni pinahan, bermacam-macam ternak; masipasagian, membagi-bagi antara sesama mereka; marga sagisagian, dari setiap marga ada yang hadir; sagi, sudut, segi, siku; si opat sagi, empat segi, empat siku.

Sagu, sago, sumsum, tepung tanam-tanaman yang mengandung sagu (rumbia arrouroot dsb); sagu ni tano, kekuatan tanah; sagusagu, kue-kue dari tepung yang diuapi, suatu sedapan yang disukai orang Batak; panagunaguan, daun dalam mana sagusagu itu dibungkus, pembuatan kue sago.

Saguman, semua, masing-masing.

Sahal, tajam, pedas mengenai citarasa, tajam, menusuk rasanya.

Sahala, kemuliaan, kharisma, hikmat, kesaktian, wibawa, kebesaran otoritas, penuh kesaktian; marsahala, mempunyai kemuliaan, kebesaran, otoritas; ndang marsahala ibana mangarajai, tak berwibawa dia memerintah.

Sahan, tabung tuak, tanduk tempat minuman dari mana datu menuangkan sesuatu pemberian dengan menuangkan tuak melalui ujungnya; manahan, menuangkan tuak dari tanduk ke dalam mulut, menuang air ke dalam mulut.

Sahap, cap, meterai, stempel, segel; manahapi, mencapkan, memateraikan, mensahkan, menobatkan.

Sahat, I. tiba, sampai, selesai, terwujud, diserahkan; pasahathon, menyampaikan, menyerahkan; pasahathon daung, = manggondanghon daung; hasahatan, alamat yang di tuju, tempat penyampaian, alamat, tujuan ; hasahatan ni manuk, isi perut ayam dekat perut besar; pamahatan, orang kepada siapa sesuatu disampaikan, kepada siapa sesuatu dikirim; hujur panahatan, denda yang diberikan seorang lelaki yang melarikan seorang anak perempuan kepada pihak perempuan sebagai bukti bahwa ia mau membayar segala sesuatu; hasasahat, kedatangan, penyerahan, sampainya; pasahathon pelean, memberikan persembahan kepada roh-roh yang berhak menerima, menyerahkan sajian. II. sahaton, sakit pada kaki yang dianggap sebagai tanda sakit kusta; manahat, menyakitkan kaki orang dengan sihir dengan jalan menyihiri jejaknya; disahat begu, kakinya dibuat sakit oleh begu.

Sahe, I. manahei, membagi-bagi dalam potongan-potongan, dipotong berkerat-kerat mengenai binatang yang dipotong. II. marsahe, bersetubuh mengenai binatang; hoda marsahe, kuda bastar, keledai.

Sahiri, tikus.

Sahit, sakit, penyakit; sahit bali, penyakit menular; marsahit, sakit, menderita, mengidap penyakit; sahitan, idem; parsahitan, penyakit, keadaan sakit; panahit, dalam arti sembunyi: cacing dalam usus, mempunyai cacing; manahiti, menyakiti, membuat seseorang sakit, msl dikatakan mengenai begu; na sinahitan ni begu, sakit dibuat begu (menurut anggapan orang Batak kuno semua penyakit menular disebabkan begu).

Sahor, tak selera, tidak enak mengenai citarasa, tajam, rasanya menggigit.

Sai, I. selalu saja, sama sekali, tidak dapat tidak, terus-terusan; sai dialo do ahu, selalu dia melawan saya; sai manjua do raja i, raja itu tetap menolak; sai mulak do sahit i, penyakit itu selalu kambuh; na sai leleng, sudah lama; na sai laon, dahulu, sebelumnya; na sai laon, sangat sulit (bdk mansai, sangat). II. kata depan ditarok di depan imperatif dan optatif, semoga, kiranya, mudah-mudahan; sai ro ma ho, datanglah; sai saut ma tahim, mudah-mudahan rencanamu terwujud; sai tubu ma torop anakmu, semoga anda mendapat banyak anak lelaki; sai dao ma begu, semoga jauh penyakit; "sai" ini sering terdapat pada permulaan doa.

Saing, persaingan, percekcokan, perlawanan; marsaing, berkelahi, berjuang; pasaing, saling berkelahi, atas mengatasi, dalam keadaan bersaing.

Sait, gigi runcing, taring pada manusia dan binatang; marsait, bertaring msl kuda; saitan, cantelan, kait besi pada pelana kuda beban; sait ni porhas, batu runcing, sinar kilat; sait ni huta, nama daerah di Silindung.

Saksak, I. putih bersih, putih metah, putih sekali sehingga menyilaukan mata. II. manaksakhon tihas, mengumumkan kesalahan, kekeliruan, membongkar habis cacat orang. Saksi, I. ketenteuan, aturan. II. saksi; manaksihon, menyaksikan.

Sala, I. kesalahan, kekurangan, ketidak adilan, bersalah, dosa, mempunyai kekurangan; sala ho, kau berbuat salah; salangku, itu adalah salahku, saya berbuat salah; manopoti sala, mengakui kesalahan; marsala, melakukan perbuatan salah, salah; sala so, salah oleh sebab ini dan itu tidak ada; sala dohot, salah ikut, salah oleh karena turut melakukannya; singir sala so, denda yang harus dibayar kampung oleh sebab tidak turut berpesta; sumala, lebih salah, lebih keliru; dia salana, apa kekurangannya, apa yang kurang; manalahon, menyalahkan, mempersalahkan dia. II. manalahon, mengingkari, menyangkal, mengelakkan sesuatu; hasalasalaan, denda, hukuman uang dengan mana orang mengakui hutangnya; manala, bersalah.

Salae, kodok kecil yang hidup di pohon kayu, kodok hijau.

Salaga, kayu pada kuk tenggala pada mana patil tergantung, cantelan kuk.

Salaha, duri yang dipasang di pohon buah-buahan agar tidak dapat dipanjat orang, kawat duri keliling pohon agar tak dipanjati.

Salaksak, licin, botak (dari: saksak?); salaksahon, dalam keadaan botak, dalam keadaan gundul.

Salamat, I. tabik, salam (= tabe); salamat pagi, selamat pagi; salamat taon baru, selamat tahun baru; salamat dalan, selamat jalan; salamat tinggal, selamat tingggal (bagi mereka yang tinggal). II. sasaran; marsalamat, menembak sasaran.

Salang, I. marsalang, tidak bertutup, kata yang kurang sopan untuk telanjang; salangsalang, tidak pakai sarung mengenai pisau, pedang, tidak mengenakan pakaian mengenai orang telanjang; teka-teki: jolo marabit asa salangsalang, lebih dulu berpakaian baru telanjang, yaitu bambu yang di waktu bertunas mempunyai pembungkus yang kemudian jatuh. II. salang, malahan, bahkan, sedangkan.

Salaon, tarum, nila, biru seperti nila; marsalaon, kehitam-hitaman mengenai muka.

Salapa, selapa, kotak cerutu, tempat tembakau dari kuningan atau perak.

Salapsap, I. atap rumah Batak yang menjorok ke depan. II. tanduk kerbau yang dipasang di puncak atap.

Sale, manale, mengeringkan di atas perapian, mengeringkan sesuatu dekat api, mengasapi, menganguskan kayu supaya mudah dibawa sebagaimana orang msl membuat butar sebelum membawanya dari hutan ke rumah; salean, rak yang dipasang atas perapian untuk mempercepat keringnya kayu, para-para di atas perapian; sisalesale tarup, yang mengasapi atap, yang nyonya rumah, dia yang memasak. Salempang, selempang, tempat mesiu dari tanduk, tabung mesiu.

Salempong, = sagasaga.

Salendang, selendang, kain yang disandang kaum wanita.

Salenggam, kayu bulat, rol kayu yang dipakai untuk meratakan, beras/padi dalam solup, alat perata isi liter.

Salese, (bdk lese), manalesehon, melunasi hutang, menyelesaikan hutang, mengimpaskan.

Sali, marsali, meminjam, berhutang, menjamin mengenai utang atau benda; pasalihon (dipasali), membantu orang de-ngan memberi jaminan, menghutangkan; parsalian, orang yang memberi pinjaman, kreditor, tempat meminjam; dipasalihon, dipinjamkan, dihutangkan.

Salibon, alis, bulu kening; mengkel salibon, tertawa dengan tidak menggerakkan mulut.

Salik, manalik, menyindir, mengolok, mengucapkan kata-kata yang keji secara sembunyi sehingga orang yang mengucapkan kata-kata itu tidak dapat ditangkap.

Salimbatuk, sej rumput yang harum yang dipakai untuk bahan obat.

Salimbolbol, sembelit; salimbolbolon, menderita penyakit ini, sembelitan, terkena sembelit.

Salimpotpot, kunang-kunang; marsalimpotpot diida, pandangannya berkunang-kunang. Salin, I. manalin, mengganti, mengganti pakaian, mengenakan sesuatu; marsalin, mengenakan pakaian lain, tukar pakaian; sasalin abit, pakaian yang lengkap; mamalin (tu), menterjemahkan ke bahasa lain. II. salin, lain, menonjol kelihatan dalam arti jelek; na sumalin, lain sekali dari seharusnya; sumalin do losokmu sian N., engkau lebih malas daripada N.; mate sumalin, mati sewaktu hamil mengenai perempuan, yaitu: mati tidak dengan hormat, mati tercela.

Salipi, tas dari kulit binatang berantai kuningan dan dibawa dengan tangan; tas bergagang rantai keemasan.

Salisi, selisih, perbedaan; pertengkaran, pertikaian; marsalisi, berbeda, bertengkar, saling berselisih; parsalisian, perselisihan, pertengkaran, perbedaan; parsalision, jampi, yang membuat peluru tidak mengenai sasarannya; manalisi, menjauhi diri; marparsalisian, berbeda, berselisih, bertikai; sadia selisina, berapa selisihnya, berapa perbedaannya.

Salit, sulit, sukar; salit tabaon, sulit untuk ditebang; salit pangkuron, sulit untuk dicangkul.

Sallak, manallak, memarahi, menyapa seseorang dengan suara yang keras, menegor keras, memarahi.

Sallot, = sungkot, tercantel, tersangkut; masipasallotan, sangkut-menyangkut; marsallot-sallot, seperti tangga, menyerupai tangga. Salngam, nyambung, hubungan antara dua balok yang disambung; masisalngaman, saling nyambung.

Salngit, bau, berbau sengit.

Salobat = salohat.

Salohat, suling yang lobang tiupnya ditengah-tengah.

Salohot, sej rumput yang bunganya mudah melekat (lohot); juga sejenis tumbuh-tumbuhan yang dipakai tukang emas untuk menyoldir.

Salong, mansalong, mengutip, memetik daun sayur, mencari sayur, mengambil dari kebun; mansalong hata, mencari kata-kata sedemikian rupa sehingga sulit bagi lawan untuk menjawabnya; martunggu ingkau sinalong, mencari keadilan, dikatakan mengenai paranak yang mengadukan bila isteri anaknya laki-laki lari dengan niat jahat; anak sinalong, seorang anak yang lahir di luar pernihakan resmi; ingkau sinalong, denda yang dibayar oleh ayah kepada suami perempuan yang lari daripadanya sebagai ganti rugi karena tenaga si isteri di kebun telah lama berkekurangan, denda terhadap pelanggaran akad nikah (sebenarnya: sayur yang dipetik).

Salongkap, manalongkap, sangatbau, pengap, bau tengik yang menyengat hidung.

Salongki, seloki.

Salop, hubungan rahang bawah dengan tulang kepala, sendi rahang. Salosap, = gaja lumpat.

Salose, = salese.

Salpu, lewat, lampau, lalu, terlewat; salpu sataon, setelah setahun; dung salpu i, setelah itu; manalpuhon, manalpui, melampaukan, melewatkan, melebih-lebihi, melewati; masalpuhu, melebihi, melewati, kelewat batas; pasalpuhon, membiarkan sesuatu lewat, melewatkan sesuatu; sisalpusalpu langka, pekerjaan atau keadaan dalam hal mana orang terlambat datang; tolu ari salpu, tiga hari yang lampau.

Salsal, I. sej pohon kayu yang getahnya menimbulkan gatal. II. terang, tampak, dapat dilihat, nampak jelas; salsal ni hamonangan, kemenangan, yang jelas: salsal ulina, keelokan, kecantikan umumnya tampak; marsinalsal, umumnya dapat dilihat, cemerlang.

Saludang, bunga pohon aren dan pinang.

Saluksuk, manaluksuk, membubung, lih suksuk II.

Salumbung, sarung yang sudah berjahit (mandar).

Salung, I, manalung roha, memahami seseorang, mengambil hati seseorang. II. = pansung.

Salusu, selusuh, upaya-upaya meringankan penderitaan msl pada kelahiran, pemasungan; salusu ni hata, perkataan yang membuat permintaan diluluskan; salusu ni bodil, saluran yang menghubungkan mesiu dan tempat mesiu. Saluran itu dibuat makin lebar pada arah tempat mesiu, agar api itu dipakai lebih mudah masuk.

Sama, sama, bersama-sama; sama tubu ni namora, mereka bersama-sama adalah anak orang-orang kaya; sama so alit, sama-sama tidak bisa dikalahkan, sama-sama tidak mindir; dongan sam dongan, sesama kawan; marbada isi ni huta i sama nasida, penduduk kampung itu berkelahi sesama mereka.

Samak, kabur, samar-samar, tidak jelas kelihatan, tidak terang, serupa tetapi hanya kira-kira tidak dilihat dengan sungguh-sungguh; samak huida, saya lihat semua samar-samar, sama; manamaknamak, mengganti pakaian, membuat supaya tidak dikenal; pasamakhon, idem.

Samar, I. tarsamar, keracunan, kena racun, tercamar racun. II. ndang marsamari pogosna (hamoraonna), kemiskinannya (kekayaannya) adalah luar biasa, tidak terbandingkan; na pogos so marsamari, sangat miskin tidak terbandingkan.

Sambal, sambal.

Samban, I. penghalang, halangan, ganjal, lintang; so binoto be samban, dia tidak mau ditahan atau dihentikan sewaktu lari cepat; samban bingkolang, lih bingkolang; manamban, melintangi. II. sambansamban, sej sampesampe.

Sambang, I. masa tak berbuah, waktu pohon tidak berbuah; sambang ni parbue ni hau nuaeng, sekarang adalah waktu pohon-pohon kayu tidak berbuah. II. sambangsambang, sej rumput yang melekat. Sambar, tidak menuruti aturan, tidak pada tempatnya, salah, tertukar, palsu, tidak normal; sambar do i di rohangku, menurut tanggapan saya itu adalah salah; marsambar, bertukar, berganti; masipasambaran, saling menukar, campuraduk, tukar menukar.

Sambil, alat penjerat burung, jerat, perangkap; marsambil, memasang jerat; tarsambil, tertangkap oleh jerat, kena jerat, terjerat; parsambilan, nama daerah di Toba.

Sambilan, sembilan (Angk); sambilan deso, sej logam.

Sambilu, sembilu, kulit bambu; kulit tajam bambu untuk memotong tali pusat.

Sambing, hanya, saja, melulu, semata-mata, cuma; ho sambing dihaposi rohangku, engkau saja yang saya percayai; sadari sambing, hanya sehari saja.

Sambok, cambuk, cemeti.

Sambol, manamboli, menyembelih, memotong; tarsambol, kena sembelih, terpotong.

Sambolik, = sambolit.

Sambolit, = sitomu; samboliton, berpenyakit sembelit, khusus mengenai saraf.

Sambong, sahan, baskom, cambung.

Sambor, celaka, buruk, sial, malapetaka mengenai mimpi.

Sambubu, (bdk ambubu), mercu kepala, ubun-ubun; apus-apus sambubu, kekejian, kejahatan, jahanan, jahat, kejahatannya.

Sambulo, tempat asal, tempat dari mana nenek moyang berasal, tanah leluhur.

Sambuk, = sambok.

Samburan, tiba-tiba sangat terkejut, amat terkejut, kaget.

Sambut, I. marsambut, mengambil panjar, membeli atas dasar panjar, persekot. II. manambut, sumambut roha, menyambut, mengusahakan untuk mengambil hatinya.

Same, samai, bibit padi yang siap untuk ditanam, padi yang ditaburkan pada tempat tertentu untuk kelak dipindahkan ke sawah; parsamean, persemaian; P.B.: joloan di pudi songon panamean, yang pertama sering di belakangkan seperti semaian yang mula-mula ditaburkan akan tetapi belakangan menjadi besar karena pemindahannya.

Samir, I. manapiri, merampas pakaian orang. II. samir, apa yang dipakai sebagai penaung msl daun-daun.

Samisara, nama hari ke-tujuh; samisara purnama, nama hari ke-empatbelas; samisara mora turun, nama hari ke-duapuluh satu; samisara bulan mate, nama hari ke-duapuluh delapan.

Samo, biasa, sederhana dalam tindakan dan berpakaian; parsamoan, = hatopan.

Samol, masamol, terendam, berupa bubur, lembek betul ditumbuk; manamolhon, menumbuk sampai lembek betul. Samon, kabur, embun, kabut; samon, kabut, kabur mengenai cahaya.

Samonding, empat helai papan yang mengelilingi dapur (perapian) dalam rumah.

Samot, manamot, mencari harta; mansamot, mencari nafkah, mencari rejeki; sinamot, harta, milik, kekayaan, penghasilan, mahar, mas kawin; pansamotan, panamotan, idem; parsinamot godang, orang kaya; ucapan selamat: tuak na tonggi, bahulbahul pansalongan, di ruma ma tondi, tiur ma ro panamotan, tuak manis dan sumber rejeki, tegarlah jiwa, melimpah nafkah.

