Posted by: dongan on: June 26, 2009
| Kemarin sore aku menonton film lama The Green Mile. Bagus banget filmnya. Mengajar untuk tidak menilai manusia dari luarnya. Dan mengajarkan juga kalau muzijat itu masih ada.
Sumber: http://www.kafegaul.com/sinema/article.php?id=2412&cat=4 Seperti halnya “Saving Private Ryan” Tom Hanks, film ini diawali dengan adegan pada saat sekarang. Seorang pria tua Paul Edgecomb mengingat peristiwa-peristiwa dari tahun 1935, waktu dia bekerja sebagai kepala penjaga di Penjara Coal Mountain Louisiana. Edgecomb (Hanks) mengawasi para napi dengan kesabaran dan hormat, dibantu oleh temannya Brutus Howell (David Morse), veteran Harry Terwilleger (Jeffrey DeMunn) dan Dean Stanton muda (Barry Pepper). Seorang penjaga yang sadis Percy Wetmore (Doug Hutchinson) melengkapi kelompok ini. Walaupun dia punya koneksi dan pekerjaan yang menunggu di sebuah rumah sakit jiwa, Percy yang penakut menolak untuk dipindah sampai dia diperbolehkan memimpin eksekusi. Pada pertengahan film dia mendapatkan kesempatan di sebuah adegan yang agak mengganggu yang bisa membuat para penonton mempertimbangkan kembali manfaat kursi listrik. Cerita ini berputar disekitar kedatangan seorang napi besar John Coffey (Michael Clarke Duncan). Dia benar-benar seorang raksasa, tapi ukuran tubuhnya tidak sesuai dengan semangat membunuhnya. Dia sangat lembut, baik hati dan tidak seperti napi lain dibawah pengawsan Paul. Ternyata John punya bakat istimewa. Waktu Paul dan para penjaga lain menyadarinya, mereka disulitkan oleh oleh krisis dalam jiwa mereka. Mereka tidak dapat menjelaskan kekuatan supernatural ini, tapi mereka tahu bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi posisi mereka. Dalam film Darabont yang sebelumnya, jalinan cerita mengetengahkan tema penebusan dan pembaharuan. Inti dari karya ini adalah kemampuan Darabont dalam menuturkan cerita dan para pemeran yang hebat. Walaupun cerita ini tidak mungkin dapat dituturkan dalam film 3 jam, Darabont mampu memasukkan sebagian besar dari perincian-perincian dalam serial karya King, dan film ini hampir selalu membuat para penonton tak lepas perhatian. Para penonton akan bereaksi terhadap tikus peliharaan bernama Mr. Jingles, dan kepayahan karakter seperti Percy. Mereka juga tidak akan sulit bersimpati dengan John Coffey. Simbol-simbol keagamaan cocok dengan karakter dan aktingnya. Oscar melaporkan bahwa Doug Hutchinson kemungkinan besar akan mendapat nominasi pemeran pembantu pria terbaik. Dia mampu menandingi akting Hanks, dan emosinya dapat dirasakan oleh para penonton. Penggemar “Shawshank” mungkin melihat kalau perhatian Darabont terhadap nuansa film ini agak kendor, tapi penonton pertama tidak akan menyangkal kekuatan “The Green Mile”. Dengan memakai para pemeran yang top, sutradara benar-benar mengikuti jalur ceritanya. |
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.