Sampak, tersirap, tercampak; sampak mudarna, darahnya mendidih msl pada kejutan tiba-tiba; sapaksampak mudar, darah mengalir ke jantung karena terkejut atau ketakutan; manampakhon jala, mencampakkan jala; sampak aek, mengumumkan perang denga resmi karena menembak di muka kampung musuh; sude disampak, semua diperanginya, semua dilawannya; disampak ngalina do lasna, letih membuat ketenangan, sesudah merugi timbul laba; sampaksampak, penyakit campak, kerena orang yang menderita campak disiram dengan air; tarsampak dengke, sewaktu menimba air dengan tidak sengaja turut ikan terbuang ke dalam air; tarsampak bogas, tertangkap basah secara tiba-tiba.

Sampal, manampal, = maneat (seat).

Sampang, I. masih cukup, ada waktu, sempat; sampang dope huida nasida, saya masih sempat melihat mereka; ndang sampang be, tidak sempat lagi; datu sampang, datu sempalan, bukan dukun professional, hanya bertindak (molo sampang). III. manampang, dinding ditutup dengan sesuatu, mencat dinding; sampang, cat; manampanghon hapur tu dorpi, melapukan kapur di dinding. III. sampang, sej pohon kayu, yang kayunya kuning.

Sampar, epidemi; disoro sampar do huta i, wabah menimpa kampung itu.

Sampat, manampathon, membuang, mencampakkan, melemparkan.

Sampe, sampai, tiba, penuh, genap; sampe tolu bulan, tiga bulan penuh, hingga tiga bulan; sampe modom (sampimodom), bila semua sudah tidur, jam 10 malam; dolidoli sampe bunga, pemuda yang sudah dewasa, perjaka dewasa; hasampaean, kedatangan, kesampaian; sampe tua, uang atau kain yang diberikan para undangan sewaktu meresmikan penempatan rumah; sampesampe, kain berlipat digantungkan pada bahu, selendang.

Sampiar, manampiar, menangis kuat, meraung.

Sampilpil, sej tanaman paku, pakis; P.B.: tubuan sampilpil tano na matolbak, bertumbuh pakis di tanah yang longsor, bagaimanapun kerusakan, selalu ada harapan bertumbuh sesuatu.

Sampilulut, tumbuhan yang getahnya dipakai sebagai pewarna benang tenun. Sampinur, sej pohon cemara, pohon pinus, yang kayunya ber-warna putih; jenis-jenis: sampinur bunga, sampinur tali.

Sampok, cincin yang dipasang pada gagang pisau untuk mengikat pisau dan gagang bersama-sama.

Sampu, begu sampu, roh jahat yang menyebabkan kejang; sampusampu, kejang; sampusampuon, penyakit kejang, penyakit ayan.

Sampur, campur, tercampur, bersanggama, kawin; manampur, mencampurkan msl tuak dengan air; pasampurhon, mengawinkan; ari raya hasampuran, hari persetubuhan, perkawinan; sampur worna, 1. kain (ulos) yang pada polanya terdapat berbagai-bagai warna. 2. nasi yang dibawa para pengunjung janji (borhat janji) kepada orang yang dikunjungi; sampur pandidion, pesta pada pemberian nama kepada anak.

Sampuraga, sej jeruk yang rasanya asam-manis; juga: nama sebuah gunung.

Sampuran (dari: pansuran), air terjun; P.B.: sitahan sampuran na so ra buruk, sihunti dolok na so ra tarhapit, penadah air terjun yang tak kunjung mabuk, menjungjung gunung yang tak terhimpit, artinya: tokoh yang sanggup melawan arus.

Samudora, samudera, nama kerajaan asli dulu di Sumatera Utara. Orang Portugis mengambil nama ini untuk mengebut seluruh Sumatera; pusat samudora, pusat samudera, tempat laut yang paling dalam; jalan masuk ke dunia bawah (legenda).

Samuk, haram, najis, pantang msl daging babi untuk orang yang beragama Islam, pantangan buat orang berdiet; parsaporsamuk, seseorang yang harus menghindarkan sesuatu.

Samun, manamun, menyamun, merampok; panamun, penyamun, perampok.

Sandang, sandang; manandang, menyandang, mengenakan ulos sedemikian rupa sehingga seluruh tubuhnya tertutup bila tidak berpakaian dalam; marsandang, hamil oleh sebab para perempuan sewaktu hamil mengenakan ulos dengan cara ini; sandang odap, menyandang sesuatu dengan melilit pada dada seperti sebuah tas; sandangan podang, penunjuk umur: demikian besarnya sehingga dapat membawa pedang tanpa menyeretnya; disandangodaphon, dibawa sesuatu tergantung pada bahu, membawa seperti odap.

Sandap, = sintap, intap.

Sandar, hinggap, bersandar msl papan yang disandarkan ke dinding; mangunsandar, (bdk mangunsande), bersandar di be-lakang; hasandaran ni begu, medium, orang kepada siapa roh orang mati turun, tempat bersandar atau tempat hinggapnya roh.

Sande, manande, menyokong seseorang, menggunakan dia sebagai penolong untuk bersandar kepadanya; mangunsande, bersandar; pangunsandean, sesuatu pada mana seseorang bersandar, sandaran, tumpuan; bagot sisande bona, pohon enau yang batangnya miring sebelah bawah; sandesande, balok pendek yang menghubungkan pandingdingan dengan atap, pada mana papan dinding bersandar.

Sanding, parsanding, papan-papan yang dipasang di dinding di mana dapat diletakkan segala sesuatu.

Sandiri, sendiri; bdk diri.

Sandok, lih dok I.

Sandu, candu, opium; marsandu, mengisap candu; parsandu, pengisap candu.

Sanduduk, sej pohon, tumbuhan semak (oleander yang liar), senduduk.

Sandura, getah pohon kayu berwarna merah.

Sane, hujur sane, sej lembing yang oleh raja dipakai sebagai perhiasan.

Sanga, I. sempat, kata depan: sampai; sanga dope huida ibana, saya masih sempat melihatnya; sanga tolu hali, sampai tiga kali; sanga pitu borngin, tujuh hari penuh; ndang sanga be, tidak sempat lagi; sanga ma di hasasangana, setelah tiba waktunya; pasanga, sempatkan, berilah waktumu. II. sanga, = manang (Angk). III. sangasanga, periuk kecil untuk memasak sayur.

Sangajo, sengaja; sinangajo, bersengaja.

Sangap, terhormat, berhati mulia, mulia, rajawi, dihormati, patut dihormat, kemuliaan, kebesaran; hasangapon, kehormatan, kemuliaan, derajat tinggi; marsangap, terhormat, berwibawa; pasangaphon, memuliakan, menghormati seseorang; diparsangapi, dimuliakan, dihormati; na sangap, orang mulia, bangsawan; marsisangapi, berbeda dalam kemuliaan, tidak sama mulia.

Sangar, bagian ujung yang lebar, corong yang mengumandang bunyi pada serunai atau terompet.

Sange, semua, terbanyak, tersebar luas, bulat; nunga sange nasida masuk, semuanya mereka sudah masuk.

Sangele, = sanggele.

Sangga, I. manangga, mengabdi, melakukan ibadat; manangga ra-ja, menjamu raja untuk memujinya; pasanggasanggaon, mengabdi. II. = sanga.

Sanggak, I. terheran, tidak berbuat apa-apa karena keheranan. II. besar mengenai kepala kuda.

Sanggal, tarsanggal, terdampar mengenai kapal; hasanggalan ni solu, tempat mendaratkan dan penyimpanan solu.

Sanggalan, bukit antara dua lembah.

Sanggalia, rongga, ruangan yang kosong pada ogung.

Sanggapati, patung dewa yang menyerupai pangulubalang, dengan mana orang hendak memusnahkan musuh.

Sanggar, I. sej rumput pimping; sanggar lahi, sej rumput pimping kecil; sanggar borhu, lih borhu; sumanggar, menjadi keras dan kukuh mengenai bulir padi. II. mananggarnanggar ingkau, memasak sayur bersama garam dan lada dalam air.

Sangge, pundi-pundi yang menyerupai jala kecil.

Sanggele, rintangan, hambatan.

Sanggesangge, I. sej rumput yang tinggi berbau harum. II. potongan-potongan ijuk yang besar.

Sanggirgir, sej rumput yang berduri.

Sanggo, = anggo.

Sanggul, I. sanggul, konde, perhiasan bunga pada rambut; hatetehan sanggul, keguguran; sebenarnya: kejatuhan sanggul; sanggulsanggul ni begu, hiasan bunga sebagai obat terhadap roh-roh jahat; pagar parsanggulan, penangkal bagi orang-orang yang hamil; parsanggulan, kundai, tempat sanggul, belakang kepala (Angk); mananggul, berkundai; parsanggulan, rahang babi bagian atas. II. sanggulan, cacar; marsanggulan, berpenyakit cacar.

Sanggum, pakaian lengkap, segala sesuatu yang berpasangan, anggun.

Sangka, I. trompet yang diperbuat dari tanduk kerbau. II. gulo sangka, gula aren. III. manangka, ndang disangka = ndang dipardulihon.

Sangkak, sangkar, keranjang yang dianyam tempat ayam mengeram; manuk tarhiap tumopot sangkakna dsb, lih rungrung.

Sangkalan, talenan, landasan kayu untuk mencencang daging; manangkalanhon dirina, mengurbankan dirinya menolong seseorang.

Sangkalia, jimat terdiri dari tulang yang dibawa datu, dan diselipkan dalam ikat pinggang.

Sangkam, tepat, akrab, erat, diikat dengan baik, memperlihatkan dirinya secara terang-terangan sebagai kawan; panolai gabe sangkam, wasit menjadi memihak, penengah yang berpihak.

Sangkang, manangkang, memihak, menyebelah, bersikap berat sebelah.

Sangkap, keinginan, rencana, maksud, niat, harapan; sangkap-sangkap ni roha, keinginan, rencana; marsangkap, bermaksud, berencana; sumangkapi, beranganangan, merancangrancang, mengingini sesuatu, ber-kehendak, menentukan; na sinangkap ni roha, keinginan, kerinduan, hasrat; sangkap balik, berputar balik, pemalsuan, pemutarbalikan.

Sangkar, laki-laki (= baoa); laki-laki yang dewasa tetapi belum kawin; marnangkarnangkar, manangkarnangkar hidup sendirian, dalam keadaan tanpa isteri dan tungku sendiri; sangkar ni huta, nama satu daerah di tepi Danau Toba; sangkar so lahi, seorang perempuan yang berkelakuan seperti seorang laki-laki, banci. Sangke, kotak yang dianyam dari rotan, sarung rotan, tempat penyimpanan benda-benda yang berharga; sangke ni ogung, sahan tempat gong, sarung gong; sangke ni pinggan, sarung pinggan; manangke, meletakkan sesuatu ke dalam sahan seperti itu, menyimpan dalam sarung rotan.

Sangketo, = sangketa, sengketa, pertengkaran, perselisihan; parsangketoan, idem; marsangketo, bersengketa, berperkara, bertikai.

Sangkil, I. = lobi, lebih dari, kebanyakan. II. sisangkil, kedipan mata yang berkelebihan kepada seseorang, sesuatu yang baik tetapi akhirnya tidak diberikan, bersifat pamer tanpa mau memberikan.

Sangkilik, kutu kerbau; juga: golanggolang, yang diikat sebagai hiasan pada hajut.

Sangkohok, sukar, sulit.

Sangkop, tudung periuk, tutup periuk, kuali (bdk langkop); pardahandahan di sangkop, perempuan kikir yang masak sedikit; manangkopi, menutupi, menudungi.

Sangkot, kecantol, sangkut, terikat, terkait, tersangkut, tinggal tergantung-gantung, tergantung; manangkothon, menggantungkan, menyangkutkan, mencantelkan; dipansangkothon, menyangkutkan dalam jumlah besar; sangkotan, hanger, cantelan, sangkutan msl paku; sisangkot, bisa, yang diolah dari mise ni babiat dan pogu ni gompul. Sangkut, manangkut, menyangkutkan; sangkut, pengait, ka-it, gancu; nunga sangkut hatana, kata-katanya tersendat, tidak jelas.

Sangsang, masakan daging babi, dicincang halus dan dimasak dengan darahnya.

Sangse, berkeliaran, dicampakkan mengenai kapal di laut, tersesat, terombang-ambing.

Sangsi, manangsi, menentukan, menetapkan, menyita; tano na sinangsi, daerah dimana tidak boleh berperang; ari na sinangsi, hari yang ditetapkan tidak boleh perang, genjatan senjata; bdk juga: saksi.

Sangsing, anjing yang bertelinga panjang dan terkulai.

Saniang, boru saniang naga, nama dewi yang hidup di air, saudara perempuan dari Batara guru; terhadapnya orang memuja air.

Sanihe, = ragian.

Sansan, masansan, koyak, cabik, robek mengenai pakaian; manansanhon, mengoyakkan, merobekkan, mencabikkan.

Sansar, manansar, mencacar, menyuntik; tungkang sansar, mantri cacar, juru suntik.

Santabi, ucapan hormat: maaf, permisi, lih tabi.

Santan, santan, minyak kelapa; na sinantan, sesuatu yang dimasak dengan santan.

Santi, santisanti, sesajen, kurban, persembahan terdiri dari dahanon, gambir, gambiri, sirih dan telur ayam; marsanti, merayakan pesta persembahan yang besar dan yang diadakan oleh horja; santi rea, pesta yang luar biasa besarnya msl diadakan bila roh nenek moyang akan ditingkatkan menjadi sombaon; marsanti balatuk, berkumpul, berapat dalam mana semua orang yang ada kaitannya harus datang; mananti, membawa persembahan.

Santik, = loting; manantik, menyalakan api, batu api, memantik, menggesek batu agar berapi; manantikhon, membuat api dengan pemantik api; santik parbinegeanna (parnidaanna), dia mendengar, (melihat) sedikit, tidak tajam pendengarannya, kabur penglihatannya.

Santua, tikus.

Santun, berbudi bahasa, beradap, sopan.

Santung, I. jantung pisang; santungan, tandan pisang; sasantungan, setandan pisang. II. santungsantung, menjulang, ujung atap yang menjulang di muka ruma, berlintangan.

Sao, sauh, jangkar; tali sao, rantai jangkar.

Saoan, cawan, mangkok besar, dari mana orang minum.

Saok, manaok, menggonseng, memanggang sesuatu.

Saonari, sekarang.

Saong, tudung, naung, payung yang dianyam dari daun pandan, berbentuk atap kecil; juga daun yang dipakai sebagai tudung; saong jegak, payung dari pandan yang dapat digulung; saong tamba, payung yang lebar yang dipakai para perempuan sewaktu bekerja di ladang; saong boruboru, saong lompit, idem; marsaongsaong, menutup kepala dengan ulos tetapi muka masih nampak; udan na so hasaongan, hujan deras terhadap mana payung tidak dapat menolong, hujan lebat; P.B.: udan na so hasaongan, alogo so hapudian, hujan terhadap mana payung tidak dapat menolong, angin terhadap mana tidak ada tudung yang menahannya, artinya sesuatu terhadap mana tidak dapat diberi pertolongan, terhadap mana orang tidak dapat berbuat apa-apa; diparsaong (pinarsaong), memakai sesuatu sebagai tudung, msl daun pisang yang lebar, ditudungkan.

Saop, = abit (And), segala sesuatu yang dikenakan pada tubuh.

Saor, bercampur, mencampur, membaur, bergaul, bersatu, gabung, kawin; manaorhon, mencampurkan sesuatu; pasaorhon, mencampurkan, menghubungkan satu sama lain; parsaoran, pencampuran, pergaulan; ruhut parsaoran, aturan pergaulan, penghidupan sosial; hasaoran, hal bersatu, percampuran; na tonggi saor na paet, yang manis dan yang pahit dicampur; saor arsak, bercampur susah hati, campur sedih.

Saotik, lih otik.

Sap, berlumuran, belepotan, dikotori, tercemar; sap gambo, dilumuri lumpur; sap mudar, dilumuri darah, berlumur darah.

Sapa, I. capah, piring kayu. II. terwujud mengenai mimpi buruk sehingga orang tidak usah takut lagi.

Sapadang, sej sorgum yang bijinya kelihatan seperti benih padang dan diperbuat jadi lampet.

Sapal, sapalsapal ni ulaon, pekerjaan yang paling kotor atau yang paling keji dipakai sebagai cercaan, limbah kerja.

Sapala, = molo pala, kepalang, mumpung, bila sekali sudah, bila sudah sampai sedemikian sehingga; sapala na pinungka ingkon sidung, bila sudah memulai dengan sesuatu, haruslah itu diselesaikan.

Sapang, manapangi, menahan sesuatu dalam perjalanan.

Sapata, kutukan kualat yang letak kepada seseorang karena kejahatan yang dilakukannya; marsapata tu ho ma i, kutukannya akan jatuh pada engkau; hona sapata, kena kutuk, terkutuk, terkena hukum karma; papurpur sapata, lih purpur.

Sapi, mirip, serupa, hal kecokcokan, irama; sapi (tu), mirip pada, sesuai; sapi goar nasida, nama mereka adalah sesuai msl pada orang-orang yang bertunangan, yang namanya diperiksa oleh datu apakah di antara nama mereka ada persesuaian atau tidak; pasapihon, membuat serupa, menyesuaikan, menalakan alat bunyi-bunyian; pasapihon hata, membuat kata-kata supaya berirama.

Sapiri, kalau, jika, bilamana, dipakai pada sumpah; sapiri hubuat, bila saya mengambil sumpah itu, saya akan kena kutuk; masapiri, = disipirihon, bersumpah.

Sapor, ijuk yang dipakai sebagai penutup tong, tempat menyimpan tuak, sewaktu menuangkan, tuak itu melalui ijuk itu seolah-olah melalui saringan, ijuk, penyaring tuak.

Saporti, = songon.

Sapot, kelat, tajam, asam mengenai citarasa; sapot nipi, mimpi yang meramalkan sesuatu celaka, mimpi buruk, menyakiti.

Sapsap, I. curam mengenai bukit; sapsap bire, tebing yang curam, terjal. II. manapsap, memotong msl telinga pencuri.

Sapu, I. sapu; manapu, menyapu. II. berlumur (= sap); marsapu mudar, berlumur darah; P.B.: anak ni datu marsapusapu taoar, anak ni naduma margulugulu indahan, anak datu dapat melapui dirinya dengan obat, anak orang kaya mengguling-guling dirinya dalam nasi, karena mereka mempunyai itu; manapu dohot, menyapu, melumas dengan sesuatu; disapu orbuk bohina, penuh debu mukanya.

Saput, kain pembungkus orang mati; saputsaput, pembungkus, bungkusan, sampul; manaputi, membungkus, menyelaputi; saputan, bungkusan kecil, paket.

Sar, tersiar, tersebar luas, terberita, diketahui mengenai desas desus; sar dibege, dia dengar pemberitahuan itu, berita tentang itu.

Sara, berserak, bertaburan, terhambur; marsara, berserak, bertabur; sarasara, sapu yang kasar; manarai, manarahon, menyapu, mengumpulkan dengan sapu.

Sarak, sama rata, tertabur, tersabur, serak; manarakhon, membagi-bagi sama rata; padi di ladang ditanam demikian rupa sehingga semua rata tertanam.

Saraksaruk, kacau, tidak teratur, morat-marit, porak-poranda.

Sarama, marsarama, tergoncang tangan oleh senjata, gerakan yang bergoyang-goyang; manaramahon hujur, mengayunkan lembing; sarama jau, sakratmaut, gerakan terakhir yang dibuat orang yang mau mati, pertarungan maut; saramasarama, sej burung yang kecil.

Sarang, I. sarang serangga, sarang semut; sarangan, idem; sarang banua, sej pohon yang daunnya berbau harum. II. manarang, menangkal hujan, menjauhkan hujan dengan jampi, menghentikan hujan dengan sihir; panarangon, jampi untuk menjauhkan hujan, penangkalan hujan.

Sarangsang, manarangsang, menangkap, menyerang, menerkam.

Saraoal, celana, serual.

Sarapa, sej parsili, gambaran orang yang dibuat dari batang pisang secara kasar dan dibawa keluar sebagai orang mati untuk menggantikan orang sakit.

Sarat, manarat, menyeret, menarik; manaratnarat, idem; manaratnarat hatana, mengatakan sesuatu lantas ia pergi.

Saratna, = asal (Angk).

Sarbe, terlalu panjang menjulur mengenai atap atau rambut; sarbesarbe, rambu-rambu yang menjulur ke bawah, terjulur-julur, terjumbai-jumbai.

Sarbut, I. manarbuti, mencabut, menyentak; sarbut panaili, penglihatan yang marah, cemberut. II. sumarbut, meminjam; sumarbut gade, meminjam sesuatu dari orang untuk diberikan kepada orang lain sebagai gadai.

Sarea, manarea, menyuruh keluar untuk bekerja, mencari nafkah di luar kampung.

Sarendeng, (bdk endeng), miring, landai, hamparan yang sedikit mereng.

Sarge, bertebaran, gembur mengenai tanah, pasir; pasargehon, menggemburkan sesuatu, menyerakkan.

Sargut, I. manargut, banyak. II. = harat (Angk).

Sarhap, 3-5 kayu melintang dari mana gerbang kampung terdiri, beroti yang melintang pada pintu.

Sari, I. terurus, mengurus; ho ma na sari disi, engkaulah mengurusnya, itu adalah urusanmu; manarihon, mengurus, memperdulikan, memperhatikan, memikirkan, mengayomi; pasarisarihon, selalu memikirkan, berupaya mengurus; panarion, urusan, upaya pengurusan. II. sari, encok; sarion, berpenyakit encok. III. marhusari, lih husari.

Saribungbung, sej tanaman.

Saridondon, lumpur, daki yang menebal, kotoran yang pekat, kumal badan, lih dondon.

Sarimatua, lih tua.

Sarimborbor, serangga sibur-sibur, yang keluar dari tanah pada waktu malam dan hanya hidup semalam saja, kelekatu.

Sarindan, benalu, tumbuhan parasit pada pohon-pohon kayu; P.B.: mate unte dibahen sarindan, pohon jeruk mati kerena benalu, artinya: orang asing mempergemuk dirinya atas tanggungan penduduk.

Saring, saringsaring, insang ikan, sirip, rahang ikan; saringsaring mandolok, gema, juga: lobang dalam tanah dalam mana terdapat batu yang mengandung besi (meteor?).

Saringan, saringan, penapis; aek saringan, air yang telah disaring, air saringan.

Saringar, pantulan suara, kumandang, gaung, gema; marsaringar, bergema, bergaung; marsaringar dibagasan pinggol, masih berbunyi di telinga.

Saringgok, sumaringgok, menangis, mengaduh, meraung-raung, meratap ramai-ramai.

Sarintaktak = rintaktak. Sarira, manarira, menyusuri mengenai dukacita, dingin dan kesusahan.

Sarita, sesal; manarita, menyesal; manaritai, menyesali orang; hona sarita, dimarahi, kena marah, kena kritik.

Sarnat, terjatuh, rebah, jatuh dengan keras karena berat, tergeletak.

Saro, pondok kecil, pondok tempat orang menginap di luar; marsaro, mengadakan penjagaan di luar, ronda malam; parsaro, penjaga, peronda, orang yang menjaga; saro Batak, rumah asli Batak; saro gedung, rumah gedong; parsaroan, perkemahan, perhentian, rumah penginapan.

Sarondam, sej ular raksasa yang juga dapat berenang di air; dari: asa (lih sa II) dan rondam.

Sarop, = romba.

Saroso, manaroso, menerkam mengenai binatang buas.

Sarpang, manarpang, menggulung, bergulung; sarampangan, segulungan msl rotan.

Sarsar, I. masarsar, remuk, pecah berkeping-keping, jatuh dalam beberapa potongan; angka sarsar, idem; manarsar, jatuh berpotong-potong, terbuka, kembang msl bunga palem. II. sumarsar, berceraiberai, terpecah-belah; sisumarsar, yang cerai berai, yang tercecer.

Saru, manaru, membuang mimpi buruk dengan melakukan pesta dan kurban. Saruan, besar.

Sarundang, sej bunga.

Sarudung, sej monyet, kera.

Sarulla, sej siala; nama daerah di lembah Batangtoru.

Sarune, serunai, sej klarinet; juga: nafiri; marsarune, meniup alat musik ini; parsarune, orang yang meniup, peniup serunai.

Sarung, sarung pisau; sarung ni pat, kaus kaki; manarungi, membuat sarung; pasarunghon, menyarungkan pisau, memasukkan sesuatu ke dalam sarung; sarung marnaek, sej pohon kayu yang kayunya lembek; sarung hujur, uang yang diberikan seseorang yang dikejar-kejar karena perbuatan jahat kepada para pengejarnya agar perkara itu didamaikan.

Sarungga, obuk sarungga, tokong rambut, seberkas rambut kadang-kadang yang diketemukan di hutan, rambut homang kata orang.

Sarungkap, manarungkap, mengungkapkan, memberitahukan, mengumumkan (bdk ungkap); sarungkapon ni bodil, perang akan memberitahukan, akan menentukan oleh sebab perang dilihat sebagai takhyul; sarungkapon ni raja, ponis raja akan menentukan.

Sarur, menceret, cirit, disentri.

Sarut, manaruti, mencabut rumput dengan gigi mengenai binatang, menggigiti dengan gigi depan, menggerogoti. Sasa, I. masasa, runtuh mengenai tembok, dinding batu, merata mengenai rumput yang diduduki atau padi yang rebah; manasa, merebahkan tumbuh-tumbuhan.II. sasa, sej rotan.

Sasabi, lih sabi.

Sasagun, makanan dari tepung beras, gula dan buah kelapa.

Sasak, marsasak, bunyi gemuruh hujan, menderu mengenai hujan.

Sasap, tulang belikat, bagian bahu; oleh karena tulang belikat ini juga dipakai sebagai cangkul, maka cangkul-cangkul itu juga disebut sasap dengan mana pematang antar sawah-sawah ditandai dan dibersihkan; manasapi, mengikis, membersihkan pematang-pematang dari rerumputan dengan sekop.

Sasi, I. manasi, menyembah, memohon; aha ma husasi tu ho, saya tidak merasa perlu menanya engkau. II= saksi.

Sati, = badia.

Satik, = selep; masisatihan, saling membohongi, saling menuduh secara terselubung, sindir-menyindir.

Saudagar, pedagang, saudagar.

Saudara, darah, sinar muka, wajah berseri, cahaya pada muka orang yang sehat atau orang yang terkemuka, kemuliaan; hehe ma ho saudara ni gurungku, berdirilah kemuliaan guruku (datu); babi na marsaudara, babi yang gemuk yang disembelih pada pesta; saudara adalah juga satu dari ke-7 roh (= tondi) manusia yang sewaktu lahirnya bersama ari-arinya ditanam dan dari sana kadang-kadang mendatanginya untuk memperingatkannya.

Saur, = sahat; saur matua, menjadi, mencapai umur tinggi; saur martatahuak, berkokok dengan kuat mengenai ayam hal mana kadang kala diperlukan pada sihir; dengke saur, (= dengke sahat), ikan yang dipersembahkan supaya mimpi yang baik dapat terwujud; manauri, mengucapkan "saur" sewaktu memberikan selamat, artinya: semoga terwujud (= Amen).

Saut, jadi (lawan: sundat), terlaksana; hata saut, perundingan yang menghasilkan sesuatu; pudun saut, hasil yang dicapai dari suatu masalah; mangan pudun saut, setelah diputuskan masalah maka mereka makan bersama untuk memperkuatnya; parhata saut, orang yang penuh enersinya, yang meneruskan apa yang dihendakinya; pasauthon, meneruskan sesuatu, melaksanakan, menjadikan; manauthon, mengatakan "saut" setelah ucapan selamat (= manauri); mansauti, melaksanakan, mengerjakan.

Sea, (bdk seang), maneahon, sumeahon, membuang sesuatu yang tidak berharga, yang tidak berguna; sumeahon dirina, mencampakkan diri, mengorbankan dirinya, meniadakan diri, membaktikan diri, menyianyiakan diri untuk kepentingan orang lain; siseasea, = sibolong-bolong, apa yang dibuang sebagai tidak berguna; pemberian yang diberikan dari kelebihannya; maneaneahon, memberikan dengan cuma-cuma, tanpa imbalan, menyianyiakan. Seak, sibur, tempurung yang dipakai untuk menimba (= dasar), cangkir, gayung batok.

Seang, terbuang, diboroskan, tertuang, sayang; paseanghon, memboroskan sesuatu; (parhaseang, bdk haseang).

Seat, maneat, memotong, menyembelih, menyayat, mengiris; tarseat, kena potong, kena sayat, tersayat; diseseati = seat; sanseat, sepotong, sekerat; paneatan, berkas pemotongan; juga: potongan, keratan; sumeat bibir, membakar mulut karena bicara tidak hati-hati, terlanjur bicara.

Sebar, manebar hata, mengucapkan kata-kata yang muluk-muluk tetapi tidak berisi, bicara sesumbar.

Sebe, peot bibir, bibir mencong; pasebesebe, sumebesebe, sewaktu berbicara bibir memencong.

Sebur, marsebursebur, bertebaran; bdk sabur.

Sebut, pasebut, hilir mudik, berjalan kian kemari, mundar-mandir; pasimpar pasebut, berjalan bersimpang siur, ramai berjalan kian kemari.

Seda, = sega.

Seder, miring, mencong, serong; seder matana, matanya juling, pandangan matanya mencong.

Sega (= seda), kacau, pecah, rusak; pasegahon, manegai, mansegai, merusakkan, memecahkan, memarahi; (juga: pasedahon, mansedai); sega rohana, ia marah; hasesega, kerusakan, kemarahan; panegai, perusak, pengacau.

Sege, marsege, mengayak, menampi, membersihkan beras; segesege = anduri; juga = monis.

Sego, = sega.

Sehang, kangkang mengenai kaki; pasehanghon pat, mengangkangkan kaki, merenggangkan kaki.

Sehe, sambil memohon, sambil meminta; manehenehe, meminta, memohon, bermohon-mohon.

Sehuk, terkepak tangan, bengkok dan kaku mengenai lengan.

Sekka, seka; sekka tangan, handuk, kain lap tangan.

Seksek, bocor mulut, orang memberitahukan kepada orang segala sesuatu yang dimilikinya.

Selak, tidak nyambung, tidak sesuai, tidak dapat menyatukan diri; manelak, saling menghayut, membuat supaya berkelahi; tarselak, tidak terwujud, terbengkalai, tak terlaksana.

Selasa, ari Selasa, hari Selasa.

Selesele, kertas rombengan, sesuatu yang diberikan sewaktu makan kepada orang-orang yang datang untuk itu.

Selep, selip, cerdik mengenai orang yang di belakang kata-katanya menyembunyikan arti rahasia; parselep, orang yang suka menyelipkan kata-kata, seorang cerdik yang menyusun kata-katanya sedemikian rupa sehingga orang tidak dapat menangkapnya atau dengan sengaja memutar balikkan kata-kata yang diucapkan msl orang katakan: huseat amakki, kupotong tikarku dan dia mau mengertikan: huseat amanghi, kupotong ayahku hal mana diucapkan serupa saja.

Selesele = salapa, tempat sirih.

Selong, mata selong, juling.

Selu, tiba-tiba marah sehingga menyakitkan orang, meledak marah.

Sembat, pengganti, silih (= singkat); marsembat, memberikan pengganti, punya pengganti; manembat, memanjarkan, mendahulukan persekot.

Seme, seme hubege, tidak jelas saya dengar, samar-samar kedengaran; dipasemesemehon hatana, dia menyusun kata-katanya sedemikian rupa sehingga orang ketiga tidak mengerti tujuan kata-kata itu.

Semet, pendek dan padat msl rambut; lombu sisemet, lembu berbulu pendek dan padat; semetsemet, sej semut kecil.

Semo, parsemosemohon hatana, dia bicara kurang jelas, dipersemusemukan bicaranya.

Semok, sulit diperoleh, sulit untuk dicari mengenai benda-benda kecil.

Sempar, = mampar. Semporong, semprong, kaca lampu.

Semsem, tidak penuh betul, kurang penuh.

Semuk, juga: simuk, semok, datang dengan tiba-tiba.

Sen, sen.

Sendal, melekuk keluar, bingkai yang menahan atap; lebih tepat: latlat yang menahan bingkai itu.

Sende, selendang sutera, kain sutera memakai pola ular; sende sihulimat, tali kepala, yang halus; talitali sende, idem; juga: sasende, ular belang.

Senen, ari Senen, hari Senin.

Sengke, sulit ditangani, sulit untuk diperlakukan mengenai orang dan kayu yang dikerjakan; sengke ajaran, sukar untuk dididik; sengke paulion, sulit untuk dikerjakan.

Sengsang, tidak sah, batal, dihapuskan, tidak berlaku me-ngenai undang-undang; manengsang, menghapuskan, memperhentikan, membatalkan, mencabut.

Sengseng, gundah, tidak tetap.

Seno, tajam mengenai mata, tajam pandangan.

Sense, manensenense, menghalai-balaikan kaki, menggeser-geserkan kaki.

Seo, biaya, cukai, bea, pajak, sewa, upeti. Seok, bunyi yang dibuat pedang sewaktu dilayamkan; patuseok, berlayaman, gemerencing pedang.

Seol, sumeolseol, menggoyang-goyang, mengeleng kepala (bdk eol).

Sep, magomago sep, hilang secara perlahan-lahan sampai habis sama sekali.

Sepo, manepo, mengacaukan sesuatu yang telah jelas, membuat sesuatu yang jelas menjadi kabur; diseposepo alusna, atas pertanyaan yang jelas diberi jawaban yang tidak jelas.

Sepsep, = sopsop.

Seput = gogot.

Sera, serasera, kutil-kutil, bonggol, yang kecil pada kulit manusia, buah kutil pinasa, yang sudah membusuk sebelum masak dan menjangkit kepada yang lain; marserasera, berkutil-kutil msl pada lidah; manindang serasera, kedinginan hingga kulit berkutil-kutil, berdiri bulu kulit.

Serak, marserak, berserak; parserahan, berserakan, hal berserak, pertebaran; haserahan, idem.

Serbeng, melihat dengan sudut mata, mengintip dari samping untuk melihat seseorang msl gadis-gadis; mata manerbeng, mata yang mengatakan sesuatu kepada seseorang, mengerling, melirik, main mata.

Sere, I. emas; parserean, kekayaan. II. manerehon, dipotong berkerat-kerat, membagi-bagi.

Serep, dekat tanah, di bawah, rendah hati, tidak angkuh (lawan: ginjang); habang manerep, terbang dekat tanah; serep ni roha, kerendahan hati; haserepon, idem; marserep ni roha, dengan rendah hati; dipaserep rohana, dia merendahkan hatinya; manerepnerep hata, dia berbicara ramah, tetapi sedemikian rupa sehingga kata-katanya berpengaruh, bicaranya merendah.

Seret, cerek, ceret (tempat air).

Serhe, lembut, ramah mengenai kata-kata.

Sernep, mengantuk, lelap, nyenyak tidur.

Serong = detar; saserong, sebesar, destar, surjan.

Serser, manerser, menggesekgesekkan, menggeser kaki sewaktu menginjak padi atau sewaktu menari; panerser ni hata, permulaan pidato; serser, sedikit, tidak berarti; serser parangena, perangainya adalah sedang; P.B.: jolo serser asa tortor, jolo tektek asa gondang, dulu geser kaki baru menari, duluan menata irama baru berdendang, artinya: yang lebih dulu baru yang lain.

Sesa, hapus, terhapus mengenai tulisan seperti tulisan dari papan tulis; diampuni; sesa ahu = apus ahu, saya mau dikutuk; manesa, menghapus, mengampuni; tarsesa, diampuni; hasesaan, pengampunan; pasesahon, mengampunkan; masisesaan dosa, saling mengampuni kesalahan, saling memaafkan.

Sese, I. sej insek yang pada pagi hari memperdengarkan bu-nyi yang resik, jangkrik; manghuling sese, saat sepi sehingga terdengar bunyi insek-insek kecil. II. sasese, segala sesuatu yang dijadikan; ribuan.

Set, cat, pewarna.

Setan = begu; setan ni porhas, cahaya kilat; bodil setan, bedil setan, mengatakan: hapandean ni begu, kecerdikan setan.

Seto, marseto, tidak dapat dimengerti, dipahami, bingung mengenai sesuatu yang tidak dimengerti; marseto ma i, itu saya tidak mengerti, kiamatlah itu.

Seur, serong, msl cara menyeberangi arus sungai.

Si, I. penunjuk nama: si Pintor, si anu; juga pada nama daerah, sungai, gunung dsb: si Lindung, si Geaon, si Tarindak; sibuat na loja, tempat orang beristirahat; siboan barita, sipembawa berita, umumnya "si" menunjukkan orang dengan kata benda; siganjang obuk, yang mempunyai rambut panjang; silas ni roha, gembira, girang; horbo sitingko tanduk, kerbau yang bertanduk bengkok; sipaingot, teguran, nasehat. II. juga prefiks gerundium: sibahenon, apa yang harus dibuat; siboanon, apa yang harus dibawa; muatan; on do sidohononmu, ini yang harus engkau katakan; hata siingoton, kata yang harus diingat. Sia, I. sembilan; pasiahon, ke-sembilan, yang ke-sembilan; sipahasia, nama bulan ke-sembilan; siasia, abjad, sebenarnya: dasar, subtansi, mula-mula; siasia ni tano on, elemen-elemen: elemen bosi, tombaga, perak, simbora, bosi na pir (= platina?), sere, batu (batu permata), burta dsb; dan logam-logam seperti itulah dibuat datu peluru terhadap mana siapapun tidak dapat kebal. II. sej tumbuhan yang daunnya bila dicampur dengan kapur dipakai sebagai obat mata.

Siak, pedas, pedis, tajam msl cabai; maniak, nyeri, pedih karena sakit; maniak butuhangku, perutku menggigit artinya: saya lapar; siak ni bagi, kemiskinan, merana, kemeranaan; marsiak bagi, miskin; pasiaksiakhon, menyakiti, menyiksa.

Sial, orang yang bernasib buruk, tidak mujur, yang sial, yang tidak sedikitpun berhasil; marnasial tanganna manjama, tangan yang sial.

Siala, I. ala. II. silang kecil pada tulisan Batak yang menandakan bunyi "o"; hasialan, idem. III. siala, nama sej tumbuhan yang bunganya dapat dimakan.

Sialabane, nama bagian, jatah, peruntukan, yang berlangsung pada upacara sewaktu menikahkan seorang gadis; sialabane ni na torop, sialabane ni suhut.

Sialak, = singgalak.

Siam, ikan asin yang diimpor dari Siam. Sian, kata depan: dari; sian dia? dari mana? sian huta an, dari kampung itu; sian na so binotomi, dari tempat yang engkau tidak tahu, = karena engkau tidak tahu; pada komperatif: daripada; umpintor do ahu sian ho, saya lebih adil dari pada engkau, lebih jujur dia daripada engkau.

Siang, teduh, reda, terang; buha siang ari, ari fajar, sudah pagi; siang udan, hujan sudah berhenti; hasiangan, cahaya, sinar; olat ni dung huida hasiangan on, semenjak aku melihat cahaya, artinya selama hidupku; hasiangan on, dunia terang ini sebagai lawan tempat orang mati yang gelap.

Siang malam, sej pakaian mahal yang menyerupai sutera.

Siannia galangon = ruma (And).

Siannia tungkolon = sopo (And).

Siap, I. habis, hancur, terkutuk; siap ahu, kutuk, habis aku, hancur kau, saya mau terkutuk; maniaphon, menghancurkan, menghabisi, membinasakan; marsiapsiap bohi, berpura-pura; hasisiap, binasa, kehancuran. II. siap ari, setiap hari; hangoluan siap ari, makanan setiap hari, penghidupan setiap hari, sehari-hari.

Siar, surup, merasuk, turun kemedium mengenai roh (begu) orang yang meninggal, medium ini menjadi tidak sadar dan dari dialah berbicara roh itu; begu siar, roh yang turun, hantu surup, hantu yang merasuk kepada seseorang; siarsiaran, kesurupan, kerasukan roh, kesetanan; hasiaran ni begu, medium yang dihinggapi roh; siar, juga dikatakan terhadap marah atau kebodohan (siar oto tu ibana); paniaran, semua perempuan yang termasuk satu horja oleh sebab pada merekalah dapat hinggap roh nenek moyang hal mana tidak mungkin pada perempuan dari horja lain, isteri, bini (dalam arti umum).

Siarudan, palang penyokong padi agar tidak rebah, juga: kawan, penyokong, penolong.

Siarum, lih arum.

Siat, muat, mendapat tempat, dapat masuk, mengenai perkataan: diterima, diperhatikan; parhata siat, orang yang kata-katanya diterima atau mendapat perhatian; hasiatan, muat, dapat masuk, berlaku; sebagai kata benda: jalan masuk, pintu; pasiathon, membolehkan, mengijinkan, membuat masuk, memberi izin masuk; ndang siat na sai torop, tidak muat sekian banyaknya; manghasiati, mempertimbangkan seseorang sehingga ia tidak terganggu dalam pekerjaannya, memberi peluang agar seseorang tak terganggu kehidupannya.

Sibak, I. tubis ni bulu, rebung bambu (sayur); ingkau sibak, idem. II. sibak = ribak; angka sibak, koyak, robek, terkoyak-koyak; sibaksibak, kain-kain sobekan.

Sibar, rupa, bentuk, sosok; sibar ni sior, busur panah; manibar, menyiapkan sesuatu, memberi bentuk msl kain, sepotong kayu; sibaran, takdir, celaka, nasib yang telah ditetapkan sebelum kelahiran orang; na so sibar, tidak terkira, luar biasa, sangat.

Sibaso, lih baso IV.

Sibit, manibit, mencubit.

Sibong, anting-anting.

Sibor, pusing, pening; dipastap marsiborbor (mariboribor), dipukulnya ia sehingga kepalanya pusing, ditampar dengan amat geram.

Sibuk, daging, jasmani; marsibuk, mempunyai daging, berdaging.

Sibursibur, kulup.

Sida-sida = na soada.

Siding, pasidinghon, memulaukan, menyisihkan, mengelakkan seseorang atau perkara, masalah; pasiding, mengelakkan, menghindari, singkirkan, menepi; dipasiding siding ho do ahu, dijauhjauhinya aku, dikesampingkan aku; siding, jauh, terpencil letaknya; tarpasidding, dapat dielakkan; P.B.: bulung ni bulu diparigatrigat halak, molo soada uhum, dipasidingsiding halak, sidaun bambu dibelahbelah, bila tak berbudi, pasti akan dihindari siapa saja.

Sidir, salah, keliru.

Sido, manido (bdk silo), menyelidik, pergi ke perangkap untuk melihat apakah telah ada yang masuk.

Sidung, (dari: si dung), siap, selesai, akhir; pasidunghon, menyiapkan, menyelesaikan, mengakhiri.

Siga, masiga, cabik, robek, koyak; maniga, merobek; diparsigasiga, mencabik, dirobek-robek.

Sigak, burung gagak, karena bunyi "gak" yang dibuatnya.

Sigat, manigat, membuka untuk meneliti, melihat ke dalam sesuatu; manigati, memeriksa, menyelidiki; sisagatan, sibak rambut, garis yang membelah rambut.

Sige, bambu panjang, yang togok dahannya dibiarkan supaya dapat dipakai sebagai tangga; ndang hasigean, tinggi sehingga tidak ada tangga yang dapat dipakai un-tuk memanjatnya, tidak mampu ditanggai karena tinggi.

Sigop, sigap, tangkas, cepat, lekas; pasigop, mempercepat, cepatkan, percepatlah.

Sigor, air kulit jeruk yang tajam rasanya, yang getir.

Sigulandak, landak; duri landak.

Sigundal, lih gundal.

Sihal, sihalsihal, ganjal periuk, batu pengela.

Sihala, simarsihala, sej tumbuhan menjalar, lengkuas.

Sihalsihal, batu ganjal tungku yang digunakan bila batu tungku terlampau renggang.

Sihap, terbiasa, sigap. Sihar, tegar, ceria, gembira, riang, bersemangat, sering di-hubungkan dengan panaili atau bohi; sihar panailina, dia nampaknya gembira.

Sihat, garis-garis pada telapak tangan, sesisir pisang yang menyerupai tangan, kira-kira 10 s/d 25 biji; manjaha sihat ni tangan, garis-garis tangan darimana dibuat ramalan; manihathon, orang yang mau dibunuh untuk dijadikan pangulubalang mentalkinkan ka-ta-kata yang dia harus melakukannya dengan sungguh-sungguh; panihat, abu orang yang dibunuh dengan cara demikian, juga tondinya; panihat, = pangulubalang.

Sihe, sej rotan yang daunnya dipakai sebagai atap.

Sihil, melengking suara, tinggi, nyaring mengenai suara.

Sihim, buah mallo yang asam rasanya dan dapat dimakan.

Sihir, I. tepat, persis; manihir mata ni ari, matahari berada tepat pada kaki langit. II. manihiri, memeriksa dengan cermat, merayapi.

Sihit, miring; sihit tu siamun, miring, condong sedikit ke kanan; manihiti, menyayat secara berkeping-keping; sansihit, sekeping, sepotong; di-sihiti dagingku, ia menyayatku, aku memperoleh seram kulit karena itu.

Sihol, rasa rindu, kangen, keinginan, kerinduan, keinginan bertemu; masihol, rindu, kepingin, kangen; manghasiholhon, merindukan sesuatu, mengingini, mendambakan; hasihol, tanda mata, kenang-kenangan; daon ni sihol, obat rindu, kenangan, pemberian; sihol rohana, ia rindu, ia ingin.

Sihorsihor, belat, bebat bambu atau kayu, sepotong kayu yang dipakai untuk membidai sendi yang patah; manihornihori, membidai, membelat.

Sihupi, lih hupi.

Sik, bunyi yang dibuat untuk mengusirayam, suara mengusik ayam; manikhon, mengusir,
menghalau.

Sikola, sekolah; anak sikola, anak sekolah, murid sekolah; sikola metmet, sekolah rendah, sekolah dasar; sikola tinggi, perguruan tinggi; parsikolaan, lokal sekolah, kompleks sekolah; marsikola, pergi ke sekolah.

Siksak, berkilat, ada kilat, menerang; siksak hilap, cahaya kilat, sekilas lintas.

Siksik, I. masiksik, = maliklik. II. pasiksik, menarik ke atas, mengangkat ke atas.

Sila, I. sila, gampang lepas msl kapur dari dingding; juga: sulit untuk dicampur; sila aek tu miak, tidak bisa mencampur air dengan minyak. II. sila, daging, yang dibawa oleh parboru pada acara marunjuk. III. marhombang sila, duduk dengan mengikatkan kain (ulos) pada kedua lutut, suatu cara duduk yang sangat disukai, duduk berlipat lutut, duduk bersila.

Silam, Islam, orang beragama Islam; hasilamon, agama Islam,

***
keislaman; masuk silam, menjadi Islam, masuk Islam.

Silang, salib, silang, palang, tongkat-tongkat yang disilangkan sebagai tanda peringatan dan ditarok di jalan; manilang, memperingatkan dengan cara ini; juga: menghindarkan sesuatu, suatu perkara, tidak mau mencampurinya, tidak mau terlibat soal; hau na pinorsilang, silang dari kayu; parsilanghon, menyilangkan, menyalibkan; parsilang, mengelempang, saling bersilang; na si-nilang, terkecuali.

Silap, silap, keliru mengenai perhitungan uang, salah membilang uang; silap pamilangna, dia salah mengira, menghitung.

Silat, tergelincir; tarsilat, tersentuh, terantuk; mangunsilat, membersihkan pantatnya dengan sesuatu.

Silbak, serpih, terserpih, suban, selumbar; masilbak, terbelah; angka silbak, idem; marsilbahan, berpecahan, semua terbelah, serpihan.

Silbit, tersentuh, sebentar disentuh, terjamah; manilbit, menyentuh, menjamah.

Silet, = monsak.

Silgang, masilgang, koyak, retak dan lepas; angka silgang, = idem.

Sili, = sitik, tidak sesuai, tidak cocok; parsilisili songon hoda na heheamon, tidak bertutup bersama-sama, tidak bersatu sebagai rahang kuda yang menguap; parsili, silih, orang-orangan yang dibuat dari batang pisang yang diletakkan oleh dukun di suatu tempat, supaya begu hinggap kesana sebagai pengganti orang yang sakit itu, pemalih.

Silitonga, lih tonga.

Sillak, putih, metah, terang, jernih, cerah.

Sillam, petir, cahaya yang berkelebat di langit, kilat; sumillamsillam, berkilat-kilat.

Silo, silau; siloan mata, silau ke mata yang menyakitkan. II. manilo, = sido, pergi untuk melihat jerat; mansilo, idem. III. silosilo, berang-berang.

Silom, I. = silam. II. sej tanaman.

Silon, sisilon, kuku, kuku jari.

Silopate, geraham bungsu, gigi geraham paling terakhir tumbuhnya.

Silpe (bdk lipe) salah mengucapkan, keseleo lidah waktu berbicara (lapsus linquae).

Silpok, masilpok, patah; masilpok holiholi, tulang patah mengenai anggota tubuh.

Silsil, kemaluan laki-laki, pelir.

Siltak, masiltak, angka siltak, pecah, retak.

Silu, hayo, cepat; haru silu, lekas! segerakan! cepatkanlah! maniluhon, bersegera, mempercepat. Silua, lih dua III.

Silumaksaijur, bibit kandungan, embrio, buah yang belum masak (And) ( bdk langsa).

Silup, = silap.

Sima, sej kuman, bakteri, hama dalam daging manusia; simaon, gatal karena kuman ini (= rintop).

Simalolong, lih lolong II.

Simangot, (juga sumangot), arwah nenek moyang yang dihormati, roh keluarga yang meninggal, roh yang lebih tinggi derajatnya dari begu; hanya dengan memberikan pujaan tertentu oleh orang-orang yang ada pertalian keluarga dengan mereka begu bisa menjadi sumangot; parsimangotan, = simangot.

Simatua, mertua laki-laki/perempuan, bdk tua I.

Simbaba, diparsimbabahon, banyak berbicara mengenai orang (dari: baba) dipergunjingkan.

Simbalbal, diparsimbalbal, me-motong sedemikian sehingga mendapat serpih-serpih, tidak licin dipotong, dikampak dengan kasar sehingga banyak serpihan kasar.

Simbar, = sambar.

Simbar, = sembat.

Simbil, tersimpang, kesamping; pasimbilhon, mengenyampingkan, menyimpang ke samping, menyimpang dari jalan; dalan panimbilan, jalan simpangan, penyelewengan. Simbohan, jarum yang diperbuat dari bambu untuk mengerat msl jala, mengenai seorang yang nakal dikatakan; hori sada hulhulan bulu sada simbohan, pinapurpur ngalian, niulosan hodohan, serat segulungan, bambu sejarum rajut, kalau diuapkan kedinginan, diselimuti kepanasan.

Simbora, tembaga, timah, lebih tepat; simbora tano, timah; simbora ranggas, timah putih; parsimboraan, amulet, jimat dari timah hitam untuk melindungi terhadap roh-roh jahat dan dibawa sebagai kalung leher.

Simborgo, dingin, sejuk; simborgoon, berpenyakit encok.

Simbur, I. cepat, bertumbuh cepat, mengenai manusia dan tumbuh-tumbuhan; manimburi, mengunting rambut sewaktu hamil sebagai pengganti memendekkan dikatakan dalam waktu kritis (sebagai juga pada peperangan dan pada penyakit) kebalikan dari apa yang mau dikatakan dan anak yang baru lahir itu akan tumbuh lebih baik. II. simbursimbur, gerimis, hujan gerimis, hujan rintik-rintik; parsimburan, = onan (And).

Siminik (dari si menek), anak kecil.

Simo, silau, samar, tersembunyi; P.B: simo pidong di asarna, molo ditadinghon, didapothon morana, seekor burung tersembunyi di sarangnya bila itu ditinggalkannya maka ia dalam bahaya; simosimo, apa yang tersembunyi; hasimoon, rahasia. Simon, simon ari, senja, hari berkabut tebal.

Simorubun, = orang tua (And).

Simpan, simpan, beres, siap; simpan bahen, siapkan, bereskan, beres bikin.

Simpang, memegang seekor binatang pada kaki belakangnya, menangkap ternak pada bagian kaki.

Simpar, campur baur, tidak pada tempatnya; pasimbar, tidak teratur, campur baur, bersimpang siur.

Simpe, tutup tagan (tempat kapur).

Simpir, piring yang ceper sekali, piring ceper.

Simpu, mangunsimpu, berjongkok dengan duduk di tumit, duduk berjongkok, berpeluk lutut.

Simpul, selesai, berakhir; simpul mangan, sesudah makan, usai makan; simpul gotilon, setelah pekerjaan menuai berakhir, sehabis panen; panimpulan, akhir, penghabisan, penyelesaian; panimpuli, yang terakhir lahir, anak bungsu; jamita panimpuli, bagian terakhir lahir, anak bungsu; jamita panimpuli, bagian terakhir, penghabisan suatu kejadian atau pembicaraan, khotbah, pidato.

Simsim, = gotap.
Simu, I. bakteri, kuman, ulat kecil dalam daging; reng, kuman kudis. II. keping, pangsa dalam jeruk; P.B.: marsimu songon unte, martangga songon balatuk, menurut urutan yang tertentu msl pembagian daging di pesta-pesta; samsimu ringgit, seperempat ringgit; parsimusimu, pembahagian.

Simung, manimungnimung, lari diam-diam.

Sina, cina.

Sinabulan, sej pohon besar.

Sinapang, sej senapang model lama.

Sinar, jemur, sinar, tidak ada pohon-pohon kayu atau semak-semak, terbuka ke sinar matahari; maninar, mansinar, menjemur sesuatu di lapangan terbuka; nunga sininar tu jolo ni raja hata i, perkara itu sudah diserahkan kepada raja; paninaran ni mata, hal atau perbuatan yang nyata.

Sinda, suminda, mundur (bdk sindak II).

Sindak, = I. dinaikkan, ke atas diarahkan; pasindakhon, menegakkan, menaikkan, mengangkat pandangan, membuat menengadah mata; sipasindak panaili (bohi), apa yang membuat orang gembira. II. sumindak, lari; parsindak, netral, penengah, tidak berat sebelah.

Sindap, = sintap.

Sindar, sinar terang, sinar, cahaya; sindar ni api, cahaya api; manindar, sumindar, menyinari, memancarkan sinar, bercahaya.

Sindir, sebab perbantahan, pangkal perkelahian, gara-gara. Sinjata, panjata (bdk jata), senjata.

Sindom, = suda; diparsimdomhon goarna, sering menyebut namanya, yang sebenarnya tidak boleh disebut.

Sindor, I. gadai, jual gadai; manindori, memberikan gadai sebagai jaminan hutang. II. tarsindor mata, silap mata karena menyangka seseorang seperti orang lain; manghasindorsindorhon, masih melihat seorang yang telah meninggal dalam bayangan.

Singa, harimau, singa, gambaran, sketsa; singa ni ruma, ornamen yang diukir pada kepala pandingdingan; singa, juga: gambaran bintang yang dilihat dalam bulan sipahalima; tolak singa = tolak parbadaan; pasingahon gulut tu, mempertimbangkan perlawanan kepada seseorang; etongan maninga, ilmu mengenai badan, ruang; Sisingamangaraja, imam tertinggi pada orang Batak, bukan kepala tertinggi dalam bidang politik sebenarnya.

Singada, pasingada, membungkukkan kepala ke belakang.

Singal, = tongam; hasingalon, kemuliaan, kehormatan, kebesaran, kewibawaan, kekuatan batin untuk membuat segan orang lain.

Singap, condong ke depan, miring mengenai rumah Batak bagian muka; marsingap, rumah berdingding miring, condong ke depan.

Singar, maningarhon, memelah di tengah-tengah, memelah dua. Singgalak, jatuh terlentang, membaring di atas punggung; maninggalak, membungkukkan di-ri ke belakang, tidur dengan punggung ke bawah.

Singgalu, marsinggaluan, beda, tidak cocok satu sama lain, tidak dapat disesuaikan mengenai dua potong kayu, juga mengenai orang.

Singgang, marsinggang, berlutut.

Singgapot, perangkap tikus.

Singgar, singgarsinggar, hujan rintik-rintik di siang hari, gerimis sewaktu matahari bersinar.

Singgip, I. penjepit jenggot; maninggip, mencabut jenggot dengan penjepit. II. singgip, sedikit sekaligus, dekat pada akhirnya, hampir habis, di tepi sekali.

Singgok, singgohan, termengkelan, tersengguk tenggorokan, tersentak, tersedu-sedu; sumaringgok, bdk saringgok.

Singgolom, sej pohon kayu.

Singgorar, sej rotan.

Singgorik, marsinggorik, memanjat seperti monyet yaitu dengan mempergunakan tangan dan kaki tanpa menyentuh pohon kayu itu oleh badan; diparsinggorikhon, memakai sesuatu (msl tangan) untuk memanjat.

Singik, = singit.

Singir, piutang, kredit; parsingir, perutangan, kreditor; paningir, idem; parsingiran, orang kepada siapa kita berpiutang, orang utangan, debitor; P.B.: habang ma talaktak di rondang ni bulan, molo halak na metmet singir gabe utang, burung talaktak terbang di cahaya bulan, bila seorang tidak berarti atau rendah maka piutangnya menjadi hutang.

Singit, risih, rasa tak enak pada, keseganan; adong singit ni rohana tu ho, ada sesuatu yang membuat engkau diseganinya, ia merasa kurang enak padamu.

Singkal, suatu perkara kecil yang membuat sesuatu tidak terwujud, penyebab sesuatu tak jadi.

Singkala, nama sej kartu judi.

Singkalo, cacad, kesalahan, = tihas.

Singkam, sej pohon kayu besar; lobu singkam, nama daerah; singkam mabarbar, = parbadaan, dalam bahasa begu siar
(= medium).

Singkang, = bingkang.

Singkat, pengganti, alat pengganti, penukar; singkat ni, sebagai pengganti, untuk menggantikan; maningkati, menggantikan sesuatu atau seorang; maningkathon, memakai sesuatu sebagai alat pengganti, menggantikan.
Singke, anjing tanah, orong-orong, yang dapat dimakan.

Singki, (juga ginsi), berubah, bertukar, berganti; maningki, mengganti, mengubah, menukar; pasingki rupa, menukar pakaian, bersalin pakaian.

Singkil, maningkil, menyembelih, memotong ternak.

Singkop, cukup, sampai, selesai dengan baik, memadai, tuntas; pasingkop, cukup sediakan, cukupkan, bereskan.

Singkor, marsingkor, kurus, papa, merana, celaka, dalam keadaan sengsara.

Singkora, hari ke-6 pada penanggalan Batak; singkora mora turun, hari ke-20; singkora duduk, hari ke-27; singkora purnama, hari ke-13; singkora, juga tanda ‘o’ dalam tulisan Batak (= hasiala).

Singkoram, cengkeram, agunan, jaminan, tahanan, gadai yang harus diberikan sewaktu meminjam uang msl tanah ladang; maningkoramhon, memberikan se-suatu sebagai gadai, mencengkeramkan sesuatu, menggadaikan.

Singkoru, enjelai, sej rumput tinggi yang buahnya berbiji-biji; singkoru eme, sej ‘sikoru’ yang dapat dimakan; singkoru batu, sej ‘singkoru’ yang tidak dapat dimakan; ucapan selamat yang bersifat umum; tubuan laklak tubuan singkoru, tubuan anak tubuan boru.

Singkosingko, = dahanan dalam bahasa persembahan, atau bahasa dukun.

Singkot (bdk sangkot), maningkot, menggantungkan diri, kemudian pada umumnya membunuh diri; paningkotan, alat dengan mana orang membunuh diri; sumingkothon tali, melilitkan tali pada sesuatu, menyangkutkan tali, mengikatkan tali pada sesuatu.

Singkup, keranjang bulat pakai tutup dan dianyam rapat dengan rotan.

Singom, katup, rapat tertutup, pas satu sama lain msl tutup.

Singot, lih ingot; tarsingot, tentang, mengenai, teringat akan sesuatu dengan sayu; singot ni rohana, peringatan yang sayu, terkenang di hatinya; pasingot, = paingot.

Singsing, maningsinghon, mendorong, mendesak.

Sining, mandul mengenai ternak.

Sinok, I. terasa enak, tenang, tetap, puas; sinok modom, nyenyak, tenang tidur, tak terganggu; manghasinokhon, be-roleh sesuatu yang disukai; sisinoksinok, milik yang hanya dipunyai seorang yang tidak usah dibagi-bagikan; parhasinok ma i, makanlah itu sendirian. II. bingkai panjang pada papan rumah Batak.

Sinonangon, obrolan, cengkerama, omongan enteng.

Sinsal, maninsal, memarahi, menghukum, mencela, mencemooh, menegur.
Sinta, I. meminta, mengidam-idamkan, mendambakan, mengingini sesuatu, ingin mencita-citakan msl mengenai perempuan-perempuan yang hamil (gambaran mengenai keinginan sewaktu hamil ialah bahwa makanan dalam rahim mengingini makanan yang ia sukai); parsintasintaon, kesukaan orang yang sedang hamil; sinanta, yang diingini; diparsinta roha, mengingini sesuatu yang disukai; pinarsinta ni roha, yang disukai, keinginan, yang diharapkan. II. sej tanaman merambat yang dipakai pada pangir dan obat.

Sintak, sentak, dicabut, sentak, ditarik ke atas, menyambar mengenai kilat; manintak, menyentak msl tali lonceng, pedang; sintahan, sentakan, rampasan; sansintak, sekali menyentak, satu potong pakaian, sekali sentak; ramban sansintak, ulubalang yang tewas, yang hanya dikubur dengan sehelai sintak abit, oleh sebab ia meninggal sebagai tenaga upahan; pudun sintak, pancung.

Sintap, sebatas, dalam, intap.

Sintong, benar, tepat, persis, betul; hasintongan, kebenaran; hasisintong, kebenaran, ketepatan; marhasintonghon (diparhasintong), membenarkan, percaya, mengaku benar; sintong saratus, persis seratus, betul seratus.

Sintua, (dari si tua, lih tua), yang tertua, pengawas, penatera.

Sinur, bertambah banyak, ber-kembang biak mengenai ternak; ungkapan: sinur na itapahan, gabe na itaula, mudah-mudahan ternak kita bertambah, pekerjaan kita berhasil. Sio, tertutup, tak terkena hujan, terlindung terhadap hujan dan matahari, teduh; manisio, mencari perlindungan terhadap hujan, tempat berteduh; panisioan, tempat bersembunyi terhadap hujan, untuk berlindung terhadap hujan, tempat berteduh; siosio, idem; marsiosio, tidak memandang dengan mata karena penyakit atau takut, berkedip-kedip.

Sioa, sej pisau penikam, pisau belati.

Siok, tiruan bunyi: suara anak ayam; sioksiok, mencicit mengenai anak ayam, berciap-ciap, karena kehilangan induk atau karena lapar.

Siol, I. hampir; siol mate, hampir mati; siol dibunu ahu, hampir saya dibunuhnya (juga: sior). II. rajin, suka akan, ingin (= sihol?); ndang na siol ho mida jolma, engkau tidak kepingin melihat orang; na siol mida na tama, orang yang tidak mengingini sesuatu yang baik, jelek.

Sior, (bdk juga: siol I).

Sip, diam, bungkam, tak buka mulut, tidak berbicara; memerintah: tutup mulut! pasiphon, membuat orang berdiam diri, mendiamkan; manghasiphon, mendiamkan sesuatu, mengambil sikap diam saja, merahasiakan, tidak menegur orang lain.
Sipak, manipak, menyepak.

Sipal, celaka, papa, sengsara; marsipal, dalam keadaan sengsara, merana, melarat; pasipalsipalhon, menyiksa orang. Sipan, tapir, babi gajah.

Sipat, I. sangat, berarti, banyak; na sipat do isaram, kelakuanmu melewati apa yang diizinkan. II. sipat, manipat, sebanyak masuk ke dalam, banyaknya seperti, sedalam, selama; sipat jolma, dalamnya setinggi orang; sipat jongjong, sedalam orang berdiri; sipat bagot, dalamnya setinggi pohon bagot; manipat ari, selama satu hari; manipat sadarion, sepanjang hari ini.

Sipata, kadang-kadang, sekali-sekali.

Sipatu, sepatu; marsipatu, bersepatu, memakai sepatu.

Sipon, sej baion.

Sipu, sipusipu, sisa kayu bakar, sepotong kayu yang menyala, kayu belahan yang berkilap; sipusipu na mintop, sej sumpah, bdk gana; P.B.: binsat sipusipu sian tangan ni dakdanak, aha na so dung sitaonon ni Batak, kayu belahan jatuh dari tangan anak, apa yang tidak diderita orang Batak.

Sira, garam; sira masiu, sira bodil, sendawa, mesiu; manirai, menggarami; parsisiraan, tempat garam, sumpit garam; pasirahon, menaikkan batu dengan perlahan serta menggeser sedikit tanah ke bawahnya seperti garam dengan jari-jari.

Sirabun, abu api (dari: sira rabun?).

Siragong, (sira agong), abu yang halus, debu; diparsiragongi, diperabukan, msl mayat, dibakar hingga menjadi debu.

Sirang, cerai, menceraikan diri, terpisah; manirang (juga mangirang), menceraikan, memisahkan; parsirangan, perceraian, apa yang menceraikan; hasisirang, hal perbuatan bercerai, perpisahan; P.B.: sidangka ni arirang na so tupa sirang, apa yang sudah bersatu tidak boleh diceraikan laksana ranting arirang.

Sirapege, bumbu, makanan yang enak, karena dibubuhi dengan sira dan pege.

Sirat, pola pada tepi kain (ulos); handang sirat, pagar yang tiang-tiangnya dijalin dengan rotan.

Sirik, melihat sesuatu dengan miring, juling, mengot; parmata manirik, orang yang juling, bermata juling.

Sirim, manirimi, memperkosa perempuan, mengendapi binatang buruan.

Sirimani, lih riman.

Sirit, menceret, kotoran cair, berak encer; manirithon, mengeluarkan sesuatu, memberakkan (binatang).

Sirlak, = sillak; sumirlaksirlak, berkilap-kilap, berkilau-kilauan.

Sirnip, penuh muatan, penuh sampai pinggir bagian atas, sangat berlimpah mengenai bejana; P.B.: sirnip so gok marlobilobi hurangan, dikatakan mengenai seorang pembual yang mengatakan sudah melimpah tetapi belum penuh, dikatakan ia sudah berlebih-lebihan tetapi ia kekurangan.

Sirpang, simpang, perempatan; manirpang, mengambil jalan simpangan, menyimpang.

Sirsir, I. diukur dengan tepat, pas, persis; sirsir sataon, persis setahun, setahun penuh; manirsiri, kerja dengan betul sehingga cocok, mengakhiri pekerjaan. II. manirsir, menabur, menghambur; manisirhon, menghamburkan, menaburkan sesuatu, menyerakkan.

Sirup, manirup, menghirup; manirup sian tangan, minum dari tangan dengan menyirup, menghirup.

Sise, (sebenarnya: ‘ise’ bertanya?), manise, menanya, menapa, menegur; sisesan, anak sisean, murid; sebenarnya: yang harus bertanya; paniseon, tiba-tiba jatuh sakit oleh karena ada begu yang menyapanya; P.B.: diorong asu na so ompuna, paniseaon na so padanna, anjing menggonggom terhadap bukan tuannya, dengan siapa ia tidak berhubungan, dia tanya.

Sisean, lih sise.

Siset, sej burung.

Sisi, sisi, tepi, belahan; sisi ni laut, tepi laut, pantai; sisi ni harugian, besarnya kerugian; sisi, disampingkan, digeser kesamping, menyisih, menyamping, meminggir; pasisi, menggeser ke samping, menyamping, mengelak; sumisi, menjauhkan diri, terelak, tersisih msl awan; mangunsisi, idem. Sisik, I. permukaan, sisik pada ular dan ikan; manisik, membersihkan kepala dari kutu; P.B.: jolo nisisik asa tinindos, dulu dicari baru dipijit. II. sisihon, menderita penyakit kurus (terlebih anak-anak). III. marsisiksisik, tiruan bunyi ‘sik'; cepat berjalan, cepat terbang.

Sisilon, kuku pada jari-jari tangan dan jari-jari kaki, cakar pada binatang dan burung; danggoldanggol sisilon, suam-suam kuku.

Sisip, sesuatu yang tersembunnyi; sisip, selip, sogokan, suapan; padalan sisip, memberi suap, menyogok, memberi uang pelicin; manisipi, membuat sesuatu secara diam-diam, merayapi dengan diam-diam; panisipi, penyelinap, orang keroh, penyisip.

Sisir, I. penggaruk; manisir, menggaruk. II. hasisiran, tangan luka disebabkan beling. III. marsisir imbulu, bulu roma berdiri; parsisir hal masuknya sesuatu dalam jumlah besar. IV. manisiri, memeriksa, menyusuri, menelusuri.

Sita, cetak biru.

Sitabeon, ikat kepala, kerudung duka (And).

Sitik, tergeliat, keseleo, gampang tersinggung, tidak serasi, tidak sesuai; sitik marroha, berpikiran salah, tidak sesuai, mudah marah; manjalahi sitik, mencari alasan untuk membuat sesuatu yang jahat, yang jelek; pasitikhon, salah urat, memisahkan orang yang tidak serasi; otik sitik, godang sega, sedikit salah, banyak orang binasa karenanya, sedikit salah, banyak rusak.

Sitamalun, lih talun.

Siuk, bengkok ke belakang dan diikat dengan keadaan demikian seperti gigi hudali; siuksiuk, sendok besi, sekop sampah, alat penyendok; maniuk, menyendok, mengangkat, menyedot; siuk, juga: bantuan beras yang diberikan kepada kawan-kawan bila ia memperoleh banyak tamu.

Siul, maniul, bersiul; bdk ngiul.

Siup, bunyi kenyam yang dibuat oleh lidah bila orang hendak membuat anak kecil tertawa; juga untuk memulai doa persembahan untuk memanggil roh-roh; marsiupsiup, berbunyi kenyam, berdecap bibir.

So, I. tidak, bukan, terutama dalam kalimat relatif, syarat dan majemuk pakai "na"; molo so, ia so, bila tidak, kalau tidak; nasa na so hubege, semua yang saya tidak dengar; ala so olo ibana, karena dia tidak mau; soada, soadong, tidak, bukan; na so uhum, apa adil, tidak pantas, tidak senonoh; dongan so haru dongan, bukan kawan bukan musuh, kawan tak kawan; mansoadahon, memungkiri, berdusta, meniadakan; unang so, perintah yang diperkuat: asal saja tidak, jangan tidak; sisoada, kata memaki: yang tidak apa-apa, yang tidak berguna untuk apa-apa saja; na soada, sekurang-kurangnya, paling sedikit; sampulu halak na soadana, sedikit-sedikitnya sepuluh orang; marsoadahon (diparsoadahon), meniadakan, menghancurkan, memperkosa wanita. II. berhenti, stop, tenang, diam; aek na so, air yang tidak mengalir; so jolo, diam dulu, dengarkan, berhenti dulu; pasohon, mendiamkan, meredakan, menghentikan; marhasoan, berhenti, menjadi tenang, menetap tingal; ndang marhasoan songon sisada tangan, tidak berhenti, tidak berakhir, seperti seorang yang berjalan di rambing dan hanya mau memakai suatu tangan untuk memegangnya dan oleh karena itu ia tidak dapat terus berjalan.

Soada, lih so I.

Soara, suara, bunyi, nada; marsoara na gogo, bersuara keras, berbicara dengan suara yang kuat; dipagogo ma soarana, dia berbicara dengan suara nyaring, dipernyaringlah suaranya; didok soarana, jawabnya, ia berkata; marsoara, berkata, berbunyi, bersuara, berbicara.

Sobal, = mahap.

Soban, kayu bakar, kayu api; marsobansoban, mencari kayu api, mengumpulkan kayu api; masisoban, mengambil kayu api; parsobanan, tempat pengambilan kayu api atau tempat penyimpanan kayu api.

Sobasoba, sej kupu-kupu (malam).
Sobo, sembuh, tenang, reda, membaik; sobo rimasna, marahnya sudah reda, reda kemarahannya; sobo arsakna, kepahitannya, dukacitanya sudah puas; manobonoboi, menghibur, menenangkan; sobo, juga: tidak jelas dikenal; sobosobo imbulu, penentuan waktu: senja waktu mana orang tidak dapat lagi melihat dengan terang bulu tangan yang halus; sobo tulis, berganti mengenai buluh ternak yang mudah; sobosobo, belukar yang diseret di atas lobang bibit (niordang) untuk menutupinya dengan tanah.

Sobok, sama, serupa, seperti, mirip pada; sobokhon, sama dengan, serupa dengan, menyerupai; sobokhon alogo dorasna, secepat angin, menyerupai angin kencangnya; pasobokhon, disamakan, dicocokkan, dipersamakan.

Sobu, hidupkan api, lepas, sibuk, rajin pada sesuatu; manobu api, menutup api dengan abu, agar jangan padam betul; sobuon, tumpukan kulit padi, sekam, kulit tipis pada padi yang sewaktu menumbuknya menjadi lepas (ditebarkan pada api agar tidak mati); tano sobusobu, tanah yang lembek (seperti sobuon).

Sobur, manobur, marsobur, minum dengan rakus mengenai binatang; pasoburhon, memberi minum; sisobur tuak, peminum tuak; disobur ateate, merasa dirinya kering dalam hati; soburan, tempat minum, perminuman ternak.

Soda, kapur (Angk).

Sodam, manodam, mengenai, membuat kena.

Sodang, tarsodang, tidak cocok, tidak sesuai, tidak pantas pada parmanuhon. Soding, jauh, tersendiri, terpisah dari yang lain, sunyi, terpencil; na soding, sodingsoding, kesunyian, tempat yang jauh, terpencil; soding jolo, sudut kanan bagian muka rumah Batak; soding pudi, sudut kiri bagian belakang rumah Batak.

Sodok, sekop, sendok, keruk.

Sogam, yang membuat sakit hati, bising, kepanasan, gelisah.

Sogan, takut, segan.

Sogar, segar, tegar, sehat, biasanya dipakai dengan panaili.

Sogi, = suhi, segi, sudut.

Sogir, penuh bahaya; berbahaya mengenai manusia terhadap siapa orang harus waspada, berhati-hati terhadap, waspada, was-was.

Sogit, I. mabiar; manogitnogit, takut. II. bona pasogit = bona pinasa, kampung halaman, tempat kelahiran, daerah asal-usul nenek moyang.

Sogo, tak enak rasanya, segan, tidak mau, tidak senang, risih, jengkel; sogo rohana, dia segan, dia tidak mau, dia benci; sogo ni roha, kebencian, kejengkelan, kerisihan; marsogo ni roha, segan, tidak mau, merasa jengkel pada; manghasogohon, benci mengenai sesuatu, merasa tak enak pada, tidak menyenangi.

Sogot, I. pagi-pagi benar, pada pagi hari; marsogotna i, keesokan harinya; sumogot, pagi-pagi benar; sansogot, satu hari pagi sebagai tanda ukuran msl dalan (ulaon) sansogot; na sogot, na sogotan, tadi pagi; panogotan, apa yang dibuat pagi-pagi sebelum makan; juga: hal makan pagi-pagi benar; mangan panogotan, serapan pagi; pasogot, membuat sesuatu lebih pagi; dipasogot hehe, cepat bangun pagi-pagi. II. marsogot, besok; sadari sogot (marsogot), hari besok; manogot, besok pagi; bodari sogot, besok malam. III. sogot, = yang akan datang; na masa sogot, apa yang terjadi pada masa depan; sogotsogot ni ari, hari-hari yang akan datang, kelak di kemudian hari.

Soha, manohanoha, mendiamkan orang.

Sohal, manohal, menyekal mulut dengan nasi (kata yang kasar); sohali, segar, baharu, hidup baru.

Sohang, tegang, apa yang tidak datang bersama-sama, tidak terdamaikan (bdk sehang).

Sohe, sewa, retribusi, pajak yang dikenakan bangkir kepada setiap pemain, sewa yang dikenakan kepada pemilik rumah untuk pemakaian lampu dan rumah.

Sohot, I. kawin, nikah, berhenti, selesai, istirahat; mansohot, berhenti; pasohothon, memperhentikan, mengawinkan; hasohotan, tempat dimana sesuatu berhenti, tinggal, pernikahan, tempat menetap; marhasohotan = mansohot bogasna, telah berkeluarga, berumatangga, telah kawin. II. manohoti, memeriksa sedalam-dalamnya, menyelidiki. Soit, I. ansosoit, sej tumbuhan dengan daun berduri. II. tulang pinggul, tulang pangkal paha.

Soksok, I. sumber, asal, mula; soksok ni aek, mata air. II. manoksok, hangus, terbakar; manoksohi, membakar hangus sesuatu.

Sola, = manola, masuk, masuk di antara sesuatu.

Solam, suci, murni, saleh, ta-wakal, alim; na pitu hali so-lam, sangat suci, tujuh kali alim.

Solang, I. manolang, mengganjal, membaji, menyorong ke dalam, menaruh sesuatu ke dalam sebagai alas, menyorongkan ke dalam untuk memenuhkan. II. uang sebagai pinjaman; pasolang, meminjamkan uang.

Solat, = siat; tarsolat, muat, terselip, dapat masuk, terdapat di antara; ndang tarsolathon, tidak dapat dimasukkan, tak bisa diselipkan; maisolat, menumpang pada seseorang; paisolatan, tempat menumpang, tempat penumpangan.

Solgap, manolgap, menangkap, melahap.

Solhap, = sohal.

Solhot, dekat, tidak jauh, masih berhubungan dekat, akrab, karib, sanak; solhot tu, erat pertalian keluarga kepada, dekat pada; na sumolhot, kerabat yang terdekat, famili; pasolhothon, mendekati, mendekatkan, mengakrabkan; sihasolhotan, seorang yang famili dekat, anggota keluarga dekat, kerabat.

Soli, gansi do uhum, sisolisoli gogo, sama-sama hak pada kedua belah pihak; sisolisoli, sama-sama hak duabelah pihak.

Sollop, I. manollophon, mengumbatkan, membenamkan sebahagian, memasukkan, mencucukkan; manollop, menyisipkan kapal yang bocor, memperbaiki. II. sakit perut disertai muntah; sollopan, menderita penyakit ini.

Sollut, tidak cocok satu sama lain msl makanan, berlawanan selera.

Solo, I. senang, sangat suka, dikasihi, digemari; hasoloan, yang disenangi, kekasih, kesayangan. II. olo do ahu manolon solo tutu tano ni daompung, saya mau bersumpah bahwa tanah itu adalah kepunyaan nenekku.

Solobean, dewa danau, batu di dasar danau Toba yang dipercayai sebagai persemayaman hantu air dan tak pernah kelihatan.

Solok, sudut, leku, belokan, tikungan.

Solot, terselip, terpaut; manolothon, menyelipkan, memasukkan msl pisau ke dalam sarungnya; marsolotan, berserakan, berselip-selip; solotsolot ni batu, celah-celah di antara batu; ansolotan, lih disana.

Solpa, I. kayu busuk yang terdapat di dalam tanah. II. dekat mengenai musuh, berada di hadapan; manolpai, menyerang, menangkap.

Solpot, epileptis, sawan, penyakit ayan; solpoton, menderita epilepsi, menderita penyakit ayan.

Solpu, = salpu.

Solsol, I. tobat, sesal; solsol ni roha, sesal, penyesalan; manolsoli, menyesali; husolsoli rohangku, kusesali diriku, aku menyesal; disolsoli bagina, ia menyesal, disesali nasibnya; tarsolsol bagi, bersusah hati, penuh sesal, tak hendak mengulangi lagi; nanget masisungkunan, unang masisolsolan, amit-amit bertanya jawab, jangan sampai saling menyesal; panolsolion, penyesalan. II. itok solsol, sej ikan yang masuk jala, mati karena takut dan sakit hati; unang hamu songon itok solsol, jangan hilang keberanianmu.

Solu, kanu, perahu, sampan dibuat dari batang kayu yang dikeruk; solu, dikeruk sebagai solu; marsolu, berlayar dengan perahu seperti itu, berperahu; P.B.: parsolu siantuang do ho, engkau tidak berarti dan tidak bermanfaat, seperti orang yang membuat perahu dari kayu siantuang, adapun kayu ini sangat ringan dan cepat busuk.

Soluk, caplok, tukar tempat, sebagai pengganti seseorang atau sesuatu; soluk, sebagai penggantinya; manoluk, menggantikan sesuatu atau seseorang; manolukhon, menggantikan, menukarkan tempat; aek manoluk miak, minyak menggantikan air; masisoluhan, marsoluksoluhan, saling menggantikan, silih berganti.
Solup, liter ukuran, takaran padi (beras) dari bambu: 3-4 bale; manolupi, mengukur dengan solup ini, menakari.

Soma, diparsomahon, mengutuki seseorang untuk segera mati, disumpah-sumpah agar mati.

Somal, biasa, lumrah, sudah biasa, lazim; hasomalan, kebiasaan; pasomalsomal, membiasakan, melakukan berulang-ulang, membiasa-biasakan; somalna do peamna, lih peam.

Somang, semang; induk somang, tuan, majikan, induk semang; anak somang, anak semang, bawahan, kenek.

Somba, sembah, hormat, puja; sombangku di ho, hormatku padamu, sebuah kata dengan mana orang meminta secara khidmat sekali; marsomba, menyatakan dengan hormat, bersembah sujud; manomba, menyembah, memuja, menghormati, sembah sujud; manomba ujung (yaitu: ni jarijari) manomba huasi, memohon dengan rendah hati dalam hal mana ujung jari-jari diletakkan bersama-sama merentangkan tangan; gaol na marsomba, batang pisang, yang menghasilkan persis rangkainya; manombahon, memberikan sesuatu sebagai hadiah sambil memberikan hormat; sombasomba, sepasang rusuk sebagai terdapat kiri kanan tulang punggung; sombaon, taraf yang tertinggi yang dapat dicapai roh orang mati. Ya berdiam pada tempat yang istimewa, pada pohon yang tinggi, pada gunung yang tinggi, jurang yang dalam dsb; tempat-tempat ini juga disebut sombaon. Sombayong, sembahyang.

Sombob, sosombopon, mengesak-esak, menangis bersedu-sedu karena dukacita.

Sombu, lega, sembu, puas, senang, biar, terpenuhi, mengenai dahaga, balasan, marah, keinginan; pasombuhon, membiarkan, mengizinkan, memuaskan.

Sombul, manombul, mencet warna gelap; abit na sinombul, kain yang diwarnai gelap.

Sombut, manginsombut, = mangonai, menimpa seseorang msl hukuman, amarah, pembalasan.

Somong, I. tarsomong, kedapatan, datang secara tiba-tiba dan berbuat sesuatu dengan tergopoh-gopoh, membuat dirinya terseret, terbawa-bawa. II. batu somong, sej batu.

Somor, marah, gusar, rusuh; manghasomorhon, marah terhadap seseorang atau sesuatu; somorsomor, sej begu; anak somorsomor, anak yang jahat yang membuat orang tuanya sakit hati; imbulu somorsomor, bulu pada tubuh manusia dan kuda yang menandakan bahwa orang itu atau kuda itu tidak berharga; pada umumnya: tidak berharga; hepeng somorsomor, yang membawa celaka yaitu uang curian.

Somot, semat; mansomot, manomot, menyemat, diikat dengan rotan msl saong; somotsomot, sej rumput, yang bijinya melekat pada kain.

Sompa, = tompu. Sompit, sempit.

Sompol = sumpol.

Sompong, tiba-tiba, terkejut, tidak diharapkan, mendadak; tamue sompong, tamu yang mendadak datang.

Sompor, bandel, nakal, kurang ajar, rewel mengenai binatang, walaupun diusir, terus datang kembali atau mengenai pencuri.

Sompung, terburu-buru, dengan tidak berembuk.

Sona, sej pohon kayu yang getahnya berwarna merah darah.

Sonak, pasang naik, datang mengenai gelombang laut.

Sonang, bahagia, senang; marsonangsonang, hidup tenang dan damai, bersenang-senang; pasonanghon, menyenangkan, dibuat tenang; hasonangan, kesenangan, ketenangan.

Sondang, cahaya, sinar, terang; panondang, cahaya, sinar; manondangi, = sumondangi, menerangi sesuatu, menyinari; marsinondang, bercahaya, bersinar; manondanghon, menyinari sesuatu.

Sonduk, senduk; manonduk, menyendok, memberi orang makan sebagai penumpang di rumah; marsonduk hela, menantu laki-laki yang tinggal di rumahnya, makan dan bekerja; hela sonduhan, menantu seperti itu; parsonduk, ibu rumah, nyonya rumah, bini (pengusaha dapur); ndang diboto marsonduk, ia tidak dapat mengatur rumah tangga dengan baik; sinonduk, sinonduk mangan, suami, laki yaitu orang untuk siapa si isteri menyendok; sonduhan, anak sonduk, pesuruh atau pelayan perempuan yang diberi makanan dan harus bekerja untuknya.

Songa, sej bambu yang dipakai untuk menganyam anduri.

Songe, seram, menakutkan, menimbulkan rasa takut, angker.

Songgak, I. manonggak, manonggahi, menyenggak, membentak, menghardik, menyapa dengan perkataan yang keras. II. sej pohon kayu.

Songgop, turun dari langit, hinggap, bertengger mengenai begu, burung, hormat, kekayaan; hasonggopan, tempat hinggap msl burung, tempat bertengger; pasonggophon tu, membuat pergi ke sesuatu, menghinggapkan, dikenakan kepada seseorang msl hukuman, mengalamatkan (sesuatu yang kurang kurang baik) kepada.

Songgot, terkejut, tiba-tiba, mendadak; manonggoti, mengejutkan orang; tarsonggot, terkejut, kaget; songgotsonggot, kekuatiran, kuatir, kejutan.

Songik, berbau busuk, tengik, tajam mengenai bau, sengit.

Songka, I. ular yang berbisa. II. karang.
Songkal, penuh wibawa, tak terhampiri, tidak dapat didekati, mulia, sering dipakai dalam hubungan: na songkal nabadia msl mengenai sombaon.

Songkar, mistar yang menghubungi kasau; manongkar, merenggangkan sesuatu.

Songke, cukai, sejumlah uang yang diterima bangkir pada permainan.

Songkik, (bdk pongkik), mamongkihi, mencekik seseorang; tarsongkik, tercekik.

Songkir, gagang, tangkai alat perkakas msl kapak.

Songkong, manongkong, memegang, mencengkeram, menahan, tidak dibenarkan pergi msl orang yang berutang.

Songkor, penyakit yang berat.

Songkung, mulia, terhormat, dihormati (Angk).

Songon, seperti, bagai (memperbandingkan); songon api, seperti api; songon dia? bagaimana? seperti apa? songon on, songon i, seperti ini, begitu; sisongon on, yang seperti ini, seperti cara ini; songon na, seolah-olah, seakan-akan; dipalua songon na so ditanda ahu, dibuatnya seolah-olah ia tidak mengenal saya; tarsongon, kira-kira seperti, bagaikan; songon songon i, begitu-begitulah, begitu itu sajalah.

Songsang, luntur mengenai warna.

Sonsong, hambat, hembang, tutup jalan, tersumbat; manongsong, menghambat, menyumbat; songsong rak, batas antara dada dan badan bagian bawah dekat rongga badan P.B.: ndang tarsongsong mata ni ari binsar, orang tidak dapat meng- hambat matahari terbit, artinya: bila seorang naik msl naik pangkat, kedudukannya bertambah tinggi, tidak suatu pun yang dapat menghalangi membuat dia cemburu.

Sonsongultop, penyengat.

Songti, kesaktian; hasontion, idem.

Sono, manonoi, merusakkan sesuatu, mengacau-balaukan, mengganggu.

Sonom, sangat rindu akan, sangat kepingin kepada, kangen sekali.

Sonsam, terban dan tarbalik.

Sonson, tersodor di hadapan seseorang, berada dekat di muka orang; sonson di jolom, ada di hadapanmu; manonsonhon, memaksa masuk, menggeser; manonsonhon baru, menyodorkan anaknya perempuan untuk membayar hutang.

Sontang, sej pohon kayu.

Sonti, terawat baik, baik tersimpan, tetap mengenai undang-undang; sonti di patik, tetap, tidak dapat diobah-obah, tak tergugat; sonti marugasan, berlaku hati-hati dengan pekerjaan, dengan urusan, rawat betul akan barang milik.

Sonting, = sunting II; parsontingan, persuntingan.
Sop, mansop, memasukkan benang
tenung ke cet untuk mewarnainya, mencelup benang ke dalam pewarna nila.

Sopa, sepah = sopasopa, sepah, bungkil, ampas, limbah, bagian yang tak berguna lagi.

Sopar, subur.

Sopit, = gogot.

Sopo, lumbung padi, di bawah atap disimpan padi, di ruang terbuka tempat menerima tamu serta tempat mengadakan pertemuan, di atas juga tidur para pemuda.

Sopot, manopot, memotong pohon kayu dekat tanah, dekat ke pangkal; sopot so marama so marina, kehilangan orang tua sewaktu kecil, yatim piatu.

Sopsam, jatuh, rebah, terjatuh, roboh.

Sopsop, manopsop, menghisap; disopsop ateate, merasa diri kekeringan, rasa menghisap di uluhati; disopsop mudar, lintah, penghisap darah.

Sopu, sepuh; manopu, memadamkan kapur; mengeraskan besi yang hangat dengan memasukkan ke dalam air.

Sor, rusak mengenai besi yang terlampau lama berada dalam api; tarsor, kedatangan dengan tiba-tiba menjadi sial, melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak disukai, dengan tiada pengharapan, terlanjur.

Sora, manorahon, menyerahkan.

Sorang, lahir, turun, menginap, sebagai tamu menumpang, bertempat tinggal mengenai begu, sumangot, celaka; sorangan, tuan rumah, nyonya rumah; maisorang, berdiam, menumpang; naeng sorang tamue, menanti, mengharapkan kelahiran anak; sorang, jam waktu lahir, waktu kelahiran.

Sorat, berat, penuh muatan, bermuatan berat, sarat; P.B.: na sorat di ulu sorat di butuha, siapa yang telah bekerja keras, ia makan banyak; pasorathon, memberatkan, dibuat berat; sorat sahalak, beban untuk satu orang, pas untuk dibawa satu orang.

Sorba, tuan sorba di banua, nama nenek moyang orang Batak.

Sorbit, masisorbitan, gemerlapan, berkilau-kilauan, masing-masing memancarkan cahaya.

Sorbuk, serbuk; bubuk.

Sordak, palang pintu di dalam rumah; manordak, memalang, mengunci, menggeserkan palang untuk mengunci pintu.

Sordam, serdam, seruling.

Sordit, enak, cocok satu sama lain mengnai lauk pauk.

Sorga, surga; naik sorga, meningkat, bertambah mengenai kekayaan dan kemuliaan.

Sorgang, manorgang, membentak supaya jera, membantah, mempertakutkan, menggerantang; panorgangon, cara menggerantang seseorang dsb, juga: jimat dengan maksud seperti ini.

Sorha, roda; alat atau jentera untuk memintal kapas jadi benang, jentera pemintal, rahat.

Sori, untung, nasib, takdir; sori ni ari (juga soro), nasib buruk, celaka; aha na so taonon pandokhon ni sori ni ari, betapa tidak ditahan segala sesuatu bila nasib buruk menghendakinya (sori ni ari sudah ditentukan sebelum manusia lahir); sori ni aringku, nasibku yang buruk ini, ah sialku ini; sori gabe, bahagia, untung baik, berkat; sori mago, sial, celaka, nasib buruk, nasib malang; sori dangol, idem; parsorion, takdir, nasib dalam arti celaka, sial, kemalangan; marsori ni ari, dalam keadaan sial, bernasib malang.

Soribalanga, buku panggul.

Soridadu, = soldadu, serdadu, prajurit.

Soridandan, sej penyakit, yang membuat anggota gerak bengkok, pengkor.

Sorigala, serigala.

Sorik, bulu sorik, sej bambu.

Sorin, manorin, menggantikan, menggilir, mengambil tempat dengan menggantikan orang la-in; pasorin, berganti; masorinsorin, berganti-ganti, bergiliran, saling bergilir, silih berganti.

Soring, manoringi, mengucapkan mantera.

Soripada, nama dewa saudara laki-laki Batara guru dan Mangalabulan: juga kata halus untuk isteri (Angk); inanta soripada, isteri-isteri kita, para wanita; P.B.: ndang olo tuk ulaon, ia so soripada patukhon, tidak sesuatu pekerjaan akan terlaksana tanpa bantuan para isteri. Sormin, cermin; sorminan, idem, jendela kaca.

Sorna, pemberian, berupa beras yang diberikan kepada sanak saudara yang menyelenggarakan pesta; mangido sorna, meminta bantuan kepada kaum kerabat bila hendak mengadakan pesta; sornasorna ni Debata, anugerah, karunia.

Sornga, tiba-tiba, tidak disangka, saling menubruk, bertabrakan.

Sorngot, mendadak, tiba-tiba; sahit sorngot, penyakit yang tiba-tiba muncul, penyakit mendadak.

Sornop, I. masuk ke dalam air, tercelup air; manornophon, mencelupkan ke dalam air, membasahi, memasukkan ke dalam air. II. = tole, maju.

Soro, I. manoro, menerkam, merenggut, menangkap, memegang, merampas mengerkah mengenai binatang buas, menyambar mengenai kilat; manorohon hata, segera menjawab, juga memajukan kata kepada seseorang; masipansorohon hatana, masing-masing memajukan masalahnya; manorohon langka, bersegera, menggesa; disoro porhas, disambar petir; sisoro aek, nama sej burung yang hidup dalam air. II. = sori.

Soron, panaroni, selir, gundik; ina panoroni, ibu tiri; ama panoroni, bapa tiri, ayah tiri; anak na sinoronan, anak tiri yang diambil dari perkawinan lain.

Sorong, manorong, mencoba mengenakan pakaian. Sorop, I. sengat. II. = serep, rendah, dekat tanah; sumorop, mengunjungi dunia mengenai roh, turun dekat tanah mengenai awan; manorop begu tu, memasuki sesuatu mengenai roh; disorop ombun, awan turun ssampai dekat tanah, bergantung rendah (dekat tanah).

Sorpa, manorpa, memegang, menangkap.

Sorpi, manorpi, melipat.

Sorpo, = songgot; manorponorpo, mengejutkan, membuat ter-kejut; begu sorpo, penyakit tiba-tiba disebabkan sekonyong-konyong melihat begu dan membuat dia terkejut.

Sorsor, manorsor, menumbuk padi untuk pertama kalinya; manduahali, untuk kedua kalinya; mangosas, untuk ketiga kalinya, menumbuk sampai semua terkelupas.

Sorta, manis, santun, alim, ramah; dipasorta pangalahona, dia berlaku manis, bersikap alim, berlaku sopan santun.

Soru, sej perangkap tikus terdiri dari seutas jerat yang digantungkan pada bambu.

Sorur, sesuai, cocok; uli rupana sorur ro di matana, dia cantik sampai pada matanya yang sesuai dengan kecantikannya; hasoruran ni roha, kawan dengan siapa kita sesuai, cocok, yang berkenan di hati, teman akrab.

Sosa, = sesa, hapus; manosa, menghapus, merombak msl bendungan; sosa, sikat atau penyapu dipakai untuk membasahi benang sewaktu bertenun.

Sosak, manosak, merepotkan, mendesak; manosahi, menyesak, menindis orang, menyempitkan; tarsosak tersesak dalam kesempitan, dalam kesusahan, melarat; hasosahan, dalam keadaan sulit, kesesahan.

Sosal, manosalhon, mendesak; panosal, desakan.

Sosar, alas, lapik, daun atau ranting tempat meletakkan potongan-potongan daging, yang dicincang.

Soso, I. garis-garis yang ditarik di atas tikar di bawah ampang sewaktu meramal dengan ayam, menurut arah ayam jatuh diberikan ramalan. II. manosoi, mendesak meminta dengan sangat menghimbau. III. tano soso, tanah longsor.

Sosombopon, bdk sombop.

Sosop, manosopi, menutup, memakal menimbun msl lobang; mengarsir gambaran; sosop, dipenuhi, ditambahi, tertimbun, tertutup.

Sosor, pemukiman, kampung yang baru didirikan dan masih terdiri dari pondok-pondok primitif; manosor, mendirikan kampung baru, mendirikan pemukiman baru.

Sosot, rapat, padat, dekat satu sama lain; manosoti hata, mengatakan segala-galanya dengan jelas; marsisosoti, berdiri tidak sama rapat, rapat tak menentu jaraknya.

Soting, marsotingsoting, ber-kilau-kilauan di muka mata, gemerlapan.

Sotok, manotok, menyengat mengenai serangga; disotohi ateatena, = digotili, rasanya dipijit-pijit dalam badannya, rasa nyeri di uluhati.

Sotop, manotop, menyengat mengenai serangga.

Sotul, nama sej pohon yang berbuah.

Sua, manginsua, lih insua.

Suak, masuak, patah, terkulai msl dahan kayu; P.B.: tarida urat, tambortamboran masuak dangka rahutan, kalau akarnya kelihatan tanah disekelilingnya harus ditimbun, kalau dahannya terkulai orang harus mengikatnya, artinya: orang harus menolong mereka yang berada dalam kesulitan.

Sual, marsual, berdebat, bersoal, menyanggah, berbantah-bantah; manual, memerangi, membantahi, bertengkar mulut.

Suan, manuan, tanam, menanam; manuan patik membuat undang-undang, menentukan hukum; manuan hata, mengedarkan berita, desas-desus, menyebarkan berita; manuan bada, menggalakkan perselisihan, menyebabkan persengketaan; manuan lagu, membuat baik, melakukan sesuatu yang baik, menanam budi; manuan dengke, memasukkan ikan ke dalam kolam; suansuanan, tumbuh-tumbuhan, tanam-tanaman; sinuan tunas, putera, anak laki-laki (And); sinuan beu, = boru (And); na marsinuan, = ama (And).

Suang, kembali, pulih, kembali dengan sia-sia; sumuang, kembali lagi, sekali lagi; pasuanghon, mengembalikan, mengembalikan kepada keadaan semula; pasuang roha tu bagasan, memperhatikan, memusatkan pikiran terhadap sesuatu; suang le, suang songon i, pula, begitu juga, serupa dengan; suangsa on (suang songon on), pada hari yang sama seperti hari ini, dalam delapan hari mendatang; suangsa marsogot, besok dalam delapan hari mendatang.

Suap, marsuap, mencuci muka dengan tangan; parsuapan, tempat cuci muka.

Suara, = soara, suara.

Suari, marsusuari, berjemur di panas matahari.

Suasa, cincin suasa.

Suasae, mansuasaehon, dipansuasaehon, memboroskan, membuang-buang, menyia-nyiakan, menghambur-hamburkan.

Subang, terlarang, tak boleh, haram, pantang, msl lauk pauk atau sayur sewaktu makan obat, dilarang menyebut msl kaum kerabat (ayah); dia subangna, apa pantangannya? manubanghon, sumubanghon, melarang, memantangkan, berpantangkan.

Subo, manubo, mencoba.

Subut, I. diperintahkan, ditetapkan oleh datu; panubut, persembahan yang dituntut oleh begu; tarsubut simangot ni ompuna, roh nenek moyang yan gditunjuk oleh ramalan untuk diberikan persembahan. II. manubut, membujuk, berbuat baik kepada orang, mengambil hati, mengajuk; manubuti, merestui, menggairahkan.

Suda, habis, berakhir, habis dimakan, tak bersisa; mansudahon, menghabiskan, memakan habis; pasudahon, idem; hasusuda, akhir, hal habis dimakan; suda bohalna, persediaan makanannya di tengah jalan sudah habis, artinya: dia meninggal; nasa na sudasa, idem.

Sude, semua, semuanya; sudena, semua, semuanya; sasude, semua mereka; sude hami, semuanya kami; mansudehon, = mansudahon.

Sudol, sudolsudol, kedendaman, pembalasan; pasudolhon, membalas sesuatu, membalaskan, membalas kejahatan.

Sudu, mansudusudu, berdiang, memanaskan diri dekat api; marsidudu, idem; pansudusuduan, perdiangan, tempat api, kotak besi tempat memelihara api; mansusuari (dari mansudu tu ari), berjemur di panas hari.

Sudung, manudung, meminta, menanya; hasudungan ni roha, kekasih, kesayangan, kesenangan hati, yang tercinta; P.B.: topot raja ni uhum, sudung raja ni patik, tanyalah hukum kepada raja.

Sue, = juap.

Suga, duri; tarsuga, terinjak duri, kena duri; marsuga, berduri.

Sugal, = hehe; sugal sahit, kambuh, timbul, bangkit penyakit; sugal rohana, dia menjadi marah, bangkit amarahnya.

Sugam, resah, sakit hati, jengkel.

Sugapa, bibir pukat atau bubu yang mencuat ke dalam yang diperbuat sedemikian rupa sehingga ikan tidak dapat keluar lagi.

Sugari, juga bila, andai kata, jikalau, bila sesuatu, sekiranya; sugari sura, = aut sura, seandainya, bahwa sesuatu.

Sugi, I. manugi, menguliti, menetak kulit pohon, seperti halnya pada haminjon (kemenyan) untuk memperoleh getahnya; sugisugi, takikan, kayu kecil dan tipis untuk menguliti pohon. II. = sogo. III. sugisugi, lempangan tembakau.

Sugut, sembunyi, rondok, runtuh, jatuh pada lutut; tarsugut, tersempit, terpojok, merondok, bersembunyi.

Suha, I. = tu julu, (dikatakan mengenai ikan). II. suha, berlimpah-limpah mengenai hasil ladang. III. parit di sisi tembok yang terjadi karena dari situ diambil tanah untuk membangun tembok itu.

Suhar, terbalik; marsuhar, dalam keadaan terbalik; P.B.: hea marsuhar ulu ni na mate maup, pernah kepala orang yang tenggelam terletak di sebelah hulu (biasanya mayat hanyut dengan kepala sebelah hilir: biasanya terjadi hal-hal yang bertentangan dengan kebiasaan); suhar di rohana, menurut tanggapannya adalah salah, bertentangan dengan perasaannya; pasuhar, memalikkan; manuhar, melawan, menentang seseorang; panuhari, kebalikannya, yang sifatnya justru sebaliknya.

Suhat, I. sukat, takar, ukuran; suhatsuhat, ukuran; manuhat, menghitung, mengukur (baik mengenai panjangnya maupun mengenai banyaknya); P.B: ndang piga halak sililit bolonna sisuhat ginjangna, tidak berapa orang yang mengetahui tentang dirinya sendiri; marsuhat di ho, itu bergantung kepadamu, terserah kaulah; parsuhatan, cara mengukur; ndang hasuhatan, tidak dapat di ukur, sangat besar. II. sej tumbuhan, ubi talas, keladi. III. jabu suhat, kiri muka lantai rumah Batak tradisional.

Suhe, ( = sungke), manuhe, me-ninggikan, meningkatkan, mengangkat.

Suhi, segi, sudut; suhi ni tangan, siku tangan; suhisuhi, segi-segi, sudut-sudut, penjuru; sitolusuhi, tiga sudut; siopatsuhi, empat sudut; suhi ni ampang na opat, nama bagian perkawinan perempuan, lih ampang; suhi, diasingkan, dicadangkan, tersendiri, terpencil, lain bagian; marsuhisuhi, bersudut, bersegi-segi, bersiku-siku.

Suhu, suku, kelompok, pembagian menurut perwakilan, masing-masing, semua, semuanya, semua yang bersangkutan; marsuhusuhu, satu dari setiap keluarga, pamili, berperwakilan; na tolu suhu, yang tiga jenis, tiga kelompok, tiga suku. Suhul, gagang, pemegang pisau, pedang; juga: gempa bumi oleh sebab orang memanggil suhul pada gempa bumi untuk mengingatkan gagang pedang naga padoha (penyebab gempa bumi) yang tersisip di badannya; ndang hasigatan pasi dibagasan suhul, orang tidak dapat melihat pasak di dalam gagang, artinya: orang tidak dapat melihat kehendak hati; suhulsuhul, sej pohon kayu.

Suhun, manuhuni, menyiapkan, mengucapkan kata-kata yang terakhir dan terpenting.

Suhung, membungkuk, bengkok, tangan dan kaki diikat bersama-sama; manuhung, mengikat orang secara ini.

Suhut, tuan rumah, penyelenggara pesta; hasuhuton, bertindak sebagai tuan rumah, pimpinan, pemimpin, penanggung jawab; manghasuhuthon, memimpin sebagai tuan rumah, memegang peran sebagai suhut.

Suksuk, (bdk gukguk), padat berisi, penuh dengan melebihi ukuran, sangat penuh, melimpah mengenai benda-benda bukan cairan; manusukhon, membuat berkepala, ditakar dengan melimpah, memadati penuh, mengisi sepenuh-penuhnya; manaluksuk, membubung, meningkat.

Sulak, berbalas, berbalik.
Sulam, manulam, memberi jawaban atas pollung; sulambak, sej kucing liar, yang menurut kepercayaan orang ada begu di dalamnya; sulambak golanggolang, sej cerpelai.

Sulandak, sikulandak. Sulandit, lih landit.

Sulang, manulangi, menyuapi, memberi seseorang makanan dari tangan; manulanghon, menyuapkan, memberi makan seperti ini; sulangsulang, makanan yang diberikan kepada orang khusus juga makanan persembahan.

Sulangat, jala yang bersegi empat yang dipegang pada sebuah batang besi; sulangat durung, berbentuk empat segi seperti jala itu; marsulangat, menyampakkan jala, menjala.

Sulangsalik, hiruk-pikuk seperti orang di pasar.

Sulasi, pohon selasih.

Sulean, lebih dari kenyang, sedemikian banyaknya diterima sehingga tidak ada satupun yang tinggal, beruntung.

Sulhut, manulhut, membakar.

Suligi, lembing dari bambu.

Suling, suling.

Sulingkit, manulingkit, meneliti, menyelidiki, menduga, menginterrogasi, menanyai sampai hal sekecil-kecilnya.

Sulon, berhenti dalam perjalanan, tertahan; manulon memperhentikan, menahan; mangulon, beristirahat, berhenti.

Sulu, I. suluh, obor; sulusulu, idem; manulu, menyuluh, menerangi. II. buah yang pertama pada tandan pisang yang lebih dulu masak.

Sulum, sej ikan kecil. Sulung, manulung, memberi persembahan kepada begu, memberi sajian kepada roh.

Sulup, manulup, mencat benang jadi hitam.

Suma, nama hari ke-2 penanggalan Batak; P.B.: disi suma disi anggara, disi suda disi soada, jika habis berakhirlah; suma ni mangadop, nama hari ke-9 penanggalan Batak; suma ni holom, nama hari ke-16; suma ni mate, nama hari ke-23.

Suman, serupa, cocok, mirip, sama dengan, menyerupai; sumansumanan, gambaran, peniruan, kemiripan, patung; pasumanhon, meniru, dibuat sama bentuknya, membuat serupa; manuman, meniru, mencocokkan dengan, mengikuti jejak.

Sumanggo, bumi (And).

Sumangot, = simangot.

Sumar, luar biasa, meluap, kelewatan, berlimpah-limpah mengenai hasil padi, berlebih-lebihan; aek na sumar, air bah, air yang bukan main banyaknya, banjir besar; mamusarhu do pangalahom, kelakuanmu ada keterlaluan, kelewatan perangaimu.

Sumba, nama sebuah induk marga.
Sumban, balok-balok atasan yang memanjang pada rumah dalam mana tiang-tiang dihubungkan dengan pasak dan lubang dan di atas mana atap terletak; sumban na tangging, sej sumpah, lih gana.

Sumbang, sumbang, ganjil, janggal; marsumbang, kawin menurut adat seperti disebut di atas; sumbang tutur, mengganti, menukar pertalian kerabat.

Sumbat, manumbat, menyumbat; tarsumbat, tersumbat.

Sumbia, anak pelanting, peluru ketapel; hasumbiaan, dilukai juga dengan kata-kata, terluka perasaan, terserang perkataan.

Sumbing, sumbingsumbing, serpihan, penuh serpih dan pecahan-pecahan mengenai sesuatu yang pecah; sumbing rohana, rasa hatinya mempunyai segi-segi yang tajam.

Sumbu, sumbu; sumbu ni pedati, as, gandar kereta pedati.

Sumbung, pas, cocok, gampang masuk msl cincin pada tangan; tarsumbung, masuk keranjang atau kandang yang salah.

Sumpa, sumpah; marsumpa, bersumpah.

Sumpangsamping, penuh dengan luka-luka.

Sumpat, enggan, segan, tidak mau, yang dapat dirasakan dari nada suaranya.

Sumpit, manumpit, menyumpit.

Sumpol, tersumbat, tertahan arus, tak jalan aliran; manumpol, menumpatkan, membendung, menyumbat.

Sumung, manumung, memegang, menangkap.

Sumur, sumur, perigi, mata air, sumber. Sumurung, lih surung.

Sumurut, lih surut.

Sun, siap, selesai, habis; hasunan, penyelesaian masalah, perkara atau urusan; marhasunan, berakhir, berkesudahan, selesai, berkeputusan; pasunhon, menyiapkan sesuatu, menyelesaikan sesuatu; sun juga menandakan superlatif: sun gogo, luar biasa kuat, sangat kuat, mahakuat; sun bisuk, sangat cerdik, sangat bijaksana; sun denggan, sempurna, paling baik; hasusun, penghancuran, pembinasaan.

Suna, I. manuna, menyatakan sesuatu yang sebenarnya kebalikan yang dimaksud. II. suna, terlampau banyak sekaligus, membludak.

Sunan, masisunanan, saling mendahulukan dengan mengatakan: engkau dahulu; tidak, engkau dahulu.

Sunat, manunat, menyunat; tarsunat, telah disunat; parsunatan, penyunatan, persunatan.

Sundar, kembali, mundur, surut, berbalik; paundar, pasundar, membawa kembali, kembalikan; manundarhon, mengembalikan kata, memberi jawaban.

Sundat, batal, dikansel, tidak jadi, berhalangan; manundati, mencegah, menggagalkan, menghalangi, menghambat, membatalkan, menangguhkan; sundat hami masipaidaan, tidak jadi kami saling melihat, batal kami bertemu.

Sunde, asal, mula; mulak sunde, kembali kepada asalnya msl pembicaraan sesuatu masalah dikembalikan kepada orang yang memulainya.

Sundung, condong, miring berdirinya, cenderung, teleng; dompak sudungna do marumpak hau, pohon kayu rebah ke arah ia teleng.

Sundur, manundur, = sumundur, menjajahi, membicarakan, menguraikan suatu masalah, perkara atau urusan; sumundur pangulu, mengirim seorang penegah untuk memeriksa perkara itu.

Sundut, terbenam mengenai matahari dan bulan; sundut ajal, ajal sudah dekat, mendekat ajal; sundut hasudungan, ajalnya menyedihkan, sengsara; hasundutan, barat dimana matahari dan bulan; sundut ajal, ajal sudah dekat, mendekat ajal; sundut hasudungan, ajalnya menyedihkan, sengsara; hasundutan, barat dimana matahari terbenam; sundut, angkatan, generasi; marsundutsundut, turun-temurun; sasundut sige, demikian tingginya sampai sebuah sige cukup dipakai untuk dipanjat.

Sungar, manungar, mendongak, menarik hidung ke atas mengenai hidung kerbau yang dilubangi; manungarnungar, menarik hidung ke atas sebagai tanda penghinaan yang sebesar-besarnya.

Sunge, sungai; sisobur aek sasunge, penyedot air sesungai, sebutan pada orang yang dapat membelah dirinya terhadap banyak orang; sibola aek sasunge, orang yang memelah sungai, yang memecah belah orang-orang yang bersahabat, yang menghasut kaum kerabat satu sama lain.

Sunggam, manunggam, minum langsung dari tabung, membungkukkan diri sewaktu makan dan minum; manunggam mangan, makan dengan membungkuk; masisunggaman, dengan saling mengunjungi untuk menyelesaikan suatu perkara, masalah.

Sunggapa, = sagapa.

Sungging, gampang dijadikan marah.

Sunggu, (bdk runggu), berkumpul dengan lengkap, berkerumun datang; ompu Sunggu, nama marga.

Sunggul, manunggul, membangunkan orang yang sedang tidur; mengusir binatang, menimbulkan, menyebabkan kegembiraan, marah, sakit hati, kebencian; tarsunggul, terbangun, teringat, terkenang; sisunggul singir, orang yang menuntut piutang yang lama.

Sunggilsunggil, seutas tali yang diikatkan pada hidung kerbau atau lembu yang membuat dia tidak dapat lari, cucuk hidung kerbau.

Sungka, enggan, sukar untuk dibuat msl membawa air ke atas gunung, sungkan; manungka, lemah, tidak menyanggupi; sungka roha (di roha), sulit untuk dibuat, untuk dilaksanakan, sungkan; sinungkasungka, orang harus dicoba walaupun sulit; diharuskan; ndang tarsungka ahu, saya tidak dapat melaksanakannya, tak sanggup aku. Sungkalit, berat, sulit, sukar; si Manungkalit, nama daerah dan marga di Silindung.

Sungkap, (bdk ungkap), manungkap, memeriksa seluruhnya, menyelidiki msl ataukah ada orang yang mencuri.

Sungkar, sukar, sulit, menentang; manungkar menempatkan dengan lain cara, melawan, menentang.

Sungke, manungke, mengangkat muatan untuk dibawa.

Sungkil, berani, perkasa, terlalu berani.

Sungkit, sej rumput hutan, yang sering dipakai membungkus lampet; parau sungkit, kapal, yang panjang dan runcing, perahu lonjong memanjang.

Sungko, manungkoi, memeriksa dengan teliti, meneliti.

Sungkot, tersangkut, terbentur, suntuk, sampai, tersentuh pada (di) terlalu besar, tidak masuk ke dalam, bergantung pada sesuatu; sungkot ni, ukuran tertinggi dalam keadaan luar biasa mengenai suatu sifat; sungkot ni hinauli, teramat cantik, luar biasa cantiknya, luar biasa indahnya; sungkot ni langka, perhentian; P.B.: sungkot di langitna, lumbang di bahalna, terhantuk pada langitnya (loteng), mempunyai tempat yang luas di gerbangnya yaitu lidah; sungkot di urur pate di ransang, mencapai taraf tingkat tertinggi mengenai sesuatu sehingga tidak ada orang yang dapat mengatasinya lagi mengenai amarah, kekejian. Sungku, 1/4 ringgit = hupang, suku 50 sen.

Sungkun, manungkun, menanya, bertanya; sungkunsungkun, pertanyaan; panungkunon, cara menanya, hal bertanya; panungkunan, orangnya yang ditannya, tempat bertanya; hujur manungkun (bodil, tangan), segera membalas atas suatu luka tanpa lebih dahulu memeriksa perkara ini; panungkunan, bagian yang diperoleh sewaktu mengawinkan anak perempaun; panungkunon, tiba-tiba jatuh sakit karena disapa oleh begu; masisungkunan, saling bertanya, bermusyawah.

Sungkup, cukup.

Sungkur, piso sungkur, pisau cukur, pangkas; manungkur, mencukur.

Sungsang, tertukar, terbalik posisi, sungsam, runyam; pasungsang, membalikkan sesuatu; sungsang barani, jampi untuk mengubah keberanian orang menjadi pengecut; sungsang duri, sej tumbuhan merambat yang durinya mengarah ke bawah; manungsang tutur, membalikkan pertalian kerabat dengan mengawini anak perempuan dari pihak perempuan.
Sungseng, humasungseng, bergerak tidak tenang, gelisah tak menentu, mondar mandir, bingung.

Sungsi, lih sunsi.

Sungsung, ukuran berbentuk corong dari daun pisang yang dipintal yang setiap rumah harus memberikan satu ‘sungsung’ beras bila banyak tamu datang ke kampung itu; corong; manungsung, menghasut, mengajak orang untuk membalas dendam; halisungsung, pusaran angin, angin olak, angin puting beliung.

Sungu, tanduk rhinoceros, tanduk badak.

Sungut, I. sumunguthon, menceriterakan, memberitakan, memperbincangkan; sungutan, berita, ceritera, kabar, perbincangan. II. sisungut, kumis, nisai.

Suni, I. buni. II. sunisunian, termasyhur, patut ditiru, keteladanan, terkenal.

Sunsi, manunsi, mencuci (pakaian) (juga sungsi).

Sunting, ulat dalam daun pisang.

Suntut, luar biasa, sangat.

Sunut, tempat ayam dari keranjang yang dijalin; P.B.: molo manuk sabungan dibagasan sunut, sai na martahuak do, di dalam keranjang ayam jantan berkokok juga, artinya: orang yang licik dikenal juga bila ia berada dalam kesulitan.

Supak, cupak, liter bambu, tabung dari bambu yang dipakai sebagai takaran untuk tuak dan garam; manupahi, menakar, menyukat, mengukur banyaknya padi.

Sura, andai, seandainya, jikalau; tung sura, atik tung sura, aut sura, jika, seandainya, kalau-kalau; manuranura, membayang-bayangkan, memperkirakan, menaksir, menduga, mengagak-agak; disura roha, diduga, disangka, diagak; surasuraon, sinurasura, barangkali, mungkin.

Surae, perselisihan, pertengkaran, perbantahan, keras kepala; mambahen tu surae, membuat sesuatu menjadi pertengkaran; marsurae hosana, dia berada dalam saat untuk mati; pasuraehon, na pinorsuraean, tentang apa orang berkelahi, memperebutkan, bertengkar, ba-han pertengkaran; aha na pinorsuraeanmu disi, mengapa engkau berkelahi mengenai itu.

Surage, marsuragehon (diparsuragehon), mengerkah mengenai binatang buas, merobek-robek mangsanya.

Surak, marsurak, sorak, menyoraki, bersorak karena gembira; monang di suraksurak talu di olopolop, orang bersorak-sorak kegembiraan sebab ia beranggapan telah mencapai msl kemenangan akan tetapi ia silap; manurahi, menyoraki seseorang, mencela, mengejek, menjelekkan, mengecam, menyalahkan sesuatu pada seseorang; ndang hasurahan, tidak ada yang dapat dipersalahkan, tidak dapat dicela; surak seruk, sorak, teriakan, kacau, tidak beraturan, = burak-beruk.

Surambi, I. tiang kandang di bawah sopo. II. sej pisau yang pendek dan bengkok.

Surang, sisurang, anak tunggal, satu-satunya.

Surangkir, perbantahan, perselisihan, pertikaian. Suranti, ulos yang tidak lebar yang dipakai sebagai tali pinggang atau tali kepala, surjan.

Surat, surat, aksara, tulisan, naskah; manurat, menulis, menyurati; manurathon, menulis sesuatu, menuliskan, mencatatkan; surat tangan, tulisan tangan; surat rongkom, tulisan yang dicetak, huruf cetak; na so surat, tidak tertuliskan, tidak terkatakan; tarsurat, tertulis, tercatat; panurat, alat menulis, gerip, dsb; meja panuratan, meja tulis; juhut panuratan, daging yang diberikan sebagai pancar tanda peringatan; surat agong, tulisan arang, sesuatu yang tertulis dan yang gampang diubah, yang tidak tahan lama; surat tombaga holing, tulisan yang tetap, yang tidak diobah-obah lagi; ina ni surat, ke-19 huruf Batak; anak ni surat, tanda pembantu pada tulisan Batak untuk, e, i, o, u, penutup ng dan pangolat.

Suratan, gusi, lapisan daging pembungkus gigi.

Surbit, = sorbit.

Surbot, masam, susah hati biasanya dihubungkan dengan panaili; surbot langit, penuh awan mengenai langit, langit mendung.

Surbu, manurbu, membakar, membakar habis; hasurbuan, terbakar habis, kena bakar, mendapat celaka menjadi arang.

Surdu, manurduhon, menyampaikan, menyodorkan msl tas atau bakul, tembakau, sirih. Surduk, manurdukhon, merentangkan tangan, mengejarkan tangan, menyerudukkan.

Surgo, surga.

Surham, manurham, tegak mengenai rambut atau bulu, berdiri bulu roma, berdiri bulu kuduk.

Suri, I. jala besar, yang diatur oleh beberapa orang. II. sisir. III. surisuri, sej kain (ulos).

Surik, sej pisau atau pedang; surik na binulang, pisau yang bertutup, yaitu raja yang didiamkan karena sogokan.

Surintik, gelap, samar-samar, masih belum jelas mengenai desas-desus.

Surirang, manuriranghon, meramalkan, merenungkan, menujumkan sesuatu, masuk kewajiban pangarunding; panurirang, na-bi, penubuat.

Surpu, prematur, tergesa-gesa, tergopoh-gopoh, tanpa berpikir, lekas; begu surpu, seorang anak yang sekonyong-konyong turun ke medium.

Surpung, jatuh tersungkur, tiba-tiba jatuh sakit dan berbaring.

Sursar, kacau-balau, berantakan, lepas mengenai sesuatu yang tadinya terikat; angka sursar, idem; manursar, melepaskan sesuatu yang tadinya bersatu, membuyarkan, membuat berantakan.

Sursur, longsor, runtuh mengenai tanah pasir. Sursuran, pandai, cakap (baik perkataan maupun tulisan).

Surta, sutera.

Suru, marsuru (disuru), suruh, menyuruh, mengirim, memerintah; sisuruon, suruhan, utusan, pesuruh, pelayan; surusuruan, suruhan, utusan dalam istilah kristen: malaikat.

Suruhan, sej ikan.

Suruk, manuruk, menyuruk, menyusup ke dalam sesuatu; manuruk liang, menyuruk liang, masuk ke dalam liang dengan jalan merangkak; manurukhon, menyurukkan; manuruk tanoman, merangkak kedalam kuburan, meninggal; na hasuruhan, cara salah dalam menenun bila terlalu banyak benang berjalan ke atas atau ke bawah; mata manuruk, tunduk mengenai mata tetapi mengintip ke segala jurusan.

Surung, utama, unggul, suka akan, prioritas, istimewa; sumurung, lebih baik, lebih unggul dari, lebih banyak memperoleh; hasurungan, kelebihan, keunggulan, keistimewaan; hasusurung, idem; marhasurungan, mempunyai kelebihan, mengungguli; marnasumurung, berbeda mengenai keunggulan; hupasurung mate, kutukan: dapatlah aku hendaknya membunuhmu.

Surut, = sumurut, manginsurut, mundur ke belakang, surut, kembali, beringsut; lam tu surutna, semakin mundur, makin melorot; manuruti, mengambil sesuatu; dipasurut, mengundurkan diri; hasusurut, hal perbuatan mundur, kemunduran.

Susa, susah, keberatan, sulit, tidak enak, tidak sedap; hasusaan, kesusahan, kesempitan; manusai, menyusahkan, membetatkan orang, menyulitkan orang; dipasusasusa, idem; hamasusa, penuh kesusahan, dalam kesusahan; manghasusahon, menderita kesusahan mengenai sesuatu, merasa sulit akan.

Susat, manusat, memicit, memampatkan, menekan.

Susu, susu, buah dada, tetek; manusu, menyusu, menetek; pasusuhon, menyusukan anak, menyusukan; sirang susu, tidak lagi menyusui, dihentikan menetek; ulu ni susu, puting susu, tetek perempuan yang diukir pada balok-balok horisontal di atas tangga rumah, simbol kesuburan dan pertumbuhan.

Susuari, mansusuari, lih suari.

Susuban, kuali, periuk kecil memasak sayur; parsusuban na so olo marsik, seseorang yang periuknya tidak mau kering, artinya: kaya; susuban, seorang yang memakai periuk kecil sebagai pengganti periuk biasa, orang kikir.

Susuk, manusuk, cucuk, mencucuk, membariskan, menusuk.

Susun, manusun, menyusun, menumpuk msl kayu, sirop, genteng.

Susur, enak, sedap kedengaran mengenai suara; marsusur, berdesir (suara gorengan).

Susut, = hesut.

Sutan, sutan, pangeran.

Suti, Hasution, nama marga, juga : Nasution.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: